Anda di halaman 1dari 28

ARSITEKTUR ROMANESQUE

DOSEN : Ir. Rita Walaretina, MSA


KELAS :B
NAMA ANGGOTA :
LAUDZA AZ ZAHRA 052 0015 00059
M. AGUNG REYNALDI 052 0015 00069
M. YOGA PRABOWO 052 0015 00071
NITA RAHMANIA 052 0015 00080
NUR ARASHY AGUSTINA 052 0015 00083
SEJARAH
Antara abad ke 6 dan ke 8, budaya Yunani-Romawi pudar Charlemagne diangkat menjadi Holy
dan menghilang. Di sepanjang pantai Mediterania, Roman Emperor oleh Paus Leo III di
perdagangan tidak dapat berjalan karena serangan-serangan Roma. Pada masa kepemimpinannya,
yang terjadi. Hal ini menyebabkan ekonomi yang semakin Charlemagne menetapkan kebijakan
menurun dan berhentinya kehidupan di kota. Bahkan, Roma resmi yang kuat tentang menghidupkan
yang merupakan kota besar dengan populasi awal mencapai kembali kebudayaan Romawi yang
satu juta jiwa berkurang drastis menjadi kurang dari lima belas hilang, khususnya budaya Roma Kristen
ribu jiwa. Yang terjadi adalah terbentuk tempat tinggal yang pada masa Konstantinopel.
berbentuk pedesaan. Hasilnya adalah bangunan arsitektur
yang merupakan tiruan dari
percampuran budaya basilika
Charlemagne
konstantin dan keantikan orang
barbarserta memiliki stuktur inovatif
yang menjanjikan di masa depan.

Kapel Palatine
SEJARAH & LATAR BELAKANG
ARSITEKTUR ROMANESQUE

Berdasarkan tabel di samping, abad pertengahan


(The Middle Age) atau abad Mediaves merupakan
periode sejarah arsitektur yang berkembang
pesat di benua Eropa dengan dimulainya
kebangkitan religi di benua tersebut setelah
runtuhnya Kerajaan Romawi Barat yang
berkedudukan di Roma (476 M) dan munculnya
Kerajaan Romawi Timur yang berkedudukan di
Konstantinopel.

Sejarah arsitektur abad pertengahan dimulai


pada tahun 313 M ketika agama kristen
dinyatakan sebagai agama yang legal oleh Kaisar
Konstantin dengan meluluskan Edict of
Toleration yang memungkinkan penyebaran
Kristen (Trianto, 2012).
SEJARAH & LATAR BELAKANG
ARSITEKTUR ROMANESQUE

Pesatnya pembangunan pada masa itu


mengharuskan Kaisar Konstantinopel untuk Saint-Nectaire (Prancis) Katedral Limburg (Jerman)
membuat tempat peribadatan berupa gereja-
gereja. Untuk mengakomodasi kebutuhan
wilayah yang lebih luas, orang-orang Kristen
awalnya menggunakan desain yang mereka
sebut dengan basilika. Basilika adalah
merupakan bangunan peninggalan arsitektur
Romawi yang ketika itu berfungsi sebagai
bangunan pengadilan, dipilih dan diputuskan
sebagai bangunan gereja. Bentuk dasar
denah basilika adalah segaris linier yang
Katedral Trier (Trier, Jerman) Katedral Speyer (Jerman)
berbasis pada tiga ruang yaitu tengah nave
dan diapit oleh kedua sisi aisles serta
dipisahkan oleh kolom-kolom.
SEJARAH & LATAR BELAKANG
ARSITEKTUR ROMANESQUE

Masa Kristen awal berkembang pada saat


pertengahan Kekaisaran Romawi dan abad pertama.
Berikut periode Kristen awal:
0-325 M : Periode pengajaran dan awal mula kristen
ditandai dengan penyaliban Yesus (sekitar tahun 30
Masehi)
313-325 M : Kaisar Konstantin mengeluarkan
peraturan yang memungkinkan umat Kristen
mempraktekkan agama secara bebas di Romawi Basilika S. Clemente
325 M : Kaisar Konstantin masuk agama Kristen
325-395 M : Kristen adalah agama resmi Kekaisaran
Romawi
395 M : Perpecahan Kerajaan Romawi

