Anda di halaman 1dari 26

JOKO WIYANTO, S.

Kep, Ners
Sub Komite Mutu Profesi Keperawatan
HP/WA: 08112708805
ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS

Setelah mengikuti pembelajaran peserta mampu:


1. Menjelaskan Pengertian audit staf keperawatan
2. Menjelaskan landasan hukum audit staf
keperawatan
3. Menjelaskan tolak ukur kasus/ insiden dalam
proses asuhan keperawatan
4. Menjelaskan alur penatalaksanaan dugaan
pelanggaran etik staf keperawatan di RS
5. Menjelaskan tahapan audit staf keperawatan
SENGAJA / TIDAK?

Jangan lepaskan orang yang bersalah


dan jangan menghukum orang
yang tidak bersalah
AUDIT KASUS (STAF) KEPERAWATAN

Proses evaluasi
Karena peristiwa
secara profesional
yang terjadi selama
(mutu profesi tenaga Terhadap staf
proses pelayanan
keperawatan dan tenaga keperawatan
asuhan
pelayanan asuhan
keperawatan
keperawatan)
UNSUR DIMENSI TOLAK UKUR
KOMPETENSI KOMPETENSI

1. Task Skill
2. Task manage
ment skill JIKA ADA
3. Contingency GAP
management (INPUT)
skill
4. Environment
management
skill

Ps. Individu / klp

TDK AMAN
TDK PUAS
(OUT PUT)
GAP ASUHAN
KEPERAWATAN
STANDART
PROFESI

ETIK DAN
DISIPLIN STANDART
(KODE PELAYANAN
ETIK)

KESEN
JANGAN
(GAP)
STANDART HOSPITAL
OPERASIONA BY LAWS
L PROSEDUR
& CODE OF
CONDUCT

CA DAN CP
Aspek Pelayanan
7

Profesi Keperawatan

HUKUM

ETIK DISIPLIN
Norma Etik
ETIK seharusnya
menjadi norma
DISIPLIN tertinggi yang
dipatuhi oleh
perawat

HUKUM
LANDASAN HUKUM

UU Pasal 37. ayat b (Kewajiban perawat): memberikan Pelayanan


NO.
Keperawatan sesuai dengan kode etik, standar Pelayanan
38
TH.
Keperawatan, standar profesi, standar prosedur operasional, dan
2014 ketentuan Peraturan Perundang-undangan;

Pasal 13. ayat 3: Setiap tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah


UU Sakit harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar
NO.
44 TH.
pelayanan Rumah Sakit, standar prosedur operasional yang
2009 berlaku, etika profesi, menghormati hak pasien dan
mengutamakan keselamatan pasien.

PMK
Pasal 11 ayat 4.c (tugas komkep):
NO.49 Merekomendasikan penyelesaian masalah pelanggaran disiplin dan
TH.
2013
masalah etik dalam kehidupan profesi dan pelayanan asuhan
keperawatan dan kebidanan.
ALUR PENANGANAN MASALAH /PELANGGARAN ETIK DAN
DISIPLIN PROFESI KEPERAWATAN

DUGAAN HUKMAS & DIREKTUR


PELANGGARAN PEMASARAN UMUM
ETIK DAN DISIPLIN
PROFESI TENAGA DIREKTUR
KEPERAWATAN
KA RUANG ATAU
UTAMA
DARI DIREKTUR MEDIK
KELUARGA/PIHAK INSTALASI & KEPERAWATAN
KETIGA

KETUA KOMITE KEPERAWATAN

SUB KOMITE ETIK DAN


DISIPLIN PROFESI
SUB KOMITE ETIK DAN DISIPLIN PROFESI
AUDIT
IDENTIFIKASI DAN TELAAH MASALAH KASUS
(STAF)
KEPERAW
PUTUSAN: JENIS PELANGGARAN
ATAN
REKOMENDASI KEPUTUSAN

PELANGGARAN PELANGGARAN PELANGGARAN DISIPLIN


ETIK DISIPLIN PROFESI PEGAWAI

REKOMENDASI KETUA KOMITE KEPERAWATAN

DIREKTUR UTAMA

KEPUTUSAN/ EKSEKUSI
TAHAPAN AUDIT KASUS (STAF ) KEPERAWATAN

1. Tahap pengaduan;
2. Tahap pendalaman kasus;
3. Tahap persidangan;
4. Tahap keputusan; dan
5. Tahap banding.
SINKRONISASI 1.MENENTUKAN
SIKLUS AUDIT TOPIK
(pengaduan: klien,
PPA, manajemen)

6. RE-AUDIT 2.MENENTUKAN
KRITERIA DAN
(Evaluasi Punishment: STANDAR
re-kredensial u/
pemulihan kewenangan) (pendalaman kasus)

3.PENGUMPULAN DATA
5.MENETAPKAN (Studi kasus,Observasi,
PERUBAHAN
Interview,Investigasi.
(Punishment:Proctoring,
pencabutan/ pengurangan Validasi pihak ketiga
kewenangan))

