Anda di halaman 1dari 32

PERATURAN DISIPLIN

PEGAWAI NEGERI SIPIL

MULTI RAJAY
2016
DASAR HUKUM

1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang


Aparatur Sipil Negara
2. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010
tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil
3. Peraturan Kepala BKN Nomor 21 Tahun 2010
tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 53
Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri
Sipil
DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL
(PASAL 1 AYAT 1)

KESANGGUPAN PNS UNTUK MENAATI


KEWAJIBAN DAN MENGHINDARI
LARANGAN YANG DITENTUKAN
PERATURAN PERUNDANG-
UNDANGAN/PERATURAN KEDINASAN
HUKUMAN DISIPLIN
(PASAL 1 AYAT 4)

HUKUMAN YANG DIJATUHKAN KEPADA


PNS KARENA MELANGGAR
PERATURAN DISIPLIN PNS
KEWAJIBAN DAN LARANGAN
PEGAWAI NEGERI SIPIL

PASAL 3 PASAL 4

KEWAJIBAN LARANGAN

17 BUTIR 15 BUTIR
KEWAJIBAN
PEGAWAI NEGERI SIPIL
1.Mengucapkan Sumpah / Janji PNS 9. Bekerja jujur, cermat dan semangat
2.Mengucapkan Sumpah / Janji untuk kepentingan negara
Jabatan 10. Melaporkan kepada atasan apabila
3.Setia dan taat sepenuhnya kepada mengetahui hal yang dapat
Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan membahayakan/merugikan
Pemerintah Negara/Pemerintah
4.Mentaati Peraturan Perundangan 11. Masuk kerja dan menaati jam kerja
5.Melaksanakan tugas kedinasan 12. Mencapai sasaran kerja pegawai
dengan penuh pengabdian, yang ditetapkan
kesadaran, dan tanggung jawab 13. Menggunakan dan memelihara
6.Menjunjung tinggi kehormatan barang milik negara
Negara, Pemerintah dan martabat 14. Memberikan pelayanan sebaik-
PNS baiknya
7.Mengutamakan kepentingan Negara 15. Membimbing bawahan dalam tugas
daripada kepentingan pribadi, 16. Memberikan kesempatan bawahan
seseorang maupun golongan untuk mengembangkan karier
8.Memegang rahasia jabatan 17. Menaati peraturan kedinasan yang
ditetapkan pejabat yang berwenang
LARANGAN
PEGAWAI NEGERI SIPIL
1.Menyalahgunakan wewenang 9. Bertindak sewenang-wenang terhadap
2.Menjadi perantara untuk mendapat bawahannya
keuntungan pribadi/orang lain 10. Melakukan/tidak melakukan tindakan
3.Tanpa izin menjadi pegawai/bekerja untuk yang dapat menghalangi/ mempersulit
Negara lain dan/atau lembaga/ organisasi pihak yang dilayani
internasional 11. Menghalangi berjalannya tugas
4.Bekerja pada perusahaan/konsultan/LSM 12. Memberikan dukungan kepada
asing Capres/Cawapres, DPR, DPD atau DPRD
5.Memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, 13. Memberikan dukungan kepada
menyewakan, atau meminjamkan Capres/Cawapres dengan membuat
barang/dokumen/surat berharga milik keputusan/tindakan yang
negara secara tidak sah menguntungkan/merugikan atau
6.Melakukan kegiatan bersama untuk mengadakan kegiatan yang berpihak
keuntungan pribadi/golongan/pihal lain yang salah satu calon
merugikan Negara 14. Memberikan dukugan kepada calon
7.Memberi/menyanggupi akan memberi anggota DPD/Kepala Daerah/Wakil
sesuatu untuk diangkat dalam jabatan Kepala Daerah dengan memberikan surat
8.Menerima hadiah/pemberian yang dukungan
berhubungan dengan jabatan/pekerjaan 15. Memberikan dukungan kepada calon
Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah
PNS YANG TIDAK MEMATUHI KETENTUAN
DALAM PASAL 3 DAN PASAL 4

