Anda di halaman 1dari 26

DIARE

Kelompok
5
Present
Pengertian

Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit


secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi
satu kali atau lebih buang air besar dengan
bentuk tinja yang encer atau cair. Menurut Suradi &
Rita (2001)
Etiologi

Penyebab dari diare ada dua, antara lain :

Faktor infeksi FAKTOR NON INFEKSI


Faktor infeksi

Bakteri
Virus
Jamur
Parasit
FAKTOR NON INFEKSI

Alergi makanan
Gangguan metabolik atau malabsorbsi
Iritasi lansung pada saluran
pencernaan oleh makanan
Obat-obatan
Penyakit usus
Emosional dan stress
Obstruksi usus
Patofisiologi

Pathway
Klasifikasi

Klasifikasi juga dapat dibagi berdasarkan etiologinya seperti halnya


MOSES membagi berdasarkan atas penyebabnya :
a. Infeksi
Parasit
Bakteria
Eteroviral
b. Keracunan makanan Karena toksin bakteri,misalnya :
Botulisme
Karena enteroktoksin staphylolococous
Karena toksin yang dikeluarkan oleh makanan sendiri
c. Diare akibat obat-obatan
Antibiotic diare, dapat terjadi pada penderita yang di rawat di
rumah sakit dan mendapat terapi antibiotika yang lama.
Dimanan bakteri sudah resisteent terhadap antibiotika.
Diare dapat timbul secara sekunder karena di dosis berlebihan
dari quinidin, colchicin, digitalis, reserpin, laksaktip dan obat-
obatan dll
Diare yang etiologinya tidak pasti misalnya :
psseudomembranous enterooolitis
Diare psichogenik
NANDA NIC NOC membagi diare :

Diare akut
Virus
Parasite. Protozoa
Diare kronik
Umumnya diare kronik dapat dikelompokan dalam 6 kategori
pathogenesis terjadinya : Diare osmotic, diare sekretorik, diare
karena gangguan motilitas, diare inflamatorik, malabsorbsi,
infeksi kronik.
Diare persisten
diare yang berlangsung 15-30 hari, merupakan kelanjutan dari
diare akut atau peralihan antara diare akut dan kronik.
MANEFESTASI KLINIS

Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer
Terdapat tanda dan gejala dehidrasi : turgor kulit jelek
(elastisitas kulit menurun), abun-abun dan mata cekung,
membran mukosa kering
Keram abdominal
Demam
Mual dan muntah
Anoreksia
Lemah
Pucat
Perubahan TTV
Menurun atau tidak ada pengeluaran urine
Pemeriksaan diagnostik klinis

Makroskopi
1. Jumlah
2. Konsistensi
3. Warna
4. Bau
5. Darah
6. Lendir
7. Parasit
Mikroskopi
1. Protozoa
2. leukosit
3. eritrosit
4. epitel
5. kristal
6. sisa makanan
Penatalaksanaan diare

Penatalaksanaan Medis
Penatalaksanaan medik primer menurut Diane C, 2000 diarahkan
pada pengontrolan dan menyembuhkan penyakit yang mendasar
Untuk diare ringan, tingkatkan masukan cairan per oral; mungkin
diresepkan glukosa oral dan larutal elktrolit.
Untuk diare sedang, obat-obat non-spesifik, difenoksilat (Lomotif) dan
loperamid (Imodium) untuk menurunkan motilitas dari sumber non
infeksius
Diresepkan antimicrobial jika telah terindentifikasi preparat infeksius
atau diare memburuk.
Terapi intravena untuk hidrasi cepat, terutama untuk pasien yang
sangat muda atau lansia.
Diare akut

Rehidrasi Prioritas utama


JenisCairan: Oralit, Ringer Laktat, NaClIsotonik+ 1 ampulNa.
Bikarbonat7,5 % 50 ml
Jumlah Cairan Dihitung dengan Metodepierce
Rute pemberian Dapat dipilihOral atau IV

Jadwal pemberian cairan:


-Diberikan pd 2 jam pertama
-Selanjutnya lakukan penilaian thd status hidrasi
-Rehidrasi diharapkan terpenuhi lengkap pd akhir jam ke-3
Diare kronik

Rehidrasi Oralit, Cairan Infus yaitu Ringer laktat, Dekstrosa 5 %, dll


Antispasmodik, antikolinergik Papaverin(3x/hari), Mebeverine(3-4
tab/hari),Hiosin n-butilbromida (Buscopan) 3x1 tab/hr.
Obat antidiare
a. Motilitas & sekresi usus
b. Obat antidiare yang mengeraskan tinja dan absorbsi-absorbsi zat
toksik
c. Antiemetik
d. Obat ekstrak enzim pancreas
e. Aluminium hidroksida
f. Fenotiazin dan asam nikotinat
Penatalaksanaan Non Medis

Masalah klien diare yang perlu diperhatikan ialah resiko


terjadinya gangguan sirkulasi darah, kebutuhan nutrisi, resiko
komplikasi, gangguan rasa aman dan nyaman, kurangnya
pengetahuan orang tua mengenai proses penyakit. Mengingat
diare sebagian besar menular, maka perlu dilakukan
penataan lingkungan sehingga tidak terjadi penularan pada
klien lain.

