Anda di halaman 1dari 31

Kebijakan Program

Pelayanan Kesehatan Jiwa


di Puskesmas

Herbet Sidabutar
Direktorat Bina Kesehatan Jiwa
Jakarta, 7 Agustus 2014
MASALAH KESEHATAN JIWA
DI MASYARAKAT
RAWAT INAP MEDIS PSIKO
(RSJ/RSU) SOSIAL

STIGMA KEKERASAN
M I E S H B K T K H B T S P P
MASYARAKAT

E N D O A E D K E U U E E E E
D F U S M N R I A K N M K M M
I O K I C T - M U U P O B B
A A E I
S R A A B A M H L
N T R A
M S L N A D Y
A
A I A D K H A A
S N I E - Y A
I R R U A N
I J K A
A S N
MASALAH KESWA & PSIKOSOSIAL
DI MASYARAKAT

Masalah Keswa pada TKI


Masalah Keswa di keluarga, pola asuh dll
Masalah kekerasan di masy (tawuran, KDRT)
Masalah Keswa dan psikososial akibat bencana
Angka kejadian bunuh diri yang semakin
meningkat
Kenakalan remaja dan penyalahgunaan Napza
Masalah Keswa pada usia sekolah
Menurunnya produktivitas kerja
Pemasungan pada penderita gangguan jiwa
Data Epidemiologi Kesehatan Jiwa
1. Prevalensi Nasional:
Ggn mental emosional (gejala depresi dan anxietas) 15 thn:
6% atau >14 juta jiwa; Ggn jiwa berat (psikosis): 1,7/1000
atau > 400.000 jiwa (Riskesdas, 2013)
Pengguna napza dalam 1 tahun terakhir 2.2% (3.8 juta), 1.8 juta
merupakan pengguna reguler (BNN, 2011)
Bunuh diri: +0.5/100.000 populasi atau sekitar 1170 kasus
bunuh diri per tahun (Mabes POLRI, 2012)

2. Sebesar 14,3% atau sekitar 57 ribu kasus gangguan jiwa


berat pernah dipasung (Riskesdas 2013)
Beban Global Penyakit
PENYEBAB UTAMA BEBAN PENYAKIT
BERDASARKAN DALYs
1990 2020
Infeksi pernafasan bawah 1
1 Penyakit jantung iskemik
Penyakit diare 2
2 Depresi mayor unipolar
Keadaan yang timbul pada periode
perinatal 3 3 Kecelakaan lalu lintas
Depresi mayor unipolar 4 4 Penyakit serebrovaskular
Penyakit jantung iskemik 5 5 Penyakit paru obstruktif
kronik
Penyakit serebrovaskular 6
6 Infeksi pernafasan bawah

Tahun 2030: Depresi diestimasikan menjadi no.1 penyebab


utama beban akibat penyakit
Global Burden of Disease WHO, 2004
Bagaimana Jika Masalah Kesehatan Jiwa
Tidak Ditanggulangi?
Disharmoni keluarga
Menurunnya produktivitas kerja, menurunnya kualitas
SDM
Menurunkan status kesehatan fisik
Meningkatnya permasalahan psikososial di masyarakat
Meningkatnya kesenjangan pengobatan pada gangguan
jiwa
Meningkatnya beban penyakit global dan nasional
(prediksi WHO: depresi menjadi no.2 beban penyakit global di
bawah penyakit jantung iskemik pada tahun 2020)
Meningkatnya beban ekonomi Negara
Kondisi saat ini...
Kesenjangan pengobatan masih tinggi: >90%
Adanya keterlambatan dalam pengenalan masalah
kesehatan jiwa
Keterlambatan dalam membawa orang dengan masalah
kejiwaan ke fasilitas kesehatan
Adanya kasus-kasus pemasungan

Sementara itu.