DIJATUHI HUKUMAN DISIPLIN


TINGKAT DAN JENIS HUKUMAN DISIPLIN
(PASAL 7)

HUKUMAN HUKUMAN HUKUMAN


DISIPLIN RINGAN DISIPLIN SEDANG DISIPLIN BERAT

1. TEGURAN LISAN 1. PENUNDAAN KENAIKAN 1. PENURUNAN PANGKAT


GAJI BERKALA SELAMA 1 SETINGKAT LEBIH
2. TEGURAN TERTULIS (SATU) TAHUN RENDAH SELAMA 3 (TIGA)
TAHUN
2. PENUNDAAN KENAIKAN 2. PEMINDAHAN DALAM
3. PERNYATAAN TIDAK PUAS RANGKA PENURUNAN
SECARA TERTULIS PANGKAT SELAMA 1
(SATU) TAHUN JABATAN SETINGKAT
LEBIH RENDAH
3. PENURUNAN PANGKAT 3. PEMBEBASAN DARI
SETINGKAT LEBIH JABATAN
RENDAH SELAMA 1 4. PEMBERHENTIAN
(SATU) TAHUN DENGAN HORMAT TIDAK
ATAS PERMINTAAN
SENDIRI SEBAGAI PNS
5. PEMBERHENTIAN TIDAK
DENGAN HORMAT
SEBAGAI PNS
PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT
TIDAK ATAS PERMINTAAN SENDIRI

Pemberhentian Dengan Hormat Tidak Atas


Permintaan Sendiri dalam PP No. 53 Tahun 2010
dianulir dengan UU No. 5 Tahun 2014

PNS diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan


sendiri karena melakukan pelanggaran disiplin PNS tingkat
berat
PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT

Pemberhentian Tidak dengan Hormat dalam PP No. 53


Tahun 2010 dianulir dengan UU No. 5 Tahun 2014
1.Melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945
2.Dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan
yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak
pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada
hubungan dengan jabatan dan/atau pidana umum
3.Menjadi anggota dan/atau pengurus parta politik
4.Dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah
memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana
dengan penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang
dilakukan dengan berencana
HUKUMAN DISIPLIN RINGAN
DIJATUHKAN BAGI PELANGGARAN TERHADAP
KEWAJIBAN :

1.Setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 7. Bekerja jujur, cermat dan semangat
1945 8. Melapor kepada atasan apabila terdapat
2.Mentaati Peraturan Perundangan hal yang membahayakan Negara
3.Melaksanakan tugas kedinasan dengan 9. Mentaati jam kerja
tanggung jawab 10. Menggunakan dan memelihara barang
4.Menjunjung tinggi kehormatan Negara, milik Negara
Pemerintah dan martabat PNS 11. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya
5.Mengutamakan kepentingan Negara 12. Membimbing bawahan dalam tugas
daripada kepentingan pribadi, seseorang 13. Memberikan kesempatan bawahan
maupun golongan untuk berkarier
6.Memegang rahasia jabatan 14. Mentaati peraturan Pejabat berwenang

APABILA PELANGGARAN BERDAMPAK


NEGATIF PADA UNIT KERJA
HUKUMAN DISIPLIN RINGAN DIJATUHKAN BAGI PELANGGARAN
TERHADAP KEWAJIBAN PASAL 3 ANGKA 11 TENTANG
MENTAATI JAM KERJA BERUPA (PASAL 8 ANGKA 9):

BAGI PNS YANG TIDAK MASUK KERJA TANPA


ALASAN YANG SAH SELAMA 5 (LIMA) HARI
TEGURAN LISAN KERJA;

BAGI PNS YANG TIDAK MASUK KERJA TANPA


ALASAN YANG SAH SELAMA 6 (ENAM) S.D. 10
TEGURAN TERTULIS (SEPULUH) HARI KERJA;

