Anda di halaman 1dari 19

dr. Suzanna P Siegers, Sp.

OG
Setelah menyelesaikan modul ini peserta didik
mampu :
Melakukan asuhan nifas
Keterampilan :
Melakukan asuhan nifas normal
Menatalaksana kelainan payudara pada masa
nifas
Menatalaksana sepsis puerpuralis
Menatalaksana kelainan psikiatri pasca persalinan
Tujuan Pembelajaran Metode Penilaian
1. Memahami fisiologi nifas Ujian lisan dan tulis

2. Memahami batasan, etiologi, diagnosis, Ujian lisan dan tulis


penatalaksanaan kelainan payudara, sepsis
peurpuralis dan kelainan psikiatri pasca
persalinan
3. Mampu melakukan asuhan nifas normal Ujian lisan dan tulis

4. Mampu menatalaksana kelainan payudara Penilaian kompetensi daftar tilik


pada masa nifas Penilaian selama diskusi, praktik dan kinerja
Pemenuhan syarat dan jumlah keterampilan
yang tertera di dalam buku log
5. Mampu menatalaksana sepsis puerpuralis Penilaian kompetensi daftar tilik
Penilaian selama diskusi, praktik dan kinerja
Pemenuhan syarat dan jumlah keterampilan
yang tertera di dalam buku log
6. Mampu menatalaksana kelainan psikiatri Penilaian kompetensi daftar tilik
pasca persalinan Penilaian selama diskusi, praktik dan kinerja
Pemenuhan syarat dan jumlah keterampilan
yang tertera di dalam buku log
Masa puerperium atau masa nifas adalah
masa yang dimulai setelah partus selesai, dan
berakhir setelah kira-kira 6 minggu. Akan
tetapi, seluruh alat genital baru pulih kembali
seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu
3 bulan.
Lokia adalah secret yang berasal dari kavum
uteri dan vagina dalam masa nifas.
Secara mikroskopis, lokia terdiri dari
eritrosit, sisa sel decidua, epitel dan bakteri.
Lokhia memiliki bau yang khas 1-3.
Macam-macam lokia:
Kruenta = rubra hari ke 2
Sanguinolenta = hari ke 3 7
Serosa = kuning hari ke 7 14
Alba = putih setelah 2 minggu
Purulenta = cairan seperti nanah, berbau
terjadi infeksi
Otot-otot uterus berkontraksi segera postpartum.
Berat normal : 1000 gr
1 minggu postpartum 500 g
2 minggu postpartum 300 g
6 minggu postpartum 40 60 g
8 minggu postpartum 30 g (Normal)
Pasca persalinan, perhatikan tinggi fundus
Setelah janin lahir setinggi pusat
Setelah plasenta lahir 2 jari bawah pusat
Hari 5 7 cm di atas simfisis / simfisis pusat
Hari 12 tak teraba
Persalinan regangan (terutama rugae)

Normal vagina kembali 3 minggu


OUE besar & retak robek samping
OUE / OUI terbuka
Batas korpus uteri & serviks cincin
PD : teraba berbentuk bibir
Ligamentum
Fascia Teregang
Diafragma pelvis
Posisi uterus bisa ke belakang / retrofleksi
lig. rotundum menjadi tegang
Episiotomi
Medial
Mediolateral Bisa sembuh
Lateral kecuali ada infeksi
Pada vagina
Pada serviks
Dipengaruhi oleh lactogenic hormone (LH)
rangsang air susu
Setelah persalinan, pengaruh supresi
estrogen dan progesteron menurun, maka
timbul pengaruh hormon laktogenik atau
prolaktin yang akan merangsang air susu.
Dengan meningkatnya prolaktin, terjadi
produksi air susu, sementara oksitosin
menyebabkan kontraksi mamma yang
membantu pengeluaran ASI.
Infeksi pada dan melalui traktus genitalis
setelah persalinan.
Suhu 38C antara hari ke 2 10 postpartum
dan diukur per oral sedikitnya 4 kali sehari
disebut sebagai morbiding puerperalis.
Kenaikan suhu tubuh yang terjadi di dalam
masa nifas, dianggap sebagai infeksi nifas jika
tidak kditemukan sebab-sebab ektragenital
kurang gizi atau malnutrisi
anemia
higiene
proses persalinan bermasalah:
partus lama/macet
korioamnionitis
persalinan traumatik
kurang baiknya proses pencegahan infeksi
periksa dalam yang berlebihan
Infeksi dapat berupa :
Vulvitis
Vaginintis
Servisitis
Endometritis

Dapat lebih jauh menjadi :


Septikemia / piemia
Peritonitis
Parametritis
PENCEGAHAN
Selama kehamilan
Perbaiki gizi
Koitus pada hamil tua sebaiknya tidak dilakukan (pecah
ketuban infeksi)
Selama persalinan
Membatasi kemungkinan masuknya kuman-kuman kedalam
jalan lahir
Mencegah persalinan tidak berlarut-larut
Tindakan persalinan dengan trauma sesedikit mungkin
Mencegah terjadinya perdarahan banyak
Antibiotika:kultur dan test sensitivitas
Antibiotika tetap diberikan sebelum hasil kultur
(+)
Dapat diberikan antibiotika spektrum luas
PROGNOSIS
Tergantung dari virulensi dan luasnya infeksi