4.ANALISA DATA
(Persidangan:
Keputusan)
TAHAP 1. PENGADUAN

TIDAK
LANGSUNG

Ps, Keluarga, Manual (Surat Ronde manajemen


pihak ketiga resmi/ tdk) Ronde komkep
PPA (Profesianal Media masssa Group manajemen
Pemberi Asuhan) Elektronik (email,
Social network:
LANGSUNG TEMUAN
WA, dst)
TAHAP 2. PENDALAMAN KASUS

ETIK
Banchmark: SPO, SAK, Kode
etik, standart yan, kebijakan
STANDART
SUB KOMITE MUTU &
dan regulasi

Studi kasus, Observasi


PENGUMPULAN langsung, Interview, Investigasi,
DATA Validasi pihak ketiga
TAHAP 3. PERSIDANGAN

KOMKEP

REKAN
SAKSI
TIM
DI PIMPIN
INDIVIDU KA. KOMKEP
PERAWAT

UNIT
PPA
TERKAIT

KARU
TAHAP 4. KEPUTUSAN

1. ANALISA (FISH BONE / RCA)

2. JENIS PELANGGARAN

3. KOMPENSASI DAN REKOMENDASI


JENIS PELANGGARAN
1. PELANGGARAN
DISPLIN PEGAWAI

Malfeasance, yaitu melakukan


KELALAIAN tindakan yang melanggar hukum atau
2. PELANGGARAN tidak tepat/layak (Melakukan tindakan
ETIK PROFESI keperawatan tanpa indikasi yang

DI PROSES
memadai/tepat)
Misfeasance, yaitu melakukan pilihan
tindakan keperawatan yang tepat
3. PELANGGARAN tetapi dilaksanakan dengan tidak
DISIPLIN PROFESI tepat (Melakukan tindakan keperawat
KESENGA
an dengan menyalahi
JAAN prosedur).
Nonfeasance, yaitu tidak melakukan
tindakan keperawatan yang
merupakan kewajibannya.
DAMPAK KLINIS / CONSEQUENCES / SEVERITY
Level DESKRIPSI CONTOH DESKRIPSI
1 Insignificant Tidak ada cedera

Cedera ringan
2 Minor Dapat diatasi dengan pertolongan pertama,

Cedera sedang
Berkurangnya fungsi motorik / sensorik / psikologis atau
3 Moderate intelektual secara reversibel dan tidak berhubungan dengan
penyakit yang mendasarinya
Setiap kasus yang memperpanjang perawatan
Cedera luas / berat
4 Major Kehilangan fungsi utama permanent (motorik, sensorik,
psikologis, intelektual) / irreversibel, tidak berhubungan
dengan penyakit yang mendasarinya

5 Cathastropic Kematian yang tidak berhubungan dengan perjalanan


penyakit yang mendasarinya
KOMPENSASI PELANGGARAN
1. Peringatan tertulis;
2. Limitasi ( reduksi) kewenangan klinis ( clinical privilege);
3. Bekerja di bawah supervisi dalam waktu tertentu oleh
orang yang mempunyai kewenangan untuk pelayanan
keperawatan tersebut (Proctoring);
4. Pencabutan kewenangan klinis (clinical privilege)
sementara atau menetap;
5. Pencabutan SIK/ SIPP/ SIPB; dan
6. Kewajiban mengikuti pendidikan berkelanjutan.

BELUM ADA REGULASI YANG


PASTI (MKEK)
DASAR SEMENTARA
DESKRIPSI KATEGORI KOMPENSASI
1. Peringatan tertulis
Insignificant
2. Kewajiban mengikuti pendidikan berkelanjutan.
3. Limitasi ( reduksi) kewenangan klinis (clinical
RINGAN
privilege)
Minor
4. Proctoring
5. Pencabutan clinical privilege sementara (3 bulan)
1. Kewajiban mengikuti pendidikan berkelanjutan.
2. Limitasi ( reduksi) kewenangan klinis (clinical
Moderate SEDANG privilege)
3. Proctoring
4. Pencabutan clinical privilege sementara (6 bulan)
1. Kewajiban mengikuti pendidikan berkelanjutan.
Major 2. Limitasi ( reduksi) kewenangan klinis (clinical
privilege)
3. Proctoring
BERAT 4. Pencabutan clinical privilege sementara (12 bulan)
atau menetap
Cathastropic 5. Pencabutan SIK/ SIPP/ SIPB
6. Pencabutan keanggotaan.
TAHAP 5. BANDING

ETIK MKEK

HUKUM PENGADILAN
IMPLEMENTASI AUDIT STAF KEPERAWATAN DI RS

CONTOH AUDIT STAF KEP (PLT 2017).docx


ILUSTRASI KASUS

KASUS:
Ps. Ny.R, usia 37 tahun dx. NOK curiga ganas post op.
Salfingo ooforektomy tgl 08 April 2016 jam 10.00 WIB. Ps
mendapatkan transfusi darah saat operasi, tapi tidak
terdokumentasi. Setelah di lakukan deep interview ternyata
saat pemberian transfusi perawat tidak melakukan
identifikasi produk darah, sehingga produk darah yang
diberikan keliru dengan darah pasien lain. Akhirnya pasien
masuk ICU dan meninggal dunia.
INSTRUKSI

DARI CONTOH KASUS DIATAS TENTUKAN:


1. JENIS PELANGGARAN
2. KATEGORI PELANGGARAN
3. KOMPENSASI PELANGGARAN