PERNYATAAN TIDAK BAGI PNS YANG TIDAK MASUK KERJA TANPA


ALASAN YANG SAH SELAMA 11 (SEBELAS)
PUAS SECARA S.D. 15 (LIMA BELAS) HARI KERJA;
TERTULIS
HUKUMAN DISIPLIN SEDANG
DIJATUHKAN BAGI PELANGGARAN TERHADAP
KEWAJIBAN :

1. Mengucapkan Sumpah / Janji PNS 9. Bekerja jujur, cermat dan semangat


2. Mengucapkan Sumpah / Janji Jabatan 10. Melapor kepada atasan apabila terdapat hal
3. Setia dan taat kepada Pancasila dan UUD yang membahayakan Negara
1945 11. Mentaati jam kerja
4. Mentaati Peraturan Perundangan 12. Mencapai sasaran kerja yang ditetapkan
5. Melaksanakan tugas kedinasan dengan 13. Menggunakan dan memelihara barang milik
tanggung jawab Negara
6. Menjunjung tinggi kehormatan Negara, 14. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya
Pemerintah dan martabat PNS 15. Membimbing bawahan dalam tugas
7. Mengutamakan kepentingan Negara 16. Memberikan kesempatan bawahan untuk
daripada kepentingan pribadi, seseorang berkarier
maupun golongan 17. Mentaati peraturan Pejabat berwenang
8. Memegang rahasia jabatan

APABILA PELANGGARAN BERDAMPAK


NEGATIF PADA INSTANSI BERSANGKUTAN
HUKUMAN DISIPLIN SEDANG DIJATUHKAN BAGI PELANGGARAN
TERHADAP KEWAJIBAN PASAL 3 ANGKA 11 TENTANG MENTAATI
JAM KERJA BERUPA (PASAL 9 ANGKA 11):

PENUNDAAN KENAIKAN BAGI PNS YANG TIDAK MASUK KERJA TANPA


ALASAN YANG SAH SELAMA 16 (ENAM BELAS)
GAJI BERKALA SELAMA
S.D. 20 (DUA PULUH) HARI KERJA;
1 (SATU) TAHUN

PENUNDAAN KENAIKAN BAGI PNS YANG TIDAK MASUK KERJA TANPA


ALASAN YANG SAH SELAMA 21 (DUA PULUH
PANGKAT SELAMA 1 SATU) S.D. 25 (DUA PULUH LIMA) HARI KERJA;
(SATU) TAHUN

PENURUNAN PANGKAT BAGI PNS YANG TIDAK MASUK KERJA TANPA


ALASAN YANG SAH SELAMA 26 (DUA PULUH
SETINGKAT LEBIH RENDAH
ENAM) S.D. 30 (TIGA PULUH) HARI KERJA;
SELAMA 1 (SATU) TAHUN
HUKUMAN DISIPLIN SEDANG DIJATUHKAN BAGI
PELANGGARAN TERHADAP KEWAJIBAN PASAL 3 ANGKA 12
TENTANG SASARAN KINERJA :

APABILA PENCAPAIAN SASARAN KERJA


PADA AKHIR TAHUN HANYA MENCAPAI
25% (DUA PULUH LIMA PERSEN) S.D.
50% (LIMA PULUH PERSEN)
HUKUMAN DISIPLIN BERAT
DIJATUHKAN BAGI PELANGGARAN TERHADAP
KEWAJIBAN :

1. Setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 7. Bekerja jujur, cermat dan semangat
1945 8. Melapor kepada atasan apabila terdapat
2. Mentaati Peraturan Perundangan hal yang membahayakan Negara
3. Melaksanakan tugas kedinasan dengan 9. Mentaati jam kerja
tanggung jawab 10. Mencapai sasaran kerja yang ditetapkan
4. Menjunjung tinggi kehormatan Negara, 11. Menggunakan dan memelihara barang
Pemerintah dan martabat PNS milik Negara
5. Mengutamakan kepentingan Negara 12. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya
daripada kepentingan pribadi, seseorang 13. Mentaati peraturan Pejabat berwenang
maupun golongan
6. Memegang rahasia jabatan

