Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN KASUS

MORBILI

Oleh :
Tiara Rizqi Indrian
2013730112

Dokter Pembimbing:
Dr. Desiana, Sp.A
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
IDENTITAS

Nama : An. F
Usia : 6 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Cempaka Putih Barat XV
Tanggal MRS : Senin, 12 agustus 2017
Ruangan : Badar Ruang Cadangan

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA

Demam tinggi 2 hari SMRS

KELUHAN TAMBAHAN

Bercak merah di seluruh badan, tidak gatal, batuk (+) mual (+).

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
4
Riwayat Penyakit
Sekarang

4 hari 2 hari 1 hari


SMRS SMRS SMRS

Demam 38,6oC
Batuk sudah Timbul bercak merah yang
tidak berdahak awalnya muncul di wajah
Batuk dan masih ada pasien, lalu saat sore
berdahak pilek menjelang malam bercak
dan pilek. Demam tinggi sudah mulai menyebar ke
hingga 39oC tangan hingga perut
Demam turun Bercak tidak terasa gatal
saat diberikan Batuk tidak berdahak
obat penurun Mual
panas BAB dan BAK normal
Nafsu makan menurun
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

OS pernah sakit seperti ini sebelumnya saat usia 2 tahun.


Tidak ada riwayat kejang

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Dikeluarga tidak memiliki riwayat kejang, DM, Hipertensi

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
RIWAYAT PENGOBATAN

Pengobatan campak hingga sembuh


Os sedang tidak sedang menjalani pengobatan suatu penyakit.
(eg: OAT / OAE)

RIWAYAT ALERGI

Tidak ada alergi obat, makanan, cuaca maupun debu

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
Riwayat Tumbuh Riwayat pola
Riwayat Psikososial:
Kembang: makan

OS Tinggal dengan
Keseharian anak aktif, kakak, dan ibu serta
ayahnya. Nafsu makan
prestasi belajar di
Lingkungan rumah menurun
sekolah baik, tidak
Kesan : bersih dan udara Makan nasi
pernah tinggal kelas, 5sdm sejak 2
Normal sesuai masuk ke dalam
soasialisasi dengan
usia rumah. Ayah bukan hari SMRS
teman sebaya baik
seorang perokok. OS tidak suka
Di lingkungan sayur
sekolah teman OS suka makan
sekelasnya ada buah
yang menderita
penyakit seperti ini
ANC rutin ke
bidan dan dokter
Tidak Normal
mengkonsumsi BBL: 3500 g
obat-obatan PB: 50 cm
Kesan
selama hamil: Kesan :
Menangis
IbuDalam
tidak Dalam
spontan,
pernah sakit
batas
selama hamil
batas
riwayat kuning
normal (-) normal
RIWAYAT IMUNISASI

KESAN:
Imunisasi Dasar
Lengkap
Tidak ada imunisasi
tambahan

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
10

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum : Sakit sedang


Kesadaran : Composmentis
11
STATUS GENERALISATA
Kulit
Thorax (Paru :dan Pucat (+),
Jantung)
Inspeksi : Simetris, tidak ada
terdapat efloresensi
retraksi, IC tidak tampak
Abdomen makulopapular
Palpasi : Tidak ada bagian
Kepala
Inspeksi : Datar, scar Mata
dinding thorax yang
(-) LK = 48cm,
eritema(+)
CA -/-,vocal
Muluttertinggal, SI -/-,fremitus
Telinga
normocephal
Hidung
Auskultasi : Bising usus simetris.
pupil
Bibir bulat
: mukosa
Perkusi : isokor
Normotia,
(+) normal-/-,: sekret
Rambut
Sekret Hitam,-/-
septum
Leher (3/3mm),
lembab,
Sonor kedua RCL
sianosis
lapang +/+,
(-)paru
tidak :mudah
deviasi
Perkusi (-), nafas
Timpanitik rontok Jantung : redup normal
Pembesaran tiroid RCTL
Lidah :+/+
Lidah tremor
cuping
seluruh lapang
Ubun-ubunhidung besar-/-, -/-, Auskultasi :
pembesaran Mata
(-),Paru
coated cekung +/+, -/-
tongue (-)
-/- KGB -/-
abdomen : Vesikular
sudah
epistaksismenutup
PalpasiEkstremitas
: Supel, nyeri RhGerak
Tonsil -/-, Wh -/-
: T1/T1, bolatidak
Jantung : Bj I dan II reg.murni,
tekan (-), nyeri tekan
Superior ada
: Akral hangat +/+ ,
edema mata
-/-,
murmur (-),baik
pembesaran
CRT ke
<2/<2
gallop (-)
epigastrium (-), turgor
Inferior : Akral hangat +/+, edema segala
Faring
-/-, arah
CRT:<2/<2
hiperemis
kembali cepat.
STATUS ANTROPOMETRI

BB : 19 kg
TB : 110 cm
LK : 48 cm

STATUS GIZI

BB/U = 19/20 X 100% = 95 % Gizi Baik


TB/U = 110/115 X 100% = 95 % Tinggi Normal
BB/TB = 19/18 X 100% = 105 % Gizi Baik
Kesan : Gizi baik
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
Status Neurologis

