Anda di halaman 1dari 17

PERAWATAN

MUMIFIKASI
Gambar apakah ini? Terjadi pada
kondisi gigi seperti apa?
Definisi :
Pengambilan/Pemotongan/Amputasi jaringan pulpa
pada bagian kamar pulpa/ mahkota gigi, dan tetap
mempertahankan jaringan pulpa pada saluran akar
dalam keadaan mati steril

Tujuan :
Untuk mempertahankan pulpa gigi pada bagian
saluran akar agar dalam keadaan asepsis, sehingga
tidak perlu dilakukan perawatan saluran akar
Pulpitis ireversibel pada gigi permanen atau desidui

Syarat:
Gigi vital
Mahkota cukup baik untuk restorasi
OHI baik
1. Gigi-gigi yang pulpanya telah terinfeksi menyeluruh
2. Gigi-gigi nekrosis

1. Devitalisasi pulpa
2. Mumifikasi pulpa
1. Jaringan karies dibuang hati-hati agar dapat
meletakkan bahan devitalisasi pulpa pada kavitas
tersebut
2. Bahan devitalisasi pulpa diambil kira-kira sebesar
kepala korek api dan dibungkus kapas tipis.Setelah itu
boleh dibasahi sedikit eugenol, peras kering.
3. Pasta diletakkan pada kavitas
4. Tutup dg tumpatan sementara (fletcher, semen seng
oksid eugenol , cavit atau dentorit).
5. Beri analgetik, bila perlu
6. Kontrol 2-3 hari, hingga non vital
Arsen trioksida (As2O3)
Bersifat toksik, karsinogenik, sitotoksik terhadap
gingiva dan tulang
Bahaya bila tumpatan penutup bocor
Bila tertelan dapat menyebabkan: iritasi
gastrointestinal, lesi vaskuler, anemia, penyakit
kulit dll
Nama dagang: arsenic paste, nervicide dll
Mekanisme?
Kenapa masih digunakan?
Bagaimana penggunaan sebaiknya?
1. Apabila pulpa telah non vital,
Selanjutnya dilakukan preparasi
kamar pulpa dengan memotong
atap pulpa memakai round bur.
Preparasi kamar pulpa yang baik
harus memenuhi syarat, yaitu:
a. Pandangan yang jelas ke arah
dasar kamar pulpa dan orifice
b. Bentuk kavitas harus
mempunyai retensi yang baik
2. Setelah preparasi kamar pulpa selesai, maka dilakukan
pengambilan jaringan pulpa pada bagian koronal (kamar
pulpa) dengan memakai ekskavator endodontik (spoon
excavator), sampai lubang saluran akar (orifice) terlihat
semua. Pengambilan jaringan pulpa pada kamar pulpa
harus sampai bersih sehingga tidak ada sisa jaringan
pulpa yang ada di kamar pulpa.

3. Jaringan pulpa pada saluran akar tidak diganggu


4. Kamar pulpa diisi dressing / bahan sterilisasi (disinfektan)
dengan CHKm, kemudian ditutup dengan tumpatan
sementara selama kira-kira 2 atau 3 hari.

5. Pada kunjungan berikutnya dasar kamar pulpa dilakukan


pengisian dengan pasta mumifikasi, usahakan pasta ini
berhubungan dengan puntung / potongan jaringan pulpa
yang ada dalam saluran akar dengan menekannya
menggunakan cotton pellet.
Pasta mumifikasi: putrex atau triplex atau PD mummifying
paste.
7. Diatas pasta, diaplikasikan Zinc phosphat cement sebagai
bahan base dan ditutup tumpatan sementara.
8. Evaluasi dilakukan setelah 7 hari. Bila tidak ada keluhan
pasien dan pemeriksaan obyektifnya baik, dapat
dilakukan tumpatan permanen.

A. Pulpa mortal
B. Pasta mumifikasi
C. Semen seng fosfat
D. Restorasi permanen
(amalgam, resin komposit,
inlay, onlay dll)
MUMIFIKASI???

KEKURANGAN???
KELEBIHAN???

Anda mungkin juga menyukai