Anda di halaman 1dari 27

EPILEPSI + ISK

Oleh: Ardana Indrawan (N 111 15 025)


Pembimbing: dr. Amsyar Praja, Sp.A
anamnesis

IDENTITAS PENDERITA

Nama : An. R
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal lahir/Usia : 6 Februari 2014/2 tahun 3 bulan
Alamat : Toli-toli
Tanggal Masuk : 12 Juni 2016 (20.00)
anamnesis
Keluhan Utama : Kejang
Riwayat penyakit sekarang :
Pasien anak laki-laki umur 2 tahun 3 bulan masuk rumah sakit UNDATA rujukan
dari RS Mokopido, pasien masuk dengan keluhan kejang, selama di RS
Mokopido kejang 4 kali sejak 1 hari yang lalu, saat kejang pasien tidak sadar,
kejang terutama pada tangan, kadang-kadang seluruh tubuh, kejang I, II, III
durasi < 10 menit, langsung sadar, kejang IV > 10 menit, setelah kejang tidak
sadar selama 1 jam. Sebelumnya pasien sudah sering mengalami kejang, tahun
ini pasien sudah banyak kali kejang. Pertama kejang waktu umur 1 tahun. Pasien
juga ada keluhan panas 6 hari, panas naik-turun, sudah minum obat panas,
sempat turun tetapi panas naik kembali, sebelumnya pasien dirawat di RS
Mokopido dengan panas, Mimisan (-), gusi berdarah (-), batuk (-), beringus (-),
sesak (-), muntah (-), sakit menelan (-), sakit perut (-). BAB biasa, sering BAK
dan sakit saat BAK.
anamnesis
Riwayat penyakit sebelumnya : Pernah kejang 1 tahun yang
lalu, saat itu disertai panas, tidak sadar setelah kejang. Riwayat alergi
(-)
Riwayat penyakit keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang
mengalami keluhan yang sama, riwayat HT dan DM disangkal, riwayat
alergi disangkal. Riwayat Hipertensi dan DM di sangkal, Riwayat Alergi
(-)
Riwayat Persalinan : Pasien lahir normal cukup bulan dirumah
ditolong bidan, langsung menangis, BBL dan PBL tidak diingat oleh
ibunya
Kemampuan bayi: Pasien mulai merangkak sekitar umur 6 bulan,
ngesot umur 9 bln, belajar berdiri umur 10 bln, jalan umur 1 tahun,
bicara umur 1 tahun lebih.
anamnesis

Anamnesis makanan : ASI diberikan sejak lahir hingga


usia 7 bulan selanjutnya diberikan susu formula hingga
sekarang.
Riwayat Imunisasi :
Imunisasi dasar lengkap
Pemeriksaan fisik

Keadaan umum : Sakit sedang


Kesadaran : Komposmentis
Berat Badan : 11 kg
Tinggi Badan : 97 cm
Status Gizi : Gizi baik (Z score (-1) s/d (-2) SD)
Tanda Vital
Denyut nadi : 110 kali/menit
Suhu : 36.5 oC
Respirasi : 32 kali/menit
Pemeriksaan fisik

Kulit : ruam (-), lembab (-)


Kepala : Normocephal
Mata : Konjungtiva bulbi hiperemis (-/-)
Hidung : Rhinorrhea (-)
Mulut : Sianosis (-), lidah kotor (-), bibir kering (-)
Tonsil : T1/T1, hiperemis (-)
Telinga : Otorrhea (-/-)
Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-)
Pembesaran kelenjar tiroid (-)
Pemeriksaan fisik

THORAX
Paru-paru

Inspeksi : Simetris bilateral, retraksi


dinding dada (-)
Palpasi : Vokal fremitus kanan = kiri
kesan normal, nyeri tekan (-)
Perkusi : Sonor diseluruh lapang
paru
Auskultasi : Bronkovesikuler (+/+),
Ronkhi (-/-), Wheezing (-/-)
Pemeriksaan fisik
THORAX
Jantung
Inspeksi : Ictus Cordis tidak tampak
Palpasi : Ictus Cordis teraba pada SIC
V linea midclavicula sinistra
Perkusi : Batas atas jantung SIC II
Batas kanan jantung SIC IV
linea parasternal dextra
Batas kiri jantung SIC V linea
axilla anterior
Auskultasi : Bunyi jantung I/II murni
regular, murmur (-), gallop (-)
Pemeriksaan fisik

