Anda di halaman 1dari 11

PENGEMBANGAN BAHAN PANGAN LOKAL

STUDI KASUS:
SENTRA BELUT GODEAN
Nurdini Lestari 13/352639/PGE/01036
Dwi Eliyani 13/353059/PGE/01047
Lutfiana Devi 13/356106/PGE/01063
Astri Hanjarwati 13/303538/SGE/00218

Program Pascasarjana
Fakultas Geografi
Universitas Gadjah Mada
PROFIL SENTRA BELUT GODEAN
Pada tahun 1960-an lahan pertanian (sawah) di
Kecamatan Godean masih sangat luas.
Tidak hanya menghasilkan padi yang melimpah,
namun juga sebagai habitat belut sawah untuk
berkembangbiak secara alami.
Hasil tangkapan belut di Kecamatan Godean
sangat banyak.
Masyarakat berinisiatif untuk mengolah belut
tersebut agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Belut diolah menjadi keripik belut.
PROFIL SENTRA BELUT GODEAN
Tahun 1990-an demand keripik belut semakin
meningkat.
Namun supply belut lokal tidak mampu memenuhi
demand yang ada.
Pengusaha keripik belut berusaha mencari solusi
untuk memenuhi demand yang semakin
meningkat dengan mendatangkan belut dari
wilayah lain (Jawa Timur).
80% supply belut di Godean saat ini didatangkan
dari Jawa Timur.
STAKEHOLDER YANG BERPERAN
No. Stakeholder Peran
1. Paguyuban Harapan Mulya Wadah untuk menyalurkan aspirasi
pengusaha keripik belut kepada pemerintah,
menjalin komunikasi yg baik
antarpengusaha.
2. Dinas Pasar Merelokasi pedagang keripik belut dari Pasar
Godean ke Sentra Kuliner Belut.
3. Dinas Perikanan - Memberikan modal kepada peternak belut,
namun mengalami kegagalan.
- Menaungi jalannya impor belut dari Jatim.
4. Dinas Perindustrian dan Memberikan pelatihan pada paguyuban
Perdagangan dalam hal pengolahan, pengemasan dan
pemasaran.
5. Pemda Kabupaten Sleman Promosi dan informasi sentra belut Godean
pada web pemda Kab. Sleman, media cetak,
dan elektronik.
MATRIKS
Pengusaha Dinas Dinas Dinas Pemda
Pasar Perikanan Perindustri Kab.
an Sleman

Pengusaha X

Dinas Pasar X

Dinas
X
Perikanan

Dinas
Perindustria X
n

Pemda Kab.
X
Sleman

komplemen berkonflik netral


PERMASALAHAN PENGEMBANGAN
SENTRA BELUT GODEAN
Belut masih didatangkan dari Jawa Timur, harga bahan
baku menjadi mahal.
Tidak ada komunikasi antara dinas pasar dan para
pedagang keripik belut terkait dengan pembangunan
Sentra Kuliner Belut.
Relokasi pedagang dari Pasar Godean ke Sentra Kuliner
Belut merugikan pedagang karena omsetnya turun
drastis.
Setelah Relokasi
Sebelum Relokasi
SARAN UNTUK PENGEMBANGAN
SENTRA BELUT GODEAN
Dinas Perikanan Kabupaten Sleman hendaknya
memberikan pelatihan/ pendidikan kepada warga
Godean untuk membudidayakan belut, sehingga
permintaan belut dapat dipenuhi oleh Kecamatan
Godean.
Memaksimalkan fungsi dari Paguyuban Harapan Mulya
sebagai fasilitator untuk menjembatani komunikasi
antara pedagang dan Dinas Pasar.
Menjalin kerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY dan
Travel Agency untuk memasukan Sentara Kuliner Belut
ke dalam paket wisata sebagai sentra oleh-oleh khas
Yogyakarta selain Bakpia, dan lain-lain.
DOKUMENTASI
TERIMAKASIH