Anda di halaman 1dari 56

THE PERFORMANCE EQUATION FOR THE MIXED FLOW REACTOR

=0
Input = output + disappearance by reaction + accumulation
After rearrangement becomes :
Graphical representation of the design equations for mixed flow reacto
for first order reaction with constant density systems, the performance equ
Becomes:

For linear expansion :


for first order reaction, the performance equations
Becomes:
Pure gaseous reactant A (CAo = 100 millimoll/liter)
is fed at a steady rate into a mixed flow reactor (V =
0.1 liter) where it dimerizes (2A R). For different
gas feed rates the following data are obtained:
Run number 1 2 3 4
vo, literlhr 10.0 3.0 1.2 0.5
CAf, millimol/liter 85.7 66.7 50 33.4
Find a rate equation for this reaction.
Pada stokiometri ini, (2A R) :

Jika dihubungkan antara konsentrasi dan


konversi menjadi :

atau
Semua konversi pada setiap run kemudian
dihitung.

Laju setiap reaksi setiap run dihitung


menggunakan Eq.11
Setelah mendapat nilai rA dan C, kemuadian
menguji untuk n-order. Dalam hal ini kita
mneggunakan ra = kCna

Untuk n-order, pada data ini harus memberikan


garis lurus pada log(-ra) vs log Ca. Dan akan
menghasilkan grafik sebagai berikut
Dari 4 data tersebut sudah mendapat hasil garis
lurus dengan slope 2, sehingga persamaan laju
reaksinya
The elementary liquid-phase reaction

with rate equation

is to take place in a 6-liter steady-state mixed flow


reactor. Two feed streams, one containing 2.8 mol
A/liter and the other containing 1.6 mol B/liter,
are to be introduced at equal volumetric flow rates
into the reactor, and 75% conversion of limiting
component is desired. What should be the flow rate
of each stream? Assume a constant density
throughout.
Konsentrasi setiap komponen dalam mixed steam

Angka-angka ini menunjukkan bahwa B adalah


komponen pembatas, jadi untuk 75% konversi
dari B dan E = 0, komposisi dalam reaktor dan
dalam aliran keluar adalah
Kemudian mencari laju pada B yang terdapat di
dalam reaktor

Karena tidak terdapat perubahan kerapatan,


maka kita dapat menggunakan Eq.13
Jadi laju aliran masuk dan keluar pada reaktor
adalah

Atau
Plug Flow Reactor
Plug Flow Reactor adalah suatu alat yang
digunakan untuk mereaksikan suatu reaktan
dalam hal ini fluida dan mengubahnya menjadi
produk dengan cara mengalirkan fluida
tersebut dalam pipa secara berkelanjutan
(continuous). Biasanya reaktor ini dipakai
untuk mempelajari berbagai proses kimia
yang penting seperti perubahan kimia
senyawa, reaksi termal, dan lain-lain.
Pada plug flow reactor komposisi dari suatu fluida
bervariasi antar titik disepanjang aliran. Material
balance untuk reactan A eq. 4.1 menjadi:
=
0

Input= output+ disappearance by reaction+ accumulation


Mengacu pada Fig. 5.5 kita melihat volume dV yaitu:
Kita peroleh dari persamaan diatas:

Substitusi persamaan diatas hingga menjadi:


Mengubah bentuk persamaan diatas menjadi:

FA0, feed rate adalah konstan, namun rA


bergantung pada konsentrasi ataupun konversi
dari suatu material.
Persamaan 17 memungkinkan dalam menentukan
size reaktor untuk feed rate yang diberikan dan
konversi yang dibutuhkan. Perbedaan antara plug
flow dan mixed flow terletak pada nilai rA. Pada
plug flow nilai rA bervariasi sedangkan pada
mixed flow bernilai konstan.
Jika konversi awal memasuki reaktor dituliskan
dengan Xaf , dan konversi saat keluar reaktor
dituliskan dengan Xai maka persamaan menjadi:

Untuk sistem densitas konstan:


Dalam kasus tertentu, suatu persamaan dapat diekspresikan
dalam bentuk konsentrasi, sebagai berikut:
Persamaan 17 dan 19 dapat dituliskan baik dalam
bentuk konsetrasi maupun dalam konversi. Misalkan
untuk sistem dari perubahan densitas lebih nyaman
digunakan persamaan dalam bentuk konversi.
Gambar 5.6 menunjukkan suatu performance
equation dan spacetime yang dibutuhkan yang selalu
dapat ditemukan atau dicari secara numerikal
maupun integral. Akan tetapi, untuk bentuk kinetik
yang sederhana mencari secara integrasi analitis bisa
dilakukan dan mudah.
Untuk zero order reaction, A konstan.

