Anda di halaman 1dari 44

Badan Pengembangan Pendidikan dan Pemberdayaan Sumberdaya

Manusia Kesehatan (Badan PPSDM ) - Himpunan Perawat


Penncegah dan Pengenlai Infeksi Indonesia (HIPPII)

Pelatihan Dasar Pencegahan & Pengendalian Infeksi RS


Angkatan I , 22 30 Mei 2015
Bapelkes - Batam
Pasien dan nakes berisiko mendapatkan
infeksi jika tidak melaksanakan tindakan
pencegahan infeksi
HAIs dapat dicegah / dikendalikan dengan
beberapa strategi pencegahan infeksi
Salah satu strategi pencegahan HAIs
adalah dekontaminasi (pembersihan,
disinfeksi dan sterilisasi)
Memutus mata rantai penularan
infeksi dari peralatan medis kepada
pasien, petugas kesehatan, pengunjung
dan lingkungan rumah sakit
Dekontaminasi:
Suatu proses untuk menghilangkan /
memusnahkan mikroorganisme dan
kotoran yang melekat pada peralatan
medis/objek, sehingga aman untuk
penggunaan selanjutnya, meliputi
pembersihan, disinfeksi, sterilisasi
Alat medis habis pakai
Permukaan meja/ permukaan lain yang
tercemar / tumpahan darah atau cairan
tubuh pasien
Linen bekas pakai yang tercemar darah
/ cairan tubuh pasien
Lakukan kebersihan tangan
Pakai APD: sarung tangan, apron, masker, kaca
mata
Serap darah/cairan tubuh sebanyak-banyaknya
dengan kertas/tisu
Buang kertas/tisu penyerap kedalam kantong
sampah medis
Bersihkan daerah bekas tumpahan dengan larutan
disinfectan
Buka sarung tangan
Lakukan kebersihan tangan
Peralatan Kritis
Peralatan semi kritis
Peralatan non kritis
Klasifikasi alat-alat medis
menurut Dr. Earl Spaulding :
Risiko Definisi Peralatan Cara

Tinggi Kontak dengan jaringan Instrumen bedah, DISTERILKAN :


( Critical ) steril, sistem peredaran laparoskop, kateter Sterilisasi Autoklaf,
darah (Vaskuler) jantung, Scapel, ETO atau strilisasi
implant temperatur rendah,
chemical sterilans
Disposible
Sedang Kontak dengan Endoskopi/anestesi, , Disinfeksi Tingkat
( Semi membran mukosa yang ETT, termometer Tinggi: pasteurisasi,
Critical ) utuh, mudah rectal steam, disinfektan
terkontaminasi dengan kimiawi
mikroba.
Rendah Kontak dengan kulit Stetoskope, Tidak perlu Steril :
( Non- yang utuh dan tidak tensimeter, linen, pembersihan fisik /
Critical ) mengenai membran bedpan, urinal, disinfeksi tingkat
mukosa, lingkungan apron,alat makan rendah (deterjen dan
secara tidak langsung. lantai, dinding, air)
tempat tidur
Pre Cleaning/Enzymatik

Pembersihan
(Cuci bersih, tiriskan, keringkan)

Sterilisasi Disinfeksi tingkat Disinfeksi tingkat


(peralatan kritis) tinggi rendah
Masuk dalam (peralatan semi (peralatan non kritikal)
pembuluh kritikal)
Hanya pada
darah/jaringan tubuh Masuk dalam mucosa permukaan tubuh yang
Instrumen bedah tubuh utuh
Endotracheal tube, Tensi meter,
NGT termometer
Pemrosesan perendaman
alat medis bekas pakai
untuk menghilangkan
noda darah, cairan tubuh
menggunakan enzyimatik
atau detergen
(Perendaman sampai seluruh
permukaan alat)
Pembersihan

Suatu proses untuk menghilangkan


kotoran yang terlihat atau tidak terlihat
pada peralatan medis / objek setelah
dilakukan perendaman, dengan
menggunakan air mengalir, sikat
detergen sehingga kotoran / bahan
organik hilang dari permukaan
Cara pembersihan

