Anda di halaman 1dari 19

Benjolan pada

Punggung akibat
Kelainan Kongenital
Erma kairunisa
102012349
Skenario 11
Seorang anak laki-laki berusia 2 bulan dibawa
oleh ibunya dengan keluhan timbul benjolan
dipunggungnya. Keluhan ini muncul sejak lahir,
namun saat itu ibu menolak untuk dilakukan
operasi pd anaknya. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan kesadaran compos mentis.
Istilah yang tidak
diketahui :
Tidak
Ada
Rumusan Masalah
Seorang anak laki-laki 5 bulan
timbul benjolan di punggungnya
Anamnesis

Etiologi,
Epidemiologi
Fisik
Pemeriksaan
RM Penunjang
WD

Prognosis

Preventif
Hipotesis
Anamnesis
- Alloanamnesis
Identitas Pasien
Nama: A
Usia : 5 bln
Jenis kelamin : laki-laki
Keluhan utama : Timbul benjolan di punggung
Riwayat kehamilan ibu :
- Ibu mengalami epilepsi , dan sering konsumsi obat sejak
remaja
- ANC jarang dilakukan
Anamnesis
- Pemeriksaan ANC pada bulan ke-5 didapatkan kadar alafeto
tinggi
- Pada USG didapatkan Spina bifida
- Bayi lahir cukup bulan, menangis kuat
- BB 2400 gr
- Kelainan lumbal 4 cm
- Refleks fisiologis menurun
Pemeriksaan Fisik
Kesadaran compos mentis
Tidak bisa tengkurep
Ditemukan tumor di lumbal 4cm
BB 2400 gr
Gangguan motorik
Sensibilitas pd tungkai
flexid
Pemeriksaan Penunjang
Skrining serum alfa feto protein maternal (MSAFP) pada
trimester kedua.
USG tulang belakang bisa menunjukkan adanya kelainan pda
korda spinalis maupun vertebra
CT scan atau MRI tulang belakang kadang dilakukan untuk
menentukan lokasi dan luasnya kelainan.
Working Diagnosis
Myelomeningocele
Epidemiologi

Spina bifida kira-kira muncul pada 1-2 dari 1000 kelahiran hidup. Seorang
ibu yang memiliki bayi menderita spina bifida, maka resiko hal ini
terulang lagi pada kehamilan berikutnya akan meningkat.

Spina bifida ditemukan terutama pada ras Hispanik dan beberapa kulit
putih di Eropa, dan dalam jumlah yang kecil pada ras Asia dan Afrika-
Amerika. Spina bifida tipe okulta terjadi pada 10 15 % dari populasi.
Sedangkan spina bifida tipe cystica terjadi pada 0,1 % kehamilan.
Etiologi

Spina Bifida Aperta (cystica)


Klasifikasi
Spina Bifida Okulta : Bentuk ini merupakan spina bifida yang paling ringan. Kelainan seperti
ini biasanya terdapat didaerah sacrolumbal, sebagian besar ditutupi oleh kulit dan tidak
tampak dari luar kecuali adanya segumpal kecil rambut diatas daerah yang dihinggapi.

Kelainan-kelainan:

Lipoma spinal
Lipomielomeningokel
Lanjutan
Spina Bifida Aperta (cystica) :
Tipe ini merupakan salah satu bentuk dari spina bifida yang kehilangan lamina vertebranya
dan seluruh isi dari kanalis vertebralis mengalami prolaps membentuk sebuah defek dan
defek tersebut membentuk kantung pada menings yang berisi CSF, defek yang terbentuk
inilah yang disebut dengan meningocele.
Penanganan

Penanganan pasien dengan spina bifida dengan operasi penutupan pada defek yang
terbentuk. Penanganan berikutnya, adalah dengan kerja tim. Tim yang idel merupakan
kombinasi dari neurosurgery, ortopedi, urologi, pediatrik, fisioterapi. Seiring
pertumbuhan anak, ia membutuhkan pemasangan splint dan fisioterapis.
Pencegahan
Resiko terjadinya spina bifida bisa dikurangi dengan mengkonsumsi asam folat.
Kekurangan asam folat pada seorang wanita harus dikoreksi sebelum wanita tersebut
hamil. Kebutuhan asam folat pada wanita hamil adalah 1 mg/hari.
Prognosis
Prognosis tergantung dari tipe spina bifida, jumlah dan beratnya abnormalitas, dan
semakin jelek apabila disertai dengan paralisis, hidrosefalus, malformasi Chiari II dan
defek kongenital lain. Mielomeningokel merupakan spina bifida dengan prognosis
yang jelek. Setelah dioperasi mielomeningokel memiliki harapan hidup 92 % ( 86 %
dapat bertahan hidup selama 5 tahun).
Kesimpulan

Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan bayi yang

timbul sejak kehidupan hasil konsepsi. Defek tuba neuralis menyebabkan

kebanyakan kongenital anomali Sistem Saraf Sentral (SSS) akibat dari

kegagalan tuba neuralis menutup secara spontan antara minggu ke-3 dan ke-4

dalam perkembangan di uterus.