R. Meningens : Kaku Kuduk (-)


Lasegue (-)
Kernig (-)
Brudzinki 1 (-)
Brudzinki 2 (-)
R. Fisiologis : Bisep (+/+)
Trisep (+/+)
R. Patologis : Babinski (-/-)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Tanggal 12/06/17 Hasil Nilai Normal Satuan

Hemoglobin 12,1 10,8-15,6 g/dL

Leukosit 7.97 4.50-13.50 %

Hematokrit 37 33 45 rb/ L

Trombosit 233 184-488 103/L

Eritrosit 4.64 3.80-5.80 106/ L

MCV/VER 79 69-93 Fl

MCH/HER 26 22-34 Pg

MCHC/KHER 33 32-36 gr/dL


PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Tanggal 15/06/17 Hasil Nilai Normal Satuan

Hemoglobin 10.6 10,8-15,6 g/dL

Leukosit 4.41 4.50-13.50 %

Hematokrit 32 33 45 rb/ L

Trombosit 204 184-488 103/L

Eritrosit 4.09 3.80-5.80 106/ L

MCV/VER 78 69-93 Fl

MCH/HER 26 22-34 Pg

MCHC/KHER 33 32-36 gr/dL


RESUME

Anak perempuan 6 tahun datang dengan keluhan demam hari kedua, 1


hari SMRS timbul bercak merah hampir di seluruh tubuh, disertai batuk
tidak berdahak dan mual. Pada Pemfis ditemukan efloresensi macula
papula eritema hampir di seluruh tubuh, wajah pucat, faring hiperemis.
Suhu 36,5oC, Nadi 110x/mnt, Nafas 22x/mnt. Pada pemeriksaan
laboratorium hasilnya semua normal

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
ASSESMENT

Febris hari ke 2
Efloresensi macula papula eritema
Batuk
Mual

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
DIAGNOSA KERJA

Diagnosis Klinis : Morbili


Diagnosis Gizi : Gizi baik
Diagnosis Imunisasi : Imunisasi dasar lengkap
Diagnosis Tum-Bang : Normal sesuai dengan usia

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
TERAPI

- IVFD Ringer Laktat 16 tpm


- Ondancentron IV k/p 2 mg (0,1 mg/KgBB/hari)
- Antrain IV 3 x 250 mg (8-16 mg/KgBB/x)
- Ceftriaxone IV 1 X 1,5 gr (20-50 mg/KgBB/hari)
- Salicyl talk
- Laktacyd

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
FOLLOW UP
Hari/ tanggal S O A P
Senin 12 Agustus 2017 Demam (-), Batuk (+), Ku : Tampak sakit sedang Morbili Lanjutkan terapi
Pilek (+), Conjungtivitis Kes : CM
(+), bercak merah hampir Suhu :39C
di seluruh tubuh (+), Nadi : 100 x/mnt
muntah (+), BAB cair ada RR : 30 x/mnt
ampas sudah 3x, Nafsu PF :
- Ditemukan efloresensi
makan turun
macula papula eritema
hampir di seluruh tubuh
- Abd : BU (+) meningkat
Selasa 13 Agustus 2017 Demam (-), Batuk (+), Kes : CM Morbili Antrain dan ondancentron
pilek (+), bercak merah Ku : Tampak sakit ringan stop yang lain tetap
hampir di seluruh tubuh T : 37,2oC dilanjutkan
(+) Congjungtivitis (-), HR : 80x/mnt
BAB cair (-), . RR 22x/mnt
PF :
Ditemukan efloresensi
macula papula eritema
hampir di seluruh tubuh
Rabu 14 Agustus 2017 Demam (-), Batuk (+), Kes : CM Morbili Lanjutkan terapi
pilek (+), bercak merah Ku : Tampak sakit ringan
hampir di seluruh tubuh T : 37oC
(+) HR : 100x/mnt
RR 22x/mnt
PF :
Ditemukan efloresensi
macula papula eritema
hampir di seluruh tubuh
FOLLOW UP
Hari/ tanggal S O A P
Kamis 15 Agustus 2017 Demam (-), Batuk (+), Kes : CM Morbili, keadaan Lanjutkan terapi
pilek (+), bercak merah Ku : Tampak sakit ringan sudah mulai membaik Pasien dipulangkan
sudah ada yg menghilang T : 37oC
tinggal di badan, sebagian HR : 100x/mnt
di lengan dan kaki RR 22x/mnt
PF :
Ditemukan efloresensi
macula papula di badan,
lengan, dan tungkai kaki
TINJAUAN PUSTAKA
Morbili
DEFINISI

Campak, measles, atau morbili adalah penyakit virus akut yang


disebabkan oleh virus campak dan memiliki 3 stadium yaitu :
stadium prodormal, erupsi, dan konvalensens

Campak adalah penyakit infeksi yang sangat menular yang


disebabkan oleh virus, dengan gejala-gejala eksantem akut,
demam, gejala-gejala saluran pernapasan, konjungtivitis,
kemudian diikuti erupsi makulopapula eritema dan diakhiri dengan
deskuamasi dari kulit.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
EPIDEMIOLOGI

Angka kejadian campak di Indonesia sejak tahun 1990 sampai 2010


masih tinggi sekitar 3000-4000 per tahun demikian pula frekuensi
terjadinya kejadian luar biasa tampak meningkat dari 23 kali per tahun
menjadi 174. Namun case fatality rate telah dapat diturunkan dari 5,5%
menjadi 1,2%.

