Anda di halaman 1dari 29

BIOLOGI

1. Firmansyah Putra
2. Shandy Gustomi
3. Dinda Damila
4. Nidita Putih Suri
5. Syadza Rifani Fitri
6. Wilda Arfiana
Mikroorgan
isme
Mekanisme pemisah
Penguraian logam dari
Limbah Cair biji logam.
Organik
Mikroorgani
Secara
sme
Aerob
Pembasmi
Hama
Tanaman
Mikroorganisme Pembasmi Hama
Tanaman dengan menggunakan
bioteknologi
Beberapa Bt yang tersedia secara komersial
dengan hama targetnya
Bacillus thuringiensis varietas
tenebrionis menyerang kumbang
kentang colorado dan larva
kumbang daun
Bacillus thuringiensis varietas
kurstaki menyerang berbagai jenis
ulat tanaman pertanian.
Bacillus thuringiensis varietas
israelensis menyetang nyamuk dan
lalat hitam
Bacillus thuringiensis varietas
aizawi menyerang larva ngengat dan
berbagai ulat, terutama ulat
ngengat diamondback.
Saat ini telah ditemukan bakteri yang mampu
membersihkan limbah beracun sekaligus
menghasilkan listrik. Dapat digunakan untuk
menjalankan peralatan listrik berdaya rendah.
Penelitian dilakukan oleh Charles Miliken dan
Harold May dari Universitas Kedokteran
Carolina Selatan. Desulfitobacteria berhasil
mengungkap kemampuannya untuk
menghancurkan dan mengatasi polutan yang
paling bermasalah yaitu PCB (Poychlorinated
biphenyl) dan beberapa larutan kimia.
Mekanisme Penguraian Limbah
Cair Organik Secara Aerob
Proses pengolahan air limbah secara
mikrobiologis aerob adalah pemanfaatan aktivitas
mikroba aerob dalam kondisi aerob untuk
menguraikan zat organik yang terdapat dalam air
limbah menjadi zat inorganik yang stabil dan
tidak memberikan dampak pencemaran terhadap
lingkungan. Mikroba aerob ini sebenarnya sudah
terdapat di alam dalam jumlah yang tidak terbatas
dan selalu diperoleh dengan sangat mudah.
Mikroba aerob yang berperan
dalam proses mikrobiologis aerob
1. Bakteri
Dalam air dan penanganan air limbah
bakteri penting karena kultur bakteri dapat
digunakan untuk menghilangkan bahan
organik dan mineral-mineral yang tidak
diinginkan dari air limbah.
Jenis-jenis bakteri yang berperan
penting dalam penguraian limbah organik
secara aerob antara lain: Zooglea
ramigera, Escherichia coli, Alcaligenes sp,
Bacillus sp, Corynebacterium sp, Nocardia
2. Kapang / Jamur

Kapang adalah mikroorganisme


nonfotosintetik, bersel jamak, aerob,
bercabang, berfilamen yang
memetabolisme makanan yang
tidak terlarut. Komposisi sel kapang dapat
dinyatakan secara empiris dengan C-
10H17O6N.
3. Protozoa

Protozoa yang ditemukan dalam sistem


penanganan aerobik termasuk flagelata,
ciliata yang bebas bergerak dan ciliata
batang yang terikat pada partikel padatan.
Protozoa penting dalam penanganan
limbah karena organisme ini akan
memakan bakteri sehingga jumlah sel
bakteri yang ada tidak berlebihan.
4. Ganggang

Komposisi sel ganggang dapat dinyatakan


dengan C106H180O45N16P. Dalam proses penguraian
limbah secara mikrobiologis, ganggang
bersimbiosis dengan bakteri, dimana ganggang
memperoleh energi dari sinar matahari dan
menggunakan bahan anorganik yang
digambarkan sebagai berikut :
CO2 + H2O + NO3 + PO4 +
energicahaya
C106H180O45N16P + O2
Oksigen dilepas ke lingkungan dan digunakan
oleh bakteri pada waktu metabolisme bahan-
bahan organik.
Pengolahan Air Limbah Secara
Mikrobiologis
Sejalan dengan perkembangan kehidupan
manusia dan kegiatannya, maka timbul pula
berbagai jenis dan jumlah bahan sisa dalam
waktu yang relatif sangat singkat, senyawa
organik tadi secara aeorob maupun secara
anaerob. Denan adanya oksigen, mikroba aerob
akan mengoksidasi senyawa organik senyawa
membentuk sel-sel baru dan bentuk yang lebih
stabil disamping menghasilkan CO2, NH3, dan
H2O, sedangkan mikraoba anaerob dengan tidak
adanya oksigen akan mengoksidasi senyawa
organik menjadi sel-sel baru dan senyawa
akhir seperti CH4, CO2, NH3 dan lain-lain.
Secara Aerob

Sel baru
Senyawa organik + Mikroba + O2
CO2, NH3, H2O
Secara Anaerob

Sel baru
Senyawa organik + Mikroba Sel baru
Asinogen Alkohol + mikroba
metanogen CH4, H2O, H2S
NH3, CO2
Kecepatan reaksi mikrobilogis ini
dikontrol oleh adanya enzim sebagai
katalis biologis yang dihasilkan oleh
mikroba. Enzim mempunyai spesifik yang
tinggi, mengkatalisanya hanya reaksi yang
khusus dan dipengaruhi oleh beberapa
faktor lingkungan : suhu, pH, dan lain
sebagainya. Macam-macam enzim yang
sering dijumpai dalam proses
mikrobiologis antara lain : hidrolase,
reduktase, oksidase, lipase, amilase,
fosfatase dan lain-lain.
Ada tiga tipe proses Aerob
1. Tricking Filter ( Saringan
Tetes )

2. Activated Sludge ( Lumpur


Aktif)

3. Waste Stabilitation Ponds (


Kolam Stabilisasi/ Oksidasi)
1. Tricking Filter ( Saringan
Tetes )
Tricking filter merupakan salah satu aplikasi
pengolahan limbah cair dengan menggunakan teknologi
biofilm. Proses biologis yang terjadi pada biofilm adalah
pseudo steady state, yaitu pengabaian reaksi
pertumbuhan biofilm dan difusi substrat pada suatu
skala waktu tertentu
Saringan tetes dirancang untuk menangani limbah cair
yang encer. Saringan tetes bukan filter tetapi unit-unit
oksidasi aerob yang menyerap dan mengoksidasi bahan
organik dalam limbah yang melalui media filter. Media
yang dalam saringan tetes umumnya adalah hancuran
batu atau karang dengan ukuran besar, umumnya 2
sampai 4 inci, atau media plastik dengan berbagai
konfigurasi.
Bakteri fakultatif heterotrofik merupakan populasi
mikroorganisme terbesar dalam saringan tetes Protozoa dan bentuk-
bentuk kehidupan hewan yang lebih tinggi terdapat dalam saringan
dan ganggang akan tumbuh dalam permukaan saringan yang
muatannya tidak berlebihan, tetapi tidak akan tumbuh dibawah
permukaan karena sinar matahari tidak dapat tembus. Bahan organik
di dalam air limbah akan merangsang pertumbuhan biologik pada
permukaan media. Bahan organik tersebut akan diuraiakan oleh
mikroorganisme yang menempel pada media filter. Bahan organik
sebagai substrat yang terlarut dalam limbah cair diabsorbsi biofilm
(lapisan berlendir). Pada bagian luar lapisan biofilm, bahan organik
diuraikan mikroorganisme aerob. Pertumbuhan mikroorganisme akan
mempertebal lapisan biofilm. Oksigen yang terdifusi dapat
dikonsumsi sebelum biofilm mencapai ketebalan maksimium. Apabila
mencapai ketebalan penuh, oksigen tidak mencapai penetrasi secara
penuh, sehingga bagian dalam atau permukaan media menjadi
anaerob.
Pada saat lapisan biofilm mengalami penambahan
ketebalan, bahan organik yang diabsorbsi dapat
diuraikan oleh mikroorganisme, namun tudak dapat
mencapai mikroorganisme yang berada di permukaan
media. Dengan kata lain, tidak tersedia bahan organik
untuk sel karbon pada bagian permukaan media,
sehingga organisme pada bagian permukaan akan
mengalami fase indegenous (mati). Pada akhirnya,
mikroorganisme sebagai biofilm tersebut akan lepas
dari media dan cairan yang masuk akan turut melepas
dan mendorong biofilm keluar. Setelah itu, lapisan
biofilm baru akan segera tumbuh. Penting
diperhatikan agar pertumbuhan mikroba tidak
dibunuh oleh kondisi toksik dalam limbah karena
penyaring tidak akan berfungsi pada efisiensi yang
telah dirancang sampai prtumbuhan mapan kembali
yang dapat memakan waktu yang lama.
2. Activated Sludge ( Lumpur
Aktif)
Sistem pengolahan lumpur aktif adalah pengolahan dengan cara
membiakkan bakteri aerobik dalam tangki aerase yang bertujuan
untuk menurunkan organik karbon atau organik nitrogen. Dalam
penurunan organik karbon, bakteri yang berperan adalah bekteri
heterotrifik. Sumber energi berasal dari oksidasi senyawa organik
dan sumber karbon yang bersal dari organik karbon. BOD atau COD
dipakai sebagai ukuran atau satuan yang menyatakan konsentrasi
organik karbon yang selanjutnya disebut substrat.
Proses activated sludge didasarkan atas pengguanaan sejumlah
mikroba yang terdapat dalam bentuk flog tersuspensi akibat agitasi,
sehingga akan terjadi kontak dengan senyawa organik dalam air
limbah dalam frekuensi yang sering. Agitasi ini dapat dilakukan
dengan agitasi mekanik dengan turbin atau dengan mengalirkan
udara (aerasi).
Pada proses lumpur aktif terdiri atas 2 tangki yaitu, tangki aerasi
dimana terjadi reaksi penguraian zat organik secara biokimia oleh mikroba
dalam keadaan cukup oksigen dan tangki biosolid tempat lumpur aktif
dipisahkan dari cairan.
Air limbah bersama lumpur aktif masuk ke dalam tangki aerasi, dimana
dilakukan aerasi terus-menerus untuk memberikan oksigen. Di dalam
tangki aerasi ini, terjadi reaksi penguraian zat organik yang terkandung di
dalam air limbah secara biokimia oleh mikroba yang terkandung di dalam
lumpur aktif menjadi gas CO2 dan sel baru. Jumlah mikroba dalam tangki
aerasi akan bertambah banyak dengan dihasilkannya sel-sel baru.

Reaksi oksidasi dan sintesis sel yang terjadi adalah sebagai berikut:
Reaksi Oksidasi
CHONS + O2 + Nutrien BAKTERI CO2 + NH3 + C5H7NO2
biomassa
Sintesis/ Respirasi BAKTERI
C5H7NO2 + 5O2 5 CO2 + H2O + NH3 + Energi
3. Waste Stabilitation Ponds /Oxydation
Ponds ( Kolam Stabilisasi/ Oksidasi)
Kolam oksidasi mirip kolam dangkal yang kedalamannya 1-
1,5 m, berstruktur tanggul dengan luas permukaan yang besar
untuk mempertahankan kondisi aerobik. Di daerah di mana
lahan relatif datar dan harganya murah, kolam oksidasi akan
lebih ekonomis dibandingkan jenis penanganan biologik
aerobik lainnya. Efluen (limbah buangan) yang dihasilkan
cukup stabil. Hambatan penggunaan sistem ini adalah
membutuhkan lahan yang luas, sistem cenderung anaerobik
bila bahan organik berlebihan dan terjadi perubahan suhu.
Masalah yang dihadapi adalah bau yang timbul karena
pergantian musim dari kondisi aerobik menjadi aerobik. Untuk
mencegah hal ini dapat ditambahkan oksidator seperti
penambahan nitrat. Penanganan limbah dengan sistem ini
membutuhkan waktu beberapa minggu atau bulan.
Pada kolam oksidasi terdapat bakteri dan
ganggang (algae) yang merupakan
mikroorganisme kunci dalam kolam
oksidasi.Bakteri hetrotrofik bertanggung jawab
untuk stabilisasi bahan organik dalam
kolam.Ketika limbah organik dimetabolisme oleh
bakteri yang menghasilkan produk akhir yang
dapat digunakan oleh ganggang. Karena adanya
sinar matahari maka terjadi proses fotosintesis
yang menghasilkan oksigen. Bakteri bertanggung
jawab untuk proses-proses oksidasi dan reduksi
dan ganggang memegang peranan dalam
menggunakan kelebihan karbon dioksida untuk
menghasilkan oksigen.
KESIMPULAN

Limbah Cair Organik adalah gabungan atau campuran dari air


dan bahan-bahan organik yang terbawa oleh air, baik dalam
keadaan terlarut maupun tersuspensiyang terbuang dari sumber
domestik, industri dan sebagainya.
Karakteristik dan jenis limbah cair sebagai hasil sampingan dari
suatu proses bergantung pada proses yang berlangsung.
Salah satu teknik pengolahan limbah cair organik dapat
dilakukan melalui proses biologis dengan menggunakan mikroba
aerob sebagai katalis.
Mekanisme penguraian limbah cair organik secara mikrobiologi
aerob, meliputi tricking filter, activated sludge, oxydation pond.
Nitrifikasi merupakan salah satu bentuk penguraian limbah
secara mikrobiologis aerob yang menguraikan amoniak menjadi
nitrit dilanjutkan nitrasi.
Mikroorganisme pemisah logam
dari biji logam.
Peranan mikroorganisme dalam proses ekstraksi logam
dari bijihnya akan menjadi penting karena alasan
berikut :
1. Deposit mineral yang lebih kaya sudah banyak
berkurang,sehingga biji bermutu rendah banyak diolah
dan membutuhkan pengembangan teknik ekstraksi
logam yang lebih sempurna
2. Metode pengolahan biji secara tradisional seperti
peleburan,merupakan penyebab utama polusi udara.
Mikroorganisme mampu memperbaiki kedua keadaan ini
misalnya bakteri aerobik autotrof, Thiobacillus oxidans
dan T.ferroxidans bila ditumbuhkan dalam lempengan
yang mengandung bijih tembaga menghasilkan asam
dan mengoksidasi bijih tersebut disertai pemisahan
logam tembaga. Proses ini disebut pencucian
mikrobial.
THANKS FOR YOUR
ATTENTION