Anda di halaman 1dari 10
SEMINAR PROPOSAL “ ANALISIS CEMARAN DAN IDENTIFIKASI KAPANG PADA MADU LOKAL ASAL SULAWESI TENGGARA ” Sri

SEMINAR PROPOSAL

SEMINAR PROPOSAL “ ANALISIS CEMARAN DAN IDENTIFIKASI KAPANG PADA MADU LOKAL ASAL SULAWESI TENGGARA ” Sri
SEMINAR PROPOSAL “ ANALISIS CEMARAN DAN IDENTIFIKASI KAPANG PADA MADU LOKAL ASAL SULAWESI TENGGARA ” Sri

ANALISIS CEMARAN DAN IDENTIFIKASI KAPANG PADA MADU LOKAL ASAL SULAWESI TENGGARA

SEMINAR PROPOSAL “ ANALISIS CEMARAN DAN IDENTIFIKASI KAPANG PADA MADU LOKAL ASAL SULAWESI TENGGARA ” Sri
SEMINAR PROPOSAL “ ANALISIS CEMARAN DAN IDENTIFIKASI KAPANG PADA MADU LOKAL ASAL SULAWESI TENGGARA ” Sri

Sri Handayani Putri

SEMINAR PROPOSAL “ ANALISIS CEMARAN DAN IDENTIFIKASI KAPANG PADA MADU LOKAL ASAL SULAWESI TENGGARA ” Sri
SEMINAR PROPOSAL “ ANALISIS CEMARAN DAN IDENTIFIKASI KAPANG PADA MADU LOKAL ASAL SULAWESI TENGGARA ” Sri

Dr. Amirullah, M.Si

SEMINAR PROPOSAL “ ANALISIS CEMARAN DAN IDENTIFIKASI KAPANG PADA MADU LOKAL ASAL SULAWESI TENGGARA ” Sri
SEMINAR PROPOSAL “ ANALISIS CEMARAN DAN IDENTIFIKASI KAPANG PADA MADU LOKAL ASAL SULAWESI TENGGARA ” Sri
SEMINAR PROPOSAL “ ANALISIS CEMARAN DAN IDENTIFIKASI KAPANG PADA MADU LOKAL ASAL SULAWESI TENGGARA ” Sri
SEMINAR PROPOSAL “ ANALISIS CEMARAN DAN IDENTIFIKASI KAPANG PADA MADU LOKAL ASAL SULAWESI TENGGARA ” Sri

PROGRAM STUDI MATEMATIKA FAKTULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

SEMINAR PROPOSAL “ ANALISIS CEMARAN DAN IDENTIFIKASI KAPANG PADA MADU LOKAL ASAL SULAWESI TENGGARA ” Sri

UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI

JANUARI 2017

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Desa Wonu Raya, Kec. Baito, Produksi Madu : Kementrian Kehutanan (2012) 1

Desa Wonu Raya, Kec. Baito,

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Desa Wonu Raya, Kec. Baito, Produksi Madu : Kementrian Kehutanan (2012) 1

Kab. KONSEL Produksi Madu :

  • Kementrian Kehutanan (2012)

1 dari 12 daerah jaminan cemaran tdk
1
dari
12
daerah
jaminan
cemaran
tdk
±29.359.235 ha lahan produksi MADU. SULTRA potensi sbg penghasil MADU Apis sp. Trigona sp. Analisis Cemaran
±29.359.235 ha lahan produksi MADU.
SULTRA
potensi sbg penghasil MADU
Apis sp.
Trigona sp.
Analisis Cemaran Kapang:
Berdasarkan JUMLAH kapang yg tumbuh
Untuk
memberikan
melebihi BATAS yg ditetapkan.
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Desa Wonu Raya, Kec. Baito, Produksi Madu : Kementrian Kehutanan (2012) 1

Standart Nasional Indoesia

(2013)

Tenggara” perlu untuk dilakukan.

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Desa Wonu Raya, Kec. Baito, Produksi Madu : Kementrian Kehutanan (2012) 1

M. Hutan M. Budidaya PROBLEM:
M. Hutan
M. Budidaya
PROBLEM:
Hujan & Panas + -
Hujan
&
Panas
+
-

Musim Panen

% Kadar Air
% Kadar Air

Standart Nasional Indoesia

(2013)

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Desa Wonu Raya, Kec. Baito, Produksi Madu : Kementrian Kehutanan (2012) 1

22%

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Desa Wonu Raya, Kec. Baito, Produksi Madu : Kementrian Kehutanan (2012) 1

Mikroba Pencemar

Penicillium spp. Aspergillus spp.
Penicillium spp.
Aspergillus spp.

Penelitian mengenai “Analisis Cemaran dan Identifikasi Kapang pada Madu Lokal Asal Sulawesi

< 1 x 10

1

B. Rumusan Masalah

B. Rumusan Masalah  Bagaimana hasil analisis cemaran kapang pada madu lokal ?  Jenis-jenis kapang
  • Bagaimana hasil analisis cemaran kapang pada madu lokal ?

  • Jenis-jenis kapang apakah yang mencemari madu lokal ?

C. Tujuan Penelitian
C. Tujuan Penelitian
B. Rumusan Masalah  Bagaimana hasil analisis cemaran kapang pada madu lokal ?  Jenis-jenis kapang
  • Mengetahui hasil analisis cemaran kapang pada madu lokal

  • Mengetahui Jenis-jenis kapang yang mencemari madu lokal

D. Manfaat Penelitian
D. Manfaat Penelitian
  • Sebagai sumber informasi mengenai cemaran kapang paa madu lokal asal Sulawesi Tenggara

  • Sebagai acuan bagi penelitian selanjutnya, khususnya yg meneliti masalah-masalah yg relevan dengan penelitian ini.

