Anda di halaman 1dari 22

MEKANIKA BATUAN

By
Muhammad Firdaus, ST, MT
Definisi Batuan
Menurut para Geologiwan
1) Batuan adalah susunan mineral dan bahan
organis yang bersatu membentuk kulit bumi.
2) Batuan adalah semua material yang membentuk
kulit bumi yang dibagi atas :
- batuan yang terkonsolidasi
- batuan yang tidak terkonsolidasi
Klasifikasi Batuan
A. Asal terbentuknya batuan
1. batuan beku (igneous rock)berasal dari magma yang membeku di
dalam perut bumi atau didekat/ di luar permukaan bumi
Dibedakan :
i. Intrusive (plutonic) rock,terjadi apabila magma membeku
jauh di dalam perut bumi dengan ciri : tekstur kasar,sifat
mekanis baik,dijumpai joint,fault&bagian-bagian lemah.
Tipe : andesit,basalt,diabase,dalorite,obsidian
ii. Extrusive(volcanic) rock,terjadi apabila magma membeku di
dekat atau di permukaan bumi dengan ciri tekstur halus
(karena pendinginan cepat). Tipe :
diorite,gabbro,granite,pegmatite,syenite
2. Batuan sedimen (sedimentary rock), terbentuk dari disintegrasi &
dikomposisi dan akumulasi batuan lain, sisa tanaman, binatang oleh
air, angin dipermukaan bumi, mengeras menjadi batuan.
Dibedakan : di air (aqueus deposits), dari udara (eolian
deposits/oleh angin), pencairan es.
Terbentuk dengan cara :
a) Pengendapan dari bahan organik (organic sedimentary
rock) sisa-sisa tanaman,binatang. Contoh :
limestone,batubara
b) Pengendapan secara kimiawi (chemical sedimentary rock)
mineral-mineral larut dalam air yang kemudian
diendapkan. Berupa limestone,salt(garam-
garam),gypsum.
Tipe batuan sedimen: breksi,dolomite,limestone,sandstone
3. Batuan metamorphose, rekristalisasi dari batuan beku,sedimen
metamorphose, secara penuh atau sebagian akibat temperatur,
tekanan atau geser yang tinggi dan cairan kimia aktif.
Contoh : basalt, granite, limestone, sandstone, slate

B. Geological atau lithological Classification, didasarkan


kompsosisi mineral & tekstur
C. Engineering Classification
menurut Deeres : ASCE Rock Mechanics Seminar (April 9 10
dan Mei 7 -8 1968), didasarkan dua hal penting :
Uniaxial compressive strength
Tangent modulus of elasticity
D. Rock Quality Designation (RQD), Deere Indeks/ angka yang
menyatakan jumlah dari bagian-bagian hasil uji bor dengan
panjang 10 cm, dan jumlah panjang ini dibagi dengan total
panjang hasil uji bor untuk mendapatkan index of fracture
frequency (standar diameter : 50 mm)
Menurut ahli teknik sipil khususnya Geoteknik
1) Istilah batuan hanya untuk formasi yang keras
dan padat dari kulit bumi
2) Batuan adalah suatu bahan yang keras dan
koheren atau yang telah terkonsolidasi dan tidak
dapat digali dengan cara biasa, misalnya dengan
cangkul dan belincong
Beberapa komponen pekerjaan teknik sipil
yang memerlukan bidang Mekanika Batuan :
evaluasi akibat kerusakan struktur geologi
Pemilihan/ penyediaan material batuan
Evaluasi didalam pemotongan/ pemboran
Pemilihan alat gali/ bor
layout & tipe struktur bangunan
Analisis deformasi batuan
Analisis stabilitas batuan
Supervisi & kontrol terhadap blasting
Perencanaan & kontrol sistem penyangga
Hydroulic fracturing

Menurut Talobre
Talobre adalah orang yang pertama kali
memperkenalkan mekanika batuan di perancis
tahun 1948, Batuan adalah material yang
membentuk kult bumi termasuk fluida yang berada
di dalamnya (air,minyak,dll)
Definisi Mekanika Batuan
a. Menurut Talobre
Mekanika Batuan adalah sebuah teknik dan juga sains
yang tujuannya adalah mempelajari perilaku (
behaviour) batuan di tempat asalnya untuk dapat
mengendaliakn pekerjaan pekerjaan yang dibuat
pada batuan tersebut (seperti tunnel,dll)
Mekanika batuan merupakan gabungan dari :