Manual Mesin
Lakukan kebersihan tangan
Pakai alat pelindung diri (masker,sarung tangan,
gaun)
Keluarkan alat yang telah direndam, bilas dengan air
mengalir
Lepaskan / buka alat medis yang dapat dilepas pada
saat dibersihkan
Sikat perlahan lahan alat medis dari setiap permukaan
termasuk gerigi dan lekukan Bilas sampai bersih
dengan air hangat
Keringkan alat dengan kain atau angin angin
Buka sarung tangan dan alat pelindung diri lainnya
Lakukan kebersihan tangan
Disinfeksi:

Suatu proses untuk menghilangkan /


memusnahkan mikroorganisme virus,
bakteri, parasit, fungi dan sejumlah
spora pada peralatan medis / objek
dengan menggunakan cairan
disinfektan
Metode Disinfeksi
Panas : Washer Bed / Dish Washer 70-80 C
Radiasi : UV Lab: Bio Safety Cabinet dan pipa
air
Filtrasi : Hepa Filter Membersihkan udara di
OK, Farmasi
Gas kimiawi

Cairan kimia
High level disinfection (HDL) / disinfeksi tingkat tinggi
(DTT)
Dapat membunuh semua mokroorganisme kecuali
endospora
Intermediate level disinfection (ILD) / disinfeksi tingkat
sedang
Disinfeksi ini akan membunuh mikroorganisme bakteri,
fungi, virus, namun tidak mempunyai aktivitas membunuh
spora
Low Level Disinfection ( LLD) /disinfeksi tingkat rendah
Disinfeksi ini tidak mempunyai daya untuk membunuh
mikroorganisme fungi, bakteri, virus
DTT merupakan perlakuan minimun yang
direkomendasikan oleh CDC.
DTT dapat membunuh semua
mikroorganisme, kecuali endospora.
Cara:
Rebus dalam air mendidih selama 20 menit
Rendam dalam larutan kimiawi: Glutaraldehyde,
Hydrogen Peroksida
Suatu proses menghilangkan
/memusnahkan semua bentuk
mikroorganisme pada peralatan medis /
objek termasuk endospora yang dapat
dilakukan melalui proses fisika dan
kimiawi dengan menggunakan alat
sterilisator
Sterilisasi sebaiknya dilaksanakan
disuatu unit tersendiri yang disebut
pelayanan sterilisasi sentral (CSSD)
Dekontaminasi, pembersihan, dan
disinfeksi dapat dilakukan di ruangan
atau di unit pelayanan sterilisasi
sentral (CSSD).
Menyediakan alat-alat medis yang
steril
Membantu mencegah terjadinya
infeksi nosokomial
Menjamin kualitas sterilisasi
Efisiensi tenaga, bahan dan alat
Bagan organisasi yang jelas,
menggambarkan alur tanggung
jawab dan komunikasi dengan unit-
unit yang memerlukan pelayanan
sterilisasi
Unit sterilisasi harus dipimpin oleh
seorang yang memahami tentang
seluruh prosedur pemrosesan alat
Ada prosedur tertulis mengenai proses
dekontaminasi, pencucian, pengemasan dan
sterilisasi semua alat-alat medis
Ada loket terpisah antara penerimaan alat-alat
medis kotor dan penyerahan alat-alat medis steril
Ada ruangan tempat penyimpanan peralatan kotor,
bersih dan peralatan steril yang terpisah.
Harus mempunyai tekanan positif aliran udara
dari dalam ke luar.
Kelembaban harus dijaga 20-23 C.
Upayakan tidak ada pipa, kabel yang menonjol
untuk menghindari timbunan kuman.
Hanya petugas penyimpanan barang yang boleh
masuk. Distribusi stok barang dengan sistem FIFO.
Ada meja kerja yang cukup memadai (stainless
steel) untuk memproses alat-alat medis dan alat-
alat tenun/linen
Memiliki alat ukur kelembaban dan temperatur
Udara dari ruangan kotor tidak mengalir ke
ruangan bersih
Lantai dan dinding mudah dibersihkan
Ada tempat cuci tangan dengan air mengalir
Kualitas air baik
Mesin sterilisator diperiksa secara teratur.
Sebaiknya memiliki dua pintu depan dan
belakang.
Tersedia APD
Ada pemeriksaan secara berkala dengan
indikator fisik, kimiawi dan
mikrobiologik terhadap alat-alat yang
disterilkan
Jadual dan tata kerja diatur sedemikian rupa
agar unit sterilisasi dapat berfungsi di luar
jam kerja
Proses sterilisasi terjadi dengan
memaparkan energi thermal dalam
bentuk panas kering/basah, zat kimia
dalam wujud cair/gas maupun bentuk
radiasi terhadap suatu benda dalam
waktu tertentu.
Daya bunuh yang kuat
Daya penetrasi yang baik
Aman / tidak toksik
Bisa digunakan untuk semua alat
indikator
Proses cepat
Kegiatan pra sterilisasi untuk menjaga
keamanan dan efektifitas alat-alat
medis pada saat digunakan untuk
perawatan pasien
Tanggung jawab unit pelayanan
sterilisasi sentral
Sesuai dengan metoda sterilisasi yang dipakai.
Dapat menahan mikroorganisme dan bakteri.
Kuat & tahan lama.
Mudah digunakan.
Tidak mengandung racun.
Segel yang baik.
Aman & mudah dibuka.
Masa kadaluarsa.
Menggunakan tape indikator
Segel harus dibuat sedemikian rupa
sehingga apabila dibuka fungsi segel
menjadi hilang
Harus secara rapat, menggunakan
segel panas atau segel kertas.
1. Linen
2. Kertas
3. Plastik film
4. Kombinasi plastik film dan kertas
1. Linen
Tidak dianjurkan bahan yang di-blech
Bukan dari bahan kanvas / tebal & kaku
2. Kertas
Hanya satu kali pakai
Harus bersifat menolak / tidak
mengabsorpsi air
Harus mempunyai sifat penghalang
bakteri yang baik
Harus bebas dari materi toksik
3. Plastik film
Film plastik tidak dapat menyerap air (cairan/uap)
Tidak bisa digunakan untuk sterilisasi uap
Dikombinasikan dengan Kertas pada salah satu sisinya
(Steripouches) apabila untuk sterilisasi uap
Polyethylene dapat menyerap Ethylene Oxide
Bahan PVC (Polyvinyl Chloride) tidak menyerap EO
tidak direkomendasikan untuk sterilisasi EO.

