Anda di halaman 1dari 22

Om Swastyastu

Kelompok 2

Ni Made Ayu Rahayuni P07120214001


Ia Ayu Rika Kusumadewi P07120214002
Nyoman Wita Wihayati P07120214006
Ni Kadek Aryastuti P07120214007
Ni Made Ayu Lisna Pratiwi P07120214009
Putu Epriliani P07120214010
I Gusti Ayu Ari Dewi P07120214037
Ida Ayu Diah Nareswari Keniten P07120214039
Angina Pectoris?

Angina pectoris adalah suatu syndrome


yang ditandai dengan rasa tidak enak
yang berulang di dada dan daerah lain
sekitarnya yang berkaitan yang
disebabkan oleh ischemia miokard
tetapi tidak sampai terjadi nekrosis.
Stable Angina

Angina Variant (Prinzmetal)


Klasifikasi

Unstable Angina
Stable Angina

Stable Angina disebut angina klasik. Terjadi


sewaktu arteri koroner yang aterosklerotik tidak
dapat berdilatasi untuk meningkatkan aliran darah
saat terjadi peningkatan kebutuhan oksigen.
Peningkatan kerja jantung dapat menyertai
Klasifikasi aktifitas fisik seperti berolah raga, naiktangga,
atau bekerja keras. Pajanan dingin, terutama bila
disertai bekerja seperti menyekop salju. Stres
mental termasuk stress yang terjadi akibat rasa
marah serta tugas mental seperti berhitung, dapat
mencetuskan angina klasik. Nyeri pada angina
jenis ini, biasanya menghilang, apabila individu
yang bersangkutan menghentikan aktivitasnya.
Angina Variant (Prinzmetal)

Terjadi tanpa peningkatan jelas beban kerja


jantung dan pada kenyataannya sering terjadi
pada saat istirahat. Pada angina ini, suatu arteri
koroner mengalami spasme yang menyebabkan
iskemik jantung. Kadang-kadang tempat spasme
Klasifikasi berkaitan dengan aterosklerosis. Ada
kemungkinan bahwa walaupun tiak jelas tampak
lesi pada arteri, dapat terjadi kerusakan lapisan
endotel yang samar. Hal ini menyebabkan peptide
vasoaktif memiliki akses langsung ke lapisan otot
polos dan menyebabkan kontraksi arteri koroner.
Disritmia sering terjadi pada angina variant
Unstable Angina

Merupakan jenis angina yang sangat berbahaya


dan membutuhkan penanganan segera. Dijumpai
pada individu dengan penyakit arteri koroner
yang memburuk. Angina ini biasanya menyertai
Klasifikasi peningkatan beban kerja jantung. Hal ini
tampaknya terjadi akibat aterosklerosis koroner,
yang ditandai perkembangan thrombus yang
mudah mengalami spasme. Terjadi spasme
sebagai respon terhadap peptida vasoaktif yang
dikeluarkan trombosit yang tertarik ke area yang
mengalami kerusakan.
Faktor Pencetus Nyeri

Faktor Pencetus
Etiologi Angina

Faktor Risiko Yang


Dapat Meningkatkan
Kejadian Angina
Faktor Pencetus Nyeri
1. Ruptur/hancurnya plak.
2. Thrombosis dan agregasi trombosit
3. Vasospasme atau pembuluh darah
yang berkontraksi hingga lumennya
Etiologi kecil.
4. Erosi pada plak tanpa rupture.
Terjadinya penyempitan juga dapat
disebabkan karena terjadinya
poliferasi dan migrasi dari otot polos
sebagai reaksi terhadap kerusakan
endotel.
Faktor PencetusAngina

