Anda di halaman 1dari 28

Dosen:

KULIAH
A. Sapta Zuidar
RANCANGAN
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
PERCOBAAN
Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Semester Ganjil 2006/2007
(MAT-238)
Sumber Materi:

PRINSIP DAN PROSEDUR


STATISTIKA
Suatu Pendekatan Biometrik
BAHAN KULIAH TEORI IV

Rancangan Kelompok
Teracak Sempurna
(RKTS)

Nonfaktorial
Tujuan Pembelajaran
Mendeskripsi RKTS
Menyebutkan dan menuliskan kelebihan & kekurangan
serta kegunaan RKTS
Menyebutkan, menuliskan, dan menjelaskan model gemaris
menambah RKTS, dan menerapkan pada situasi penelitian
yang dihadapi
Melakukan analisis ragam secara runtun (menentukan
hipotesis, menentukan daerah kritis dari tabel F, menuliskan
asumsi yang mendasari ANARA, membuat kesimpulan)
Menghitung statistik (koefisien keragaman, simpangan baku
dua nilai tengah, dan galat baku perbedaan dua nilai
tengah)
R K T S
Rancangan kelompok teracak sempurna
Rancangan kelompok teracak lengkap
Rancangan kelompok teracak penuh
Rancangan terkelompok tunggal
Pengelompokan tunggal
Completely randomized block design
Randomized complete block design
Single group design
Single grouping
Deskripsi
Digunakan jika antarsatuan percobaan
terdapat perbedaan yang secara signifikan
dapat mempengaruhi pengamatan
Jika seluruh perlakuan mempunyai ulangan
yang sama, kelompok (blok) berjumlah sama
dengan ulangan
Setiap ulangan diterapkan pada kelompok
yang berbeda
Setiap kelompok mengandung seluruh
perlakuan
Tujuan pengelompokan satuan percobaan

Untuk mendapatkan kelompok dengan satuan


percobaan yang seragam

Satuan2 percobaan yang relatif sama


dikelompokkan atau bahan percobaan
dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri yang sama

Perbandingan perlakuan akan dilakukan pada


satuan2 percobaan yg relatif homogen (per-
lakuan dibandingkan pada kondisi yg sama)
sehingga perbedaan antarpengamatan akan
semata2 berasal dari perlakuan dan ragam
umum
Kelebihan
dan
Kekurangan
Kelebihan

Presisi lebih tinggi drpd RTS


Jumlah perlakuan dan kelompok tidak dibatasi
Jk ulangan tambahan diperlukan untuk perlakuan tertentu,
tambahan ulangan ini dpt diterapkan pada dua atau lebih satuan
percobaan per kelompok dengan pengacakan yg layak untuk
tetap disebut RKTS
Perlakuan tanpa ulangan dimungkinkan
Analisis statistika cukup sederhana
Jk ada data dari perlakuan tertentu tdk dpt digunakan, data tsb.
dpt dibuang tanpa membuat mempersulit perhitungan
Data yg hilang dpt diduga dg mudah
Jika galat percobaan heterogen, komponen tidak bias untuk
menguji perbandingan tertentu dapat dihitung
Tambahan informasi dimungkinkan karena RKTS
memberikan penduga tidak bias untuk nilai tengah kategori
kelompok
Kekurangan

Kalau keragaman antarsatuan percobaan dalam suatu


kelompok besar, galat percobaan menjadi besar shg
dpt melakukan kesalahan jenis kedua. Akibatnya,
percobaan tdk sensitif dalam mendeteksi perbedaan.
Biasanya terjadi kalau ukuran percobaan meningkat
(jumlah perlakuan banyak)
Kurang efisien:
Kalau keragaman antarsatuan percobaan lebih dari
satu arah atau tidak semua keragaman antarsatuan
percobaan dapat disatukan dalam satu kelompok
Jika satuan percobaan homogen dan percobaan
kecil
Peubah yang Dapat Dikelompokkan

Sifat fisik (kesuburan, kelembaban, lereng,


cahaya matahari, angin, suhu)
Waktu
Umur
Operator (orang)
Alat
Sejarah (riwayat)
Genetik
Ukuran
Pengacakan

Dilakukan per kelompok


Jumlah kelompok menentukan jumlah

Tabel angka acak


Uang logam
Dadu
Kartu bridge
Lotere
Cara Menggunakan
Tabel Angka Acak
Model Gemaris Menambah
Model Gemaris Menambah
x 0
Model Gemaris Menambah
(Lanjutan)

x 0

x 0 data artifisial
Contoh dalam Gambar
x 0 x 0
Tabel ANARA
untuk Klasifikasi Dua Arah
Hipotesis Statistika
Contoh Analisis untuk RKTS

Suatu percobaan dilakukan untuk


meringkat mutu tepung (KH) dari 4
varietas padi/beras. Karena ada
indikasi kuat bahwa 4 buah alat
pengering yang ada berbeda
kecanggihannya, setiap 4 satuan
percobaan ditempatkan berkelompok
menurut tingkat kecanggihan alat
dan keempat varietas diterapkan
secara acak pada satuan percobaan
2

pada masing2 kelompok.


Tabel Kelompok Teracak
X ij i j ij
Model
gemaris
menambah
I = 1,2,3, , 4 j = 1,2, ,4

Xij = KH pada varietas ke-I dan kelompok ke-j, dan


yang terkena galat ke-ij
= nilai tengah umum KH
I = pengaruh varietas ke-I
j = pengaruh tingkat kecanggihan alat ke-j
ij = pengaruh galat pada varietas (populasi) ke-I
dan kelompok ke-j

Pengujian 1. Ho: a. I = 0 H1: a. I = 0


Hipotesis b. j = 0 b. j = 0
2. = 0,05, wilayah kritis > 3,86
3. Asumsi: a. 12 = 22 = 32 = 42
b. x = 0
4. Analisis ragam
a. Menyusun data tabel dua arah
b. Penghitungan komponen ANARA

FK = (X..)2/rt = 9282/(4x4) = 53824


JKT = (xij)2 FK = (472+502++752)
53824 = 886
JKVar = [{(xi.)2}/4]-FK =
{(2122++2522)/4}-53824 = 208
JKAlat = [{(x.j) }/4]-FK =
2

{(204 ++273 )/4}-53824 = 652,5


2 2

JKG = JKT-JKV-JKA = 25,5


c. Penyusunan tabel ANARA
d. Kesimpulan Percobaan

Karena F pengamatan untuk varietas > F


tabel, maka tidak ada alasan untuk
menerima Ho sebagai hipotesis yang sahih
pada = 0,05. Kenyataan dalam percobaan
mendukung adanya perbedaan mutu tepung
(KH) antarvarietas beras
Karena F terhitung untuk alat > F tabel,
maka ada alasan untuk menerima H1
sebagai hipotesis yang benar pada taraf
nyata 0,05. Karena itu dapat disimpulkan
bahwa terdapat perbedaan mutu tepung
beras (KH) yang dihasilkan antartingkat
kecanggihan alat
e. Penghitungan Statistik

Sx var ietas
KNTG
r 25, 5
4 2,52%
S x alat KNTG
r 25, 5
4 2,52%
2 25, 5
Sd 2 KNTG
r 4 3,57%
KNTG
KK x100% 5, 04
58 x100% 8,69%
X ..
Tata Letak Percobaan

I II III