Anda di halaman 1dari 19

TUGAS MATA KULIAH PANCASILA

PANCASILA SILA KE 3 PERSATUAN INDONESIA


Disusun Oleh :
MILLAHI NURSYAFAAH 03031381720007
VINTA MEFISA 03031381720011
REZA APRIANDI 03031381720014
AFIYOLA AFLAHA IRHAMNA 03031381720022
6 PENUTUP 1 Latar Belakang
2 ARTI DAN MAKNA
SILA PERSATUAN
INDONESIA

5 PENYELEWENGAN 4
NILAI NILAI 3 Lambang
SILA KETIGA SILA PERSATUAN
Pancasila Sila ke -3
PANCASILA INDONESIA
Persatuan Indonesia

PENDAHULUAN
SEJARAH SINGKAT LAHIRNYA PANCASILA

. Kita hendak mendirikan suatu negara semua buat semua. Bukan buat satu orang,
bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan maupun golongan yang kaya,
tetapi semua buat semua..

LATAR BELAKANG MASALAH


Latar Belakang
Persatuan Indonesia

LATAR BELAKANG MASALAH


Tujuan
Untuk mengetahui arti Persatuan
Indonesia dalam bermasyarakat dan
berbangsa
Penyebab terjadinya kasus
penyelewengan sila ke 3 di dalam
bermasyarakat.

Manfaat
Menjadikan kita sebagai penurus
bangsa Indonesia untuk memahami
dan mengamalkan nilai-nilai yang
tercantum pada sila ke-3 yaitu
Persatuan Indonesia dalam kehidupan
sehari-hari

TUJUAN & MANFAAT


ARTI DAN MAKNA
SILA PERSATUAN INDONESIA
Persatuan Indonesia mengandung arti persatuan bangsa
yang mendiami wilayah Indonesia. Persatuan yang
didorong untuk mencapai kehidupan yang bebas
dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat.
Persatuan Indonesia mengandung arti kebangsaan
(nasionalisme), yaitu bangsa Indonesia harus memupuk
persatuan yang erat antara sesama warga negara,
tanpa membeda-bedakan suku atau golongan serta
berdasarkan satu tekad yang bulat dan satu cita-cita
bersama. Makna dari pohon beringin sebagai simbol
Persatuan Indonesia merupakan pohon yang besar
dimana banyak orang bisa berteduh di bawah naungan
Negara Indonesia. Selain itu, pohon beringin memiliki
sulur dan akar yang menjalar ke mana-mana namun
tetap berasal dari satu pohon yang sama, seperti halnya
keragaman suku bangsa yang menyatu dibawah nama
Indonesia.

PEMBAHASAN
LAMBANG PANCASILA

PEMBAHASAN
Lambang Pancasila Sila ke -3
Persatuan Indonesia

Pohon Beringin dalam Sila ke-3

PEMBAHASAN
Lambang Pancasila Sila ke -3
Persatuan Indonesia
Makna:
Pohon beringin merupakan pohon yang besar
dimana banyak orang bisa berteduh di bawah
naungan Negara Indonesia. Selain itu, pohon
beringin memiliki sulur dan akar yang menjalar ke
mana-mana namun tetap berasal dari satu pohon
yang sama, seperti halnya keragaman suku bangsa
yang menyatu dibawah nama Indonesia.

Fungsi :
Mengutamakan kepentingan persatuan atau
kerukunan bagi seluruh rakyat Indonesia yang
mempunyai perbedaan agama, suku, bahasa, dan
budaya ketimbang kepentingan golongan pribadi
atau kelompok. Sehingga dapat disatukan melalui
sila ini.

PEMBAHASAN
NILAI NILAI
SILA PERSATUAN INDONESIA
Dapat menempatkan persatuan, kesatuan, serta
kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di
atas kepentingan pribadi atau golongan.
Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan
negara.
Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan
bangsa.
Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan
dan bertanah air Indonesia.
Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Mengembangkan persatuan berdasar Bhineka
Tunggal Ika.
Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan
bangsa.

PEMBAHASAN
PENYELEWENGAN
SILA KETIGA PANCASILA
Kasus Perkelahian Suku Dayak dengan Suku Madura.

PEMBAHASAN
PERISTIWA MEMICU TRAGEDI
SUKU DAYAK VS SUKU MADURA

PEMBAHASAN
PERISTIWA MEMICU TRAGEDI
SUKU DAYAK VS SUKU MADURA
Faktor Penyebab :
Adanya perbedaan adat dan budaya.
Tingkat pendidikan rendah.
Penegak hukum tidak tegas.

