Anda di halaman 1dari 36

HAND-OUT KULIAH

TP-4228
Aspek Termodinamika Metalurgi
SEMESTER IV

Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Faisal A.md

Jurusan Teknik Pertambangan


POLITEKNIK NEGERI KETAPANG
2016
POKOK BAHASAN

1. Pengantar Metalurgi
2. Preparasi fisik dan kimia dalam metalurgi ekstraksi
3. Aspek Termodinamika dalam Metalurgi
4. UTS
5. Proses Ekstraksi Pirometalurgi
6. Proses Ekstraksi Hidrometalurgi
7. Proses Ekstraksi Elektrometalurgi
8. UAS

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


TUJUAN UMUM

Mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengetahui


prinsip kerja dasar metalurgi logam dari konsentrat dan
menggunakan alat metalurgi

Prasyarat:
Pengolahan Bahan Galian (PBG)

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


STRUKTUR PERKULIAHAN DAN METODE BELAJAR

1. Pembahasan materi ajar (Kuliah)

2. Praktikum (Laboratorium)

3. Tugas Mandiri

EVALUASI PENILAIAN

10% AKTIVITAS
20% TUGAS
30% MID
40% UAS

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


METALURGI PROSES TP. IV, 2016 Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT

MODUL III
ASPEK TERMODINAMIKA METALURGI

5
Pengantar Termodinamika
Termodinamika adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara
panas (heat) dan kerja (work) dan transformasi antara keduanya.

Aplikasi dari termodinamika kimia terhadap logam dan material:

Termodinamika Metalurgi
Hubungan ini didasarkan atas 3 (tiga) Hukum Termodinamika:
- Hukum Termodinamika I
- Hukum Termodinamika II
- Hukum Termodinamika III

Termodinamika didasarkan atas hukum-hukum gas ideal untuk menentukan


besaran-besaran termodinamika yang berlangsung pada proses reaksi,
masalah aliran panas dan kesetimbangan reaksi.

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Termodinamika Metalurgi dipelajari, untuk menjawab
Beberapa pertanyaan berikut:

1 ton baja akan dilebur. Berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk memanaskan
Dari temperatur kamar (25oC) hingga 1600oC?

Kapur bakar/ burned lime (CaO) dihasilkan dari batu kapur/ limestone CaCO3 dengan
Proses kalsinasi. Jika proses kalsinasi tersebut dilakukan pada Tekanan atmospher,
Berapa Temperatur-nya?

Bijih besi/ iron ore (Fe2O3) akan direduksi menjadi produk logam besi dengan gas CO.
Pada kondisi bagaimana (Temperatur. Tekanan, %CO/[%CO+%CO2])
Sehingga reaksi reduksi tersebut dapat berlangsung?

Satu batang baja/ steel dicelupkan dalam air laut (air garam/ salt water).
Untuk mencegah korosi, proteksi katodik terhadap baja diaplikasikan.
Pada potensial setengah sel dan pH berapa, korosi baja dapat dikurangi?

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Sistem dan Lingkungan

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Perpindahan Energi (Energy Transfer)

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Perpindahan Energi (Energy Transfer)

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Perpindahan Energi (Energy Transfer)

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Perpindahan Energi (Energy Transfer)

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Konvensi Tanda

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Energi dari sistem

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Dasar-dasar Termodinamika

1. Hukum-Hukum Dasar
a. Hukum-hukum Gas
Hukum Avogadro
Hukum Boyle-Gay Lussac
Hukum Dalton
Hukum Diffusi Graham
b. Aturan Fasa Gibbs
c. Hukum Termodinamika Pertama
d. Hukum Termodinamika Kedua
e. Hukum Termodinamika Ketiga
2. Energi Bebas Gibbs
3. Entalpi dan entropi

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Gas-gas ideal mengikuti hukum-hukum berikut:
1. Hukum Avogadro
Untuk setiap volume tertentu, setiap gas pada temperatur dan tekanan tertentu,
mengandung jumlah molekul yang sama. Karena setiap mol (gram molekul) zat selalu
mengandung jumlah molekul yang sama, maka pada temperatur dan tekanan tertentu,
volume satu molekul gas selalu sama. Sehingga pada 0oC dan 760 mm Hg
(STP = Standart Temperature and Pressure), volume 1 mol gas = 22,415 Liter.

