Anda di halaman 1dari 21

HUBUNGAN BSTRUKTUR

AKTIVITAS OBAT ANTIHISTAMIN


MUHAMAD YUSUF
164840120
HISTAMIN

Histamin adalah senyawa normal yang ada dalam jaringan


tubuh, yaitu pada jaringan sel mast dan peredaran basofil, yang
berperan terhadap bebagai proses fisologis ppenting

Histamin dikeluarkan dari pengikatan ion pada kompleks


heparin-protein dalam sel mast bila ada rangsangan laegran.
Misalnya: berupa spora, debu rumah, sinar ultra-violet, cuaca,
racun, tripsin dan enzim proteolitik lain, detergen, zat warna,
obat, makanan dan beberapa turunan amin
EFEK HISTAMIN BEBERAPA ORGAN
Vasodilatas kapiler sehingga
menyebabkan sembab, rasa gatal,
dermatitis dan urtikaria

Menyebabkan tukak kambung


Meningkatkan sekresi kelenjar

Meningkatkan kontraksi otot


polos dan usus
Meningkatkan sekresi
kelenjar

Mempercepat kerja
jantung

Menghambat kontraksi
uterus
MEKANISME KERJA
Menyebabkan kontraksi otot polos usus dan bronki,
Interaksi dengan meningkatkan permeabilitas vaskular dan
meningkatkan sekresi mukus yang di hubungkan
reseptor H1 dengan peningkatan cGMP dalam sel

Interaksi dengan Meningkatkan sekresi asam lambung dan kecepatan


kerja jantung
reseptor H2

Interaksi dengan Mengontrol sintesis dan pelepasan histamin, mediator


alegri lain dan peradangan.
reseptor H3
ANTIHISTAMIN

antihistamin adalah obat yang dapat mengurangi atau


menghilangkan kerja histamin dalam tubuh melalui mekanisme
penghambatan bersaing pada sisi reseptor H1, H2, dan H3

Berdasarkan hambatan reseptor khas, anti histamin di bagi


menjadi tiga kelompok yaitu antagonis-H1, antagonis_H2,
dan antagonis-H3
Antagonis Terutama digunakan untuk pengobatan
gejala-gejala akibat reaksi alergi
H1
Antagonis Digunakan untuk mengurangi sekresi
asam lambung pada pengobatan
H2 penderita tukak lambung

Antagonis Berguna dalam pengaturan sistem


kardiovaskular, pengobatan alergi dan
H3 kelainan mental
ANTAGONIS-H1
Antagonis H1 sering disebut antihistamin klasik atau antihistamin-H1,
adalah senyawa yg dalam kadar rendah dapat menghambat secara
bersaing kerja histamin pada jarigan yg mengandung reseptor H1

Di klinik antagonis H1 sering digunakan untuk mengurangi gejala alergi


karena cuaca, misalnya radang selaput lendir hidung, bersin, gatal pada
mata, hidung atau tenggorokan dan gejala pada kulit seperti pruritik,
urtikaria, ekzem, dan dermatitis. Dan sering juga di guanakan sebagai
antimabuk antiparkison

Efek samping antagonis H1 antara lain mengantuk,


kelemahan otot, gangguan koordinasi pada waktu tidur,
gelisah, tremor, iritasi, kejang dan sakit kepala
HUBUNGAN STRUKTUR DAN
AKTIVITAS ANTAGONIS

