Anda di halaman 1dari 35

AKUNTANSI BELANJA dan

BEBAN
(PEMERINTAH PUSAT)

PRODIP III AKUNTANSI


(KURIKULUM KHUSUS)
DEFINISI

Belanja adalah semua pengeluaran dari


Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang
mengurangi ekuitas dana lancar dalam
periode tahun anggaran bersangkutan yang
tidak akan diperoleh pembayarannya kembali
oleh pemerintah
JENIS BELANJA
Belanja operasi adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan
sehari-hari pemerintah pusat yang memberi manfaat jangka
pendek

Belanja modal adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset


tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu
periode akuntansi

Belanja lain-lain/tak terduga adalah pengeluaran anggaran untuk


kegiatan yang sifatnya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang
seperti penangulangan bencana alam, bencana sosial, dan
pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam
rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah pusat.
SISTEM KLASIFIKASI BELANJA

Memberikan kerangka dasar


Tujuan dalam pengambilan keputusan

Akuntabilitas

Oleh karena itu, belanja harus diklasifikasikan untuk


berbagai tujuan yang berbeda, misalnya:
Untuk penyajian laporan yang sesuai kebutuhan user.
Untuk administrasi dan akuntansi anggaran
Untuk penyajian LRA kepada DPR

4
PENTINGNYA KLASIFIKASI BELANJA
memformulasikan kebijakan dan
mengidentifikasi alokasi sumber daya sektor-
sektor;
mengidentifikasi capaian kegiatan pemerintah
melalui penilaian kinerja pemerintah; dan
membangun akuntabilitas atas ketaatan dalam
pelaksanaan anggaran terhadap otorisasi yang
diberikan oleh legislatif.

5
TUJUAN KLASIFIKASI BELANJA
UNTUK KEPENTINGAN MANAJERIAL
untuk penyajian laporan yang sesuai dengan
kebutuhan para penggunanya;
untuk administrasi dan akuntansi anggaran;

UNTUK PERTANGGUNGJAWABAN
untuk penyajian Laporan Realisasi Anggaran
(LRA), dengan menyandingkan antara anggaran
dan realisasinya

6
KLASIFIKASI BELANJA
Menurut Peraturan Perundangan
Klasifikasi UU No. PP No. PP No. 58/2005 Permendagri No. 13/2006
17/2003 24/2005
unit organisasi organisasi Organisasi Organisasi
organisasi (disesuaikan dengan susunan
organisasi pemda)
Fungsi 11 fungsi 11 Fungsi Fungsi, terdiri dari: Fungsi, terdiri dari:
Program (a) klasifikasi berdasarkan a) Klasifikasi belanja dalam rangka
urusan pemerintahan, dan pelaksanaan urusan pemerintahan
Kegiatan terdiri dari belanja urusan wajib
(b) klasifikasi fungsi pengelolaan dan belanja urusan pilihan.
keuangan negara: 10 fungsi b) Klasifikasi belanja menurut fungsi
(pertahanan tidak termasuk) pengelolaan keuangan negara (10
Program fungsi)
Kegiatan Program
Kegiatan
Jenis Jenis belanja ekonomi (jenis Jenis belanja Klasifikasi menurut kelompok
belanja belanja), belanja terdiri dari:
a) belanja langsung
b) belanja tdk langsung
Kemudian dirinci berdasarkan
jenis belanja

7
KLASIFIKASI BELANJA MENURUT FUNGSI

Klasifikasi belanja
menurut fungsi

Tujuan

penyusunan anggaran
berbasis kinerja

Manfaat

meningkatkan efektivitas dan efisiensi


dalam pelaksanaan program,kegiatan
dan subkegiatan yang mencerminkan
adanya keutuhan konseptual

8
HUBUNGAN ANTARA FUNGSI, PROGRAM, KEGIATAN DAN SUBKEGIATAN

Fungsi

Subfungsi Subfungsi Subfungsi

Program

Kegiatan

Subkegiatan
9
JENIS PENGELUARAN PEMERINTAH
Belanja

Pengeluaran Transfer/
Pemerintah Bagi Hasil

Pembiayaan

10
BELANJA NEGARA DALAM APBN

Belanja Operasi:
- belanja pegawai,
- belanja barang,
- bunga,
- subsidi,
- hibah, dan
- bantuan sosial.
Belanja Modal:
- belanja tanah;
- belanja peralatan dan mesin;
- belanja gedung dan bangunan;
- belanja jalan, irigasi, dan jaringan; dan
- belanja aset tetap lainnya.
Belanja Lain-lain
Transfer

11
BELANJA DAERAH DALAM APBD

1. Kelompok belanja tidak langsung terdiri dari:


belanja pegawai;
belanja bunga;
belanja subsidi;
belanja hibah;
belanja bantuan sosial;
belanja bagi hasil;
bantuan keuangan; dan
belanja tidak terduga.
2. Kelompok belanja langsung terdiri dari:
belanja pegawai;
belanja barang dan jasa; dan
belanja modal.

