Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


GAMBARAN UMUM PANTI WREDHA BUDI DHARMA
YOGYAKARTA
Panti Wredha Budi Dharma terletak di desa
ponggalan kecamatan Umbulharjo 7/203 Rt. 14 Rw.
V dan termasuk ke dalam wilayahkota Yogyakarta
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Sebelah utara : persawahan
Sebelah timur : kampung tegal gendu
Sebalah selatan : kampung ponggalan
Sebelah barat :rumah dan persawahan
HASIL PENELITIAN
Tabel. 4.1. Karakteristik Responden
KARAKTERISTIK JUMLAH TOTAL %
RESPONDEN total
Jenis Kelamin
Laki laki 12 30
Perempuan 28 70
Umur
55 62 5 13
62 - 73 31 77
> 73 4 10
PEMBAHASAN
1. Sebelum Dilakukan Bekam
Berdasarkan Gambar 4.1. diatas Karakteristik responden
berdasarkan jenis kelamin dan umur yang berada di Panti
Wredha Budi Dharma kota Yogyakarta apabila
karakteristik responden tersebut dihubungkan dengan
tingkat nyeri pada awal atau sebelum perlakuan akan
diketahui bahwa sebagian besar pada responden
mengalami nyeri dengan tingkat nyeri sedang yaitu
sebesar 62,5% (25 responden dari 40 responden), hal ini
sesuai dengan pernyataan potter (2006) bahwa usia
merupakan variabel penting yang mempengaruhi nyeri,
khususnya pada anak-anak dan lansia. Perbedaan
perkembangan, yang ditemukan di antara kelompok usia
ini dapat mempengaruhi bagaimana anak-anak dan lansia
bereaksi terhadap nyeri
2. Setelah Dilakukan Bekam
Berdasarkan tabel 4.3. di atas dapat dilihat dari
hasil penelitian mengenai pegaruh terapi bekam
terhadap perubahan tingkat nyeri.
Dari 40 responden tersebut terdapat 25 responden
mengalami tingkat nyeri sedang sebelum pemberian
terapi bekam. Namun, setelah pemberian terapi
bekam menunjukkan bahwa dari yang semula
responden paling banyak berada pada tingkat nyeri
sedang 25responden mengalami perubahan atau
penurunan menjadi 19 responden yang berada pada
katageri tingkat nyeri sedang. Selain itu responden
yang berada pada tingkat neyri ringan yang semula
berjumlah 7 reasponden naik menjadi 19 responden.
Dari hal tersebut di atas, sesuai dengan teori yang
menyatakan bahwa ada beberapa manajemen
nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, salah
satunya adalah stimulasi kutan yaitu stimulasi
pada kulit yang dilakukan untuk menurunkan nyeri
(Potter dan Perry, 2006). Terapi bekam ini sendiri
merupakan teknik yang memberikan stimulus
pada saraf tubuh seperti halnya akupuntur (Omar
et al, 2007). Sebagaimana yang diungkapkan
(Yasin, 2005) bahwa pembekaman di kulit akan
menstimulasi kuat sayraf pemukaan kulit yang
akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla
spinalis melalui syaraf A- delta dan C, serta
traktus spino thalamicus ke arah thalamus yang
akan menghasilkan endorphin. Sedangkan
sebagian rangsangan lainya akan diteruskan
melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor
neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri
BAB V
KESIMPULAN
1.Skala nyeri yang didapat dari responden sebelum
perlakuan terdiri dari tiga kategori yaitu ringan, sedang dan
berat. Responden yang mengalami tingkat nyeri ringan
sebanyak 7 (17,5%), responden dengan nyeri berat
sebanayak 8 (20%) responden. Dari semua responden
paling bnyak berada pada tingkat nyeri sedang yaitu
sebanayak 25 (62,5) responden
2.Sebagian besar responden mengatakan mengalami
penurunan skala nyeri, dimana sebelum perlakuan
kebanyakan dari responden mengalami nyeri pada tingkat
nyeri sedang terdiri dari 25 (62,5%) responden kemudian
setelah perlakuan turun dari 25 responden menjadi 19
(47,5)responden.
3.Terapi bekam mempunyai pengaruh yang bermakna dalam
menurunkan skala nyeri dengan signifikansi 0,000