Anda di halaman 1dari 61

PA R A M ET ER

P E M E R IK S A A N C T
SC A N

Ni Putu Rita Jeniyanthi, SST


I. KONSEP DASAR

Merupakan tolok ukur/ acuan standar yang harus diberikan


pada setiap pemeriksaan CT Scan.

Penetapan parameter CT Scan ditentukan berdasarkan jenis


pemeriksaan yang akan dilakukan.

Tujuannya adalah mendapatkan gambar yang berkualitas


sesuai dengan yang diharapkan.
FLOW CHART PARAMETER CT
RECONSTRUCTION

kV,
mAs,
Slice Thickness,
Rasio
patient size, RAW DATA
scan time Signal /Noise

IMAGE CT SCAN
Parameter Pokok
Tahap sebelum Scan meliputi : mAs, KV, Slice Thickness, Patien
Size, Scan Time

Tahap setelah Scan meliputi: Algorithme, Window Setting,


Reconstruksi.
URAIAN PARAMETER POKOK
1. Parameter mAs Noise
Parameter mAs Rule of thumb:
merupakan kuantitas high
The higher the dose,
sinar x yang digunakan
the lower the noise.
dalam melakukan
scanning suatu objek.

Tujuan: Untuk
menghasilkan resolusi low mAs
gambar.
Rentang mA: 20-580
low high
mAs - What difference does it
make?

High mAs
Low mAs

Image 1: Image 2:
Low mAs value - 4 times the mAs value-
high noise level half the noise level
Recommendation for mAs
In the case of a soft tissue study, the most
important to keep noise to a minimum by using higher
mAs. But for bone or lung studies, higher mAs is not
necessary.
APLIKASI mAs
Tujuan Aksi Aplikasi

Parameter mAs

Resolusi Soft Tissue 1. Menggunakan mAs Untuk struktur soft


yang baik yang lebih tinggi tissue
2. Slice agak tebal.

Agar fixel lebih baik Menggunakan KV Pemeriksaan Shoulder


yang lebih tinggi Pelvis

Resolusi Kontras yang Penggunaaan KV dan Struktur tulang


Tinggi mAs agak rendah Jaringan Paru-paru
2. Parameter kV
Kilovoltage menentukan beda potensial/ tegangan tabung antara katoda dan
anoda yang menentukan kualitas daya tembus sinar-X yang dihasilkan

Penggunaan kV berpengaruh terhadap banyaknya emisi quantum


sinar x dan dosis radiasi. Semakin tinggi kV yang diberikan spektrum
radiasi akan tinggi, dan level energi akan tinggi.
Pengaruh kV terhadap kualitas gambar : muncul image noise

kV Relative dose

140 100%
120 58%
80 12%
kV - What effect does it have ?Image
Noise?
140 kV 80 kV
APLIKASI kV
Tujuan Aksi Aplikasi
Parameter kV
1. Daya tembus Pemberian 137 kV Shoulder
objek yang lebih Spine
baik Pelvis
2. Mengurangi Lung
gangguan pada
fixel
3. Mengurangi
artefact beam
hardening
1. Resolusi Soft Pemberian 120 kV kV standard pada
Tissue yang baik semua pemeriksaan
1. Dosis pasien Pemberian 80 kV Pediatric
rendah Treatment Planning
c. Parameter Slice thickness
Slice thicknes thdp radiasi??
Slice thickness adalah tebalnya irisan
atau potongan dari obyek yang
diperiksa

Nilai Slice Thickness pada CT Scan berada dlm


rentang : 0,3-10mm
Penentuan slice thickness berpengaruh
terhadap noise dan spasial resolusion .
Semakin tebal slice maka semakin rendah
noise.
semakin tipis slice maka semakin tinggi
noise.
Semakin tebal slice semakin rendah
resolusinya
semakin tipis slice maka semakin tinggi
resolusi.
Slice Thickness - See the Difference
Thicker slices give less noise & better
contrast detectability for soft tissue

3 mm Slice 10 mm Slice
Slice Thickness - See the
Difference 1 mm Slice
5 mm Slice

Thinner slices give better spatial resolution


for bony structures.
APLIKASI SLICE THICKNESS
Tujuan Aksi Aplikasi

1. Good Soft Tissue Slice Thickness > Cerebrum, Abdomen


2. Fast examination 5mm

1.Good Spatial Thin Slice < 3 mm 1.Fine bone


Resolution structure
2. MPR, 3 D (Inner ear, spine)
reformats 2. Pulmonary
c. Parameter Patient Size

Parameter patient size mempunyai pengaruh terhadap


atenuasi sinar x.

Setiap pertambahan ketebalan objek 4 cm berpengaruh


terhadap bertambahnya atenuasi. 50 %, juga berpengaruh pada
pixel noise.
Pixel Noise akan semakin bertambah 2 kali lipat jika ketebalan
bertambah 8 cm
Patient Size...
Noise

400%

Rule of thumb:
The noise level doubles for every 8 cm
300% increase in patient diameter.