Pekerjaan Mekanika
Teori Pengalaman /pengujian di
laboratorium
Pengujian
In-situ Batuan
b. Menurut ASTM
Batuan adalah suatu bahan yang terdiri dari mineral
padat (solid) berupa massa yang berukuran besar
ataupun berupa fragmen fragmen
c. Secara Umum
Batuan adalah campuran dari satu atau lebih mineral
yang berbeda, tidak mempunyai komposisi kimia tetap

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa batuan tidak


sama dengan tanah.
Tanah dikenal sebagai material yang mobile, rapuh dan
letaknya dekat dengan permukaan bumi.
Komposisi Batuan
Kulit bumi, 99% dari beratnya terdiri dari 8 unsur : O,
Si, Al, Fe, Ca, Na, Mg, dan H
Komposisi dominan dari kulit bumi tersebut adalah :
SiO2 = 59,8% Fe = 3,39%
Al2O = 14,9% Na2O = 3,25%
CaO = 4,9% K2O = 2,98%
MgO = 3,7% Fe2O3 = 2,69%
H2O = 2,02%
Batuan terdiri dari batuan padat baik berupa kristal
maupun yang tidak mempunyai bentuk tertentu dan
bagian kososng seperti pori pori,fissure,crack,joint,dll
b. Menurut Coates, ahli Mekanika Batuan Kanada
1) Mekanika adalah ilmu yang mempelajari efek dari gaya
atau tekanan pada sebuah benda, misalnya efek
berupa percepatan, kecepatan, perpindahan
2) Mekanika Batuan adalah ilmu yang mempelajari efek
dari pada gaya terhadap batuan
Bagi para insinyur, mekanika batuan adalah :
Analisis dari pada beban atau gaya yang dikenakan
pada batuan
Analisis dari dampak dalam yang dinyatakan dalam
tegangan (stress), regangan (strain) atau energi yang
disimpan
Analisis akibat dari dampak dalam tersebut, yaitu
rekahan (fracture), aliran atau deformasi dari batuan
c. Menurut US National Committee On Rock Mechanics (1984)
Mekanika Batuan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
perilaku (behaviour) batuan baik secara teoritis maupun terapan,
merupakan cabang dari ilmu mekanika yang berkenaan dengan
sikap batuan terhadap medan medan gaya pada lingkungannya
d. Menurut Budavari
Mekanika Batuan adalah ilmu yang mempelajari mekanika
perpindahan padatan untuk menentukan distribusi gaya gaya
dalam dan deformasi akibat gaya luar pada suatu benda padat.
Hampir semua mekanika perpindahan benda padat didasarkan
atas teori kontinum, konsepnya adalah friksi matematik yang
tergantung pada struktur molekul material yang digantikan oleh
suatu bidang kontinum yang perilaku matematiknya identik
dengan media aslinya
Penyederhanaan : bahwa semua sifat mekaniknya sama ke semua
arah pada suatu titik di dalam suatu batuan
e. Menurut Hudson dan Harrison
mekanika Batuan adalah ilmu yang mempelajari reaksi
batuan yang apabila padanya dikenai suatu gangguan.
Dalam hal material alam, ilmu ini berlaku untuk
masalah deformasi suatu struktur geologi, seperti
bagaimana lipatan, patahan, dan rekahan berkembang
begitu tegangan terjadi pada batuan selama proses
geologi
Topik utama mekanika batuan adalah batuan utuh,
struktur batuan, tegangan, aliran air, dan rekayasa
yang ditulis secara diagonal dari kiri atas kekanan
bawah pada Gambar di bawah. Garis ini sering disebut
sebagai diagonal utama. Semua kotak lainnya
menunjukkan interaksi antara satu dengan lainnya.
Gambar matriks interaksi mekanika batuan dan rekayasa batuan yang
menunjukkan subyek-subyek utama dan interaksinya
Sifat Batuan di Alam
a. Heterogen
1) Jenis material pembentuk batuan yang berbeda
2) Ukuran dan bentuk partikel/ butir berbeda di dalam batuan
3) Ukuran, bentuk dan penyebaran void berbeda di dalam
batuan
b. Diskontinu
massa batuan di alam tidak kontinu (diskontinu)
karena adanya bidang-bidang lemah
(crack,joint,fault,fissure) dimana kekerasan,
perluasan, dan orientasi dari bidang-bidang lemah
tersebut tidak kontinu
c. Anisotrop
karena sifat batuan heterogen, diskontinu,
anisotrop, maka untuk dapat menghitung secara
matematis misalnya sebuah lubang bukaan yang
