Anda di halaman 1dari 32

Geokimia pada eksplorasi dan

manajemen geothermal
Peranan geokimia dalam
pengembangan geothermal :
Explorasi
Pengeboran/ Drilling
Monitoring/Produksi
Sampling mata air panas alami Webre steam separator

Rig Sumur Geokimia merupakan bagian


Produksi terintegrasi dari suatu proyek
geothermal dari mulai tahap
eksplorasi hingga
pengembangan dan produksi
serta isu lingkungan
Pengambilan sampel yang
tepat merupakan hal yang
penting untuk interpretasi
Geokimia untuk Eksplorasi

1. Memperkirakan temperatur bawah


permukaan (reservoir) dengan penggunaan
geotermometer kimia dan isotop
2. Mengidentifikasi sumber fluida panas bumi
dengan menggunakan metode isotop alam
Geokimia untuk Pengeboran/ Drilling

1. Informasi level (kedalaman) akuifer yang


produktif dan temperaturnya
2. Perbandingan air dan uap dalam reservoir
3. Menilai kualitas air dan uap air dalam
hubungannya dengan produksi dan
lingkungan
4. Memperkirakan kecenderungan deposisi
(scaling) , baik dalam sumur produksi,
sumur reinjeksi. Maupun peralatan produksi
di permukaan
Geokimia untuk Eksploitasi dan Produksi
1. Mengidentifikasi masukan fluida dari air tanah
dangkal yang dingin maupun masukan fluida panas
dari sumber yang lebih dalam
2. Memantau proses pendidihan dalam akuifer
produktif
3. Mengidentifikasi perubahan kontribusi akuifer
produktif terhadap keluaran sumur
4. Mengkuantifikasi perubahan dalam kecenderungan
scaling.
5. Mengkuantifikasi perubahan kualitas air dan uap
6. Merevisi model konseptual reservoir
Fluida Geokimia
Banyak dari fluida geokimia
merupakan campuran (hybrid);
pengenalan dan perhitungan
dari karakteristik/sifat dari
pencampuran menjadi penting
untuk memahami fluida dalam

Karakter geokimia
seperti kelebihan
entalpi sumur
merupakan indikasi
proses reservoir
seperti boiling/
pendidihan.
Subsurface geothermometry

Terdapat beberapa jenis


geotermometer yang dapat
menghasilkan informasi
tentang temperatur dan
proses dalam reservoir
yang dalam tanpa harus
mengebor
Natural geyser, Main Terrace, Steamboat, NV 1986
Tipe alkali-clorida
1. pH air (5-9)
2. Garam terlarut dalam bentuk NaCl dan KCl
3. Kadang dengan Ca yang cukup berarti
4. SiO2 umumnya tinggi
5. Perbandingan Cr/SO4 umumnya tinggi (>3)
6. Mataair panas bersuhu tinggi dan geyser
7. Contoh : Cisukarame
Tipe Asam - Sulfat
1. pH air sangat rendah (2-4)
2. Chlorida rendah, Sulfat tinggi
3. Umumnya dijumpai di daerah Pabum yang
berasosiasi dengan aktifitas volkanik
4. Sulfat yang tinggi akibat kondensasi gas H2S
dalam uap oleh O2 dalam air meteorik
5. Contoh : Kamojang
Tipe Sulfat - Chlorida
1. pH rendah, sulfat tinggi, chlorida tinggi
2. Campuran air tipe alkali-chlorida dan asam -
sulfat
3. Kontak air panas, Cl tinggi dengan lapisan
batuan yang mengandung sulfur
4. Pada daerah dengan aktifitas volkanik, uap
volkanik mengalami kondensasi dekat dengan
permukaan
5. Contoh : Kawah Ijen, Jatim
Tipe Bikarbonat
1. pH air netral-sedikit basa
2. Bikarbonat tinggi relatif terhadap chlorida dan
sulfat, umumnya muncul dari out flow structure
3. Contoh : Kamojang
GEOKIMIA PABUM : Asal Air Panas Bumi

Beberapa unsur yang mudah larut yang dapat


dipakai sebagai indikator untuk identifikasi
jenis batuan yang kontak dengan air panas :
Cl, Br, B, Cs.

Air di alam tersusun dari unsur : H2 16O, H2 18O,

H2 17O,HDO
GEOKIMIA PABUM : Asal Air Panas Bumi
Asal unsur dalam air ada 2 kategori :
1. Unsur-unsur pembentukan batuan : SiO2, Al,
Na, K, Ca, Mg, Fe, Mn (unsur banyak tinggal
dalam mineral, kelarutan dibatasi
kesetimbangan)
2. Unsur-unsur yang mudah larut dalam air :
Cl, Br, HBO2 , As, C3 (dimana unsur lebih
banyak berada dalam fase air)
GEOKIMIA PABUM : Gas dalam Uap
CO2 adalah komponen gas utama dalam uap
(95%), H2S (4%), gas sisa : N2 , H2 , CH4
Asal komponen gas : jumlah komposisi gas dalam
fluida pabum dikontrol oleh suhu, tekanan dan
keseimbangan reaksi kimia, proses
pemisahan uap, kondensasi dan oksidasi

