Anda di halaman 1dari 21

Pemeriksaan Ante-Post

Mortem

Drh. INDRIANTARI

Pelatihan Keurmaster
Garut Nopember 2009
TUJUAN ANTEMORTEM

1. Mencegah pemotongan hewan


sakit atau tanda-tanda
menyimpang
2. Mendapat informasi untuk
pemeriksaan postmortem
3. Mencegah kontaminasi penyakit
dari hewan ke petugas atau
peralatan
4. Menentukan status hewan
dapat/tidak dapat dipotong
5. Mencegah pemotongan ternak
betina besar bertanduk produktif
SYARAT DAN TATA CARA
PENYEMBELIHAN HEWAN
POTONG

Disertai surat pemilikan


Disertai bukti restribusi
Diistirahatkan paling sedikit 12 jam
sebelum penyembelihan
Dilakukan pemeriksaan
antemortem paling lama 24 jam
Penyembelihan dilakukan di RPH
Penyembelihan dilakukan di bawah
petugas yang berwenang
Tidak bunting
Menurut tata cara Islam
MEMBANTU PEMERIKSAAN
ANTEMORTEM

ASAL TERNAK
EPIDEMIK DAN ENDEMIK
PENYAKIT DAERAH ASAL
PEMERIKSAAN ANTEMORTEM DILAKUKAN

SIKAP HEWAN BERDIRI DAN


BERGERAK DILIHAT DARI
SEGALA ARAH
LUBANG KUMLAH, SELAPUT
LENDIR MULUT, MATA, DAN
CERMIN HIDUNG
KULIT, Lgl. Submaxillaris,
prescapularis, dan inguinalis
SUHU BADAN memegang
pangkal ekor
PEMERIKSAAN SECARA UMUM
MENCAKUP KEADAAN
1. Gizi
- Normal: Gemuk berlemak
- Kekurusan
* Kekurusan normal
* Kekurusan patologik

2. Sikap, jalan, dan pandangan


Sikap bebas tdk dipasakan, jalan
terkoordinasi, pandangan baik,
gerak telinga lincah, dan
memperhatikan lingkungan

3. Kulit
- Hewan sehat, kulit supel, lepas, mudah
dilipat dan digeser, lipatan-lipatan cepat
hilang
- Licin, mengkilat, dan tidak pucat
4. Organ pencernaan
- Nafsu makan baik
- Tidak muntah-muntah
- defekasi normal
- Perut tidak menggelembung

5. Organ pernafasan
- Pernafasan teratur dan
perlahan
- Sapi 10 30/menit, Pedet 10
15/menit, Db/kb 10 20/menit,
kuda 8 12, babi 10 -20/menit

6. Peredaran darah
- Pulsus Sapi 60 70/menit
- Pedet 100/menit, Db-Kb 60 -90/menit,
Kuda 28 40 menit, dan Babi 60
90/menit
7. Selaput lendir
- Hewan sehat: merah muda
ceria
- Mukosa vagina selama
estrus lebih merah
- Mukosa vagina eksudasi
karena vaginitis atau metritis
- Mukosa hidung dan mata
pucat, perdarahan, anemia

8. Ambing
- Normal
- Bengkak

9. Suhu badan
Normal Sapi 38 39,5 oC, Pedet 39,5
40 oC, Db-Kb 38 39,5 oC, Kuda
37 - 38 oC, dan Babi 38,5 39,5 oC
Mengapa hewan
sebelum dipotong
perlu diadakan
Pemeriksaan
Antemortem?