1. Faktor di luar jantung


2. Sklerotik arteri koroner
Etiologi 3. Agregasi trombosit
4. Trombosis arteri koroner
5. Pendarahan plak ateroma
6. Spasme arteri koroner
Faktor RisikoAngina
7. Diabetes Mellitus
Dapat diubah 8.Pemakaian
(dimodifikasi) kontrasepsi oral
1. Diet
(hyperlipidemia) Tidak dapat diubah
Etiologi
2. Rokok
3. Hipertensi 1. Usia
4. Stress 2. Jenis kelamin
5. Obesitas 3. Ras
6. Kurang aktifitas 4. Herediter
5. Kepribadian tipe
A
Tanda Dan Gejala Angina
Angina Pectoris Stabil
(Stable Angina)
. Angina pectoris tidak
1. Muncul ketika melakukan Angina variant
stabil (unstable angina)
aktifitas berat 1. Angina yang terjadi
1. Angina yang baru
2. Biasanya dapat spontan umumnya
pertama kali atau
diperkirakan dan rasa
angina stabil dengan waktu istirahat dan
nyeri yang muncul
karakteristik frekuensi pada waktu
biasanya sama dengan
berat dan lamanya aktifitas ringan.
rasa nyeri yang datang
meningkat. Biasanya terjadi
sebelumnya
2. Timbul waktu karena spasme
3. Hilang dalam waktu yang
istirahat/kerja ringan.
pendek sekitar 5 menit arteri coroner
3. Tidak dapat
atau kurang 2. EKG deviasi
diperkirakan
4. Hilang dengan segera segment ST depresi
4. Biasanya lebih parah
ketika anda beristirahat atau elevasi yang
dan hilang dalam waktu
atau menggunakan
yang lebih lama timbul pada waktu
pengobatan terhadap
5. Dapat tidak akan hilang serangan yang
angina
saat beristirahat kemudian normal
5. Rasa sakitnya dapat
ataupun pengobatan setelah serangan
menyebar ke lengan,
angina selesai.
punggung atau area lain
6. EKG: Deviasi segment
6. Dapat dipicu oleh tekanan
ST depresi atau elevasi.
mental atau stres.
Pemeriksaan Penunjang

Elektrokardiografi (EKG)
Ekokardiografi
Foto Rontgen Dada
Pemeriksaan Laboratorium
Uji Latihan Jasmani
Thallium Exercise Myocardial
Imaging
Ada dua tujuan utama penatalaksanaan angina
pectoris:

1. Mencegah terjadinya infark miokard dan


kematian jaringan, dengan demikian
meningkatkan kuantitas hidup.

1. Mengurangi symptom dan frekuensi serta


beratnya ischemia, dengan demikian
meningkatkan kualitas hidup.
Terapi
farmakologis
Terapi Non
untuk anti angina
Farmakologis dan anti ischemia.
Ada berbagai Tujuan
cara lain yang penatalaksanaan
Penatalaks diperlukan medis angina
anaan untuk adalah untuk
menurunkan menurunkan
kebutuhan kebutuhan
oksigen jantung
oksigen jantung
dan untuk
meningkatkan
suplai oksigen.
Airway
Napas pendek ( timbul tersembunyi
dengan dispnea sebagai gejala menonjol
pada emfisema) khususnya pada kerja,
cuaca atau berulangnya sulit napas, rasa
dada tertekan, ketidakmampuan untuk
bernapas, batuk menetap dengan produksi
Pengkajian sputum setiap hari terutama pada saat
bangun, episode batuk hilang timbul,
terdapat sputum bersih,kental ataupun
berwarna merah muda,bianyanya tidak
produksi pada tahap dini meskipun dapat
menjadi produktif, thacipnea.
Breathing
Biasanya cepat, dapat lambat, fase
ekspirasi memanjang dengan
mendengkur, penggunaan otot bantu
pernapasan, bunyi napas mungkin
redup dengan ekspirasi mengi,
Pengkajian mnyebar, lembut atau krekels lembab
kasar, ronkhi, mengi sepanjang area
paru pada ekspirasi dan kemungkinan
selama inspirasi berlanjut sampai
penurunan atau tidak adanya bunyi
napas abnormal.
Circulation
Takikardia, distritmia, tekanan darah
normal meningkat atau menurun,,
peningkatan frekuensi jantung, bunyi
jantung mungkin normal 54 lambat /
murmur sistolik transien lambat (disfungsi
otot tapilaris) mungkin ada saat nyeri,,kulit
/ membran mukosa lembab, dingin, pucat
Pengkajian pada adanya vasokontriksi

Disability
Kelemahan umum/kehilangan massa otot,
mudah lelah,kadang muncul keringat
dingin, nyeri hilang saat beristirahat
Diagnosa Keperawatan
Nyeri akut
Diagnosa Ansietas
Penurunan Curah Jantung
Ada
Pertanyaan????????