Sumber daya layanan kesehatan jiwa terbatas


TREATMENT GAP
Sites Treatment Gap for Treatment Gap for
Epilepsy (%) Psychosis (%)
Namkum, Ranchi, 89.9 97.6
India
Sarsol, Kanpur, India 90.2 96.5
Chattarpur, Delhi, 81.5 72.3
India
West Java, Indonesia 90.6 96.5
Nyaundon, Myanmar 94.6 98.4

Document WHO, 2005


RSJ & RSKO (n=48 di 26 dari 34 provinsi)
Emergensi psikiatri, one stop center termasuk layanan sub-
spesialisasi

RSU dengan layanan jiwa (n=181 atau 40,67% dari 445)


Emergensi psikiatri, poliklinik psikiatri, liaison psychiatry

Puskesmas dengan layanan jiwa (n=2702 atau 30%


dari 9005)
Penyuluhan keswa, konseling, layanan kesehatan jiwa dasar yang
terintegrasi di poli umum, kunjungan rumah, outreach,
pemberdayaan keluarga, rujukan
Tenaga Kesehatan Jiwa
Tenaga kesehatan jiwa profesional: 1.07 / 100,000
populasi.
Psikiater: 773 (0.32 per 100.000 populasi)
Psikolog klinis: 451 (0.19 per 100.000 populasi)
Perawat jiwa: 6500 (2 per 100.000 populasi)
Distribusi tidak merata, hanya terdapat di kota besar.

% puskesmas dengan petugas yang pernah mengikuti pelatihan


kesehatan jiwa: baru 46.5% (Rifaskes 2011). Tahun dan jenis
pelatihan?
rendah Tingkat Layanan Kesehatan Jiwa tinggi

1
RSJ
Kebutuhan Biaya
2 Layanan psikiatri di
RSU
3 Layanan keswamas
(rawat jalan/kunjungan rumah)
4 Layanan keswa melalui
puskesmas
5 Dukungan kelompok masyarakat
di luar sektor kesehatan
6
Perawatan diri dan dukungan keluarga
tinggi rendah
Jumlah kebutuhan layanan
(Maramis A, 2005; adapted from van Ommeren, 2005)
Integrasi Layanan Kesehatan Jiwa Masyarakat
pada Tiap Level Layanan Kesehatan

Layanan Kesehatan Jiwa Masyarakat


RSJ, RSU

Layanan psikiatri/psikologi di RSU

Layanan kesehatan jiwa di puskesmas

Kelompok swabantu, LSM peduli keswa

Perawatan diri di keluarga (self-care)


Spektrum Layanan Kesehatan
Jiwa Masyarakat
Populasi Risiko Gangguan
Prevalensi
Umum Tinggi Jiwa Berat dan
Tinggi
Kronik

Promosi Kesehatan Jiwa


Deteksi Dini
Konseling Rehabilitasi Psikososial
Peningkatan Kesadaran
Intervensi Dini Jejaring layanan
Publik
Intervensi Krisis
Managemen Kasus
Intensif
Strategi Menurunkan Treatment Gap
3 (tiga) strategi dalam menurunkan treatment gap bagi gangguan
jiwa berdasarkan survei yang dilakukan pada WPA di 60 negara
(2010):

1. meningkatkan jumlah psikiater dan profesional


kesehatan jiwa lainnya
2. meningkatkan keterlibatan penyedia layanan
kesehatan jiwa non-spesialis yang terlatih
dengan baik
3. keterlibatan aktif orang yang terkena dampak
gangguan jiwa secara langsung (ODMK dan
keluarga)
Patel V, et al. Reducing the treatment gap for mental
disorders: a WPA survey. World Psychiatry, 2010
Strategi Pengembangan Keswamas Kemenkes
1. Integrasi upaya kesehatan jiwa di layanan kesehatan primer
- penguatan tenaga kesehatan non-spesialis dan pemberdayaan
masyarakat
- bimbingan teknis dari tenaga kesehatan jiwa profesional dan
penguatan sistem rujukan
- penguatan pembiayaan dan ketersediaan obat bagi layanan keswa
2. Penguatan koordinasi lintas program dan lintas sektor
dalam pembangunan kesehatan jiwa masyarakat
3. Meningkatkan kerjasama dalam memenuhi kebutuhan akan
data/evaluasi melalui hasil penelitian keswamas.
4. Penyusunan regulasi dan kebijakan keswamas
- Peta Strategi Keswamas 2015-2019
- Perpres Gugus Tugas Pembangunan Keswa untuk kolaborasi lintas sektor
ISU STRATEGIS BARU
RPJMN 2014-2019
Pengembangan JKN menuju universal health coverage tahun 2019:
Kepesertaan
Pembiayaan, pembayaran dan paker manfaat
Kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan
Pengaturan peran kesehatan publik.

