Anda di halaman 1dari 29

CA RECTUM

Kelompok 7
Rotasi Bedah FKUI
RSKD
ILUSTRASI KASUS
Anamnesis (16/10/2017)
Identitas
Nama : Ny. RF
No. RM : 00-22-95-53
Usia : 48 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Pernikahan : Menikah
Alamat : Jalan Pembangunan, Dusun Kembang Sari
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Keluhan Utama
Pasien datang dengan keluhan BAB darah sejak 3 bulan SMRS
Anamnesis (16/10/2017)
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengeluh BAB berdarah sejak 3 bulan SMRS. BAB dikatakan cair,
lebih dari 10x/hari, ada ampas. BAB dikatakan disertai darah berwarna
merah segar, dengan jumlah sekitar 1 botol aqua kecil. Darah dikatakan
keluar terutama setelah makan, tidak bisa di tahan. Keluhan nyeri perut,
perut begah, cepat kenyang, rasa nyeri di dada, sendawa asam di sangkal.
Keluhan mual muntah, demam, batuk pilek, sesak nafas di sangkal. Pasien
juga mengatakan sering lemas dan cepat lelah sejak 3 bulan SMRS.
Keluhan bicara pelo, pusing, nyeri kepala, kelemahan satu sisi disangkal.
Pasien mengatakan nafsu makan nya tidak bermasalah, namun menjadi
tidak sering makan karena keluar BAB darah setiap kali makan. Pasien
mengatakan berat badan nya turun dari 78 kg menjadi 71 kg dalam 7 bulan
terakhir. BAK dikatakan lancar, berwarna kuning, tidak ada keluhan.
Anamnesis (16/10/2017)
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien di rujuk dari RSUD Abdul Azis SKW karena keluhan BAB darah nya
untuk diagnosis dan tatalaksana lebih lanjut. Pasien pernah didiagnosis
hipertensi sejak 2 tahun SMRS. Tekanan darah tertinggi dikatakan pernah
mencapai 200/140, dengan tekanan darah rata-rata 170/100. Pasien
diberikan obat tanapres yang di konsumsi 1 kali/hari, namun sudah tidak di
konsumsi sejak sakit ini.
Saat ini perawatan hari ke 2, pasien masih mengalami BAB darah merah
segar setelah makan. Pasien mengatakan tidak ada keluhan tambahan.
Anamnesis (16/10/2017)

Riwayat Penyakit Dahulu


Keluhan serupa sebelumnya disangkal.
Riwayat DM, HT disangkal. Riwayat alergi dan asma disangkal.
Riwayat sakit jantung, paru, ginjal, liver, keganasan disangkal.
Pasien belum pernah di operasi atau di rawat sebelumnya.

Riwayat Penyakit Keluarga


Keluhan serupa di keluarga di sangkal
Riwayat DM, HT, dan keganasan pada keluarga disangkal.
Anamnesis (16/10/2017)

Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien sudah menikah, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga
Pasien mempunyai 3 anak, sehat
Riwayat konsumsi jamu-jamuan, obat anti nyeri yang di beli di warung di
sangkal
Riwayat transfusi darah, promiskuitas, IVDU, tatto disangkal
Riwayat merokok, konsumsi alkohol di sangkal
Pembiayaan JKN
Pemeriksaan Fisik (16/10/2017)

Status Generalis
Kesadaran : Compos mentis
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Frekuensi Nadi : 80x/menit
Frekuensi Napas : 16x/menit
SaO2 : 98%
TB : 169 cm
BB : 71 kg
IMT : 24,9 kg/m2
Pemeriksaan Fisik (10/10/2017)
Kepala: Normosefal, tidak ada deformitas. Rambut hitam, persebaran merata,
tidak mudah di cabut.
Mata : Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik
Kulit : Turgor baik, tidak sianosis, tidak ikterik, tidak pucat
Leher : KGB dan tiroid tidak teraba, JVP 5-2 cmH2O
Dada : tidak ada venektasi, tidak ada spider naevi
Jantung
Inspeksi: ictus cordis tidak terlihat
Palpasi: ictus cordis teraba di ICS 5 1 jari medial dari linea midklavikula kiri
Perkusi: Batas jantung kanan teraba di ICS 5 linea sternalis kanan
Pinggang jantung teraba di ICS 3 linea parasternalis kiri
Batas jantung kiri teraba di ICS 5 1 hari medial dari linea miklavikula kiri
Auskultasi: BJ I/II reguler, tidak ada murmur, tidak ada gallop
Pemeriksaan Fisik (10/10/2017)
Paru
Inspeksi: dada simetris statis dinamis, tidak terdapat bantuan otot bantu
nafas, tidak ada barrel chest, tidak ada retraksi sela iga.
Palpalsi: tidak ada emfisema subkutis, ekspansi dada simetris normal,
fremitus simetris normal
Perkusi: Sonor di kedua lapang paru
Batas paru-liver di ICS 6 linea midklavikularis kanan
Batas paru-gaster di ICS 7 linea anterior aksilaris kiri
Auskultasi: vesikuler di kedua lapang paru, tidak ada wheezing, tidak ada
ronki
Pemeriksaan Fisik (10/10/2017)