Hewan lelah,
Stres, dan
Menderita Penyakit
PEMERIKSAAN ANTEMORTEM
Penyakit Sapi
1. Pest sapi
2. Pleuropneumonia contagiosa
bovum (penyakit paru-paru)
3. Aphthae epizooticae (PMK)
4. Antraks (Radang limpa)
5. Rabies (Anjing gila)
6. Ganggraen emphysemtosa
(Radang paha)
7. Septikemia haemorrhagica
(Ngorok)
8. Hematuria dan haemoglobinaria
(kencing darah)
9. Icterus (sakit kuning)
10. Tuberkulosis
11. Demam tinggi
12. Septisemia dan piemia
13. Listeriosis
14. Tetanus
15. Paresis pasca partus
Penyakit Pedet
1. Radang umbilikalis
2. Dysenteria neonatarum (Diare)
3. Pyoseptichemia neonatorum

Penyakit Kambing dan Domba


1. AE (PMK)
2. Skabies (Gudik)
3. Cacar domba
4. Pincang busuk teracak
5. Antraks
6. Rabies
7. Ganggraene emphysematosa
8. Distomatosis
9. Tetanus
10. Scrapie
Penyakit pada kuda
1. Malleus
2. Skabies
3. Antraks
4. Tetanus
5. Kolik

Penyakit pada babi


1. AE
2. Erisipelas babi
3. Antraks
4. Rabies

Penyakit ayam
1. Newcastle disease
2. Coryza
3. Fowl cholera
KEPUTUSAN PEMERIKSAAN
ANTEMORTEM: Oleh Petugas
Pemeriksa yang Berwenang

1. Diijinkan untuk disembelih tanpa


syarat: Hewan sehat;
2. Diijinkan untuk disembelih
dengan syarat: 19 penyakit;
3. Ditunda untuk disembelih: Hewan
lelah dan sedang sakit perlu
pemeriksaan lanjut;
4. Ditolak untuk disembelih: 20
penyakit.
Proses Pemotongan
TUJUAN PEMERIKSAAN
POSTMORTEM

1. Memberi jaminan bahwa


daging yang dihasilkan HAUS
2. Mencegah beredarnya bagian
abnormal karkas dari
pemotongan hewan sakit
PEMERIKSAAN POSTMORTEM
1. PEMERIKSAAN SEDERHANA
a. Organoleptis, bau, warna,
konsistensi
b. Pemeriksaan melihat,
meraba, dan menyayat
2. URUTAN PEMERIKSAAN
a. Pemeriksaan kepala dan lidah
- melihat, meraba, dan
menyayat seperlunya lidah, otot
masseter,
- menyayat lgl submaxillaris, sub
parotidea, retropharyngealis,
dan tonsil
b. Pemeriksaan rongga dada dengan
melihat, meraba, dan menyayat
seperlunya:
1. Oesophagus,
2. larynx,
3. Trachea
4. Paru-paru
lgg bronchialis anterior, medialis, dan
posterior; lgg mediastenalis
5. Jantung
- Pengamatan dan perabaan
- Jantung kanan/kiri disayat sejajar
septum jantung
- Pengamatan peri, epi,
endocardium, dan katup jantung
- Diamati konsistensi otot jantung,
septum, dan didnding ventrikel kiri
sayat
5. Diafragma
- Diamati mengkilat
6. Hati
- diamati, diraba, dan dipijat
- Disayat lgl portales
- Saluran empedu disayat pada sisi
visera
7. Limpa
- diamati, diraba, dan disayat
sejajar dataran yang gepeng
- Warna mengkilat dengan tepi tajam
8. Ginjal
- dibagi dua
- Diamati kapsul, cortex, dan
medulla
c. Pemeriksaan rongga perut
dengan melihat, meraba, dan
menyayat seperlunya:
1. Hati dan limpa
2. Ginjal meliputi kapsul,
cortex, dan medulla
3. Usus dan lgl mesenterialis
d. Pemeriksaan karkas
- melihat, meraba, dan
menyayat lgl prescapularis
superficialis atau cervicalis
superficialis, inguinalis
profunda/supramammaria,
axillaris, iliaca, dan poplitea
KEPUTUSAN PEMERIKSAAN
POSTMORTEM: Oleh Petugas
Pemeriksa yang Berwenang

1. Diijinkan untuk dikonsumsi


manusia, daging dari hewan
sehat; daging dari hewan
sakit sifat lokal
2. Diijinkan dikonsumsi dengan
syarat
3. Ditolak dikonsumsi: daging
dari hewan sakit 19
penyakit;