Umur terbanyak menderita campak adalah kurang dari 12 bulan, diikuti


kelompok umur 1-4 tahun dan 5-14 tahun.

Pada kasus, OS berusia 6 tahun, yang berarti masuk ke


dalam kategori usia yang rentan terkena campak.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
ETIOLOGI

Virus campak merupakan virus RNA famili paramyxoviridae dengan


genus Morbili virus. Virus bisa ditemukan pada sekret nasofaring,
darah dan urin paling tidak selama masa prodromal hingga beberapa
saat setelah ruam muncul.
Virus campak adalah organisme yang tidak memiliki daya tahan tinggi
apabila berada di luar tubuh manusia. Pada temperatur kamar
selama 3-5 hari virus kehilangan 60% sifat infektifitasnya.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
PATOFISIOLOGI

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2015
PATOFISIOLOGI

Pada kasus: Pada Pemeriksaan Fisik


ditemukan efloresensi pada kulit berupa
macula papula eritema

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2015
Manifestasi Klinis
Stadium Stadium
Stadium Erupsi
Prodormal Konvalenses
Manifestasi klinis Ruam muncul pada saat Setelah tiga hari, ruam
campak biasanya baru puncak gejala gangguan mulai menghilang sesuai
mulai tampak pada pernafasan dan saat urutan timbulnya dan
stadium prodromal suhu berkisar 39,5C. akan tampak berwarna
yang berlangsung Ruam pertama kali kecokelatan yang tidak
Pada kasus: OS mengalami demam dan batuk sebelumnya
selama 2 hingga muncul sebagai makula
4 hari. diikuti dengan memudar bila ditekan.
kemudian timbulnya bercak merah awalnya
Biasanya terdiri dari yang tidak terlalu Seiring dengan masa
dari muka kemudian menyebar ke seluruh tubuh hingga
gejala klinik khas tampak jelas di lateral penyembuhan maka
tangan dan kaki.
berupa demam, batuk, atas leher, belakang munculah deskuamasi
pilek dan telinga, dan garis batas kecokelatan pada area
konjungtivitis, juga rambut. konfluensi yang akan
nyeri menelan. menghilang setelah 1-2
Koplik spot yang minggu.
merupakan tanda
patognomonik untuk
campak
Tata Laksana

Pengobatan bersifat suportif dan


simptomatis, terdiri dari istirahat, pemberian
cairan yang cukup, suplemen nutrisi, antibiotik
diberikan bila terjadi infeksi sekunder, anti
konvulsi apabila terjadi kejang, antipiretik bila
demam, dan vitamin A

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
Tatalaksana

Diet makanan cukup cairan, kalori yang


memadai, jenis makanan disesuaikan dengan
tingkat kesadaran pasien dan ada tidaknya
komplikasi.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
Pencegahan

Pencegahan terutama dengan melakukan imunisasi campak.


Imunisasi Campak di Indonesia termasuk Imunisasi dasar yang
wajib diberikan terhadap anak usia 9 bulan dengan ulangan saat
anak berusia 6 tahun dan termasuk ke dalam program
pengembangan imunisasi (PPI).

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
Komplikasi

a) Bronkopneumonia
b) Encephalitis
c) Subacute Slcerosing Panencephalitis (SSPE)
d) Konjungtivitis
e) Otitis Media
f) Diare
g) Black measles

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
PROGNOSIS

Campak merupakan penyakit self limiting sehingga bila tanpa disertai


dengan penyulit maka prognosisnya baik.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
DAFTAR PUSTAKA

Behrman et al. 2014. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Edisi 15. Diterjemahkan oleh: A.Samik
Wahab. Jakarta: EGC.
Tim Penyusun. 2012. Kapita Selekta Kedokteran, ed, 4. Jakarta: Medica Aesculpalus. FKUI
Panitia Penyusun Panduan Pelayanan Medis RSCM tahun 2015. 2015. Panduan Pelayanan
Medis Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM. Jakarta
Pudjiadi, Antonius H, dkk. 2011. Pedoman Pelayanan Medis, Ikatan Dokter Anak Indonesia
Jilid I. IDAI. Jakarta
Soegeng Soegijanto. 2010. Vaksinasi Campak. Dalam: I.G.N. Ranuh, dkk. (ed) Buku Imunisasi
di Indonesia. Jakarta. Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia. Hal. 105
Soegeng Soegijanto. 2010. Campak. dalam: Sumarmo S. Poorwo Soedarmo, dkk. (ed.) Buku
Ajar Ilmu Kesehatan Anak Infeksi & Penyakit Tropis. Edisi I. Jakarta. Balai Penerbit FKUI. Hal.
125

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017
THANK YOU!