ABDOMEN

Inspeksi : Bentuk datar, massa (-)


Auskultasi : Peristaltik (+) kesan
meningkat
Perkusi : Timpani seluruh
kuadran abdomen
Palpasi : Organomegali (-), nyeri
tekan (-), turgor kembali
cepat
Pemeriksaan fisik

Genital : Tidak ditemukan kelainan.


Anggota gerak : Ekstremitas atas akral
hangat (+/+), edema (-/-)
Ekstremitas bawah akral
hangat (+/+), edema (-/-)
Punggung : Skoliosis (-), Lordosis (-),
Kyphosis (-)
Otot-otot : Eutrofi, Tonus otot baik
Refleks : Fisiologis (N), Patologis (-)
Pemeriksaan penunjang
WHOLE BLOOD Hasil Rujukan Satuan

Hemoglobin 11,6 13,5-19,5 g/dl

Sel darah merah 4,19 4,00-6,00 106/mm3

Sel darah putih 12,7 10,0-26,0 103/mm3

Hematokrit 31,6 44,0 64,0 %

Trombosit 538 150-400 103/mm3

MCV 75 80-100 m3

MCH 25,2 27-32 Pg

MCHC 33,5 32-36 g/dL


resume

Pasien anak laki-laki umur 2 tahun 3 bulan masuk rumah sakit UNDATA rujukan dari RS
Mokopido, pasien masuk dengan keluhan kejang, selama di RS Mokopido kejang 4 kali sejak 1
hari yang lalu, saat kejang pasien tidak sadar, kejang terutama pada tangan, kadang-kadang
seluruh tubuh, kejang I, II, III durasi < 10 menit, langsung sadar, kejang IV > 10 menit, setelah
kejang tidak sadar selama 1 jam. Sebelumnya pasien sudah sering mengalami kejang, tahun ini
pasien sudah banyak kali kejang. Pertama kejang waktu umur 1 tahun. Pasien juga ada
keluhan panas 6 hari, panas naik-turun, sudah minum obat panas, sempat turun tetapi panas
naik kembali, sebelumnya pasien dirawat di RS Mokopido dengan panas, Mimisan (-), gusi
berdarah (-), batuk (-), beringus (-), sesak (-), muntah (-), sakit menelan (-), sakit perut (-). BAB
biasa, sering BAK dan sakit saat BAK.
Pernah kejang 1 tahun yang lalu, saat itu disertai panas, tidak sadar setelah kejang. Riwayat
alergi (-).
Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi 110 kali/menit, respirasi 32 kali/menit, suhu
36,50C, Pada genitalia didapatkan phymosis dan kemerahan. Pada pemeriksaan laboratorium
didapatkan hemoglobin 11,6 g/dl, sel darah merah 4,19 106/mm3 sel darah putih 12,7 103/mm3,
hematokrit 31,6 %, dan trombosit 420 103/mm3.
diagnosis

EPILEPSI + ISK
PENATALAKSANAAN

Medikamentosa :
IVFD RL 14 tetes permenit
Inj. Ceftriaxone 300mg/12jam/iv
Paracetamol syrup 4 x 1 cth
Asam valproat syrup 2 x cth

Non medikamentosa :
Mengawasi anak jika sewaktu-waktu kejang,
jangan biarkan bermain sendiri di daerah
ketinggian, daerah yang dekat dengan air
Menjaga kebersihan kemaluan, kalau bisa
segera di khitan
FOLLOW UP (catelia, 13 juni 2016)