APABILA PELANGGARAN BERDAMPAK


NEGATIF PADA PEMERINTAH DAN/ATAU
NEGARA
HUKUMAN DISIPLIN BERAT DIJATUHKAN BAGI PELANGGARAN
TERHADAP KEWAJIBAN PASAL 3 ANGKA 11 TENTANG
MENTAATI JAM KERJA BERUPA (PASAL 10 ANGKA 9):

PENURUNAN PANGKAT BAGI PNS YANG TIDAK MASUK KERJA TANPA


ALASAN YANG SAH SELAMA 31 (TIGA PULUH
SETINGKAT LEBIH RENDAH
SATU) S.D. 35 (TIGA PULUH LIMA) HARI KERJA;
SELAMA 3 (TIGA) TAHUN

PEMINDAHAN DALAM BAGI PNS YANG MENDUDUKI JABATAN STRUKTURAL


RANGKA PENURUNAN ATAU FUNGSIONAL TERTENTU YANG TIDAK MASUK
KERJA TANPA ALASAN YANG SAH SELAMA 36 (TIGA
JABATAN SETINGKAT LEBIH
PULUH ENAM) S.D. 40 (EMPAT PULUH) HARI KERJA;
RENDAH

BAGI PNS YANG MENDUDUKI JABATAN STRUKTURAL


PEMBEBASAN DARI ATAU FUNGSIONAL TERTENTU YANG TIDAK MASUK
KERJA TANPA ALASAN YANG SAH SELAMA 41 (EMPAT
JABATAN PULUH SATU) S.D. 45 (EMPAT PULUH LIMA) HARI
KERJA;

PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT BAGI PNS YANG TIDAK MASUK KERJA TANPA
TIDAK ATAS PERMINTAAN SENDIRI ALASAN YANG SAH SELAMA 46 (EMPAT
(UU No. 5/2014: PDHTAPS untuk PULUH ENAM) ATAU LEBIH;
disiplin berat)
HUKUMAN DISIPLIN BERAT DIJATUHKAN BAGI PELANGGARAN
TERHADAP KEWAJIBAN PASAL 3 ANGKA 12 TENTANG
SASARAN KINERJA :

APABILA PENCAPAIAN SASARAN KERJA


PADA AKHIR TAHUN KURANG DARI
25% (DUA PULUH LIMA PERSEN)
PELANGGARAN TERHADAP
KETENTUAN JAM KERJA
(PASAL 14)

PELANGGARAN TERHADAP KEWAJIBAN MASUK


KERJA DAN MENAATI KETENTUAN JAM KERJA
SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 8 ANGKA 9,
PASAL 9 ANGKA 11, PASAL 10 ANGKA 9 DIHITUNG
SECARA KUMULATIF SAMPAI DENGAN AKHIR TAHUN

KETERLAMBATAN MASUK KERJA DAN/ATAU PULANG


CEPAT DIHITUNG SECARA KOMULATIF DAN
DIKONVERSI 7 (TUJUH SETENGAH) JAM SAMA
DENGAN 1 (SATU) HARI TIDAK MASUK KERJA
PENJELASAN TERHADAP PELANGGARAN
KETENTUAN JAM KERJA
(PASAL 14)

YANG DIMAKSUD DENGAN DIHITUNG SECARA KUMULATIF SAMPAI DENGAN


AKHIR TAHUN BERJALAN ADALAH BAHWA PELANGGARAN YANG DILAKUKAN
DIHITUNG MULAI DARI BULAN JANUARI SAMPAI DENGAN BULAN DESEMBER
TAHUN YANG BERSANGKUTAN.

