Anda di halaman 1dari 36

By :

FACHRUDI HANAFI
Adalah kegagalan adaptasi suatu
organisme untuk bereaksi scr tepat thd
rangsangan atau tekanan gangguan
fungsi/struktur dr bag organisasi atau
sistem dr tubuh (Gold Medical Dictionary)
Suatu keadaan dimana tdp gangguan thd
bentuk dan fungsi tubuh berada pd
keadaan yg tdk normal (Van Dales
Woordenboek der Nederlandse Tell)
1. Teori Contagion lepra di Mesir
2. Teori Hipocrates pengaruh lingkungan yg
meliputi air, tanah, udara.
3. Teori Humoral berkembang di cina
Kejadian penyakit krn ketidak seimbangan
cairan dlm tubuh
4. Teori Miasma krn sisa-sisa mahluk hidup
yg membusuk
5. Teori Epidemik
6. Teori Jasad Renik (Germ) kuman
sebagai penyebab tunggal
7. Teori Ekologi Lingkungan faktor
lingkungan tertentu dlm keadaan tertentu
penyakit tertentu pula
Riwayat Alamiah Penyakit
(natural history of disease)
adalah :
deskripsi tentang perkembangan
alami (natural) penyakit yang
terjadi sepanjang waktu pada
individu

Riwayat alamiah penyakit mencakup


semua fenomena yang terkait
penyakit, meliputi :
tahap rentan (susceptible)
tahap subklinis
tahap klinis
tahap kesembuhan/ kecacatan/
kematian
--------- (Skema)
Lihat skema berikut ..
Pada tahap rentan individu belum terpapar
oleh agen kausal (etiologi) penyakit
Pada tahap rentan perlu dilakukan upaya
pencegahan primer, yaitu melakukan promosi
kesehatan (pendidikan kesehatan, dan
sebagainya) dan proteksi spesifik (imunisasi,
dan sebagainya)
Tujuan pencegahan primer adalah untuk
mengurangi kejadian penyakit baru
Pada tahap subklinis individu telah terpapar
oleh agen kausa penyakit, terjadi proses
perubahan patologis di dalam tubuh, tetapi
belum tampak gejala dan tanda klinis
Pada tahap ini mula-mula terjadi proses
induksi di mana agen kausal/ patogen yang
masuk di dalam tubuh didorong untuk
menyebabkan perubahan patologis pada
jaringan
Selanjutnya terjadi proses promosi di
mana perubahan patologis ditingkatkan
(dipromosikan) menjadi ireversible dan
dimanifestasikan ke dalam gejala dan
tanda klinis
Tahap subklinis sudah dikenal oleh Jacob
Henle lebih dari satu-setengah abad yang
lalu
Henle menulis (dikutip Gertsman,
1998), ..the symptoms of disease do
not appear directly after the entry of
contagious agent but rather after a
certain period, which varies in the
different contagious
Pada penyakit infeksi, waktu yang
dibutuhkan sejak paparan/ infeksi
oleh agen kausal hingga dimulainya
gejala dan tanda klinis disebut masa
inkubasi
Pada penyakit non-infeksi, waktu itu
disebut masa laten
Pada epidemiologi penyakit infeksi, tahap
subklinis memiliki peran dalam transmisi
penyakit, sebab untuk beberapa penyakit
tertentu (misalnya, HIV/ AIDS),
kemampuan individu yang terinfeksi untuk
bisa menularkan agen infeksi ke anggota
populasi lainnya yang rentan sudah
dimulai pada tahap subklinis
Pada tahap subklinis perlu dilakukan
upaya pencegahan sekunder, yaitu
melakukan deteksi dini (skrining) dan
pengobatan segera
Tujuan pencegahan sekunder adalah
untuk mengurangi durasi dan tingkat
keparahan penyakit
Pada tahap penyakit klinis individu mulai
menunjukkan gejala dan tanda klinis hingga
terjadinya akibat-akibat penyakit, seperti
kesembuhan, kecacatan, atau kematian
Pada tahap penyakit klinis terjadi proses
ekspresi, yaitu gangguan fisiologis dan
proses patologi diekspresikan dalam gejala
dan tanda klinis
Pada beberapa penyakit gejala dan tanda
klinis tersebut bisa berangsur menghilang
tanpa pengobatan, disebut self-limiting
disease
Pada tahap penyakit klinis perlu dilakukan
upaya pencegahan tersier, yaitu
melakukan limitasi kecacatan, rehabilitasi,
dan bantuan fungsi lainnya
Untuk sebagian besar penyakit, jika
individu dengan penyakit klinis tidak diberi
pengobatan yang tepat, maka individu
akan masuk ke dalam tahap akhir
penyakit, di mana proses patologis klinis
akan diekspresikan ke dalam manifestasi
yang lebih berat, berupa kronisitas,
komplikasi, kecacatan, sekulae, rekurensi,
atau kematian
Waktu sejak timbulnya gejala klinis
sampai terjadinya akibat-akibat penyakit
disebut durasi
Riwayat alamiah penyakit merupakan
sebuah elemen penting epidemiologi
deskriptif
Pengetahuan tentang riwayat
alamiah penyakit sama pentingnya
dengan pengetahuan tentang kausa
penyakit dalam upaya pengendalian
dan pencegahan penyakit (Bophal,
2002)
Telah banyak bukti empirik & keyakinan
teoritik bahwa umumnya penyakit memiliki
lebih dari 1 penyebab
Pd penyakit non infeksi tdk ada 1 faktorpun
dpt mengakibatkan peny scr sendiri
Contoh : Ca paru tdk tjd ok merokok saja
Juga dgn peny infeksi, tdk selalu disertai
dgn tanda & gejala yg merup ciri2 dr peny
tsb
Ini berarti sebuah agen tdk menyebabkan
Pengaruh agen sangat tergantung pd bbrp
faktor lain al defisiensi gizi, paparan bahan
racun, stres emosional & bahkan lingk sosial yg
lbh kompleks
Contoh : peny TBC yg disebabkan o/ basil TBC
Infeksi o/ basil tdk selalu menghasilkan TBC
klinik, hanya sedikit proporsi orang yg terinfeksi
o/ basil mengalami peny scr klinik
Ada sejumlah faktor lain yg bersama2 dgn basil
tsb yg menciptakan keadaan yg mencukupi
tjdnya TBC klinik
Faktor2 tsb al nutrisi yg buruk, lingk yg
buruk, umur, genetik
Faktor2 ini menjalankan perannya
menginduksi dan mempromosi tjdnya TBC
klinik
Peran faktor2 penyebab dlm model
kausalitas majemuk bersifat kumulatif,
dimana keadaan yg mencukupi tjdnya
TBC klinik hanya bs tjd scr bersama2
Peran faktor2 penyebab dpt juga
bersifat independen
Penyakit A disebabkan faktor 1, 2, 3
scr sendiri
Efek majemuk :
Sebuah faktor dpt memberikan lbh dr
sebuah efek
Contoh merokok dpt menyebabkan
Ca paru, tp juga peny lain
Sejumlah epidemiolog mengklasifikasi
faktor penyebab peny dan membuat
model yg menggambarkan relasi
faktor2 tsb dgn penyakit
Model2 tsb al : segitiga epidemiologi,
jala2 kausasi, model roda & model
Blum
Host