Periode Kristen awal di tandai dengan pemahaman Basilika S. Petrus Basilika S. Appolinare
terhadap kepercayaan religi lebih mendominasi, hal ini
dibuktikan bahwa manusia mulai memikirkan hal-hal yang Gedung basilika yang diadopsi untuk kepentingan
bersifat kehidupan dunia setelah kematian, manusia peribadatan ketika itu merupakan peralihan fungsi dari
cenderung berintrospeksi pada diri sendiri, karya pengadilan di masa Romawi, sehingga para pakar
arsitekturnya bersifat religius (tempat-tempat ibadah), menyebutkan bahwa masa awal arsitektur Kristen adalah
dan karya seni lebih ditonjolkan untuk kepentingan agama. perakitan arsitektur Romawi. Beberapa bangunan gereja
yang sangat terkenal ketika masa arsitektur Kristen awal
adalah Basilika S. Clemente, Basilika S. Appolinare, dan
Basilika S. Petrus
SEJARAH DAN LATAR BELAKANG
KEPERCAYAAN
Romanesque memiliki
kepercayaan yautu menganut
agama Kristen.
Romanesque merupakan
gaya arsitektur pada Evolusi gaya local yang berbeda. Memilik
Jaman Kegelapan (Dark variasi, berdasarkan perbedaan iklim dan
Ages), tidak banyak material bangunan. Semua membantu
terdapat hasil karya membuat Gaya Romanesque menarik
arsitektur yang benar- dan beragam.
benar berbeda.
Para pembangun meniru
karya-karya lama (Romawi)
dan mencampurnya dengan
ide-ide dari agama Kristen.

Pada masa Romanesque, banyak


Yang membantu membangun bangunan
kastil, gereja dan katedral,
bangunan pemerintahan, tembok adalah seniman yang mendedikasikan
kota. dirinya dalam membangun secara suka rela.
Karakteristik Pola Tata Kota

Jalan diagonal dan radial yang menghubungkan titik-titik area penting di kota; Rencana Christopher Wren di
London, 1666. Dari bukti-bukti sejarah yang ada, terlihat bahwa struktur kota ini direncanakan dengan cara
advanced planning.
Fortified Building/Benteng/Kastil

Benteng dibangun untuk pertahanan dari musuh, umumnya berada di tempat yang tinggi dan dikelilingi oleh
tembok batu yang besar.
Pada kasus yang lain ditemukan benteng yang didirikan di tepi tebing yang curam sebagai pertahanan.
Tidak memiliki banyak bukaan dan terbuat dari batu.
Domestic Building
Umumnya dibangun dari konstruksi
kayu.
Rumah-rumah yang masih berdiri
hingga saat ini sebagian besar
terbuat dari batu.
Berdasarkan ukuran dan fungsi
terdiri atas Long House, Tower
House, dan Town House
Long House yaitu bangunan
berlantai satu yang fungsinya untuk
rumah tinggal dan sebagai
peternakan
Tower House yaitu bagunan yang
bertingkat lebih dari satu dan lebih
memanjang secara vertical
Town House yaitu bangunan
bertingkat 3 atau lebih yang
umumnya dimiliki oleh bangsawan.
Bangunan Pemerintahan

Di Italia sejumlah bangunan pemerintahan yang penting sebagian besar masih utuh
dan terus digunakan. Loggia, jendela berpasangan, dan fitur lainnya terus digunakan
dari abad ke-11 sampai awal abad ke 15.
Bangunan Perdagangan
Kantor pedagang pada dasarnya adalah
bangunan kota, pada awalnya sederhana
namun mulai berkembang pada abad ke-
13, di mana keluarga dagang kaya tinggal
dan menjalankan bisnis mereka.
Strukturnya adalah batu bata, bahan favorit
untuk dekorasi arsitektural adalah marmer,
yang diukir dengan rumit, atau diletakkan di
permukaan sebagai veneer yang terukir.
Di Venesia sejumlah bangunan ini tetap ada,
membentang di sepanjang jalur utama dan
Grand Canal.
MONASTERY/BIARA
1

TIPOLOGI
Terdapat tiga macam tipologi bangunan
2
CHURCHES/GEREJA

pada masa Arsitektur Romanesque

CASTLE/KASTIL
3
MONASTERY/BIARA
Biara merupakan bangunan yang terdiri dari tempat tinggal dan peribadatan orang-orang monastik,
didesain sebagai implementasi kota suci Tuhan (The city of God)