Ar= gugus aril, termasuk fenil, fenil tersubtitusi dan hateroaril


Ar= gugu aril kedua
R dan R= gugus alkil
X= gugus isosterix, seperti O, N dan CH
X= O adala turunan aminoalkil
X=N adalah turunan etilendiamin
X= CH turunan alkilamin
Gugus aril yg bersifat lifopil kemungkinan
membentuk ikatan hidrofob dengan reseptor H1
Secara umum untuk mencapai aktivitas optimal,
atom N pada ujung adalah amin tersier pada ph
fisiologis bermuatan positif sehingga dapat
mengikat reseptor H1 melalui iktan ion
Kuarternerisasi dari nitrogen rantai samping tidak
selalu menghasilkan senyawa yang kurang aktif
Rantai alkil anatar atom X dan N mempunyai
aktivitas antihistamin optimal bila jumlah atom
C= 2 dengan jarak pusat aromatik = 5-6 A
Untuk aktivitas antihistamin maksimal, kedua
cincin aromatik pada struktur difenhidramin
tiadak terletak pada bidang yang sama.
Struktur senyawa antagonis-H1 dan senyawa
pemblok kolinergik mempunyai persamaan yang
menarik sehingga antagonis-H1 dapat menunjukn
aktivitas kolinergik
TURUNAN ETER AMINOALKIL

Staruktur umum:
Ar( Ar CH 2) CH 3 O CH 2 CH 2 N (CH 3) 2

CONTOH: difenhidramin HCL, dimenhidrinat, karbinok


samin maleat, klorfenoksamin HCL, klemastin fumarat
dan piprinhidrat.
HUBUNGAN STRUKTUR DAN
AKTIVITAS
Ppemasukan gugus Cl, Br dan OCH3 pada posisi para
cincin aromatik akanmeningkatkan aktivitas dan
menurunkan efek samping

Pemasukan gugus CH3 pada posisi para cincin aromatik


juga meningkatkan aktivitas tetapi pemasukan pada
posisi orto akan menghilangkan efek antagonis H1 dan
meningkatkan aktivitas atiklonergik

Senyawa turunan eter aminoalkil mempunyai aktivitas


antikolinergik yg cukup bermakna karena mempunyai
struktur mirip denganm eter aminoalkohol
STRUKTUR ANTAGONIS H1
TURUNANETILENDIAMIN
TURUNAN ALKILAMIN

STRUKTUR UMUM:

Ar ( Ar ' ) CH CH 2 CH 2 CH 2 N (CH 3) 2

Turuanan alkilamin merupakan antihistamin dengan indeks terapetik (


bats keamanan) cukup besar dengan efek samping dan toksisitas yg
relatif rendah

Contoh: feniramin maleat, bromfeniramin maleat, klorfeniramin maleat,


deksklorfeniramin maleat dan triplolidin HCl
STRUKTUR ANTAGONIS H1 TURUNAN
ALKILAMIN
TURUNAN PIPERAZIN
Piperazin mempunayi efek antihistamin
sedang, dengan awal kerja lambat dan
masa kerja panjang 9-24 jam

Digunakan untuk mencegh dan mengobati


mual, muntah dan pusing serta
mengurangi gejala alergi, seperti urtakaria

Contoh: siklizin, buklizin, stirizin,


homoklorsiklizin, hidroksizin HCl dan
oksatomid
STRUKTUR TURUNAN H1 TURUNAN
PIPERAZIN
TURUNAN FENOTIAZIN

selain memunyai efek antihistamin juga


mempunyai aktivitas tranquilizer dan
antiemetik serta dapat mengadakan
potensiasi dengan obat analgetik

Contoh: prometazin HCl, metlidazin HCl,


mekuitazin, oksomemazin, siproheptazin
HCl, isotipentadil HCl, azatadine maleat,
loratadin, loratdine dan pizotadine
maleat
STRUKTUR TURUNAN FENOTIAZIN
Antagonis H1 generasi kedua
Antagonis H1 generasi pertama pada umunya
menimbulkan efek samping sedasi dan
mempunyai efek seperti senyawa kolinergik
dan adrenergik yg tidak diinginkan

Antihistamin H1 yang ideal adalah bila memnuhi persyaratn sebagai berikut:


1. Senyawa umum mempunyai affinitas yang tinggi terhadap reseptor H1
2. Tidak menimbulkan efek sedasi
3. Afinitasnya rendah terhadap reseptor kolinergik

Anda mungkin juga menyukai