Anda di halaman 1dari 15

Setelah berbagai tipe kerugian potensiil

berhasil diidentifikasi, maka untuk keperluan


penentuan cara penanggulangannya maka
exposure-exposure tersebut harus diukur.
1. Untuk dapat menentukan kepentingan
relatif dari suatu risiko yang dihadapi.
2. Untuk mendapatkan informasi yang sangat
diperlukan oleh Manajer Risiko dalam upaya
menentukan cara dan kombinasi cara-cara
yang paling dapat diterima / paling baik
dalam penggunaan sarana penanggulangan
risiko.
1. Besarnya frekuensi kerugian.
Artinya berapa kali terjadinya suatu kerugian
selama suatu periode tertentu. Jadi untuk
mengetahui sering tidaknya suatu kerugian itu
terjadi.
2. Tingkat kegawatan (severity) atau keparahan
dari kerugian-kerugian tersebut.
Artinya untuk mengetahui sampai seberapa
besar pengaruh dari suatu kerugian terhadap
kondisi perusahaan, terutama kondisi
finansiilnya
1. Nilai rata-rata dari kerugian selama suatu
periode anggaran.
2. Variasi nilai kerugian dari satu periode
anggaran ke periode anggaran yang lain
(naik-turunnya nilai kerugian dari waktu ke
waktu).
3. Dampak keseluruhan dari kerugian-
kerugian tersebut, terutama kerugian yang
ditanggung sendiri (diretensi), jadi tidak
hanya nilai rupiahnya saja.
Dalam mengestimasi kegawatan dari suatu
kerugian penting pula diperhatikan jangka
waktu dari suatu kerugian, di samping nilai
rupiahnya. Hal ini berkaitan dengan :
1. the time value of money, yang harus
diperhitungkan berdasarkan tingkat bunga
(interest rate) yang ada,
2. kemampuan perusahaan untuk membagi-
bagi biaya (cash outlay) yang diperlukan
untuk penanggulangan kerugian.
Contoh :
Kerugian sebesar Rp. 5.000.000,- setiap
tahun, yang terjadi selama 10 tahun adalah
lebih ringan / tidak gawat.
dibandingkan dengan kerugian yang selama 10
tahun hanya sekali terjadi, tetapi dengan
kerugian sebesar Rp. 50.000.000,-.
Sebab pada peristiwa pertama : beban bunga
lebih ringan dibandingkan peristiwa ke dua,
dan perusahaan dapat dengan mudah
memasukkan kerugian tersebut dalam
komponen biaya.
1. Kerugian yang hampir tidak mungkin terjadi.
yaitu risiko yang menurut pendapat Manajer
Risiko tidak akan terjadi atau kemungkinan
terjadinya sangat kecil sekali atau hampir tidak
mungkin terjadi (probabilitas terjadinya
mendekati nol),
2. Kerugian yang kemungkinan terjadinya kecil.
yaitu risiko-risiko yang tidak akan terjadi dalam
waktu dekat dan di masa yang akan datang
kemungkinannya pun kecil,
3. Kerugian yang mungkin.
yaitu kerugian-kerugian yang mungkin bisa
terjadi dalam waktu dekat di masa yang akan
datang.
4. Kerugian yang mungkin sekali.
yaitu kerugian yang biasanya terjadi secara
teratur, baik dalam waktu dekat maupun di
masa mendatang jadi merupakan kerugian
yang hampir pasti terjadi
1. Beberapa jenis kerugian yang dapat
menimpa suatu obyek.
2. Beberapa jenis obyek yang dapat terkena
suatu jenis kerugian.
3. Sebab kedua hal itu akan sangat
mempengaruhi besarnya probabilitas
kerugian potensiil
Dalam menentukan kegawatan kerugian
Manajer Risiko harus hati-hati dalam
memasukkan semua kerugian yang mungkin
bisa terjadi akibat suatu peristiwa tertentu
dan bagaimana dampak terakhir terhadap
kondisi keuangan perusahaannya.
Sebab sering terjadi bahwa yang terlihat
adalah kerugian yang tidak penting (kerugian
langsung), sedang kerugian yang lebih
penting justru yang sering sukar untuk
diidentifikasi (kerugian tidak langsung).
Pada tahap ini, anda akan mempunyai daftar risiko spesifik
yang dapat mempengaruhi perusahaan anda, dan 2 skor di
sebelah masing - masing daftar: satu untuk kecenderungan,
dan satu untuk dampaknya.
Berikut adalah sebuah contoh bagaimana tampaknya:
Risiko kecender Dampak Skor Risiko
ungan
Klien utama XYZ Corp 5 2 10
terlambat membayar
tagihannya.
Kehilangan daya lebih dari 1 3 3
24 jam.
Janet COO kita pergi 4 4 16
meninggalkan perusahaan.
Sebuah kompetitor baru 2 5 10
memotong harga produk
utama kita.
Review produk yang 3 2 6
mengganggu dari majalah
/ website berpengaruh.
Anda akan memiliki lebih banyak risiko
dibandingkan ini, namun tabel ini paling tidak
memberikan anda gambaran bagaimana cara
kerjanya. Pada contoh ini, saya kira klien saya
sangat sering (5) terlambat membayar
tagihannya, namun dampaknya tidak akan
terlalu tinggi (2). Itu mungkin akan
mengganggu, namun saya dapat bertahan
pada pembayaran dari pelanggan lainnya. Jadi
5 x 2 = 10, sebuah skor risiko yang medium.
Pada hal lainnya, kehilangan COO saya
merupakan sebuah risiko yang besar. Dia
memiliki banyak pengalaman khusus tentang
bisnis, sebaik hubungan dengan klien kunci.
Jika dia pergi ke kompetitor, dampaknya akan
sangat besar (4). Dan skornya untuk
kecenderungan adalah "4" juga - mungkin dia
memberitahu saya kalau dia tidak bahagia
dengan perannya dan mencari sebuah
tantangan baru. Jadi 4 x 4 = 16, sebuah skor
risiko yang tinggi. Ini adalah hal yang harus
difokuskan.