Abdomen
Inspeksi : Datar, tidak ada venektasi, tidak ada caput meduscae
Auskultasi : Bising usus positif normal
Palpasi : Supel, nyeri tekan negatif, hepar lien tidak teraba
Perkusi : Timpani, shifting dullness negatif

Ekstremitas
Tidak ada edema, CRT<2, akral hangat
Pemeriksaan Penunjang

10/10/17 9/9/17
DPL: 11,0/32/3,68/11200/396000 Kolonoskopi
Hitung Jenis: 0/1/0/72/20/7 Anus: tampak normal
MCV/MCH/MCHC: 87,0/29,9/34,4
Rektum: tampak hemoroid
RDW-CV: 12,8 interna grade 2, 10-15 cm dari
Retikulosit: 1,7% (H) anocutan line tampak massa
PT: 13,2/13,4 circuler berbentuk kembang kol
APTT: 31,9/28,4 memenuhi lumen permukaan
SGOT/SGPT: 12/9 rapuh tampak displastik
Albumin: 3,4 Kesimpulan: massa rectum
GDS: 111 Biopsi: Adenocarcinoma, well
Na/K/Cl: 141/4,1/107 differentiated
CEA: 62,98 (H)
Kolonoskopi
CT Scan
Daftar Masalah

1. Adenocarcinoma recti, well differentiated


2. Hipertensi terkontrol
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi Kolon Rektum
KOLON (USUS BESAR)
Cecum-appendix
Ascending
Transverse
Descending
Sigmoid
Karakteristik: taenia coli, haustra, omental
appendices, diameter >> dari usus halus

REKTUM
Bagian akhir usus besar yang berlanjut menjadi
anus, retroperitoneal dan subperitonal
Batas dengan kolon sigmoid: level vertebrae S3,
bagian akhir dari mesenterium kolon sigmoid
Dibagi menjadi 3 daerah:
Proksimal
Medial
Distal
Vaskularisasi Kolon Rektum
Tumor Kolorektal
Terbagi menjadi polip kolon dan kanker kolon
Makna klinis: polip dapat menjadi kanker, tetapi dapat dicegah dengan
pengangkatan polip
Kejadian meningkat tajam pada kelompok usia >50 tahun
Etiologi: Multifaktorial
Faktor Risiko
Dapat dimodifikasi: inaktivitas, obesitas, konsumsi tinggi daging merah, merokok, alkohol
Tidak dapat dimodifikasi: riwayat kanker atau polip adenoma pada individu maupun
keluarga, riwayat IBD kronis
Patogenesis secara Genetik
1. Instabilitas kromosom: Loss of heterozygosity
Mutasi gen Adenomatous Polyposis Coli (APC), proto-onkogen K-ras,
gen supresor p53
2. Instabilitas mikrosatelit dan HNPCC
Mutasi pada gen MMR melalui point mutation
Skrining

Fecal Occult
Blood Test
Sigmoidoskopi
Kolonoskopi
Barium Enema
CT Colonography
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan darah lengkap: mencari tanda-tanda anemia.


Faecal Occult Blood Test
First Line: Kolonoskopi
Jika kolonoskopi tidak dapat dilakukan, barulah menggunakan pemeriksaan
pencitraan lain, seperti kontras dengan enema barium, dengan CT Scan, atau
dengan MRI

Sumber: Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Kanker


Kolorektal. Kementerian Kesehatan RI: Jakarta; 2014. P.13-90
Staging
Tatalaksana
Bergantung kepada
Stadium
Histopatologi
Kemungkinan efek samping
Kondisi dan preferensi pasien
Konsep
Stadium awal: Pembedahan
Stadium lanjut: Kemoterapi paliatif

Sumber: Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Kanker Kolorektal. Kementerian Kesehatan
RI: Jakarta; 2014. P.13-90
Batas
reseksi
pada
karsinoma
kolon
Terminolo
gi tipe
reseksi
kolorektal
Persiapan Pre-Operasi
Pertimbangan Anestesi: Lokal, regional, atau umum
Persiapan Usus: Menurunkan bacterial load di kolon dan rektum
menurunkan insidensi infeksi post-operasi (memakai polietilen
glikol/magnesium sitrat, dan/atau antibiotik profilaksis)
Monitoring Kekambuhan
Tumor marker CEA (cut-off: 10 IU/L)
Kolonoskopi
Tahun ke-1,3,5 setelah operasi, atau bulan 3-6 jika tidak dilakukan sebelumnya
Diulang setiap 1 tahun jika ditemukan adenoma lanjut
CT Scan, USG
Referensi
1. Moore K, Dalley AF, Agur AM. Moore clinically oriented anatomy. 7th ed.
Philadelphia: Wolters Kluwer Health; 2014.
2. Brunicardi FC, Andersen DK, Billiar TR, Dunn DL, Hunter JG, Matthews JB,
et al. Schwartzs principles of surgery. 10th. New York: Mc Graw Hill; 2010.
3. Abdullah M. Tumor Kolorektal. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata
M, Setiyahadi B, Syam AF, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 6th ed.
Jakarta: InternaPublishing; 2014. (2).
4. Komite penanggulangan kanker nasional. Pedoman pelayanan kedokteran
kanker kolorektal. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.