Faktor penentu kualitas uap adalah komposisi gas


dan berat gas total dalam uap (semakin rendah
berat gas total : baik)
GEOKIMIA PABUM : Geotermometer Kimia
Geotermometer didasarkan
1. Adanya reaksi ketergantungan terhadap
temperatur
2. Semua unsur yang terlibat dalam reaksi dalam
jumlah cukup
3. Adanya keseimbangan antara air batuan pada
suhu reservoar
4. Sedikit atau tidak terjadi keseimbangan baru
atau perubahan komposisi kimia selama fluida
pabum bergerak kepermukaan
5. Tidak terjadi percampuiran dengan air dingin di
lapisan dekat permukaan atau tidak terjadi
pengenceran
GEOKIMIA PABUM : Geotermometer Kimia

Geotermometer : untuk perhitungan


temperatur di dalam reservoar
Data : data kimia mata air panas
Pendataan : dengan tabel atau
perhitungan
Geotermometer Silika:
(Silika : paling stabil dan kelarutan paling rendah)
Rumus :
T SiO2 (oC) = ___1533,5_______ - 273,15
5,768 Log Sio2
Aplikasi :
1. Baik untuk monitoring temperatur sumur
Silika geothermometri

Dikalibrasi dengan
H SiO H SiO SiO
4
0
4 3
1
4 2 , anal

percobaan H SiO K
4
0
4
SiO 2 , anal

laboratorium H 4 SiO4

1
H
solubilitas kuarsa di
2549
air. log K H 4 SiO4
T
15.36 x10 6 T 2

SiO 2, solid 2 H 2 O H 4 SiO 40


1 Fournier, 1977
H 4 SiO H H 3 SiO
0
4 4
1309
log SiO2 5.19
T Kuarsa
H H SiO K
1
Amorfus silika
H SiO
3 4
0 H 4 SiO40 731
4 4 log SiO2 (mg / kg) 4.52
T
Na-K geothermometri
Na/K ratio padamulanya digunakan untuk
melokalisir daerah up flow zone dimana
semakin kecil semakin mendekati up flow
zone
Penggunaan untuk geothermometri
didasarkan asumsi bahwa ratio Na/K dikontrol
oleh kesetimbangan antara air geothermal
dengan alkali feldspar
Ada banyak usulan rumus geothermometer
Na-K thermodinamic data belum
memuaskan, ada kemungkinan mineral lain
yang mengontrol ratio Na/K
Geotermometer Na/K:
(terlepasnya unsur Na dan K dalam reaksi
keseimbangan sangat dipengaruhi temperatur)
Rumus :
T Na/K (oC) = _____1217_______ - 273 oC
Log Na/K + 1,483
Aplikasi :
1. pH netral, Ca rendah
2. Baik untuk reservoar suhu tinggi (180 o - 350 oC
Geotermometer Na-K-Ca:
(Adanya konsentrasi yg cukup dalam air
panas,menyebabkan geotermometer Na/K
menghasilkan perkiraan suhu yang tidak tepat)
Rumus :
T Na-K-Ca (oC) = __________1647_________ __ - 273,15
Log Na/K + log ca/Na + 2,24
Aplikasi :
1. = 4/3 jika ca/Na >1 dan hasil perhitungan
T< 100 oC
2. = 1/3 jika ca/Na <1 dan hasil perhitungan;
= 4/3 , T>100 oC
Soil and soil gas geochemistry for exploration

Uap dan air kemungkinan akan berinteraksi dengan horison dekat


dengan permukaan yang membuat adanya nomali di bagian
atas dari upflow zone yang permeable (e.g. ammonia, boron)
Soil and soil gas geochemistry
Gas tanah (CO2, H2S, He ) mempunyai mobilitas lebih
tinggi dari cairan/liqiud

Mokai geothermal field,


New Zealand
Asal dan umur dari Fluida
Radiogenik dan isotop stabil dapat memberikan indikasi
umur dan sal dari air.

Data tersebuy
penting untuk
memahami
masalah
pengisian/
recharge issues
serta porositas-
permeabilitas dari
aquifer
Gas geochemistry
Total gas content, and changes in content, can be useful in
assessing overpressuring (blowouts, hydrothermal eruption)

Inert & noble gases


(in fluid inclusions
and in fluids):
He or N indicative of
magmatic sources
Ar indicative of crustal
or atmospheric
sources
Geochemical tracer tests
Membantu dalam pengembangan reservoir, arah aliran
dan waktu
Natural tracers vs. synthetic tracers
Baseline
environmental
studies

Champagne pool, NZ
Sulfur compounds:
H2S gas is toxic at low
concentrations; when
oxidized to sulfuric
acid, it also can cause
corrosion

Both are present in


discharges from the
degassing of
geothermal fluid.