Agent Environment
1. Keturunan atau genetik
2. Umur
3. Jenis kelamin
4. Ras/Etnis
5. Ukuran keluarga
6. Agama
7. Status perkawinan
8. Pekerjaan
9. Status gizi dan konstitusi tubuh
10. Perilaku hidup
11. Daya tahan tubuh
Penyebab penyakit adalah suatu faktor yang
harus ada (a sine qua non) pada proses
terjadinya penyakit

Agent merupakan benda hidup atau benda


mati (unsur, zat, atau kekuatan) yang oleh
karena adanya kontak yang efektif dengan
penjamu yang rentan (suspectible) pada
kondisi lingkungan yang tepat akan berlaku
sebagai rangsang (stimulus) proses
terjadinya penyakit
1. Biologis
2. Nutrisi
3. Kimiawi
4. Fisik
5. Mekanik : merupakan kekuatan
yang dapat menimbulkan sobekan,
tembus, kehancuran dan dislokasi.
Lingkungan : keseluruhan kondisi luar yang
mempengaruhi kehidupan dan
perkembangan organisme penyebab
penyakit dan penyebab penyakit yang lain
Komponen lingkungan
1. Lingkungan fisik
2. Lingkungan biologis
a. Flora
b. Fauna
3. Lingkungan sosial-ekonomi :
a. Wilayah pemukiman
b. Pembangunan ekonomi
c. Gangguan sosial
MODEL RODA
(WHEEL MODEL)
lingkungan lingkungan
biologik sosial

manusia
inti
genetis

Lingkung
an fisik
Promotor Keadaan Inhibitor
biologik awal

Akibat 1

Akibat 2

Akibat 3
(manifestasi klinik
Agen

Host PENYAKIT Lingkungan

Pelayanan
Kesehatan
Tangan, kontak Tidak ada
antar orang Alat makan penularan
Tinja Serangga Tertulari
Air Seni Air Makanan tanpa sakit
Tanaman kolam Ternak Tertulari &
Tanah Unggas infeksi / sakit

PEMAPARAN POLA KUMAN FAKTOR MANUSIA


Kebiasaan - Dosis infeksi * Daya tahan (alami
(Kebersihan - Latensi atau diperoleh)
perorangan) - jenis / strain * Umur, Sex, Status
Pola sanitasi - beban cadangan kesehatan, iklim,
Kebiasaan makan gizi, kesehatan
pribadi
Hubungan Manusia - Kuman