Perubahan struktur penduduk yang diikuti dengan transisi


epidemiologi:
Mendorong peningkatan pervalensi dan kematian akibat penyakit tidak menular
Peningkatan kesehatan lansia dan pengendalian penyakit
mental
Permasalahan penyakit menular dapat diperburuk oleh perubahan iklim.

Beban ganda gizi:


Mengurangi kekurangan gizi dan stunting
Mencegah meningkatnya kegemukan
17
SASARAN UMUM
1. Meningkatnya status kesehatan masyarakat, yang ditandai dengan:
Menurunnya angka kematian terutama kematian ibu bayi
dan anak
Menurunnya angka kesakitan penyakit menular (TB,
Malaria, HIV, DBD, Diare, neglected diseases (kusta,
frambusia), dan penyakit tidak menular (jantung,
diabetes, stroke, hipertensi, kesehatan jiwa)
Menurunnya angka kecacatan

2. Meningkatnya status gizi masyarakat, yang ditandai dengan


Menurunnya prevalensi kekurangan gizi
Menurunnya prevalensi stunting
Menurunnya laju kegemukan
18
Arah Kebijakan 3
Meningkatkan pengendalian penyakit menular,
tidak menular, dan penyehatan lingkungan

Strategi Indikator
Peningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan
wabah
Eliminasi/eradikasi penyakit terabaikan (neglected tropical
diseases) terutama kusta dan frambusia
Peningkatan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular
melalui peningkatan promosi pola makan sehat, aktiftas fisik
dan pengurangan merokok
Penguatan kebijakan pemerintah pusat dan daerah melalui
advokasi dan kemitraan
Penguatan pelayanan kesehatan primer dan rujukan
pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular
Peningkatan pelayanan kesehatan jiwa
Dll
INDIKATOR KESEHATAN JIWA
(WHO , ASEAN RPJMN)
WHO Mental Health Action ASEAN Mental Health Taskforce RPJMN
Plan 2013-2020
2014-2019
1). Target: service coverage for 1. Psychosis treatment-rate STRATEGI:
severe mental disorders have (facility-based) percentage Peningkatan Pelayanan KESWA
increased by 20% (by the year INDIKATOR:
Number of patient getting
2020) Persentase penderita gangguan
treatment for psychosis /
psikotik yang mendapat
Proportion of persons with a Total number of psychosis
pelayanan KESWA di fasyankes
severe mental disorder cases in the community X
(psychosis, bipolar, moderate- 100%
TARGET :
severe depression) who are
(If the local prevalence is not meningkat sebesar 10% hingga
using services (%).
available, WHO prevalence of 1% tahun 2019.
of total population should be use) Jumlah Penderita gangguan
psikotik yang mendapat layanan
KESWA di fasyankes / Total
jumlah kasus psikotik di
masyarakat x 100%
DATA EPIDEMIOLOGI KESWA
Riskesdas 2013, populasi 236 juta
MASALAH PREVALENSI KOMPETENSI DOKTER
KESWA FASYANKES PRIMER
Gangguan Mental 6% Belum sepenuhnya mampu melakukan deteksi
Emosional (gejala > 14 juta dan tatalaksana terkait dengan kompetensi yang
ansietas dan diberikan dalam Standar Kompetensi Dokter
Indonesia (SKDI) hanya kompetensi 2
depresi)

Gangguan Psikotik 1,7 / 1000 Dianggap mampu melakukan deteksi dan


tatalaksana terkait dengan kompetensi yang
> 400.000 diberikan dalam Standar Kompetensi Dokter
Indonesia (SKDI) kompetensi 3 A

Gangguan Psikotik 14,3%


yang pernah di > 57.000
pasung
2030 RANKINGS:
THE LEADING CAUSES OF DALYS LOST

World 1 HIV/AIDS
2 Depression
3 Ischaemic heart disease.

