Anda di halaman 1dari 12

METODE PEMBELAJARAN KLINIK

MODELING
PENGERTIAN MODELING
modeling sebagai proses belajar melalui
observasi dimana tingkah laku dari seorang
individu atau kelompok, sebagai model, berperan
sebagai rangsangan bagi pikiran-pikiran, sikap-
sikap, atau tingkah laku sebagai bagian dari
individu yang lain yang mengobservasi model
yang ditampilkan.
TUJUAN MODELING
Untuk perolehan tingkah laku sosial yang lebih
adaptif.
Agar konseli bisa belajar sendiri menunjukkan
perbuatan yang dikehendaki tanpa harus belajar
lewat trial and error.
Membantu konseli untuk merespon hal- hal yang
baru
Melaksanakan tekun respon- respon yang
semula terhambat/ terhalang
Mengurangi respon- respon yang tidak layak
JENIS MODELING
Modeling tingkah laku baru
Melalui taknik modeling ini orang dapat memperoleh tingkah
laku baru. Ini dimungkinkan karena adanya kemapuan
kognitif. Stimulasi tinngkah laku model ditransformasi
menjadi gambaran mental dan symbol verbal yang dapat
diingat dikemudian hari. Ketrampilan kognitif simbolik ini
membuat orang mentransformasi apa yang didapat menjadi
tingkah laku baru.

Modeling mengubah tingkah laku lama


Dua macam dampak modeling terhadap tingkah laku lama.
Pertama tingkah laku model yang diterima secara social
memperkuat respon yang sudah dimiliki. Kedua, tingkah
laku model yang tidak diterima secara social dapat
memperkuat atau memperlemah tingkah laku yang tidak
diterima itu.
Modeling simbolik
Modeling yang berbentuk simbolik biasanya
didapat dari model film atau televisi yang
menyajikan contoh tingkah laku yang dapat
mempengaruhi pengamatnya.

Modeling kondisioning
Modeling ini banyak dipakai untuk mempelajari
respon emosional. Muncul respon emosional yang
sama di dalam diri pengamat, dan respon itu
ditujukan ke obyek yang ada didekatnya saat dia
mengamati model itu, atau yang dianggap
mempunyai hubungan dengan obyek yang menjadi
sasaran emosional model yang diamati.
UNSUR UTAMA TEKNIK MODELING
Attention (perhatian)
Perlu adanya perhatian yang dipersiapkan lebih
dulu, jika model kurang menarik perhatian, tidak
disukai , atau klien/individu sedang mengantuk,
lapar dan tidak nyaman, proses modeling
terganggu karena lemahnya perhatian

Retention (mengingat)
Kita perlu menyimpan informasi dalam ingatan
dengan lebih dulu memberikan tanda dalam
bentuk gambar atau bahasa sebagai bagian
perilaku kita.
Reproduction (reproduksi gerak)
Kemampuan mengingat kembali dan memanggil
materi ingatan dari dan menterjemahkannya
dalam perilaku yang nyata.

Motivasi dan penguatan


Apabila seseorang mengantisipasi akan
memperoleh pengutan pada saat meniru tindakan
suatu model, maka ia akan lebih termotivasi untuk
menaruh perhatian, mengingat dan memproduksi
perilaku tersebut. Disamping itu, penguatan
penting dalam mempertahankan pembelajaran.
PENERAPAN PROSEDUR MODELING
Memutuskan perhatian subyek
Memilih model pemeran

Memilih teladan yang cocok

Menampilkan secara mengesankan

Meminta menirukan dengan segera dan


berulang-ulang
Melakukan secara bertahap

Memberikan pengukuhan
KEUNTUNGAN MODELING

Memberikan pengalaman belajar yang bisa


dicontoh oleh konseli
Menghapus hasil belajar yang tidak adaptif.

Memperoleh tingkah laku yang lebih efektif.

Mengatasi gangguan-gangguan keterampilan


sosial, gangguan reaksi emosional dan
pengendalian diri.
HAMBATAN MODELING
Keberhasilan teknik modeling tergantung
persepsi konseli terhadap model. Jika konseli
tidak menaruh kepercayaan pada model, maka
konseli akan kurang mencontoh tingkah laku
model tersebut.
Jika model kurang bisa memerankan tingkah
laku yang diharapkan, maka tujuan tingkah laku
yang didapat konseli bisa jadi kurang tepat.
Bisa jadi konseli menganggap modeling ini
sebagai keputusan tingkah laku yang harus ia
lakukan, sehingga konseli akhirnya kurang
begitu bisa mengadaptasi model tersebut sesuai
dengan gayanya sendiri.
TERIMA KASIH....
PERTANYAAN: