Anda di halaman 1dari 16

ION KOMPLEKS

Syadza Rifani
Tri Desi Arini
Vina Fikranisa
Wilda Arfiana
Zara Zettira Amany
Unsur Transisi

Ion Kompleks

Tata Nama Senyawa Kompleks

Pembentukan Kompleks
Unsur Transisi
Unsur yang dapat menggunakan
elektron pada kulit pertama sebelum kulit
terluar untuk berikatan dengan unsur lain
Ion Kompleks

Ion kompleks terdiri dari :


1. Atom pusat : ion dari unsur-unsur transisi dan
bermuatan positif.
2. Ligan : molekul atau ion yang
mempunyai pasangan elektron bebas.
Misal : Cl-, CN-, NH3, H2O dan sebagainya.
3. Bilangan koordinasi : jumlah ligan dalam suatu
ion kompleks.

Antara ion pusat dan ligan terdapat ikatan


koordinasi.
MUATAN ION
KOMPLEKS

[Cu (NH3)4 ]2+

ATOM BIL.
PUSAT LIGAN KOORDINASI
LIGAN

NETRAL ANION
Nama Ligan Rumus Kimia Rumus Kimia Nama Ligan
F- flouro
amina NH3 Cl- kloro
karbonil CO Br- bromo
I- iodo
aquo H2O O2- okso
H- Hidro
nitrosil NO NO2- Nitro
SCN Tiosianato
Etilen diamin NH2 CH2 CH2 NH2- amido
(ligan bidentat) NH2 CO32- karbonato
SO42- sulfato
Anion yang namanya berakhiran dengan da,
sebagai ligan akhiran da diganti dengan do .
Anion yang namanya berakhiran dengan it atau
at sebagai ligan pada akhiran tersebut
ditambah dengan akhiran o
Jika ligan sejenis lebih dari 1, maka diberi awalan:
2 : di 5 : penta 8 : okta
3 : tri 6 : heksa 9 : nona
4 : tetra 7 : hepta 10 : deka
Tata Nama Senyawa Kompleks

Senyawa kompleks senyawa yang


terdiri dari atom pusat berupa unsur transisi
dan ligan yang membawa pasangan elektron

Urutan penyebutan ligan disarankan agar alfabet


yang dijadikan dasar dalam menyebutkan urutan
ligan adalah pada nama ligan setelah
diIndonesiakan.
Contoh : [Co(en)2Cl2]+
ionbis(etilendiamin)diklorokobalt(III)
a. Ion Kompleks Bermuatan Positif (+)
[Ag(NH3)2]+ = ion Diamin Perak (I)
[Cu(NH3)4]2+ = ion Tetra amin Tembaga (II)
[Zn(NH3)4]2+ = ion Tetra amin Seng (II)
[Co(NH3)6]3+ = ion Heksa amin Kobal (III)
[Cu(H2O)4]2+ = ion Tetra Aquo Tembaga (II)
[Co(H2O)6]3+ = ion Heksa Aquo Kobal (III)

Untuk menetralkan senyawa kompleks, kita


dapat menambahkan ion negatif sebagai
penetral.
Contoh : [Ag(NH3)2]+ + Cl-
[Ag(NH3)2] Cl diamina perak (I) klorida
b. Ion Kompleks Bermuatan Negatif (-)
[Ni(CN)4]2- = ion Tetra siano Nikelat (II)
[Fe(CN)6]3- = ion Heksa siano Ferat (III)
[Fe(CN)6]4- = ion Heksa siano Ferat (II)
[Co(CN)6]4- = ion Heksa siano Kobaltat (II)
[Co(CN)6]3- = ion Heksa siano Kobaltat (III)
[Co(Cl6]3- = ion Heksa kloro Kobaltat (III)

Ligan yang bermuatan (-) biasanya berakhiran o,


misalnya CN- = siano
Untuk menetralkan senyawa kompleks, kita dapat
menambahkan ion negatif sebagai penetral.
Contoh : Ca2+ + [Ni(CN)4]2-
Ca [Ni(CN)4] = kalsium tetra siano
Nikelat (II)
c. Ion Kompleks Netral
Penamaannya sama dengan tata nama pada ion
kompleks bermuatan negatif.
[AgCl(PPh3)3] = klorotris(trifenilfosfina)perak(I)
[BaI2(py)6] = diiodoheksapiridinabarium(II)
[Ni(CO)4] = tetrakarbonilnikel
[Co(NH3)3(NO2)3] = triaminatrinitrokobalt(III)
Pembentukan Kompleks
LIGAN

KUAT LEMAH

CN-, NO2-, Selain unsur


pada ligan
NH3, H2O kuat
Ligan Kuat

Ligan kuat : dapat mendesak elektron yang


tidak berpasangan menjadi berpasangan.
Contohnya :
[Fe(H2O)6]2+
Fe = [ Ar] 4 s2 3d6
26 18
Fe2+ = [18Ar] 3d6
Ligan Lemah

Ligan lemah : tidak dapat mendesak elektron


yang tidak berpasangan menjadi
berpasangan.
[Cu(OH)4]2-
Cu = [ Ar] 4 s2 3d9
29 18
Cu2+ = [18Ar] 3d9
Terima Kasih
PERTANYAAN

1.
2.
3.