200%

100%

30 34 38 42 46 cm
Patient diameter
FOV (Field of View )
Ukuran luas objek yang akan
dicitra/diameter maksimal dari gambaran
yang akan direkonstruksi. dan ditempakan
dalam 1024x1024 matrik.
Rentang FOV : 12-50 cm
FOV smkn bsr, smkn bsr ukuran pixelnya,
dalam proses rekonstruksi hasil
gambarannya akan kurang teliti dan
sebaliknya.
Patient Size - See the Impact
45 cm 28.8 cm
d. Parameter Scan Time

Parameter scan time mempunyai pengaruh


terhadap reduksi artifact akibat pergerakan
objek. Semakin kecil waktu maka semakin sedikit
artifak akibat pergerakan objek.
e. Parameter Algorithm

Filter/kernel
Parameter Algorithma : prosedur matematis olh kmptr
yg mghbngkn contrast resolution dg noise dlm suatu
gambaran.
Pengaturan : smooth/soft, standard, sharp
Smooth/soft algorithma, menghasilkan low contrast
resolution, noise yang rendah, hasil gambaran kurang
baik
Sharp: hight contrast resolution dan noise yg tinggi
Standard: contras resolution dan noise seimbang
Algorithms... make the
difference
Soft Algorithm High Res Algorithm
Algorithms... which one to
use?
Standard Algorithm

HighRes Algorithm

HighRes algorithms provide better spatial


resolution, but with more noise.
Semakin tinggi resolusi algorithma yang dipilih
maka semakin tinggi pula resolusi gambar yang
akan dihasilkan.
f. Window Setting

Sangat berpengaruh pada tampilan gambar


ct scan. Berupa brightness dan kontras
dalam skala keabu-abuan
Image Display - Windowing
Hounsfield
Gray scale
unit
+3000 display
White

Window Window
width W center C

0
Black

-1000 CT Windowing

Window width (W): the density range represented within the gray scale.

Window center (C): the center of the density range.


Window width adalah rentang nilai computed
tomography yang dikonversi menjadi gray levels
untuk ditampilkan dalam TV monitor. Setelah
komputer menyelesaikan pengolahan gambar
melalui rekonstruksi matriks dan algorithma maka
hasilnya akan dikonversi menjadi skala numerik
yang dikenal dengan nama nilai computed
tomography. Nilai ini mempunyai satuan HU
(Hounsfield Unit)
Window level adalah nilai tengah dari window yang
digunakan untuk penampilan gambar. Nilainya
dapat dipilih dan tergantung pada karakteristik
perlemahan dari struktur obyek yang diperiksa.
Window level ini menentukan densitas gambar
yang akan dihasilkan.
Image Display - Windowing
3000
Blood Liver
60 Tumor
Spleen Kidneys Heart
Bone Pancreas Bladder
40 Adrenal
Intestine
Gland

Water
0

Rule of thumb:
-100
Mamma The CT value of water is 0 and
air -1000. The relative values of
-200
Fat
the other tissues are calculated
-900 Air Lung relative to that of water
-1000

HU * HU = Hounsfield Unit, also known as CT number


Tipe jaringan Nilai CT (HU) Penampakan

Tulang + 1000 Putih

Otot + 50 Abu-abu

Darah + 20 Abu-abu

CSF + 15 Abu-abu
Tabel nilai CT Scan
Air 0 pada jaringan yang
berbeda dan
Lemak -100 Abu-abu gelap ke penampakannya dalam
layer monitor
Paru - 200 hitam (Bontrager, 2001)

Udara - 1000 Abu-abu gelap ke

hitam

Hitam
Variasi Parameter
Tampilan Parameter sangat bervariasi
karena adanya perkembangan teknologi
masing-masing pesawat.

Tiap-tiap pesawat memberikan acuan


parameter dalam bentuk Protokol.
Sebagai contoh salah satu produk pesawat CT (MSCT)
mengungkapkan sebagai berikut:

Ada 3 jenis Protokol dalam penetuan parameter


pemeriksaan CT Scan :

Protocol Pemeriksaan untuk orang Dewasa,


Protocol Pemeriksaan untuk Anak-anak
Protokol Pemeriksaan Spesial.
Tiap-tiap pemeriksaan terbagi menjadi beberapa
bagian organ (region of examination)

Contoh : Head, Neck, Shoulder, Thorax,


Abdomen, Spine, Extremities.
Beberapa konsep/Istilah umum dalam protokol yang
perlu diketahui yaitu :

Fast, menggunakan 4 x 5 mm slice colimation untuk


akuisisi cepat

Routine, menggunakan 4 x 2,5 mm slice colimation


untuk pemeriksaan rutin

ThinSlice, menggunakan 4 x 1 mm slice collimation


untuk pemeriksaan organ yang memerlukan potongan
tipis.
Istilah-Istilah

Pengertian Pitch : Hasil dari jarak


pergerakan meja per rotasi dibagi dg slice
thickness.
Pitch: kecepatan per rotasi:(N detektor x
lebar slice kolimasi)
Contoh : jarak per rotasi = 10 mm, slice
thickness= 10mm, maka pitch = 1.
Pitch

=1

table travel (mm) per gantry rotation


Pitch = (1)
beam collimation (mm)
Pada MSCT, Pitch adalah pergerakan meja
perputaran/ single slice collimation. Contoh slice
collimation = 4 x 5 mm, pergerakan meja 20 mm
perputaran, maka pitch = 4.
Increment
o Interval/jarak/gap antar slice
o Jika increment lbh kcl dr slice
thickness maka dktkn overlapping.
o Jk increment=slice thicknes: brmpt
o Rentang: 0,1-10mm
Scan Time
o Waktu yg dibutuhkan selama snr-X keluar dlm
durasi waktu tertentu.
o CT scan mampu melakukan scanning continue
tanpa putus sampai 100 detik.
o Scan time per rotation : wkt yg dprlkn untuk satu
putaran tabung sinar-X
o Scan time per rotasi utk msg2 pswt brbda2,
berkisar : 0,3-3 detik.
Gantry Tilting
Sudut yg dibntk o/ gantry
Diperlukan pd px jk pd suatu posisioning pasien
tdk dpt diposisikan pd posisi 0 drjt, shg dibantu
dg penyudutan gantry.
Gantry dpt miring + dan - : 25-30 drjt
Range
Kelompok /gabungan slice.
Range bisa diatur u/ mndptkn parameter yg
berbeda dr suatu kelompok slice thdp klmpk yg
lain.
Misal : Range I :area atas (dg ukuran slice thickness
berbeda)
Range II : area bawah
MDCT
MSCT
Teknik Pemeriksaan/Scanning
1. Topogram/Scout view/Scanogram/Pilot Scan : Tknk scanning
dimana obyek bergerak msk ke gantry dan pd saat bersamaan tjd
penyinaran X ray dengan posisi tabung X Ray diam pada posisi 0
derajat atau 90 derajat, shg diperoleh gmbr proyeksi AP ( pd px
Thorax, Abdomen, Pelvis) atau lateral (px kepala, thoracal,
lumbal)
2. Axial Scanning /Transversal : Scanning yg umumny dlkkn pd CT
Scan dmna gmbr yg dprlh adalh potongan melintang/tranversal dr
obyek yg diperiksa
3. Rapid Scanning/ Fast Scanning : smw ct scan tbr saat ini mmlki
fslts ini: dmna prss scanning tdk lagi menunggu setelah prss
rekonstruksi gmbr selesai. Operator ckp menekan satu kali tombol
exposure dan scanning akn brlgsg otomats sampai selesai
4. Helical Scanning/Volume Scanning : Scanning dilakukan dimana pd
saat bersamaan meja px bergerak msk ke gantry.
Jumlah gambar/irisan yg diperoleh berjumlah banyak shg
membutuhkan kapasitas penyimpanan data yang besar dan juga
waktu rekonstruksi serta proses pengolahan gambar yg lama
MPR
Irisan axial gambar CT Scan dg format 2 dimensi yg
dpt direkonstruksi mjd berbagai bidang potongan
gambar ( Sagital atau coronal) dan dpt dirubah
ketebalan irisan serta formatnya (tipenya)
Dari format MPR memungkinkan diubah mjd
Format lain :
SSD (Shaded Surface display), MIP (Maximum
Intensity Projection), VRT (Volume Rendering
Technique)
CONTOH APLIKASI PARAMETER CT
SCAN
Parameter pada CT Scan digunakan pada
beberapa Program, adapun Program yang ada
pada Pesawat MSCT adalah :
o Program Examination
o Program Viewing (berupa tampilan)
o Program Three D
o Program Filming
PROGRAM EXAMINATION

Pada Program ini Melakukan Registrasi


Terdapat tampilan Posisi Meja Pemeriksaan, kedudukan meja pemeriksaan dan gantry.
REGISTRASI

Pasien
Rumah Sakit
Prosedur
Institusi
PROSEDUR

Pilih Studi Kasus Melakukan Scanogram


PROSES SCANING

Scanogram Parameter Pemeriksaan


Scan Area
PROSES SCANNING
PROGRAM THREE D

Proses Rekonstruksi Gambar Axial


Rekonstruksi gambar Coronal
REKONSTRUKSI 3D
RECONSTRUKSI 3 D Kepala
PROGRAM FILMING
PROGRAM PENCETAKAN
CONTOH HASIL CETAKAN
MATUR SUKSMA
SEMOGA BERMANFAAT