Anda di halaman 1dari 23

WELL LOGGING

Evaluasi formasi merupakan ilmu


rekayasa yang mempelajari karakteristik
sifat petrofisik dan fluida di bawah
permukaan bumi (sub surface).
Tujuan utamanya adalah untuk
mengetahui letak kedalaman dan
ketebalan lapiasan permeabel yang
diperkirakan akan berpotensi
mengandung hidrokarbon secara
ekonomis
Well logging biasanya digunakan dalam bidang
eksplorasi minyak dan gas bumi, selain itu
digunakan juga pada eksplorasi groundwater,
mineral, enviromental dan geotechnical.
Komponen-komponen peralatan log sumur antara
lain adalah detektor (sonde), alat penerima
(receiver), alat perekam (recorder), kabel baja
(wireline), alat pengukur kedalaman (depth
measurement), komputer, panel-panel kontrol
(control panels) dan katrol
PRINSIP DASAR WELL LOGGING
Prinsip dasar kerja alat well logging adalah arus
atau gelombang suara dikirim dari atas
permukaan menuju transmitter pada sonde,
sedangkan sumber radioaktif dipasang langsung
didalam sonde. Selanjutnya, dipancarkan oleh
transmitter menembus formasi dan fluida. Arus,
gelombang suara atau sinar radioaktif yang
kembali dari formasi diterima oleh receiver. Data-
data tersebut dikirim ke permukaan melalui
wireline dan diterima oleh komputer dan
disimpan di recorder. Hasil perekaman informasi
bawah permukaan ini berupa angka-angka digital
yang digambarkan dalam bentuk kurva
KEGUNAAN WELL LOG
1. Sifat petrofisik batuan (porositas, permeabilitas dan
saturasi fluida)
2. Letak kedalaman lapisanlapisan permeabel yang di
perkirakan akan mengandung hidrokarbon secara
ekonomis.
3. Ketebalan lapisan hidrokarbon (net pay thickness)
4. Batas - batas zona minyak air (water oil contact) dan
zona gas minyak (gas oil contact).
5. Pembuatan peta peta geologi bawah permukaan
seperti peta struktur dan peta isopach.
6. Estimasi jumlah minyak mula mula di tempat (initial
oil in place) dan gas mula mula di tempat (initial gas
in place) secara volumetric.
7. Jenis jenis lithologi penyusun formasi/reservoir
JENIS-JENIS LOG SUMUR
Log radio aktif :
log sinar gamma (gamma ray log, GR log)
log densitas (formation density log,FDL)
Log neutron (composite neutron log, CNL)
Log listrik :
log potensial (spontaneus potensial log,Sp.log)
log tahanan jenis (Resistivity log)
Log suara :
sonic log
RESISTIVITY LOG

Log resistivitas
digunakan untuk
mengetahui
tingkat kejenuhan
fluida pada
interval
kedalaman
tertentu
LOG SINAR GAMMA
Log sinar gamma (Gamma Ray Logs) berfungsi
mengukur sifat radioaktif alami dari suatu formasi
batuan berupa unsur-unsur uranium (U), thorium
(Th) dan potassium (K). Hasil pengukuran ini
dapat digunakan untuk identifikasi lithologi,
korelasi antar formasi sumur, dan menentukan
volume shale. Unsur-unsur radioaktif tersebut
mampu secara kontinyu untuk memancarkan
sinar gamma dalam bentuk pulsa-pulsa (sinyal)
energi radiasi yang tinggi.
Hasil perekaman pada alat recorder adalah
jumlah dari cacahan sinar gamma yang
tertangkap disusun dalam skala satuan API
(American Petroleum Institute). Semakin tinggi
nilai API, maka semakin tinggi kandungan
radioaktif pada batuan di kedalaman tersebut dan
begitu juga sebaliknya. Log sinar gamma
umumnya digunakan untuk membedakan lapisan
permeabel atau batupasir dan lapisan non-
permeabel atau batuan serpih atau shale
Disamping itu juga untuk mengetahui batas lapisan
permeabel (sand base line) dan batas lapisan non-
permeabel (shale base line) sehingga nantinya
dapat menghitung volume shale (clay). Sand
memiliki kandungan radioaktif yang lebih sedikit
daripada shale sehingga semakin tinggi nilai sinar
gamma maka semakin banyak kandungan shale di
formasi dan begitu juga sebaliknya
LOG CALIPER
Log caliper adalah jenis log yang
menggambarkan diameter borehole terhadap
kedalaman untuk tipe Open Hole Logging. Untuk
menyesuaikan dengan kondisi lubang bor,
peralatan Caliper Log dilengkapi dengan pegas
yang dapat mengembang secara fleksibel
tergantung pada ukuran lubang bor. Selain itu,
log caliper dapat digunakan untuk
menggambarkan lithologi dengan membedakan
lapisan permeabel dan non-permeabel
DENSITY LOG
Log densitas lebih dikenal dengan nama
Formation Density Log (FDL).
Tujuan utama dari density log adalah
menentukan porositas dengan mengukur density
bulk batuan, untuk mendeteksi adanya
hidrokarbon atau air dengan digunakan bersama-
sama log Neutron, menentukan densitas
hidrokarbon dan membantu didalam evaluasi
lapisan shale
SIFAT PETROFISIK BATUAN
Sifat petrofisika menggambarkan karakteristik fisik suatu
batuan yang meliputi porositas, permeabilitas, dan
saturasi. Sifat fisik batuan ini berkaitan erat dengan
karakteristik reservoir sehingga nantinya dapat diketahui
fluida terutama potensi hidrokarbon yang terkandung
didalamnya.
Porositas
Porositas adalah bagian dari volume total suatu batuan
yang memiliki pori dinyatakan sebagai perbandingan
dengan simbol . Porositas dinyatakan dalam fraksi
sebagai berikut :

Ruang kosong (pori) pada batuan reservoir sebagai


tempat menyimpan fluida . Porositas dapat terbentuk
karena beberapa faktor antara lain distribusi ukuran
butir, derajat sementasi, kompaksi dan packing.
Secara umum, porositas dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu :
1. Porositas Total
2. Porositas Efektif.
Besaran porositas yang dinyatakan dalam fraksi atau persentase
memiliki arti visual sebagai kemampuan batuan menyimpan fluida.
PERMEABILITAS

Permeabilitas adalah kemampuan suatu batuan


untuk mengalirkan fluida dan dinyatakan dengan
simbol K. Permeabilitas suatu batuan tergantung
apakah porinya saling terhubung atau tidak
SATURASI AIR
Saturasi Air (Water Saturation) Water Saturation
adalah besarnya volume pori pada batuan yang
terisi oleh air formasi yang dinyatakan dalam
fraksi dengan simbol Sw. Dengan mengetahui
saturasi air, maka dapat ditentukan hydrocarbon
saturation