Data fokus
1. Hidrasi
2. Abdomen
KOMPLIKASI

Dehidrasi
Hipokalemi
Hipokalsemi
Cardiac dysrhythmias
Hiponatremi
Syok hipovolemik
Asidosis
ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Pengkajian
A. Identitas klien.
B. Riwayat keperawatan
Awalan serangan : Suhu tubuh meningkat,anoreksia kemudian timbul
diare.
Keluhan utama : Feces semakin cair, muntah, bila kehilangan banyak air
dan elektrolit terjadi gejala dehidrasi, berat badan menurun. Pada bayi
ubun-ubun besar cekung, tonus dan turgor kulit berkurang, selaput
lendir mulut dan bibir kering, frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan
konsistensi encer
c. Riwayat kesehatan masa lalu.
Riwayat penyakit yang diderita, riwayat pemberian imunisasi.
D. Riwayat psikososial keluarga.
Hospitalisasi akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi
keluarga, kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui
prosedur dan pengobatan anak, setelah menyadari penyakit anaknya,
mereka akan bereaksi dengan marah dan merasa bersalah.
E. Kebutuhan dasar.
Pola eliminasi
Akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari,
BAK sedikit atau jarang.
Pola nutrisi
Diawali dengan mual, muntah, anopreksia, menyebabkan
penurunan berat badan pasien.
Pola tidur dan istirahat
Terganggu karena adanya distensi abdomen yang akan menimbulkan rasa
tidak nyaman.
Pola hygiene
Kebiasaan mandi setiap harinya.
Aktivitas
Akan terganggu karena kondisi tubuh yang lemah dan adanya nyeri akibat
distensi abdomen

Pemerkisaan fisik
Pemeriksaan psikologis :
Keadaan umum tampak lemah, kesadaran composmentis sampai
koma, suhu tubuh tinggi, nadi cepat dan lemah, pernapasan agak cepat.
Evaluasi Keperawatan

Tahap evaluasi adalah perbandingan hasil-hasil yang di amati dengan


kriteria hasil yang di buat pada tahap perencanaan. Kemampuan yang
harus di miliki perawat pada tahap ini adalah:
memahami respon terhadap intervensi keperawatan
kemampuan mengembalikan kesimpulan tentang tujuan yang di capai
kemampuan dalam menghubungkan tindakan keperawatan pada
kriteria hasil.
Pemeriksaan sistematik :
Inspeksi : mata cekung, ubun-ubun besar, selaput lendir, mulut dan bibir
kering, berat badan menurun, anus kemerahan.
Perkusi : adanya distensi abdomen.
Palpasi : Turgor kulit kurang elastis
Auskultasi : terdengarnya bising usus.

Diagnosa keperawatan
a. Intoleransi Aktivitas
b. Kekurangan volume cairan
c. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
d. Resiko Kerusakan Integritas Kulit
Pelaksanaan keperawatan

Tahapan pelaksanaan merupakan tahapan ke empat dari proses


keperawatan dengan melaksanakan berbagai strategi keperawatan
(tindakan keperawatan ) yang telah di rencanakan dalam rencana tindakan
keperawatan. Dalam tahap ini, perawat harus mengetahui berbagai hal di
antaranya :
bahaya-bahaya fisik dan perlindungan pada klien
tehnik komunikasi
kemampuan dalam prosedur tindakan
pemahaman tentang hak-hak dari pasien serta memahami tingkat
perkembangan pasien
Dalam pelaksanaan rencana tindakan terdapat dua jenis tindakan, yaitu
tindakan jenis mandiri dan tindakan kolaborasi (hidayat,A.aziz
alimul,2008:122)
KESIMPULAN

Diare diartikan sebagai suatu keadaan dimana terjadinya kehilangan cairan


dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi buang air
besar satu kali atau lebih dengan bentuk encer atau cair. penyebab
utama diare, meliputi infeksi bakteri (Vibrio, E. coli, Salmonella,
Shigella, Campylobacter, Yersinia, Aeromonas, dsb), infeksi virus
(Enterovirus, Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus, dll), infeksi parasit (E.
hystolytica, G.lamblia, T. hominis) dan jamur, yang berdasarkan
klasifikasi Diare akut atau diare karena infeksi usus yang bersifat
mendadak. Diare karena infeksi usus dapat terjadi pada setiap umur
dan bila menyerang bayi umumnya disebut gastroenteritis infantile.
Diare kronik yang umumnya bersifat menaun, diantara diare akut dan
kronik disebut diare sub akut. Diare persisten adalah diare yang
berlangsung 15-30 hari, merupakan kelanjutan dari diare akut atau
peralihan antara diare akut dan kronik.