Pemeriksaan Fisik :
Subjek (S) : Kulit : turgor baik
Panas (-), kejang (-), batuk (-), flu (-), muntah Kepala : tidak ada kelainan
(-), sesak (-), nafsu makan baik, BAB biasa, Leher : Tonsil T1/T1 tidak hiperemis,
BAK lancar, tapi masih agak sakit Dada : dalam batas normal,
Objek (O) : Abdomen : Peristaltik usus (+)
Keadaan Umum : Sakit sedang Ekstremitas : Akral hangat (+), edema (-)
Kesadaran : Kompos mentis Assesment (A) : Epilepsi + ISK
Tanda Vital
Plan (P) :
Denyut Nadi : 95 kali/menit, kuat angkat IVFD RL 14 tetes permenit
Respirasi : 28 kali/menit Inj. Ceftriaxone 300mg/12jam/iv
Suhu : 37,00C Paracetamol syrup 4 x 1 cth
TD : 80/50 mmHg Asam valproat syrup 2 x cth
FOLLOW UP (catelia, 14 juni 2016)

Pemeriksaan Fisik :
Subjek (S) : Kulit : turgor baik, ruam (+)
Panas (-), kejang (-), batuk (-), flu (-), muntah Kepala : normocephal
(-), sesak (-), nafsu makan baik, BAB biasa, Leher : Tonsil T1/T1 tidak hiperemis
BAK lancar, sudah tidak sakit. Dada : dalam batas normal,
Objek (O) : Abdomen : Peristaltik usus (+)
Keadaan Umum : Sakit sedang Ekstremitas :Akral hangat (+), edema (-),
Kesadaran : Kompos mentis Assesment (A) : Epilepsi + ISK
Tanda Vital
Plan (P) :
Denyut Nadi : 96 kali/menit, kuat angkat IVFD RL 14 tetes permenit
Respirasi : 28 kali/menit Inj. Ceftriaxone 300mg/12jam/iv
Suhu : 36,50C Paracetamol syrup 4 x 1 cth
TD : 80/50 mmHg Asam valproat syrup 2 x cth
FOLLOW UP (catelia, 14 juni 2016)

Pemeriksaan Fisik :
Subjek (S) : Kulit : turgor baik, ruam (+)
Panas (-), kejang (-), batuk (-), flu (-), muntah Kepala : normocephal
(-), sesak (-), nafsu makan baik, BAB biasa, Leher : Tonsil T1/T1 tidak hiperemis
BAK lancar, sudah tidak sakit. Dada : dalam batas normal
Objek (O) : Abdomen : Peristaltik usus (+)
Keadaan Umum : Sakit sedang Ekstremitas :Akral hangat (+), edema (-),
Kesadaran : Kompos mentis Assesment (A) : Epilepsi + ISK
Tanda Vital
Plan (P) :
Denyut Nadi : 98 kali/menit, kuat angkat IVFD RL 14 tetes permenit
Respirasi : 24 kali/menit Inj. Ceftriaxone 300mg/12jam/iv
Suhu : 36,90C Paracetamol syrup 4 x 1 cth
TD : 80/50 mmHg Asam valproat syrup 2 x cth
DISKUSI

Epilepsi adalah suatu kelainan otak yang ditandai oleh adanya


faktor predisposisi yang dapat mencetuskan bangkitan epileptik,
perubahan neurobiologis, kognitif, psikologis dan adanya
konsekuensi sosial yang diakibatkannya. Sedangkan bangkitan
epileptik didefinisikan sebagai tanda dan/atau gejala yang timbul
sepintas (transien) akibat aktivitas neuron yang berlebihan atau
sinkron yang terjadi di otak.

Saluran kemih adalah suatu


saluran pembuangan Infeksi Saluran Kemih adalah
urin/kencing yang dimulai dari penyakit yang terjadi akibat
ginjal, ureter, kandung kemih, masuknya kuman ke dalam saluran
uretra sampai keluar dari tubuh. kemih
ETIOLOGI

Epilepsi mungkin disebabkan oleh:


aktivitas saraf abnormal akibat proses patologis yang
mempengaruhi otak
gangguan biokimia atau metabolik dan lesi mikroskopik di otak
akibat trauma otak pada saat lahir atau cedera lain
pada bayi penyebab paling sering adalah asfiksi atau hipoksia
waktu lahir, trauma intrakranial waktu lahir, gangguan metabolik,
malformasi congenital pada otak, atau infeksi
pada anak-anak dan remaja mayoritas adalah epilepsy
idiopatik, pada umur 5-6 tahun disebabkan karena febril
pada usia dewasa penyebab lebih bervariasi idiopatik,
karena birth trauma, cedera kepala, tumor otak (usia 30-50 th),
penyakit serebro vaskuler (> 50 th)
infeksi saluran kemih dapat terjadi saat kuman yang dapat
berupa bakteri, virus, atau jamur berkembang biak di
daerah saluran kencing si kecil.

