Anda di halaman 1dari 17

Kelompok 10

Hari Anteng Lintang S. (010115A051)


I Ketut Wisma (010115A053)
I Putu Eka (010115A054)
Icha Oktaviani (010115A055)
DEFINISI

Hipoglikemia adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah


(glukosa) secara abnormal rendah. Dalam keadaannormal,
tubuh mempertahankan kadar gula darah antara 70-110 mg/dL.
Sementara pada penderita diabetes, kadar gula darahnya
tersebut berada pada tingkat terlalu tinggi; dan pada penderita
hipoglikemia, kadar gula darahnya berada pada tingkat terlalu
rendah.

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


KLASIFIKASI HIPOGLIKEMIA

Hipoglikemi Ringan (glukosa


darah 50-60 mg/dL)

Hipoglikemi Sedang (glukosa


darah <50 mg/dL)

Hipoglikemi Berat (glukosa


darah <35 mg /dL)

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


ETIOLOGI HIPOGLIKEMIA

Dosis suntikan insulin


terlalu banyak. Lupa makan atau makan
terlalu sedikit. Aktifitas terlalu berat.

Penyakit yang
menyebabkan gangguan Menggunakan tipe insulin
penyerapan glukosa. yang salah pada malam hari. Minum alkohol tanpa
disertai makan.

Gangguan hormonal. Pemakaian aspirin dosis


tinggi. Riwayat hipoglikemia
sebelumnya.

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


PATHWAY

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


MANIFESTASI KLINIS HIPOGLIKEMIA

Tanda dan gejala dari hipoglikemia terdiri dari dua fase antara lain:

Fase pertama
yaitu gejala- gejala yang timbul akibat aktivasi pusat autonom di hipotalamus
sehingga dilepaskannya hormon epinefrin. Gejalanya berupa palpitasi, keluar
banyak keringat, tremor, ketakutan, rasa lapar dan mual (glukosa turun 50 mg%)

Fase kedua
yaitu gejala- gejala yang terjadi akibat mulai terjadinya gangguan
fungsi otak, gejalanya berupa pusing, pandangan kabur, ketajaman
mental menurun, hilangnya ketrampilan motorik yang halus,
penurunan kesadaran, kejang- kejang dan koma (glukosa darah 20
mg%).

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


Pemeriksaan diagnostik

1. Gula darah puasa


Digunakan untuk mengetahui kadar gula darah puasa (sebelum diberi
glukosa 75 gram oral) dan nilai normalnya antara 70- 110 mg/dl.
2. Gula darah 2 jam post prandial
Diperiksa 2 jam setelah diberi glukosa dengan nilai normal < 140
mg/dl/2 jam
3. HBA1c
Pemeriksaan dengan menggunakan bahan darah untuk memperoleh
kadar gula darah yang sesungguhnya karena pasien tidak dapat
mengontrol hasil tes dalam waktu 2- 3 bulan. HBA1c menunjukkan
kadar hemoglobin terglikosilasi yang pada orang normal antara 4- 6%.
Semakin tinggi maka akan menunjukkan bahwa orang tersebut
menderita DM dan beresiko terjadinya komplikasi.
4. Elektrolit, tejadi peningkatan creatinin jika fungsi ginjalnya telah
terganggu
5. Leukosit, terjadi peningkatan jika sampai terjadi infeksi

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


PENATALKSANAAN HIPOGLIKEMIA

1. Penatalaksanaan medis

a. Anjuran yang di berikan adalah15 gram sumber karbohidrat pekat yang bekerja
cepat per oral (misalnya, 3 atau 4 tablet glukosa yang di jual di pasaran, 4-6 ons
jus buah atau soda regular, 6-10 permen keras, 2-3 sendok the gula atau madu)
b. Pasien tidak di perbolehkan menambahkan gula ke dalam jus, sekalipun jus tanpa
pemanis, yang dapat menyebabkan lonjakan kadar glukosa , yang mengakibatkan
hiperglikemia dalam beberapa jam selanjutnya.
c. Terapi di alami ketika gejala tidak kunjung hilang dalam 10-15 menit setelah terapi
awal, pasien di periksa kembali dalam 15 menit dan terapi di lanjutkan kembali
jika kadar glukosa darah kurang dari 70-75 mg/dl
d. Pasien harus mengkonsumsi kudapan yang mengandung protein dan tepung (susu,
keju dan biscuit)setrlah gejala teratasi atau harus makan makanan atau kudapan
dalam 30-60 menit.

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


LANJ...

2. Penatalaksaan keperawatan

a. Ajarkan pasien untuk mencegah hipoglikemia dengan mengikutipola


makan yang konsisten dan teratur, memberikan insulin dan berolah
raga
b. Tekankan agar pemeriksaan glukosa darah di lakukan secara
rutinsehingga dapat di perkirakan perlu/tidaknya mengganti insulin
dan menyesuaikan dosisnya.
c. Anjurkan pasien pengguna insulin untuk menggunakan gelang atau
kartu identifikasi yang mengindikasikan bahwa mereka adalah
penderita DM.
d. Informasikan pasien untuk member tahukan dokter setelah terjadi
hipoglikemia berat.
e. Informasikan pasien dan keluarga mengenai gejala hipoglikemia dan
penggunaan glucagon.