CONTOH

SEORANG PNS DARI BULAN JANUARI S.D. MARET 2011 TIDAK MASUK KERJA SELAMA 5
(LIMA) HARI MAKA YANG BERSANGKUTAN DIJATUHI HUKUMAN DISIPLIN BERUPA TEGURAN
LISAN;

SELANJUTNYA, PADA BULAN MEI S.D. JULI 2011 YANG BERSANGKUTAN TIDAK MASUK KERJA
SELAMA 2 (DUA) HARI, SEHINGGA JUMLAHNYA MENJADI 7 (TUJUH), MAKA YANG
BERSANGKUTAN DIJATUHI HUKUMAN DISIPLIN BERUPA TEGURAN TERTULIS

SELANJUTNYA, PADA BULAN SEPTEMBER S.D. NOPEMBER 2011 YANG BERSANGKUTAN


TIDAK MASUK KERJA SELAMA 5 (LIMA) HARI, SEHINGGA JUMLAHNYA MENJADI 12 (DUA
BELAS) HARI, MAKA YANG BERSANGKUTAN DIJATUHI HUKUMAN DISIPLIN BERUPA
PERNYATAAN TIDAK PUAS SECARA TERTULIS.
PEJABAT YANG BERWENANG MENGHUKUM

JENIS HUKUMAN DISIPLIN BERAT BAGI PNS YANG


MENDUDUKI JABATAN YANG PENGANGKATAN
PASAL 15 PRESIDEN DAN PEMBERHENTIANNYA MENJADI WEWENANG
PRESIDEN, USULAN PEJABAT PEMBINA
KEPEGAWAIAN PUSAT

JENIS HUKUMAN DISIPLIN RINGAN,


PEJABAT PEMBINA
PASAL 16 KEPEGAWAIAN PUSAT
SEDANG DAN BERAT BAGI PNS DI
LINGKUNGANNYA

JENIS HUKUMAN DISIPLIN RINGAN, SEDANG


KEPALA PERWAKILAN DAN BERAT BAGI PNS YANG DIPEKERJAKAN
PASAL 17 REPUBLIK INDONESIA ATAU DIPERBANTUKAN PADA PERWAKILAN
REPUBLIK INDONESIA DI LUAR NEGERI

JENIS HUKUMAN DISIPLIN RINGAN,


PEJABAT PEMBINA
PASAL 18 KEPEGAWAIAN DAERAH
SEDANG DAN BERAT BAGI PNS
DAERAH PROVINSI

JENIS HUKUMAN DISIPLIN RINGAN, SEDANG


GUBERNUR SELAKU DAN BERAT BAGI PNS DAERAH
PASAL 19 WAKIL PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA YANG MENDUDUKI
JABATAN SEKRETARIS DAERAH/KOTA

PEJABAT PEMBINA JENIS HUKUMAN DISIPLIN RINGAN,


PASAL 20 KEPEGAWAIAN DAERAH SEDANG DAN BERAT BAGI PNS
KABUPATEN/KOTA DAERAH KABUPATEN/KOTA
TATA CARA PEMANGGILAN,
MULAI
PEMERIKSAAN, PENJATUHAN, &
PENYAMPAIAN HUKUMAN DISIPLIN

Pemanggilan BELUM
(Maksimum 7 hari
sebelum periksaan)

TIDAK SUDAH HUKUMAN DISIPLIN


Hadir ? 3x?
TANPA PEMERIKSAAN

YA

Pemeriksaan HUKUMAN DISIPLIN


YA

YA
PEJABAT PEMERIKSA
BERSALAH ? ATASAN LANGSUNG ?

TIDAK TIDAK

DILAPORKAN SECARA
BEBAS
HIRARKI
PELAPORAN SECARA
HIRARKI

JENIS RINGAN/SEDANG
PELANGGA
HUKUMAN
RAN DISIPLIN

BERAT

TIM PEMERIKSA

BERITA ACARA
PEMERIKSAAN
(DI TANDATANGANI OLEH TIM DAN
PNS YANG BERSANGKUTAN)

REKOMENDASI
HUKUMAN
KE PEJABAT YANG
BERWENANG MENGHUKUM DISIPLIN
UPAYA ADMINISTRATIF
(PASAL 32)

