Anda di halaman 1dari 15

KOORDINASI

Arham Rusli
Capaian Pembelajaran

Setelah menyelesaikan perkuliahan ini,


mahasiswa diharapkan mampu menguraikan;
Pentingnya koordinasi,
Pedoman koordinasi,
Sarana pokok koordinasi,
Pelaksanaan koordinasi
Pengertian & Pentingnya
Koordinasi
Koordinasi adalah integrasi dan penyesuaian
harmonis dari usaha individu menuju pencapaian
tujuan yang lebih besar (Singh, 1992)
Koordinasi pada hakikatnya merupakan upaya
memadukan / mengintegrasikan, menyerasikan
dan menyelaraskan berbagai kepentingan dan
kegiatan yang saling berkaitan beserta segenap
gerak langkah dan waktunya dalam rangka
pencapaian tujuan organisasi (Lembaga
Administrasi Negara)
Koordinasi adalah perihal mengatur suatu
organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan
tindakan yang akan dilaksanakan tidak saling
bertentangan atau simpang siur (Kamus Besar
Bahasa Indonesia).
Koordinasi adalah usaha sistematis yang
mengusahakan keselarasan, keseimbangan antara
pekerjaan seseorang dengan orang lain, antara
bagian satu dengan bagian yang lain.
Kata Kunci Koordinasi
1. Sinkronisasi / harmonisasi / keselarasan
2. Kegiatan/usaha
3. Tujuan
4. Organisasi
5. Efisien
6. Sinergi
7. Peluang
Pentingnya koordinasi di dalam organisasi

Untuk mencegah terjadinya kekacauan, percekcokan,


kesamaan atau kekosongan pekerjaan.
Agar orang - orang dan pekerjaannya diselaraskan
serta diarahkan untuk mencapai tujuan.
Agar sarana dan prasarana dimanfaatkan untuk
mencapai tujuan.
Supaya semua pekerjaan masing - masing individu
harus membantu tercapainya tujuan organisasi.
Supaya semua tugas, kegiatan, dan pekerjaan tepat
pada sasaran yang diinginkan.
Mary Parker Follet

Coordination is the Central Core


of Management

Horald Koontz

Coordination is the essence of


Managership

Koordinasi merupakan komponen terpenting dalam


suatu organisasi untuk merangkaikan segala sesuatu,
mengatur sumber daya dan sarana untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi dengan cara yang paling efektif
7
Tujuan koordinasi :

Untuk mengarahkan dan menyatukan semua tindakan serta


pemikiran ke arah tercapainya sasaran.
Untuk mengarahkan keterampilan spesialis ke arah sasaran.
Untuk menghindari kekosongan dan tumpang tindih pekerjaan.
Untuk menghindari kekacauan dan penyimpangan tugas dan
sasaran.
Untuk menghindari tindakan overlapping dari sasaran.
Prinsip-Prinsip koordinasi

Koordinasi harus dimulai dari tahap perencanaan awal.


Hal pertama yang harus diperhatikan dalam koordinasi adalah
menciptakan iklim yang kondusif bagi kepentingan bersama.
Koordinasi merupakan proses terus menerus dan
berkesinambungan.
Koordinasi merupakan pertemuan-pertemuan bersama untuk
mencapai tujuan.
Perbedaan pendapat harus diakui sebagai pengayaan dan harus
dikemukakan secara terbuka dan diselidiki dalam kaitannya
dengan situasi secara keseluruhan.
Pedoman Koordinasi
Koordinasi harus terpusat, sehingga ada unsur
pengendalian guna menghindari tiap bagian bergerak
sendiri-sendiri yang merupakan kodrat yang telah ada
dalam setiap bagian, ingat bahwa organisasi
merupakan kumpulan dari orang-orang yang punya
kebutuhan dan keinginan berbeda.
Koordinasi harus terpadu, keterpaduan pekerjaan
menunjukkan keadaan yang saling mengisi dan
memberi.
Koordinasi harus berkesinambungan, yaitu rangkaian
kegiatan yang saling menyambung, selalu terjadi
selalu diusahakan dan selalu ditegaskan adanya
keterkaitan dengan kegiatan sebelumnya.
Koordinasi harus menggunakan pendekatan multi
instansional, dengan ujud saling memberikan
informasi yang relevan untuk menghindarkan saling
Sarana Pokok Koordinasi

Rantai perintah (chain of command).


Kerjasama (cooperation)
Sinkronisasi
Pembagian kerja
Saling ketergantungan
Pelaksanaan Koordinasi
Ada berbagai cara untuk melaksanakan koordinasi, mulai dari yang paling lemah
sampai yang paling kuat yaitu:

1. Mengadakan pertemuan-pertemuan untuk melakukan koordinasi


jika muncul suatu masalah.
2. Melakukan seminar-seminar pelatihan untuk menunjang
pemahaman yang dapat menambah suatu wawasan pada setiap
anggota organisasi.
3. Transfer staf antar bagian, artinya saling menukar pikiran dalam
mengerjakan suatu masalah.
4. Pembentukan satuan-satuan tugas (koordinasi sementara antara
bagian-bagian dalam suatu organisasi).
5. Membentuk keanggotaan dalam tim atau panitia (menjamin
adanya pengetahuan tentang bagian-bagian serta kegiatan-
kegiatan lain).
6. Partisipasi dalam pertemuan perencanaan regular, artinya ikut
serta dalam suatu pelatihan untuk mencapai tujuan organisasi.
7. Pembentukkan posisi-posisi penghubung (misalnya peran
coordinator).
8. Perjanjian atau persetujuan kerja secara tertulis, artinya setiap
masing-masing bagian membuat kesepakatan kerja.
9. Keanggotaan fulltime dalam suatu panitia, artinya setiap anggota
bekerja secara optimal (misalnya panitia pembangunan).
STRUKTUR KOORDINASI

1. Departementasi,
2. Sentralisasi atau Desentralisasi,
3. Formalisasi atau Standarisasi,
4. Supervisi
5. Komunikasi Formal dan Informal
6. Kerjasama
7. Penyesuaian timbal balik (mutual adjustment),
Sifat-Sifat Koordinasi
Koordinasi adalah dinamis, bukan statis.
Koordinasi menekankan pandangan menyeluruh
oleh seorang manajer dalam kerangka mencapai
sasaran.
Koordinasi meninjau suatu pekerjaan secara
keseluruhan.