GEREJA BERANDA

CHAPTER ROOM RUMAH SAKIT/PERAWAT

RUANG MAKAN
RUANG
BIARAWAN/BIARAWATI

RUANG ABBOT
CHURCH/GEREJA
Merupakan bangunan utama
Merupakan implementasi kerajaan Tuhan
Bagian tersuci pada gereja adalah Apse
Memiliki massa bangunan berbentuk silang

Simbol penting :
Bagian membulat merepresentasikan kesempurnaan,
bagian tersebut melambangkan Tuhan
Bagian menyudut/kotak melambangan manusia
CHURCH/GEREJA
Karakteristik khusus Gereja:
Monumental, mengimitasi gaya gereja Romawi
Didesain khusus untuk memperkenalkan gereja
katolik
Terbuat dari material batu
Memiliki beberapa macam layout denah:
Latin cross
Polygonal
Basilical

Latin cross Polygonal Basilical


CASTLE/KASTIL
Kastil merupakan konstruksi untuk pertahanan
Kastil dibuat untuk menyediakan tempat
perlindungan
Dinding kastil merupakan salah satu elemen yang
paling esensial
KARAKTERISTIK ARSITEKTUR ROMANESQUE

1. Dinding tebal, minim menggunakan


patung tetapi banyak ornament,
pada interior terdapat arcade( busur
lengkung), dengan groin vault.
2. Memiliki bukaan (jendela) yang
berukuran kecil dan sedikit.
3. Dinding dibuat rangkap, dengan di
isi puing-puing di tengahnya.
KARAKTERISTIK ARSITEKTUR ROMANESQUE

4. Arches (lengkung) yang digunakan adalah tipe semicircular,


baik pada jendela, pintu, maupun arcade.
5. Pada perkembangan Romanesque, rose window dan wheel
shaped window banyak diterapkan pada bangunan.
6. Arcade, deretan busur lengkung dengan kolom sebagai
penopang struktur. Muncul baik di interior maupun eksterior. Cathedral of St. Peter, Jerman. Selesai dibangun
pada tahun1181. Terdapat Arches, Arcade,
Wheel shaped window

7. Pier, berfungsi sebagai penyokong busur lengkung yang dapat


Pier
dilihat pada interior (ruang dalam). Dibuat dari bata dengan
bentuk sebagaian besar adalah persegi.
8. Colonnettes, kolom yang berfungsi sebagai struktural dan Capital
dekoratif.
9. Capital, berlandaskan pada corinthian order. Pada prinsipnya
shaft bulat dengan bagian atas persegi dan figur capital ukiran Colonnettes
dedaunan. Bentuk Capital berkembang dengan bentuk figure
gambar kisahAl-kitab, atau figur monster atau binatang, atau
figur orang suci
KARAKTERISTIK ARSITEKTUR ROMANESQUE

Barrel Vault, bentuk kubah paling sederhana. Dinding


satu menciptakan plafon lengkung dengan dinding
lainnya.
Saint Savin sur Gartempe, Perancis yang
dibangun abad ke-12.

Groin Vault, pada dasarnya merupakan barrel vault yang


berpotongan dan memilki titik sumbu ditengah.

Basilica of St. Mary Magdalene


yang dibangun di abad12 M.

Ribbed Vault, merupakan perkembangan dari Groin Vault


namun baru dikembangkan pada periode Gothic.
FASAD PADA ARSITEKTUR ROMANESQUE

Old Cathedral of Coimbra


merupakan peninggalan
gereja Romanesque di
Portugal, dibangun sekitar
tahun 1189M.