KEBERATAN BANDING ADMINSTRATIF

HUKUMAN DISIPLIN YANG DAPAT DIAJUKAN YANG DAPAT DIAJUKAN BANDING


KEBERATAN YAITU SEBAGAIMANA DIMAKSUD ADMINISTRATIF YAITU SEBAGAIMANA
DALAM PASAL 7 AYAT (3) HURUF A DAN B DIMAKSUD DALAM PASAL 7 AYAT(4) HURUF D
DAN C
DIAJUKAN SECARA TERTULIS KEPADA ATASAN
PEJABAT YG BERWENANG MENGHUKUM
DIAJUKAN KE BADAN PERTIMBANGAN
KEPEGAWAIAN (BAPEK) BKN
DIAJUKAN 14 HARI, T.M.T YANG BERSANGKUTAN
MENERIMA KEPUTUSAN HUKUMAN DISIPLIN
GAJI TETAP DIBAYARKAN SEPANJANG MASIH
ATASAN PEJABAT YANG BERWENANG MENGHUKUM MELAKSANAKAN TUGAS
DAPAT MEMPERKUAT, MEMPERINGAN,
MEMPERBERAT ATAU MEMPERINGAN HUKUMAN JIKA TIDAK MELAKUKAN BANDING
DISIPLIN ADMINISTRATIF, GAJI DIBERHENTIKAN HARI KE
15 SEJAK KEPUTUSAN DITERIMA
KEPUTUSAN BERSIFAT FINAL DAN MENGIKAT

TIDAK DIBERIKAN KENAIKAN PANGKAT


JIKA > 21 HARI TIDAK ADA KEPUTUSAN, MAKA
DAN/ATAU KENAIKAN GAJI BERKALA SAMPAI
KEPUTUSAN HD BATAL DEMI HUKUM
DENGAN DITETAPKANNYA KEPUTUSAN
INKRACHT
TIDAK DIBERIKAN KENAIKAN PANGKAT ATAU
DAN/ATAU KENAIKAN GAJI BERKALA SAMPAI
DENGAN DITETAPKANNYA KEPUTUSAN INKRACHT
UPAYA ADMINISTRATIF
(PASAL 40)

PNS YANG MENINGGAL DUNIA SEBELUM ADA KEPUTUSAN UPAYA


ADMINISTRATIF, DIBERHENTIKAN DENGAN HORMAT SEBAGAI PNS
DAN DIBERIKAN HAK-HAK KEPEGAWAIAN-NYA.

PNS YANG MENCAPAI BATAS USIA PENSIUN SEBELUM ADA


KEPUTUSAN ATAS KEBERATAN, DIANGGAP TELAH SELESAI
MENJALANI HUKUMAN DISIPLIN DAN DIBERHENTIKAN DENGAN
HORMAT SEBAGAI PNS SERTA DIBERIKAN HAK-HAK
KEPEGAWAIANNYA.

PNS YANG MENCAPAI BATAS USIA PENSIUN SEBELUM ADA


KEPUTUSAN BANDING ADMINISTRATIF, DIHENTIKAN PEMBAYARAN
GAJINYA SAMPAI DENGAN DITETAPKAN KEPUTUSAN ATAS
BANDING ADMINISTRATIF.

PNS YANG SEDANG DALAM PROSES PEMERIKSAAN KARENA


DIDUGA MELAKUKAN PELANGGARAN DISIPLIN ATAU SEDANG
MENGAJUKAN UPAYA ADMINISTRATIF TIDAK DAPAT PINDAH
DISETUJUI UNTUK PINDAH INSTANSI.
(PASAL 42)
BERLAKUNYA HUKUMAN DISIPLIN
(PASAL 43)

HUKUMAN DISIPLIN RINGAN BERLAKU SEJAK DITETAPKAN

HUKUMAN DISIPLIN SEDANG BERLAKU SEJAK DITETAPKAN

PENURUNAN PANGKAT
HUKUMAN DISIPLIN BERAT SETINGKAT LEBIH
RENDAH SELAMA 3
(TIGA) TAHUN
PEMINDAHAN DALAM
BERLAKU
RANGKA PENURUNAN SEJAK
JABATAN SETINGKAT DITETAPKAN
LEBIH RENDAH
PEMBEBASAN DARI
JABATAN

