Anda di halaman 1dari 27

METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi
Metode artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu
Logos artinya ilmu atau pengetahuan
penelitian
Penelitian merupakan suatu proses penyelidikan
secara sistematis yang ditujukan pada penyediaan
informasi untuk menyelesaikan masalah-masalah
(Cooper & Emory, 1995)
Ndraha (1998) mendefinisikan penelitian sebagai
suatu pemeriksaan atau pengujian yang teliti dan
kritis dalam mencari fakta atau prinsip-prinsip
penyelidikan yang tekun guna memastikan suatu hal.
Perspektif keilmuan
epistemologi

Perspektif teoritis

metodologi

metode
Epistemologi adalah teori pengetahuan yaitu membahas
tentang bagaimana cara, upaya atau langkah-langkah
mendapatkan pengetahuan dari objek yang ingin dipikirkan

Epistemologi merupakan usaha yang sistematik dan metodik


untuk menemukan prinsip kebenaran yang terdapat pada
suatu objek kajian ilmu
Perspektif teoritis/paradigma penelitian
Berkaitan dengan cara pandang
terhadap dunia dan kehidupan
dalam dunia tersebut
Macam-macam perspektif teoritis
Positivism
Interpretivism
Critical inquiry
Feminism
postmodernism
Metodologi merupakan ilmu yang mempelajari
prosedur atau cara-cara mengetahui sesuatu
Metode merupakan suatu
prosedur atau cara mengetahui
sesuatu yang mempunyai
langkah-langkah yang sistematis
Penelitian kuantitatif menggunakan
perspektif teoritis positivism

Penelitian kualitatif menggunakan interpretivism


positivism
Menganggap pengetahuan yang
autentik adalah pengetahuan
yang telah melalui pengujian
dengan metodologi ilmiah
interpretivism
Semua pengetahuan adalah
masalah interpretasi.
Tabel 1.1
Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Kuantitatif Kualitatif
asumsi 1. fakta adalah realitas 1. Realitas merupakan
yang objektif bentukan komunitas sosial
2. Variabel dapat 2. Variabel sulit diukur,
diidentifikasi dan diukur kompleks, dan saling
3. Terlepas dari objek terkait
pengamatan 3. Termasuk dalam objek
yang diamati

tujuan 1. generalisasi hasil 1. Menjelaskan konteks suatu


2. Prediktif fenomena
3. Menjelaskan sebab 2. Interpretatif
akibat 3. Memahami perspektif
pelaku
Peran 1. Lepas dan imparsial 1. Keterlibatan personal
Lanjutan tabel 1.1

proses 1. Dimulai dengan teori 1. Diakhiri dengan


dan hipotesis hipotesis/teori
2. Manipulasi dan 2. Mengikuti data dan
pengendalian variabel hasil temuan
3. Menggunakan 3. Peneliti sebagai
instrumen pengukuran instrumen
formal 4. Induktif
4. Deduktif 5. Mencari pola dalam
5. Analisis terhadap temuan
komponen temuan 6. Mengungkap
6. Mencari kompleksitas
konsensus/generalisas fenomena
i 7. Data numerik/statistik
7. Mereduksi data sebagai pelengkap
kedalam angka
Perbedaan paradigma positivism dan interpretivism
No aksioma positivism interpretivism
1 Hakikat realitas Tunggal, dapat dipilah- Jamak, holitistik
pilah

2 Hubungan peneliti Terpisah (peneliti tidak Interaktif (peneliti


dengan yang diteliti harus ke lapangan/boleh harus ke lapangan)
orang lain) instrumennya adalah
peneliti sendiri

3 Kemungkinan Generalisasi yang bebas Generalisasi terikat


generalisasi konteks. pada konteks

4 Kemungkinan Hubungan antara sebab Hubungan sebab


hubungan sebab akibat akibat jelas akibat tidak jelas.

5 Peranan nilai (value) Bebas nilai (value free) Terikat pada nilai
Penelitian dengan (value bond) penelitian
metode yang sama akan dengan metode dan
menghasilkan nilai yang objek yang sama
sama dapat memperoleh
hasil yang berbeda
lanjutan

6 objek Menekankan produk Menekankan proses


7 Posisi teori Masalah teori data Masalah data teori
deduktif induktif
8 Tujuan (dalam Menguji teori Menemukan teori
kaitan dengan
teori)
9 Tingkat objektif subjektif
subjektivitas
Kriteria data
positivistik interpretif
Sahih (validity) Percaya (credibility)
Andal (reliability) Bergantung (dependability)
objektif Pasti (confirmability)
Rampat (generality) Alih (transferability)
Pemilihan Judul, Latar Belakang,
dan Perumusan Masalah
Hubungan topik, masalah dan judul

topik masalah judul


Pemilihan judul penelitian
Judul penelitian adalah suatu kalimat singkat yang
menggambarkan keseluruhan isi dari suatu
penelitian
Judul variabelistis
Judul yang terdiri dari dua
atau lebih variabel yang saling
berkaitan atau berpengaruh
Judul
verbalistis/normatif
Judul yang terdiri dari dua atau
lebih variabel tetapi tidak saling
berkaitan atau berpengaruh
Judul spurious
Judul yang mengambang,
yaitu judul yang terdiri atas
satu variabel saja
Kriteria penentuan judul
Singkat, jelas, dan lugas
Harus sesuai dengan keseluruhan isi

tulisan/penelitian
Tidak bertentangan dengan norma yang berlaku
Tidak menimbulkan interpretasi ganda

Tidak agitatif atau provokatif

Bukan berupa kalimat tanya


Latar Belakang
Alasan ilmiah (scientific
reasons) mengapa penelitian
itu penting dilakukan
Perumusan Masalah
Merupakan penjabaran dari identifikasi masalah
dan pembatasan masalah
Pedoman Perumusan Masalah
ditinjau dari sudut metodologi
metodologi Pertanyaan penelitian
eksperimen Bagaimana, mengapa?
survei Siapa, apa, dimana, berapa
banyak?
Analisis arsip Siapa, apa, dimana, berapa
banyak?
historis Bagaimana, mengapa?
Case study Bagaimana, mengapa?
Pedoman Perumusan Masalah ditijau Dari
Aspek Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian Perumusan masalah
deskriptif Seberapa?
komparatif Seberapa, adakah?
asosiatif Apakah, seberapa, bagaimana?