4. Kombinasi plastik film dan kertas


Nama alat yang akan dikemas
Langkah penyiapan dan disortir alat
Metode sterilisasi yang digunakan
Cara penempatan item yang benar dalam
kemasan
Cara penempatan indikator kimia internal dan
eksternal
Metode penyegelan kemasan
Cara penempatan kemasan dalam chamber
Cara penyimpanan yang benar.
Sterilisasi dengan suhu tinggi
Sterilisasi uap (Steam Heat)
Sterilisasi panas kering (Dry Heat)
Sterilisasi dengan suhu rendah
Ethylene Oxide
Hydrogen Peroxide Plasma Sterilization
(STERRAD)
Liquid Paracetic Acid
Metode sterilisasi paling tua, aman, efektif,
relatif tidak mahal, bersifat non toksik
Suhu dan waktu:
121 C (250 F) selama 30 menit
132 C (270 F) selama 4 menit .
Direkomendasikan untuk peralatan yang
tahan panas dan tahan uap.
Keuntungan:
dapat mensterilkan bahan yang tidak dapat
ditembus steam
tidak bersifat korosi, mencapai seluruh
permukaan alat
Kelemahan:
penetrasi panas lambat - waktu lama
perlu suhu tinggi
dapat merusak bahan karet
Penggunaan untuk:
minyak, serbuk halus, syringe, kaca, gelas,
benda tajam

Suhu dan waktu:


170 C (340 F) selama 60 menit
160 C (320 F) selama 120 menit
150 C (300 F) selama 150 menit
Untuk sterilisasi alat medis yang sensitif terhadap
panas dan uap.
ETO tidak berwarna, mudah terbakar
Suhu 29 - 65 C atau 45 C -85 C.
Keuntungan:
non korosif terhadap plastik, metal , karet.
tidak berbau
Kelemahan:
waktu lama (2 5 jam), biaya tinggi, bersifat toksik,
mutagenik, karsinogenik, iritasi saluran pernapasan, dalam
konsentrasi tinggi dapat menimbulkan pusing, mual, muntah.
Pembersihan tidak adekuat
Konsentrasi larutan disinfektan tidak tepat
Penyimpanan tidak benar
Penyimpanan basah setelah sterilisasi
Salah satu upaya pencegahan HAIs
adalah melakukan dekontaminasi
meliputi pembersihan, disinfeksi dan
sterilisasi
Agar mutu sterilisasi terjamin baik
diperlukan kegiatan monitoring,
evaluasi dan tindakan lanjut