2. Hukum Boyle-Gay Lussac


Pada temperatur konstan, untuk setiap gas, maka berlaku:

p.V = n.R.T (1)


p = tekanan
V = Volume
n = jumlah mol
T = temperatur absolut (K)
R = tetapan gas (bilangan Reynold)
= 0,082 liter atm/ derajad mol
= 1,987 kalori/ derajad mol

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Gas-gas ideal mengikuti hukum-hukum berikut:

3. Hukum Dalton
Tekanan total (P) suatu campuran gas yang tidak saling bereaksi sama dengan
jumlah tekanan parsial komponen-komponen gasnya (P1, P2, P3,.., Pn)

P = P1 + P2 + P3 + + Pn = 1 (2)

4. Hukum Difusi Graham


Kecepatan difusi relatif gas-gas yang berbeda berbanding terbalik dengan akar
kerapatannya masing-masing.

1 1
V= = M .(3)
d

Karena dalam proses-proses metalurgi umumnya gas-gas berada pada tekanan normal
dari temperatur tinggi, maka gas-gas tersebut dapat dianggap berlaku seperti gas ideal
yang memenuhi hukum-hukum tersebut di atas.

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Aturan Fasa Gibbs

Dalam proses metalurgi, kesetimbangan antara berbagai fasa (padat, cair, gas)
merupakan fenomena yang sering dijumpai. Untuk kesetimbangan-kesetimbangan
tersebut, maka berlaku aturan fasa gibbs:

P + F = C + 2 .(4)

Catatan:
Fasa adalah bagian suatu sistem yang homogen dan mempunyai batas-batas fisik
tertentu.
Jumlah komponen dalam suatu sistem pada kesetimbangan adalah jumlah terkecil
komponen bebas yang dapat dipakai untuk menyatakan setiap fasa yang ada, secara
langsung maupun dalam bentuk reaksi kimia.
Jumlah derajad kebebasan adalah jumlah variabel keadaan seperti temperatur,
tekanan dan konsentrasi yang harus ditentukan agar kondisi suatu sistem dalam
kesetimbangan dapat didefinisikan berdasarkan diagram fasa kesetimbangannya.
Misalnya dalam reaksi dissosiasi : CaCO3(s) = CaO (s) + CO2 (g)

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Hukum Termodinamika I (Pertama)
Hukum ini berbunyi: Kalor dan kerja mekanik adalah bisa saling tukar. Sesuai
dengan hukum ini, maka sejumlah kerja mekanik dibutuhkan untuk menghasilkan
sejumlah kalor, dan sebaliknya.
Hukum ini bisa juga dinyatakan sebagai:
Energi tidak bisa dibuat atau dimusnahkan, namun bisa dirubah dari satu bentuk ke
bentuk lainnya.
Sesuai dengan hukum ini, energi yang diberikan oleh kalor mesti sama dengan kerja
eksternal yang dilakukan ditambah dengan perolehan energi dalam karena kenaikan
temperatur. Secara matematik:
U = Q - W . (5)
dimana, Q = kalor yang dipindahkan
U = perubahan energi dalam
W = kerja yang dilakukan dalam satuan kalor
Perubahan energi dalam adalah fungsi keadaan yang hanya bergantung pada
keadaan akhir dan keadaan awal, dan tidak tergantung pada jalan yang ditempuh.

U = Uakhir - Uawal . (6)

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Contoh soal

Panas yang ditambahkan ke sistem sebesar 2500 J, dan Kerja


sebesar 1800 J dikerjakan pada sistem. Tentukan perubahan
energi dalam sistem?

Dik: Q = 2500 J
W = 1800 J
Dit: U ?

Jawab : dari pesamaan (5), maka U = Q - W


= 2500 (- 1800 J)
= 4300 J

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Panas & Kerja:
Panas: transfer energi yang disebabkan oleh perbedaan temperatur
Kerja : transfer energi yang disebabkan bukan karena perbedaan
temperatur

Gambar mana yang menunjukan contoh Panas dan Kerja ?

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Proses Termodinamika
Proses Quasi-statis: proses perubahan yang sangat lambat sehingga
sepanjang proses sistem selalu pada keadaan kesetimbangan
termodinamik.