PEMBERHENTIAN
BERLAKU PADA
DENGAN HORMAT TIDAK
HARI KE 15 (LIMA
ATAS PERMINTAAN BELAS)
SENDIRI SEBAGAI PNS
PEMBERHENTIAN TIDAK JIKA TIDAK
DENGAN HORMAT BANDING
SEBAGAI PNS ADMINISTRATIF
BERLAKUNYA HUKUMAN DISIPLIN
(PASAL 46)

APABILA PNS YANG DIJATUHI HUKUMAN


DISIPLIN TIDAK HADIR PADA WAKTU
PENYAMPAIAN KEPUTUSAN HUKUMAN
DISIPLIN MAKA HUKUMAN DISIPLIN
BERLAKU PADA HARI KE 15 (LIMA BELAS)
SEJAK TANGGAL YANG DITENTUKAN
UNTUK PENYAMPAIAN KEPUTUSAN
DISIPLIN
PENDOKUMENTASIAN KEPUTUSAN HUKUMAN DISIPLIN
(PASAL 47)

1. KEPUTUSAN HUKUMAN DISIPLIN WAJIB


DIDOKUMENTASIKAN OLEH PEJABAT
PENGELOLA KEPEGAWAIAN DI INSTANSI
YANG BERSANGKUTAN.

2. DOKUMEN KEPUTUSAN HUKUMAN DISIPLIN


SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA AYAT (1)
DIGUNAKAN SEBAGAI SALAH SATU BAHAN
PENILAIAN DALAM PEMBINAAN PNS YANG
BERSANGKUTAN.
KETENTUAN PERALIHAN
(PASAL 48)

1. HUKUMAN DISIPLIN YANG TELAH DIJATUHKAN SEBELUM BERLAKUNYA


PERATURAN PEMERINTAH INI DAN SEDANG DIJALANI OLEH PNS YANG
BERSANGKUTAN DINYATAKAN TETAP BERLAKU

2. KEBERATAN YANG DIAJUKAN KEPADA ATASAN PEJABAT YANG


BERWENANG MENGHUKUM ATAU BANDING ADMINISTRATIF KEPADA
BAPEK SEBELUM BERLAKUNYA PERATURAN PEMERINTAH INI
DISELESAIKAN DENGAN PP NOMOR 30 TAHUN 1980 BESERTA
PERATURAN PELAKSANAANNYA

3. APABILA TERJADI PELANGGARAN DISIPLIN DAN TELAH DILAKUKAN


PEMERIKSAAN SEBELUM BERLAKUNYA PERATURAN PEMERINTAH INI
MAKA HASIL PEMERIKSAAN TETAP BERLAKU DAN PROSES
SELANJUTNYA BERLAKU KETENTUAN DALAM PERATURAN PEMERINTAH
INI.

4. APABILA TERJADI PELANGGARAN DISIPLIN SEBELUM BERLAKUNYA


PERATURAN PEMERINTAH INI DAN BELUM DILAKUKAN PEMERIKSAAN
MAKA BERLAKU KETENTUAN DALAM PERATURAN PEMERINTAH INI.
KETENTUAN PENUTUP
(PASAL 50)

1. PASAL 12 PP NOMOR 32 TAHUN 1979 TENTANG


PEMBERHENTIAN PNS DICABUT DAN
DINYATAKAN TIDAK BERLAKU.

2. PP NOMOR 30 TAHUN 1980 TENTANG PERATURAN


DISIPLIN PNS DICABUT DAN DINYATAKAN TIDAK
BERLAKU.

3. KETENTUAN PELAKSANAAN DISIPLIN PNS MASIH


BERLAKU SEPANJANG TIDAK BERTENTANGAN
DAN BELUM DIUBAH DENGAN PERATURAN
PEMERINTAH INI.
TERIMA KASIH