Anda di halaman 1dari 24

PENGANTAR TEKNOLOGI MINERAL

BY
DWI HERNITI, S.HUT., M.SC
Hp : 085 299 100 927
Email : dwi.herniti@gmail.com

PERTEMUAN KE 1
KONTRAK KULIAH
Kontrak Perkuliahan:
Silabi PTM

Waktu dan Toleransi Keterlambatan: Mulai perkuliahan sesuai waktu yang telah ditetapkan di
jadwal dan toleransi keterlambatan adalah 15 Menit. Jika lebih dari waktu toleransi
mahasiswa diberi tugas
LAPISAN PENYUSUN KERAK BUMI
LAPISAN PENYUSUN KERAK BUMI
1. Lapisan Kerak Bumi (crush)

Lapisan bumi yang paling luar adalah kerak bumi Lapisan kerak atau kulit bumi,
yaitu lapisan yang tersusun dari batuan beku dan juga terdapat batuan metamorf
dan sedimen.

Ketebalan rata-rata lapisan kerak bumi adalah 32 km. Lapisan yang paling tebal
berada di bawah benua, yaitu mencapai 65 km. Sedangkan lapisan paling tipis
berada di bawah samudera yang ketebalannya hanya 8 km. Permukaannya
dicirikan oleh adanya pegunungan, dataran yang sangat luas dan datar, serta
palung laut. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 derajat Celsius.
2. Lapisan Selimut Bumi (mantle)

selimut bumi yang terletak tepat dibawah kerak bumi. Lapisan ini disebut juga
dengan selubung bumi dengan ketebalan mencapai 2.900 km.

Bagian atas dari lapisan ini merupakan lapisan batuan padat dan di bagian bawah
merupakan lapisan batuan yang likuid (cair-cair padat). Suhu di lapisan ini dapat
mencapai 3000 derajat Celsius. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung bagian
dalam Bumi. Selimut Bumi ini terbagi lagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Litosfer:
lapisan paling luar dari selimut bumi dengan ketebalan mencapai 50-100
km. Lapisan ini tersusun dari bahan-bahan padat terutama batuan. Litosfer
memiliki 2 lapisan utama, yaitu lapisan sima (silisium dan magnesium) serta
lapisan sial (silisium dan aluminium).
2. Astenosfer:
lapisan yang berada di bawah lapisan litosfer. Lapisan ini memiliki
ketebalan antara 100 sampai 400 km. Disinilah diduga tempat formasi magma
terbentuk.
3. Mesosfer
Lapisan yang memiliki ketebalan 2.400-2.700 km dan berada di bawah
lapisan astenosfer. Lapisan ini sebagian besar terususun dari campuran besi dan
batuan basa.
3. lapisan Inti Bumi (core)
terletak dibawah selimut bumi atau tepat ditengah bumi. Lapisan yang memiliki
ketebalan 3.500 km ini menjadi lapisan yang paling dalam dari bumi.

Lapisan ini sangat padat dan menjadi pusat massa dari bumi. Di lapisan ini pula gravitasi
dan aktivitas magnetik bumi dibangkitkan. Kandungan terbesar dalam inti bumi
adalah besi dan nikel. Tekanan dalam inti bumi sangat besar dan suhunya mencapai
6000 derajat Celsius.

Lapisan ini terbagi lagi menjadi 2 bagian utama, yaitu lapisan inti luar (outer core) dan
lapisan inti dalam (inner core). Inti luar memiliki ketebalan sekitar 2.000 km dan
memiliki suhu mencapai 3.800 derajat celsius. Lapisan ini sebagian besar tersusun
atas besi cair. Sedangkan, lapisan inti dalam adalah lapisan yang menjadi pusat bumi.
Bentuknya seperti bola dengan diameter 2.700 km dan memiliki suhu 6000 derajat
celsius. Bahan utama penyusun lapisan ini adalah besi dan nikel.
MENGAPA PENTING????
Dalam dunia pertambangan ini penting untuk mengetahui dan mengidentifikasi
minera-mineral yang terdapat pada kerak bumi .
Ilmu pertambangan adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang meliputi pekerjaan
pencarian, penyelidikan, penambangan, pengolahan, penjualan mineral-mineral
dan batuan yang memiliki arti ekonomis (berharga).

Pekerjaan (tugas ) utama seorang ahli tambang adalah membebaskan dan


mengambil mineral-mineral serta batuan yang mempunyai arti ekonomis dari
batuan induknya, kemudian membawanya ke permukaan bumi untuk
dimanfaatkan (pabrik pengolahan)
- pekerjaan-pekerrjaan yang lain yang merupakan pekerjaan tambahan yang tdk
kalah pentingnya, antara lain penyanggaan, penerangan, ventilasi, penirisan
(drainage) dan pencegahan pencemaran lingkungan hidup.
Secara umum tahap-tahap kegiatan pertambangan dapat meliputi:
1. Prospecting
2. exploration
3. evaluation,
4. Mine plant design dan finance.
5. Development
6. Exploitation
Kegiatan-kegiatan dasar penambangannya sendiri terdiri dari pembongkaran atau
pemberaian (loosening), pemuatan (loading) dan pengangkutan
(hauling/transporting).
( akan dibahas pada pertemuan kedua)
Hasil-hasil tambang secara umum dapat dibagi atas:
1. Logam: NZn, Al, Co, Mn, Pb, Sn, dll.
2. Logam-logam dan batu mulia: Au, Ag, Pt, Intan, Topaz, Tourmaline, Beryl,
Amethyst, dll.
3. Mineral-mineral industri : tanah liat, batu gamping, pasir silika atau pasir
kwarsa, kaolin, gypsum, phospat, sulphur, limonit, dll
4. Batu bangunan/hias: marmer, granit yg berwarna indah, syenit, labdorit, andesit,
asbes, dll.
5. Bahan bakar (fuels): minyak dan gas bumi, batu bara, uranium, thorium, oil shale,
dll
6. lain-lain: batuan abrasive: garnet, corundum dan gas siterite. Batuan feltilizer:
phospat, sulphur nitrat
PERKEMBANGAN PERTAMBANGAN DI
INDONESIA
Pertambangan di Indonesia mulai berkembang tahun 1966 sampai sekarang ,
walaupun mengalami pasang surut namun kegiatan usaha pertambangan masih
diminati oleh banyak investor.
Kegiatan eksplorasi meningkat dengan cepat sekali, disebabkan karena semakin
banyaknya partisipasi perusahaan-perusahaan asing dalam rangka kontrak-
kontrak karya pertambangan dan perjanjian bagi hasil dalam bidang
perminyakan.