12
KLASIFIKASI MENURUT JENIS DAN OBYEK

Klasifikasi menurut jenis dan obyek (Object line item


classification), sangat penting untuk digunakan
dalam pengendalian anggaran (budgetary control)
dan untuk monitoring anggaran.

13
Klasifikasi belanja

Klasifikasi belanja menurut ekonomi (jenis


belanja)
Klasifikasi menurut organisasi
Klasifikasi menurut fungsi
KLASIFIKASI EKONOMI/JENIS

belanja operasi
belanja pegawai
belanja barang
bunga
subsidi
hibah
bantuan sosial
belanja modal:
belanja aset tetap
belanja aset lainnya
belanja lain-lain/takterduga
KLASIFIKASI ORGANISASI

klasifikasi berdasarkan unit organisasi


pengguna anggaran. Klasifikasi belanja
menurut organisasi di lingkungan
pemerintahan pusat antara lain belanja per
kementerian negara/lembaga berserta unit
organisasi di bawahnya
KLASIFIKASI FUNGSI
klasifikasi yang didasarkan pada fungsi-fungsi utama pemerintah pusat
dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Klasifikasi belanja
menurut fungsi adalah sebagai berikut:
Pelayanan Umum
Pertahanan
Ketertiban dan Keamanan
Ekonomi
Perlindungan Lingkungan Hidup
Perumahan dan Pemukiman
Kesehatan
Pariwisata dan Budaya
Agama
Perlindungan Sosial
PENGERTIAN BELANJA
MENURUT JENIS BELANJA

Belanja Pegawai adalah belanja kompensasi, baik dalam


bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang diberikan kepada
pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai
yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus
PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah
dilaksanakan kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan
pembentukan modal.

Belanja Barang adalah pengeluaran untuk menampung


pembelian barang dan jasa yang habis pakai untuk
memproduksi barang dan jasa yang dipasarkan maupun
tidak dipasarkan, dan pengadaan barang yang
dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada
masyarakat dan belanja perjalanan.

18
PENGERTIAN BELANJA
MENURUT JENIS BELANJA

Belanja Bunga adalah pengeluaran pemerintah


untuk pembayaran bunga (interest) atas kewajiban
penggunaan pokok utang (principal outstanding)
yang dihitung berdasarkan posisi pinjaman jangka
pendek atau jangka panjang.

Subsidi yaitu alokasi anggaran yang diberikan


kepada perusahaan/ lembaga yang memproduksi,
menjual, atau mengimpor barang dan jasa untuk
memenuhi hajat hidup orang banyak sedemikian
rupa sehingga harga jualnya dapat dijangkau
masyarakat

19
PENGERTIAN BELANJA
MENURUT JENIS BELANJA

Hibah adalah pengeluaran pemerintah dalam bentuk


uang/barang atau jasa kepada pemerintah atau
pemerintah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat,
dan organisasi kemasyarakatan, yang secara spesifik
telah ditetapkan peruntukannya, bersifat tidak wajib dan
tidak mengikat, serta tidak secara terus menerus.

Bantuan Sosial adalah transfer uang atau barang yang


diberikan kepada masyarakat guna melindungi dari
kemungkinan terjadinya risiko sosial. Bantuan sosial
dapat langsung diberikan kepada anggota masyarakat
dan/atau lembaga kemasyarakatan termasuk
didalamnya bantuan untuk lembaga non pemerintah
bidang pendidikan dan keagamaan.

20
PENGERTIAN BELANJA
MENURUT JENIS BELANJA

Belanja modal adalah pengeluaran anggaran untuk


perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi
manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Untuk
mengetahui apakah suatu belanja dapat dimasukkan
sebagai Belanja Modal atau tidak, maka perlu diketahui
definisi aset tetap atau aset lainnya dan kriteria
kapitalisasi aset tetap.

Belanja lain-lain/tak terduga adalah pengeluaran


anggaran untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa dan
tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan
bencana alam, bencana sosial, dan pengeluaran tidak
terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka
penyelenggaraan kewenangan pemerintah pusat/daerah.

21
JENIS BELANJA BARANG

Belanja Barang dan Jasa


Belanja Pemeliharaan
Belanja Perjalanan

22
BELANJA BARANG

Termasuk di dalamnya:
Belanja aset tetap yang nilai per
satuannya dibawah nilai minimum
kapitalisasi (contoh di pem. Pusat
KMK.01/2001 sebesar Rp. 300 ribu)
Belanja perjalanan dalam rangka
perolehan barang pakai habis
Belanja pemeliharaan aset tetap yang
tidak menambah umur, manfaat, atau
kapasitas
23
KONSEP NILAI PEROLEHAN
Komponen belanja modal untuk perolehan
aset tetap meliputi:
Harga beli aset tetap
Semua biaya yang dikeluarkan sampai AT siap
digunakan, termasuk:
* biaya perjalanan dinas
* ongkos angkut
* biaya uji coba
* biaya konsultan