Bakteri E.Coli, Proteus, Klebsiella, da


Pseudomonas merupakan beberapa bakteri
yang sering menyebabkan infeksi saluran
kencing.
Patogenesis
Kejang disebabkan karena ada
ketidakseimbangan antara pengaruh
inhibisi dan eksitatori pada otak
Ketidakseimbangan bisa terjadi karena :
Kurangnya transmisi inhibitori
Contoh: setelah pemberian antagonis GABA,
atau selama penghentian pemberian agonis
GABA (alkohol, benzodiazepin)
Meningkatnya aksi eksitatori
meningkatnya aksi glutamat atau aspartat
DISKUSI
Pada pasien tidak didiagnosis dengan epilepsi karena kejang > 1 kali dan ada
riwayat kejang tanpa demam sebelumnya dan kejadian kejang sudah sering
berulang menurut keluarga sudah sering berulang tetapi lupa jumlahnya sudah
berapa kali. Pasien juga memiliki riwayat kejang demam saat umur 1 tahun yang
bisa saja menjadi faktor resiko dari epilepsi yang dideritanya sekarang. Pasien juga
didiagnosis dengan ISK karena dari anamnesis didapatkan keluhan sering kencing,
kencing sedikit-sedikit, dan rasa sakit saat kencing. Pemeriksaan fisik didapatkan
phymosis yang dapat menjadi faktor resiko terjadinya ISK pada anak laki-laki. Dari
hasil pemeriksaan darah rutin didapatkan leukosit 12,7 x 103/mm3 , hal ini juga bisa
mendukung adanya infeksi.

Pada pasien ini tipe kejang didapatkan tonic-klonic, karena dari anamnesis
dikatakan kejangnya seperti kaku dan menggiggil serta tidak sadar. Untuk terapi di
berikan asam valproat dengan dosis inisial 15-40 mg/kgBB/hari dalam 2-4 dosis
(sediaan syr 250mg/5ml). Untuk ISK diberikan antibiotik ceftriaxone 300mg/12jam/iv
PROGNOSIS

DUBIA AD BONAM
REFERENSI
Octaviana F. Epilepsi. Medicinus. Vol 21 Desember 2008. FKUI

Purba SJ. Epilepsi : Permasalahan di Reseptor atau Neurotransmitter. Medicinus. Vol 21 Desember 2008. FKUI

Machfoed, Hasan M. Epilepsi.http://www.journal.unair.ac.id [diakses tanggal 18 Agustus 2010]

Kari K, Nara P. Epilepsi Anak. http://www.portalkalbe.co.id [diakses tanggal 18 Agustus 2010]

Lazuardi S. Buku Ajar. Neurologi Anak. Dalam: editor Soetomenggolo T, Ismael S. Pengobatan Epilepsi. Jakarta: BP IDAI;
2000.pp 237-38

Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI;
2003. p. 855-59

Heafield MT. Epilepsy. BMJ. Edisi 8 April 2000. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1117894/ [diakses tanggal 18
Agustus 2010]

Ilae. Epilepsy. http://www.ilae-epilepsy.org/visitors/Documents/10-epilepsy.pdf [diakses tanggal 18 Agustus 2010]

Haslam HA. Nelson Ilmu Kesehatan Anak. Edisi 15. Vol 3. Dalam: editor Behrman, Kliegman, Arvin. Epilepsi. Jakarta : EGC;
2000. pp 2067-68

Christian M. Korff Douglas R. Nordli Jr. Current Pediatric Therapy, 18th ed. In: Burg DF, editor. Epilepsy. USA: Saunders;
2006.