Industri pertambangan merupakan salah satu sektor industri yang punya sumbangsih
besar bagi Indonesia mulai dari peningkatan pendapatan ekspor, pembangunan
daerah, peningkatan aktivitas ekonomi, pembukaan lapangan kerja dan sumber
pemasukan terhadap anggaran pusat dan anggaran daerah.
Sektor pertambangan memiliki daya saing tinggi dan tidak hanya bersaing di
tingkat nasional namun juga di kancah internasional. Oleh karena itu industri
pertambangan harus didukung oleh semua pihak untuk terus berkarya dalam
mendukung perekonomian nasional.
Masa Depan Sektor Pertambangan Indonesia Tak ada gading yang tak retak, hal ini
juga berlaku pada industri pertambangan dan jasa pertambangan di Indonesia. Ada
faktor kekuatan, kelemahan, tantangan dan peluang yang menunggu industri
pertambangan ini kedepannya yaitu:
1.Faktor Kekuatan
Sektor pertambangan merupakan salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional
dan menjadi salah satu industri strategis yang punya peranan penting bagi Indonesia.
Harga komoditas SDA yang kuat dan kembalinya minat investor atas indutri
pertambangan telah memacu nilai pasar perusahaan pertambangan. Walaupun
tingkat keuntungan perusahaan tambang Indonesia lebih rendah dibandingkan
dengan rata-rata global karena kenaikan yang tinggi yang dinikmati pemain global.
Namun tingkat pengembalian atas investasi tambang , Indonesia masih kuat.
2. Faktor Kelemahan

Kerumitan Regulasi Pemerintah, Salah satu kelemahan industri pertambangan


Indonesia yaitu rumitnya regulasi-regulasi pertambangan dalam mengontrol
perusahaan-perusahaan tambang. regulasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah
yang seringkali dibuat tidak komperehensif dengan mempertimbangan kepentingan
semua pihak. Banyak peraturan daerah juga kerap tumpang tindih dengan regulasi
yang ada sebelumnya, dan tidak sedikit pula yang bertolak belakang satu sama lain.
3. Faktor Tantangan
Tantangan terberat bagi kalangan pertambangan ialah menghadapi iklim
perubahan paradigma di Indonesia seperti perubahan politik dan peraturan;
perlunya renegosiasi kontrak; larangan ekspor hasil tambang yang masih
berbentuk bahan baku; pengurangan lahan usaha untuk eksplorasi maupun
untuk eksploitasi dsb. Serta suasana dan pandangan politik yang tidak
bersahabat pada pertambangan pada umumnya.
Selain itu keterlambatan dalam mengubah persepsi investor mengenai iklim
investasi dapat menyebabkan Indonesia kehilangan keuntungan ekonomi yang
signifikan dari kemajuan industi pertambangan.
Selain itu, banyaknya perusahaan pertambangan yangsaat ini tidak memperhatikan
Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) membuat masyarakat bahwa semua
perusahaan pertambangan sebagai biang kehancuran dan pencemaran lingkungan
sehingga terkadang masyarakat melakukan demonstrasi penutupan lahan
pertambangan.

Oleh karena itu, suatu kerja keras bagi perusahaan pertambangan yang mendukung
gerakan hijau untuk meyakinkan masyarakat mengenai langkah dan kontribusi
mereka pada lingkungan
4. Faktor Peluang

Melalui program Corporate Social Responsibilty (CSR), sektor pertambangan


memiliki peran aktif dalam pengembangan komunitas masyarakat di daerah
sekitar pertambangan baik itu di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan
pemberdayaan generasi muda. Selain itu, dengan berlanjutnya lonjakan
pertambangan global dan adanya proyek ekspansi baru yang potensial di masa
depan, lapangan pekerjaan yang ditawarkan industri pertambangan sangat
menjanjikan. Harapan Rakyat Indonesia Terhadap Sektor Pertambangan
Bagi industri pertambangan, masyarakat menginginkan agar perusahaan
pertambangan mampu mengadopsi sistem usaha good governance dan
sustainable development terutama di daerah-daerah pertambangan dan juga
mampu menyelesaikan daya saing sistem perpajakan dan royaltinya terhadap
negara.
Bagi pemerintah, masyarakat berharap agar melaksanakan segala kebijakan
yang telah ditetapkan, menjamin keadilan dalam divestasi kepemilikian asing
dan penutupan tambang, dan mampu merancang / menyelesaikan Undang-
Undang Pertambangan yang baru dan dimasukkannya sistem kontrak sistem
kontrak tambang dalam Undang-Undang Pertambangan yang baru yang mirip
dengan sistem kontrak karya.
TERIMA KASIH