24
RENOVASI ASET TETAP YANG BUKAN MILIK
Jika meningkatkan manfaat ekonomik AT:
Dikapitalisasi
Disajikan sebagai Belanja Modal
Disajikan sebagai AT Lainnya-AT Renovasi
Jika manfaat ekonomik renovasi kurang dari 1 tahun
buku, diperlakukan sebagai belanja operasional

Jika tdk menambah manfaat ekonomik AT:


Tidak dikapitalisasi
Disajikan sebagai belanja operasional

25
AKUNTANSI BELANJA
Belanja dapat didahului dengan komitmen
sebelumnya, yaitu belanda yang dalam
pelaksanaannya harus melalui pesanan atau
kontrak seperti belanja unutk pengadaan ATK dan
belanja modal pengadaan aset tetap.
Belanja dapat juga tanpa didahului dengan
komitmen sebelumnya yaitu belanja pegawai,
belanja bunga, belanja bantuan sosial, belanja
lainya

26
AKUNTANSI BELANJA
Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran
dari Rekening Kas umum Negara
Pengeluaran melalui bendahara pengeluaran,
pengakuan belanjanya terjadi pada saat
pertanggungjawab an atas pengeluaran yang
disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi
perbendaharaan.
Belanja BLU diakui dengan mengacu pada
peraturan perundang-undangan yang mengatur
BLU

27
AKUNTANSI BELANJA

Pembayaran belanja dapat dilakukan secara


langsung (LS) atau melalui dana kas kecil
(Uang Persediaan) yang diberikan kepada
para bendahara pengeluaran.
Pada saat kas dibelanjakan oleh Bendahara
Pengeluaran belum diakui sebagai belanja.
Pada saat dipertanggungjawabkan baru
diakui sebagai belanja.

28
JURNAL STANDAR APBN (OLEH SABUN)
B. Allotment Belanja Jurnal

Belanja Pegawai Apropriasi Belanja Pegawai


Belanja Barang Apropriasi Belanja Barang
Belanja Modal Apropriasi Belanja Modal
Belanja Pembayaran Bunga Apropriasi Belanja Pembayaran Bunga
Belanja Subsidi Apropriasi Belanja Subsidi
Belanja Hibah Apropriasi Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial Apropriasi Bantuan Sosial
Belanja Lain-lain Aprppriasi Belanja Lain-lain
JURNAL STANDAR DIPA (OLEH SAI)
B. Allotment Belanja Jurnal

Belanja Pegawai Allotment Belanja Pegawai


Belanja Barang Allotment Belanja Barang
Belanja Modal Allotment Belanja Modal
Belanja Pembayaran Bunga Allotment Belanja Pembayaran Bunga
Belanja Subsidi Allotment Belanja Subsidi
Belanja Hibah Allotment Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial Allotment Bantuan Sosial
Belanja Lain-lain Allotment Belanja Lain-lain
JURNAL STANDAR KOMITMEN

Komitmen Jurnal
Belanja/Transfer
DR. Belanja/Transfer xxx
CR. Dicadangkan untuk Belanja xxx

JURNAL Standar Komitmen atas Belanja?transfer, Pengeluaran


Pembiayaan Dalam Negeri dan Pengeluaran Pembiayaan Luar Negeri
kan dibalik pada saat Resume Tagihan
JURNAL STANDAR REALISASI ANGGARAN
PROSES Jurnal
BAST Aset DR. Aset Tetap yang belum diregistrasi xxx
tetap dan CR. Utang belum diterima tagihannya xxx
persediaan
DR. Persediaan yang belum diregistrasi xxx
CR. Utang belum diterima tagihannya xxx

Stl verfikasi DR. Aset Tetap xxx


CR. Aset Tetap yang belum diregister xxx

DR. Persediaan xxx


CR. Persediaan yang belum diregister xxx
JURNAL STANDAR REALISASI ANGGARAN
PROSES Jurnal
Resume DR. Dicadangkan untuk Belanja/TRansfer xxx
Tagihan CR. Belanja/transfer xxx
Belanja Modal (membalik jurnal komitmen)
dan Persediaan
DR. Utang yang belum diterima tagihannya xxx
(dg komitmen)
CR. Belanja Barang/Modal yg hrs dibayar xxx

Resume DR. Beban xxx


Tagihan selain CR. Belanja/transfer yg msh hrs dibayar xxx
Belanja Modal
dan persediaan
JURNAL STANDAR REALISASI ANGGARAN
PROSES Jurnal

Realisasi DR. Belanja yang masih harus dibayar xxx


Belanja pada CR. Ditagihkan ke entitas lain (due to) xxx
Buku Besar
Akrual

Buku Besar Kas DR. Belanja xxx


CR. Ditagihkan ke entitas lain (due to) xxx
PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN BELANJA PADA LAPORAN KEUANGAN

PENYAJIAN:
Laporan Realisasi Anggaran (LRA);
Laporan Arus Kas (LAK)
- Belanja Operasional Aktivitas Operasi
- Belanja Modal Aktivitas Investasi non Keuangan
menambah aset tetap/aset lainnya di
neraca

PENGUNGKAPAN
Diungkapkan pada Catatan atas Laporan Keuangan
(CaLK).

35