Untuk first order reaksi irreversible, A


produk , A konstan.
Untuk first order reaksi reversible, A
rR,
CR0/CA0 = M; -rA=k1CA- k2CR dengan suatu
pengamatan konversi keseimbangan XAe, A
konstan.
Second order irreversible reaction, A+B
products dengan equimolar feed or 2A
products, A konstan.
Dimana densitas adalah konstan, nilai A = 0
untuk memperoleh persamaan yang
sederhana. Dengan membandingkan batch
expression pada chapter 3 dengan plug flow
expression, kita temukan:
1. Untuk sistem constant density ( constant
volume batch dan constant density plug flow)
persamaannya identik, untuk plug flow
sama dengan t pada batch reactor, dan
persamaannya dapat digunakan bergantian.
2. Untuk sistem changing density, tidak ada
kaitan dari persamaan antara batch dan
plug, persamaan digunakan pada situasi
tertentu, dan persamaannya tidak dapat
digunakan bergantian.
Untuk stoichiometry dan dengan 50% inert,

Pada kasus ini persamaan plug flownya


menjadi:

Integral dapat dihitung oleh satu dari tiga cara:


secara grafik, numerikal dan analitis. Ilustrasi
dari metode tersebut adalah sebagai berikut
Pertama
menaksir fungsi
uuntuk
diintegrasi
dengan memilih
suatu nilai (lihat
tabel E.54) dan
plot fungsinya
(lihat fig. E5.4b)
Menghitung area grafik:
Menggunakan aturan Simpson, dengan
menggunakan spaced interval dari sumbu XA
yang seragam dan teratur.
Dari table integral:
Metode integrasi disarankan penggunaanya
sesuai kondisi. Dalam problem ini penggunaan
metode numerikal merupakan metode yang
tercepat dan tersimple dan juga memberikan
jawaban yang cukup baik.
Jadi dengan mengetahui nilai integral, kita
dapat menghitung space time, sehingga Eq. (i)
menjadi:
Dekomposisi gas homogen dari Phosphine pada
suhu 649 C

Dengan laju reaksi


-rPH3 = (10/hr) CPH3
Berapa ukuran dari plug flow reactor yang
beroperasi pada suhu 649 C dan 460 kPa yang
menghasilkan 80% konversi dari feed sebesar 40
mol phosphine murni/jam?

Volume dari plug flow reactor diberikan dari
Persamaan 5.21
Dugaan awal bahwa reaksi gas antara A, B, dan R adalah
reaksi reversible elementer

Kita akan mengetes dengan eksperimen dari suatu


isothermal plug flow reactor
a. Kembangkan permodelan persamaan isothermal untuk
reaksi ini dengan Feed nya A, B, R, dan inert.
b. Tunjukkan bagaimana cara untuk mengetes persamaan
ini untuk equiolar feed dari A dan B

Dengan M= CB0/CA0 maka M= CR0/CA0 , kita
mendapatkan

Lalu, persamaan 5.17 kita gunakan untuk plug flow


B. Tunjukkan bagaimana cara untuk mengetes
persamaan ini untuk equimolar feed dari A dan B
CA0 = CB0
Pada equimolar A dan B CR0 = 0
tidak ada inert
M= CB0/CA0 , M = CR0/CA0 0/CA0 = 0 ,
=(koef akhir-koef awal)/koef awal (1-2)/1 -0.5

Data V, V0, dan XA dari data percobaan, data-data V, V0,


dan XA akan mengevaluasi sisi kiri dan sisi kana pada
persamaan (i)
Pada sisi kanan persamaan (i), pada sembarang XA
akan meng evaluasi f(XA), lalu f(XA) diintegralkan
menjadi f(XA) dXA dan akan dibuat plot seperti gambar
E5.6. Jika datanya menghasilkan garis lurus maka skema
kinetik nya dapat dikatakan memuaskan karena cocok
untuk data itu.

Untuk system densitas konstan

Untuk memudahkan kita membedakan antara dan


, perhatikan contoh dibawah ini:
Terdapat dua aliran steady flow popcorn popper,
dimana aliran masuk = 1 liter/jagung mentah dan
aliran keluar sebesar 28 liter/min produk popcorn.
Ada 3 kondisi, kondisi X, Y, dan Z.

Kondisi X dimana semua popcorn terbentuk diakhir


Kondisi Y dimana popcorn terbentuk di awal dan
akhir
Kondisi Z dimana popcorn terbentuk diantara awal
dan akhir
Pada 3 kondisi :

Nilai dari tidak bergantung pada apa yang terjadi


pada reaktor sedankan nilai dari bergantung pada
apa yang terjadi pada reactor.
Contoh diatas menunjukkan bahwa dan tidak
sama.
Pada bab 3, kita akan menemukan variable waktu
dari reaksi. Holding time () bukanlah waktu dari
reaksi pada bab3 itu, melainkan space-time() atau
V/FA0. Space-time() atau V/FA0 biasanya digunakan