Anda di halaman 1dari 11

PERENCANAAN

KEBUTUHAN BAHAN
Nabilah Maulidiyah
Permintaan Dependen
Permintaan dependen adalah permintaan untuk sebuah jenis
barang yang berkaitan dengan permintaan jenis barang yang
lain.

Teknik dependen yang digunakan dalam sebuah lingkungan


produksi disebut Perencanaan Kebutuhan Bahan (material
requirement planning MRP) yang telah berkembang menjadi
dasar bagi Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (Enterprise
Resource Planning ERP) karena menyediakan struktur yang bersih
untuk permintaan dependen.
Persyaratan Model Persediaan
Dependen
Jadwal Produksi Induk (apa yang akan dibuat dan kapan)

Daftar Kebutuhan Bahan (bahan dan komponen yang diperlukan untuk membuat
produk)

Catatan Persediaan yang Akurat (ketersediaan persediaan/apa yang ada di


persediaan)

Pesanan Pembelian yang Belum Terpenuhi (apa yang berada dalam pemesanan juga
disebut tagihan yang diperkirakan)

Waktu Tunggu (berapa waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan berbagai komponen)
Struktur MRP
Walaupun sebagian besar sistem MRP bersifat terkomputerisasi, prosedur
MRP mudah dan dapat dilakukan secara manual. Jadwal produksi
induk, daftar kebutuhan bahan, catatan persediaan dan pembelian,
serta waktu tunggu untuk setiap jenis barang komposisi dari sebuah
sistem perencanaan kebutuhan bahan. Bila komposisi ini tersedia dan
akurat, langkah berikutnya adalah membuat sebuah rencana
kebutuhan bahan bruto.
Rencana kebutuhan bahan bruto adalah jadwal yang menunjukkan
permintaan total untuk sebuah barang (setelah dikurangi persediaan di
tangan dan tagihan terjadwal) dan (1) kapan harus dipesan dari
pemasok, atau (2) ketika produksi harus dimulai untuk memenuhi
permintaan pada tanggal tertentu. Jika ada persediaan yang sudah
siap, maka dibuatlah sebuah rencana kebutuhan neto.
Manajemen MRP
Dinamika MRP
Model MRP dapat disesuaikan untuk mencerminka perubahan-
perubahan yang terjadi.
Alat bantu: pagar waktu dan pegging
MRP dan JIT
Sebuah sistem MRP yang digabungkan dengan JIT memberikan
yang terbaik bagi keduanya.
MRP menyediakan jadwal induk yang baik dan gambaran
kebutuhan yang akurat; JIT cepat memindahkan bahan dalam lot
yang kecil-kecil, mengurangi persediaan barang setengah jadi.
Teknik Penentuan Ukuran Lot
Kuantitas Pesanan
Ekonomis (Economic
Lot untuk lot
Order Quantity
EOQ)

Penyeimbang
Periode Bagian (Part Alogaritma Wagner-
Period Balancing Whitin,
PPB)
Pengembangan Dari MRP
Perencanaan Adalah teknik yang benar-benar ampuh. Sistem ini memungkinkan,
Kebutuhan dengan adanya MRP, penambahan dan persediaan dengan variabel
Bahan II sumber daya lain. Dalam kasus ini, MRP menjadi material resource
planning (perencanaan sumber daya bahan).

MRP Loop- Perencanaan kebutuhan bahan loop-tertutup berarti sebuah sistem MRP
Tertutup yang menyediakan umpan balik untuk penjadwalan dari sistem
pengendalian persediaan. Sistem ini menyediakan informasi mengenai
rencana kapasitas, jadwal produksi induk, dan rencana produksi.

Perencanaan Laporan beban memperlihatkan kebutuhan sumber daya dalam sebuah


Kapasitas pusat kerja untuk semua pekerjaan yang dibebankan pada pusat kerja
tersebut, semua pekerjaan yang direncanakan, dan pesanan yang
diharapkan.
Perencanaan Sumber Daya
Perusahaan (ERP)
Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (Enterprise Resource
Planning ERP) adalah peranti lunak yang memungkinkan
perusahaan untuk:
1) mengotomatisasi dan mengintegrasikan banyak proses bisnis
mereka
2) berbagi basis data dan praktik bisnis yang umum di seluruh
perusahaan
3) menghasilkan inforasi dalam waktu terkini.
Tujuan suatu sistem ERP adalah mengoordinasikan bisnis
perusahaan secara menyeluruh, mulai dari mengevaluasi
pemasok hingga menagih ke pelanggan.
Sistem ERP

Peranti lunak
Peranti lunak Manajemen
Manajemen Hubungan
Rantai Pasokan Pelanggan
(Supply Chain (Customer
Management Relationship
SCM) Management
CRM)
Kelebihan Sistem ERP
Menyediakan integrasi antara proses rantai pasokan, produksi,
dan administrasi.
Menciptakan basis data yang umum dan sama.
Dapat melakukan perbaikan, rekayasa, proses-proses yang
terbaik.
Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara berbagai unit
dan lokasi bisnis.
Memiliki sebuah basis data peranti lunak dengan pengodean
yang dapat diperoleh dengan mudah, tanpa pemesanan
khusus.
Dapat memberikan suatu keuntungan strategis dibandingkan
Kekurangan Sistem ERP
Sangat mahal untuk dibeli, bahkan lebih mahal lagi untuk melakukan
kustomisasi.
Penerapan mungkin mengharuskan dilakukannya perombakan besar
pada perusahaan dan proses-proses yang dimilikinya.
Sangat rumit dan banyak perusahaan tidak dapat menyesuaikan diri.
Melibatkan proses berkelanjutan jika ingin diterapkan, yang mungkin
tidak akan pernah berhenti.
Keahlian dalam ERP terbatas sehingga menimbulkan masalah
berkelajutan dalam ketenagakerjaan