High-income countries 1 Depression


2 Ischaemic heart disease
3 Alzheimer

Middle-income countries 1 HIV/AI DS


2 Depression
3 Cerebrovascular

Low-income countries 1 HIV/AIDS


2 Perinatal
3 Depression
1. LEGISLASI DAN PERATURAN
YANG MENDUKUNG PENANGGULANGAN MASALAH KESWA

RUU KeswaSelesai dibahas di Panja Komisi 9


Tim Perumus/Sinkronisasi Paripurna
Presiden
Revisi UU no 32 tahun 2004 tentang otonomi
daerah & PP No 38 tahun 2004 Kesehatan Jiwa
masuk dalam Lampiran draft Revisi
Peraturan Menteri Kebijakan dan Rencana Aksi
Kesehatan Jiwa, NSPK
PERDA, Peraturan Gubernur, Peraturan
Bupati/Walikota
2. STRENGTHENING THE PRIMARY HEALTH CARE
SYSTEM TO DELIVER MENTAL HEALTH CARE
Change in traditional More awareness about New Thinking
approach mental health

More than psychiatry


Governments Reach-out to the
Limited role of mental
hospitals
Policy makers community
Newer psychotropic Experts Use existing systems
medications
Empower the PHC
Include prevention and
promotion, including well- Programmes and system
being policies at all Keep the programme
Comprehensive term mental
levels simple, but evidence-
health
based
2. PENGUATAN SISTEM LAYANAN PRIMER
UNTUK PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESWA
World Health Report 2001

Mental Health Atlas 2005

WHO-AIMS: Country Assessment of their mental health system

mhGAP Intervention Guide


3. KESEHATAN JIWA &
PRIORITAS KESEHATAN MASYARAKAT
PUBLIC HEALTH CLINICAL MEDICINE

Specific
Health protection
Promotion
Early D/
Prompt Th/ Dissability Rehabilitation
limitation Ascobat Gani
08/03
Promosi kesehatan Jiwa
Promkeswa Anak dan Remaja Pelayanan medis psikiatri di fasyankes
Promkeswa di tempat kerja primer, sekunder, tertier bagi:
Promkeswa Lansia (ODGJ & ODGPZ) , Orang Berkebutuhan,
Pencegahan Bunuh Diri Khusus, Orang Dengan Diasabilitas)
Psychological First Aids pd situasi
bencana
dll
Lansia

Continuum of Care Pelayanan bagi


anak SMP/A & Deteksi dini
keswa lansia
remaja (demensia/
depresi, dll)
Pelayanan
bagi anak Keswa Renaja
Konseling: Adiksi
SD HV/AIDS
Pelayanan
Life skill remaja
bagi balita Mindfulness

Pelayanan
Persalinan, Deteksi Dini
bagi bayi keswa anak usia
nifas &
sekolah
Pemeriksaan neonatal
Pemantauan
Kehamilan
perkembangan
Pelayanan Deteksi Dini
Pola asuh dan Keswa Anak
PUS & WUS
tumbuh kembang
anak
Deteksi dni Deteksi dini pd Kesehatan jiwa:
Deteksi Dini Keswa Bulin, gg perkembangan terintegrasi pada semua
Keswa Ibu Bufas dan Buteki anak
Konseling Hamil siklus hidup. kegiatan LP/LS
Pranikah Stimulasi Janin , semua Fasyankes
dalam
Kandungan
4. PENGUATAN KOORDINASI LINTAS PROGRAM DAN LINTAS
SEKTOR DALAM PEMBANGUNAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT

BPKJM
TPKJM
GUGUS TUGAS PEMBANGUNAN KESWA
PERPRES?
5. PENGUATAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM
PEMBANGUNAN KESWA

Komunitas Peduli Keswa


Peran Media
Peran Sektor Swasta , CSR
There is

"No Health without Mental Health

Let us make it happen !


Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

TERIMA KASIH