Tinjauan pustaka

A. Lebah Madu
A. Lebah Madu
B. Madu Jenis-Jenis Madu Faktor-Faktor Penentu Kualitas Madu C. Kapang pada Madu
B.
Madu
Jenis-Jenis Madu
Faktor-Faktor Penentu Kualitas Madu
C.
Kapang pada Madu
D. Analisis Cemaran Kapang pada Madu E. Identifikasi
D. Analisis Cemaran Kapang pada Madu
E. Identifikasi

Metode penelitian

a. Madu b. Cemaran Kapang Terlampir c. Kapang d. SNI madu Alat & Bahan November 2016-Mei
a.
Madu
b.
Cemaran Kapang
Terlampir
c.
Kapang
d.
SNI madu
Alat & Bahan
November 2016-Mei 2017
Kab. Konawe Selatan, Kec. Baito, Desa
Wonua Raya (Pengambilan Sampel)
dan Lab. Mikrobiologi FMIPA UHO
1. Defenisi
Operasional
Time and place
Jumlah total koloni kapang pd
MADU
&
Karakter fenotipik kapang madu
budidaya dan madu hutan
2. Indikator
Penelitian

Prosedur Penelitian

Persiapan Alat & Bahan
Persiapan Alat & Bahan
Pembuatan Media Sterilisasi Alat & Bahan Pengambilan Sampel / Sumber Isolat
Pembuatan Media
Sterilisasi Alat & Bahan
Pengambilan Sampel / Sumber
Isolat
Prosedur Penelitian Persiapan Alat & Bahan Pembuatan Media Sterilisasi Alat & Bahan Pengambilan Sampel / Sumber

Media PDA (Potato

Dextrose Agar)

Botol STERIL Dimasukkan ke dalam coolbox
Botol STERIL
Dimasukkan ke dalam coolbox
Prosedur Penelitian Persiapan Alat & Bahan Pembuatan Media Sterilisasi Alat & Bahan Pengambilan Sampel / Sumber

Desa Wonua Raya

Suhu & Kelembapan udara

Thermohygrometer
Thermohygrometer
Pengukuran Faktor Lingkungan
Pengukuran Faktor Lingkungan

pH

pH universal
pH universal
Suhu & Kelembapan udara Thermohygrometer Pengukuran Faktor Lingkungan pH pH universal STEP : 1. Menimbang berat
STEP : 1. Menimbang berat awal 2. Mengoven 105 0 C, 3 Jam 3. Menimbang berat
STEP :
1.
Menimbang berat awal
2.
Mengoven 105 0 C, 3 Jam
3.
Menimbang berat akhir
Pengukuran Kadar Air
Pengukuran Kadar Air
Analisis Cemaran & Identifikasi Numerik Fenetik
Analisis Cemaran & Identifikasi
Numerik Fenetik
Metode Gravimetri (AOAC, 2006) % kadar air = Berat bobot Berat awal sampel x 100 %
Metode Gravimetri (AOAC, 2006)
% kadar air = Berat bobot
Berat awal sampel
x 100 %
Suhu & Kelembapan udara Thermohygrometer Pengukuran Faktor Lingkungan pH pH universal STEP : 1. Menimbang berat

Berat bobot = Berat awal-Berat akhir

Analisis Cemaran & Identifikasi Numerik Fenetik Tahapan Pengenceran 10 , 10 dan 10 dipipet 0,1 mL
Analisis Cemaran & Identifikasi Numerik Fenetik
Analisis Cemaran
&
Identifikasi Numerik
Fenetik
Analisis Cemaran & Identifikasi Numerik Fenetik Tahapan Pengenceran 10 , 10 dan 10 dipipet 0,1 mL

Tahapan Pengenceran 10 -3 , 10 -4 dan 10 -5 dipipet 0,1 mL ke dalam cawan petri dan dibuat duplo

Analisis Cemaran & Identifikasi Numerik Fenetik Tahapan Pengenceran 10 , 10 dan 10 dipipet 0,1 mL

Tahapan Pengenceran 10 -3 , 10 -4 dan 10 -5 dipipet 0,1 mL ke dalam cawan petri dan dibuat duplo

Analisis Cemaran & Identifikasi Numerik Fenetik Tahapan Pengenceran 10 , 10 dan 10 dipipet 0,1 mL

Diinkubasi pada suhu ruang selama 1-2 minggu

Diinkubasi pada suhu ruang selama 3-7 hari

Analisis Cemaran & Identifikasi Numerik Fenetik Tahapan Pengenceran 10 , 10 dan 10 dipipet 0,1 mL

Menghitung jumlah koloni kapang pada madu hutan dan

madu budidaya

Membandingkan hasil perhitungan berdasarkan SNI
Membandingkan hasil perhitungan berdasarkan
SNI

Pemurnian isolat

Analisis Cemaran & Identifikasi Numerik Fenetik Tahapan Pengenceran 10 , 10 dan 10 dipipet 0,1 mL

Karakterisasi kapang

Analisis Cemaran & Identifikasi Numerik Fenetik Tahapan Pengenceran 10 , 10 dan 10 dipipet 0,1 mL
Identifikasi numerik fenetik (MVSP) & Identifikasi Numerik
Identifikasi numerik fenetik (MVSP) &
Identifikasi Numerik

Daftar pustaka

ACOC, 2005, Official Method 931.40 Moisture in Cocoa Product, Association Of Official Andytical Chemistry (AOAC).

Daftar pustaka ACOC, 2005, Official Method 931.40 Moisture in Cocoa Product, Association Of Official Andytical Chemistry