Proses Quasi-statis adalah proses reversibel: jalan proses maju sama


dengan jalan proses dibalik

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Kerja & Perubahan Volume
Kerja dilakukan oleh gas pada suatu sistem tertutup dengan piston yang
dapat bergerak

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Kerja & Perubahan Volume

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Aplikasi Hukum Termodinamika ke-1

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Proses Isotermal
Selama proses temperatur sistem tetap konstan

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Proses Isotermal
Misalkan suatu gas ideal berada pada kontainer dengan piston yang
bebas bergerak.
Saat awal keadaan sistem (gas) pada titik A
Ketika Q diberikan pada sistem -> terjadi ekspansi ke B
Temperatur (T) dan massa gas (m) konstan selama proses

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Proses Adiabatik

Selama proses tidak terjadi transfer panas yang masuk atau


keluar sistem.

Proses adiabatik terjadi pada sistem terisolasi atau dapat


terjadi pada sistem yang mempunyai proses yang sangat
cepat.

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Proses Isobarik

Selama proses tidak terjadi perubahan tekanan pada sistem


Pada umumnya terjadi pada sistem yang mempunyai kontak
langsung dengan tekanan atmosfer bumi yang dianggap
konstan (misal: reaksi biokimia).

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Proses Isokhorik

Selama proses volume sistem tidak mengalami perubahan


Disebut proses: volume konstan, isometrik, isovolumik.
Proses ini terjadi pada sistem yang mempunyai volume
(wadah) yang kuat, tertutup dan tidak dapat berubah.

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Aplikasi proses pada gas ideal

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Ekspansi Bebas

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Proses Siklik
Sistem kembali secara periodik ke keadaan termodinamika yang sama.
Proses ini dapat diamati terjadi pada sistem natural dan teknologi, misal:
refrigerator, compresor udara, osilasi gelombang udara.

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Enthalpy / Heat Content
Tekanan dari sistem yang ditinjau selalu tetap maka gabungan persamaan (5) dan (6):

U = Q - P. V . (8)

Dimana V adalah perubahan volume dari keadaan awal menjadi keadaan akhir.
Dengan memberikan simbol 2 untuk keadaan akhir dan 1 untuk keadaan awal, dari
persamaan (8), maka dapat ditulis:
U2 U1 = Q - P. (V2 V1)
Atau
Q = (U2 + PV2) (U1 + PV1). (9)

Harga (U + PV) umumnya disebut dengan Enthalpy atau Heat Content dengan simbol
H, jadi:
H1 = U1 + P.V1
H2 = U2 + P.V2 ...............................................(10)
Dan persamaan (9) menjadi: Q = H2 H1
= H ... (11)

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


Enthalpy / Heat Content
Untuk perubahan yang sangat kecil persamaan (11) menjadi Q = dH, dan gabungan
persamaan (8) dan (11):
U = H - P. V . (12)
Apabila reaksi eksotermik, maka entalpi H adalah negatif (-) dan apabila reaksi
endotermik, maka entalpi H adalah positif (+). Seperti halnya internal energy, maka
entalpi merupakan fungsi keadaan.

Kapasitas Bahang (Heat Capacity)


Kapasitas bahang sistem dinotasikan sebagai C yang didefinisikan sebagai: energi
bahang (Q) yang diserap sistem dari sekitarnya untuk setiap pertambahan temperatur
(T) pada sistem tersebut, yang dirumuskan:

C = ......................................................... (13)

Kapasitas bahang diklasifikasikan menjadi dua, yaitu kapasitas bahang pada tekanan
tetap dan kapasitas bahang pada volume tetap.

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT


TUGAS 1
Suatu tungku metalurgi menggunakan serbuk kokas dan udara yang keduanya
memasuki tungku pada 25OC. Hasil pembakaran berguna sebagai reduktor bahan-
bahan yang terdapat dalam tungku, sedemikian rupa sehingga pembakaran kokas
berlangsung dengan udara yang kurang untuk membakar semua kokas.

Jika perbandingan mol antara kokas dan udara adalah 1 : 2, Hitunglah temperatur
adiabatik nyala api yang terjadi dengan asumsi bahwa kokas mengandung 100%
karbon.
Diketahui:
HT H298 = Bahang untuk menaikan suhu
CO = ( -3,28 + 8,38 x 10-3 T ) kkal/ mol
N2 = ( -3,35 + 8,29 x 10-3 T ) kkal/ mol
C = ( -2,89 + 8,29 x 10-3 T ) kkal/ mol
Bahang pembentukan CO = -26,42 kkal/mol

Dasar perhitungan 1 mol C (carbon), maka reaksi pembakaran:

C + O2 + N2 CO + N2 + Csisa
0,84 0,42 1,58 0,84 1,58 0,16 (mol)

TP 4228 : Metalurgi Proses Sy. Indra Septiansyah, S.Si, MT