disekitarnya terdiri dari batuan B1,B2,B3,
diasumsikan batuan ekivalen B sebagai pengganti
batuan B1,B2,B3, yang mempunyai sifat homogen,
kontinu, dan isotrope. Diperjelas pada gambar :
Beberapa Ciri dari Mekanika Batuan
a. Dalam ukuran besar, solid dan massa batuan yang
kuat/ keras, maka batuan dapat dianggap kontinu
b. Bagaimanapun juga karena keadaan alamiah dan
lingkungan geologi, maka batuan tidak kontinu
karena adanya kekar, fissure, schistosity, crack,
cavities dan diskontinuitas lainnya. Untuk kondisi
tertentu, dapat dikatakan bahwa mekanika batuan
adalah mekanika diskontinu atau mekanika dari
struktur batuan
c. Secara mekanika, batuan adalah sistem multiple
body
Gambar sistem batuan single body dan multiple body (Jumikis,1982)
Beberapa persoalan dalam Mekanika
Batuan
Beberapa persoalan didalam mekanika batuan
akan timbul dan erat hubungannya dengan
aktifitas yang dilakukan oleh manusia pada
batuan, seperti persoalan fondasi pada
batuan, penggalian batuan di bawah
permukaan tanah baik untuk pekerjaan teknik
sipil maupun pertambangan, pemakaian batu
sebagai bahan bangunan dan sebagainya
Gambar beberapa aktivitas manusia pada batuan :
Adapun persoalan di dalam mekanika batuan antara lain :
a. Bagaimana reaksi dari batuan ketika diambil untuk dipergunakan?
b. Berapa dan bagaimana besarnya daya dukung (bearing capacity) dari batuan di permukaan dan
pada berbagai kedalaman untuk menerima berbagai beban?
c. Bagaimana kekuatan geser batuan?
d. Bagaimana perilaku batuan di bawah beban dinamis?
e. Bagaimana pengaruh gempa pada sistem fondasi di dalam batuan?
f. Bagaimana nilai modulus elastisitas dan poissons ratio dari batuan?
g. Bagaimana pengaruh dari bidang-bidang lemah (kekar,bidang
perlapisan,schistosity,retakan,rongga,dan diskontinuitas lainnya) pada batuan terhadap
kekuatannya?
h. Metode pengujian laboratorium apa saja yang paling mendekati kenyataan untuk mengetahui
kekuatan fondasi atau sifat batuan dalam mendukung massa batuan?
i. Bagaimana memperhitungkan kekar dan sesar dalam perencanaan pekerjaan di dalam batuan?
j. Bagaimana menanggulangi deformasi yang diakibatkan oleh perbedaan yang bersifat perlahan-
lahan (creep) pada batuan?
k. Bagaimana korelasi dari hasil-hasil pengujian kekuatan batuan yang telah dilakukan di lapangan
dan di laboratorium dalam menyiapkan contoh batuan?
l. Dapatkah keadaan tegangan di dalam massa batuan dihitung secara tepat, atau bahkan dapat
diukur?
m. Bagaimana metode pengujian yang akan dilaksanakan yang sesuai dengan kondisi lapangan
terhadap sifat-sifat batuannya?
n. Bagaimana mekanisme keruntuhan/ kehancuran dari batuan (failure of rock) ?
Ruang Lingkup Mekanika Batuan
secara luas sasaran dari Mekanika Batuan adalah aplikasinya pada
pemecahan persoalan-persoalan geoteknik, yang antara lain :
a. menyelenggarakan penyelidikan yang bersifat teknik pada batuan
b. mengembangkan cara pengambilan percontoh batuan secara rasionil dan
metode identifikasi serta klasifikasi batuan
c. mengembangkan peralatan uji batuan yang baik dan metode standar
pengujian untuk kuat tekan serta kuat geser batuan
d. mengumpulkan dan mengklasifikasikan informasi batuan dan sifat-sifat
fisiknya dalam dasar ilmu Mekanika Batuan
e. dari hasil pengujian batuan, dapat dipelajari sifat fisik,sifat mekanik(statik &
dinamik),elastisitas,plastisitas,perilaku batuan,dan bentuk kerusakan (failure)
f. menyangkut struktur statik batuan dan kestabilan batuan sangat penting
ditinjau dari sudut keamanan (safety) dan ekonomi
g. mempelajari beban atau gaya yang bekerja pada batuan, analisis dari efek
dalam, maksudnya tegangan dan regangan,energi dalam, dan akhirnya analisis
dari gaya-gaya dalam seperti rekahan,aliran,atau deformasi batuan