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


ASUHAN KEPERAWATAN PADA HIPOGLIKEMIA

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


A. PENGKAJIAN PRIMER HIPOGLIKEMIA

1. Airway
Menilai jalan nafas bebas. Apakah pasien dapat
bernafas dengan bebas, ataukah ada secret yang
menghalangi jalan nafas. Jika ada obstruksi, lakukan :
a. Chin lift/ Jaw thrust
b. Suction
c. Guedel Airway
d. Intubasi Trakea 3. Circulation
Menilai sirkulasi / peredaran darah
a. Cek capillary refill
2. Breathing b. Auskultasi adanya suara nafas tambahan
Bila jalan nafas tidak memadai, lakukan : c. Segera Berikan Bronkodilator, mukolitik.
a. Beri oksigen d. Cek Frekuensi Pernafasan
b. Posisikan semi Flower e. Cek adanya tanda-tanda Sianosis,
kegelisahan
f. Cek tekanan darah
g. Penilaian ulang ABC diperlukan bila kondisi
pasien tidak stabil

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


B. PENGKAJIAN SEKUNDER HIPOGLIKEMIA

1. Keluhan utama :
Sering tidak jelas tetapi bisanya simptomatis, dan
lebih sering hipoglikemi merupakan diagnose
sekunder yang menyertai keluhan lain sebelumnya
seperti asfiksia, kejang, sepsis.
b. Data Obyektif
1. Aktivitas / Istirahat
Gejala : Lemah, letih, sulit
2. Data Fokus bergerak/berjalan, kram
a. Data subyektif : otot, tonus otot menurun,
1) Riwayat penyakit dahulu gangguan Istrahat/tidur
2) Riwayat penyakit sekarang Tanda :Takikardia dan
3) Status metabolik : intake makanan yang takipnea pada keadaan
melebihi kebutuhan kalori,infeksi atau istrahat atau aktifitas,
penyakit-penyakit akut lain, stress yang letargi/disorientasi, koma
berhubungandengan faktor-faktor psikologis
dan social, obat-obatan atau terapi lainyang
mempengaruhi glikosa darah, penghentian
insulin atau obat antihiperglikemik oral.

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


2. Sirkulasi
Gejala : Adanya riwayat hipertensi, kebas dan kesemutan pada ekstremitas,
ulkus pada kaki, penyembuhan yang lama, takikardia.
Tanda : Perubahan tekanan darah postural, hipertensi, nadi yang
menurun/tidak ada, disritmia, krekels, distensi vena jugularis, kulit
panas, kering, dan kemerahan, bola mata cekung

3. Integritas/ Ego
Gejala : Stress, tergantung pada orang lain, masalah finansial yang
berhubungan dengan kondisi
Tanda : Ansietas, peka rangsang

4. Eliminasi
Gejala : Perubahan pola berkemih (poliuria), nokturia, rasa
nyeri/terbakar, kesulitan berkemih (infeksi), ISK baru/berulang,
nyeri tekan abdomen, diare.
Tanda : Urine encer, pucat, kuning, poliuri ( dapat berkembang menjadi
oliguria/anuria, jika terjadi hipovolemia berat), urin berkabut, bau
busuk (infeksi), abdomen keras, adanya asites, bising usus
lemahdan menurun, hiperaktif (diare)

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


5. Nutrisi/Cairan
Gejala : Hilang nafsu makan, mual/muntah, tidak mematuhi diet, peningkatan
masukan glukosa/karbohidrat, penurunan berat badan lebih dari
beberapa hari/minggu, haus, penggunaan diuretik (Thiazid)
Tanda : Kulit kering/bersisik, turgor jelek, kekakuan/distensi abdomen,
muntah, pembesaran tiroid (peningkatan kebutuhan metabolik dengan
peningkatan gula darah), bau halisitosis/manis, bau buah (napas
aseton)

6. Neurosensori
Gejala : Pusing/pening, sakit kepala, kesemutan, kebas, kelemahan pada otot,
parestesi, gangguan penglihatan
Tanda : Disorientasi, mengantuk, alergi, stupor/koma (tahap lanjut),gangguan
memori (baru, masa lalu), kacau mental, refleks tendon dalam menurun
(koma), aktifitas kejang

7. Nyeri/kenyamanan
Gejala : Abdomen yang tegang/nyeri (sedang/berat)
Tanda : Wajah meringis dengan palpitasi, tampak sangat berhati-hati

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


8. Pernapasan
Gejala : Merasa kekurangan oksigen, batuk dengan/tanpa sputum purulen
(tergantung adanya infeksi/tidak)
Tanda : Lapar udara, batuk dengan/tanpa sputum purulen, frekuensi
pernapasan meningkat

9. Integritas kulit
Gejala : Kulit kering, gatal, ulkus kulit
Tanda : Demam, diaphoresis, kulit rusak, lesi/ulserasi, menurunnya kekuatan
umum/rentang gerak, parestesia/paralisis otot termasuk otot-otot
pernapasan (jika kadar kalium menurun dengan cukup tajam)

10. Seksualitas
Gejala : Rabas vagina (cenderung infeksi). Masalah impoten
pada pria, kesulitan orgasme pada wanita

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


C. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b/d mucus yang berlebihan (Domain 11.
Keamanana/perlindungan. Kelas 2. Cedera fisik. 00031. Hal 406. Nanda 2015-
2017)
2. Penurunan curah jantung b/d perubahan frekuensi jantung (Domain 4.
Aktivitas/ istirahat. Kelas 4. Respon kardiovaskuler/pulmonal. 00029. Nanda
2015-2017)
3. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak (Domain 4. Aktivitas/ istirahat.
Kelas 4. Respon kardiovaskuler/pulmonal. 00032. Nanda 2015-2017)

KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


KEPERAWATAN KRITIS: KELOMPOK 10 UNIVERSITAS NGUDI WALUYO