Peristiwa Tragedi :
Tahun 1982, terjadi pembunuhan oleh orang Madura atas seorang suku Dayak, pelakunya
tidak tertangkap, pengusutan atau penyelesaian secara hukum tidak ada.
Tahun 1983, di Kecamatan Bukit Batu, Kasongan, seorang warga Kasongan etnis Dayak di
bunuh. Perkelahian antara satu orang Dayak yang dikeroyok oleh tiga puluh orang
madura. Terhadap pembunuhan warga Kasongan bernama Pulai yang beragama
Kaharingan tersebut, oleh tokoh suku Dayak dan Madura diadakan perdamaian. Dilakukan
peniwahan Pulai itu dibebankan kepada pelaku pembunuhan, yang kemudian diadakan
perdamaian ditanda tangani oleh ke dua belah pihak, isinya antara lain menyatakan
apabila orang Madura mengulangi perbuatan jahatnya, mereka siap untuk keluar dari
Kalteng.

PEMBAHASAN
PERISTIWA MEMICU TRAGEDI
SUKU DAYAK VS SUKU MADURA
Tahun 1996, di Palangka Raya, seorang
gadis Dayak diperkosa di gedung bioskop
Panala dan di bunuh dengan kejam dan
sadis oleh orang Madura, ternyata
hukumannya sangat ringan.
Tahun 2001, di Sampit (17 s/d 20 Februari
2001) warga Dayak banyak terbunuh
karena dibantai. Suku Madura terlebih
dahulu menyerang warga Dayak.
Tahun 2001, di Palangka Raya (25 Februari
2001) seorang warga Dayak terbunuh
diserang oleh suku Madura. Belum
terhitung kasus warga Madura di bagian
Kalimantan Barat.

PEMBAHASAN
PENANGANAN KASUS
SUKU DAYAK DENGAN SUKU MADURA

Moral dan mental masyarakat juga perlu mendapat


perhatian dan pembinaan agar masalah dapat
diselesaikan secara damai dan melibatkan kembali
seluruh tokoh masyarakat.
Renovasi bangunan yang rusak akibat pengrusakan
dan pembakaran terhadap infrastruktur
masyarakat umum juga dilakukan agar kegiatan
masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Dialog antar etnis yang berkesinambungan dengan
memanfaatkan lembaga adat masyarakat perlu
dilakukan dalam proses pembentukan kerjasama
mengakhiri konflik.
Penegakkan hukum terhadap pelaku pelanggaran
hukum perlu dilakukan secara konsisten dan adil
tanpa berpihak pada etnis tertentu selain itu
kemampuan personil petugas keamanan perlu
ditingkatkan.

PEMBAHASAN
PENUTUP
KESIMPULAN
Persatuan Indonesia mengandung arti kebangsaan (nasionalisme), yaitu bangsa Indonesia
harus memupuk persatuan yang erat antara sesama warga negara, tanpa membeda-bedakan
suku atau golongan serta berdasarkan satu tekad yang bulat dan satu cita-cita bersama. Makna
dari pohon beringin sebagai simbol Persatuan Indonesia merupakan pohon yang besar dimana
banyak orang bisa berteduh di bawah naungan Negara Indonesia. Selain itu, pohon beringin
memiliki sulur dan akar yang menjalar ke mana-mana namun tetap berasal dari satu pohon yang
sama, seperti halnya keragaman suku bangsa yang menyatu dibawah nama Indonesia.

Penyebab terjadi konflik Suku Dayak dengan Suku Madura adalah kurangnya pemahaman
terhadap sosial budaya masing-masing suku yang berbeda antara suku Dayak dan Madura.
sehingga timbul diskriminasi terhadap suku Dayak sebagai suku Asli setempat. Selain itu dalam
sejarah konflik di Kalimantan secara umum dipicu oleh dipraktekkannya tindak kekerasan baik
dalam bentuk penganiayaan dan pembunuhan manusia di daerah konflik. Hal ini didukung juga
dengan lemahnya supremasi hukum dan perlindungan terhadap hak asasi manusia.

KESIMPULAN
PENUTUP
SARAN
Sebagai bagian dari Negara Indonesia, sudah sepantasnya kita
menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Mengamalkan sila Persatuan Indonesia sebagai hakikat dasar
filsafat negara Indonesia dan menjadikan perbedaan menjadi
satu kesatuan yang utuh.
TERIMAKASIH