Portal menjadi fokus


pada fasad bangunan,
khususnya gereja

Church of St. Trophime,


Perancis, dibangun Dinding tebal untuk kestabilan bangunan
padaabad12. dengan jumlah jendela sedikit dan kecil
agar tidak memperlemah struktur.
Menciptakan ruang yang gelap sebagai
Portal menjadi fokus dalam ruang meditasi.
sebuah gereja, Dengan detail
pada timpanum, merupakan
Karakter khas dari
Romanesque di Perancis
FASAD PADA ARSITEKTUR ROMANESQUE

Tipikal bangunan Gereja Tipikal bangunan Gereja


dengan menara, Lisbon dengan menara, Limburg
Cathedral (Portugal), Cathedral (Jerman),
dibangun pada abad 12M. dibangun pada tahun 910
Portal depan dengan rose M. Portal depan dengan
window menjadi focus pada rose window menjadi focus
fasad bangunan. pada fasad bangunan.
ARSITEKTUR ROMANESQUE DI PERANCIS

Pengaruh Arsitektur Romanesque Segi Geograpis Di Perancis dengan desa


yang masih alami sepanjang jalan seperti Rhone, Saobne, Seine, dan Garonne
yang berhubungan meditarerranian dengan laut atlantik dan kepulauan
Inggris. Ada perbedaan wilayah yang memasuki wilayah pembagian yang
ditandai dengan pembagian gaya arsitektur yang kuat selain itu posisi wilayah
geografis.
Kehidupan biara (monastic) pada abad XI di Eropa Barat termasuk di
wilayah jaman modern sekarang menjadi bagian dari Perancis berkembang
sangat pesat. Keadaan tersebut merupakan hasil dari landasan kuat didirikan
oleh kelompok-kelompok keagamaan didukung oleh para raja sehingga
berpengaruh langsung pada arsitektur dan seni. Di wilayah selatan Perancis
bangunan gereja didirikan pada masa itu, mempunyai ciri antara lain
berdenah silang salib (bentuk T/T shape) yang merupakan cirri umum dari
arsitektur Romanesque.

Ciri khas telah disebut diatas yaitu denahnya berbentuk T atau silang salib
(cruciform) terlihat jelas pada denah gereja ini. Hal yang unik, berbeda dengan
gereja-gereja berasitektur Romanesque dikemukakan didepan dari gereja ini
adalah tidak mempunyai aisle.
KARAKTERISTIK ROMANESQUE DI PERANCIS

DENAH MATERIAL PORTAL


Kemegahan merupakan ciri utama Arsitektur Pada awal pembuatan portal, gereja tidak memiliki bukaan (sirkulasi
udara).
Denah berbentuk T Romanesque Di bagian Selatan, bukaan portal di buat lebar dan landai untuk
Material dinding hanya berupa susunan bebatuan mendapatkan cahaya yang cukup
Elaborasi bukaan pintu dengan portal melengkung Di bagian Utara, portal dibuat memiliki beberapa bukaan di atasnya
melangbangkan kesederhanaan dan kekayaan Gereja Vzelaymerupakan yan pertama yang menggunakan portal yang
memiliki portal tersebut
ARSITEKTUR ROMANESQUE DI ITALY (abad IX - XII)

Setelah kematian Charlemagne, Italy mengalami


disintegrasi, kekaisaran lemah, keadaan anarki. Pisa
menjadi kota penting dan berkembang pesat di
zaman pertengahan.
Ciri dari Romanesque italia, :
1. Tampak depan, mempunyai banyak hiasan.
2. Deretan kolom dengan pelengkung bertingkat
menghias bagian atas tampak depan bangunan.
3. Kolom-kolom berbentuk silindris, ramping dan
pendek, list kolom berpola hiasan korintien.
4. Dinding luar dilapis dengan marmer berwarna putih
dan coklat. Disusun dalam pola kotak kotak dan
garis garis sebagai hiasan luar.
ROMANESQUE DI SPANYOL

Pengaruh romanik yang datang ke Spanyol berasal dari


Prancis. Hal ini terpengaruh dari ziarah ke peninggalan
kenamaan Santiago de Compostela di Galicia. Dengan
antusias didukung oleh perintah cluniac pada abad ke 11
dan 12.
ROMANESQUE DI INGGRIS DAN SKANDINAVIA

Pada saat penaklukkan Norman tahun 1066.


Inggris telah dihuni oleh mayoritas orang Kristen
selama lebih dari empat ratus tahun.
Bangsa normans memprakarsai tahap kedua
arsitektur romanesque Inggris, umumnya
dinamakan norman setelah dinasti yang
ditetapkan oleh william si penakluk. Mereka
segera meluncurkan program pembangunan yang
ambisius. perusahaan yang didominasi monastik ini,
yang menghasilkan beberapa gereja terbesar dan
terpanjang di eropa
TERIMA KASIH