Anda di halaman 1dari 91

MANAJEMEN RISIKO

Disampaikan
oleh
Nasrul Sjarief, SE, ME
nsjarief@yahoo.com
MANAJEMEN RISIKO

Adalah :
Upaya yang terkoordinasi untuk
mengarahkan dan mengendalikan
kegiatan-kegiatan organisasi terkait
dengan risiko.
MANAJEMEN RISIKO
Manajemen Risiko :

Komponen kunci dari manajemen K3 dan bagian


integral dari manajemen proses;
Bertujuan utk mengendalikan risiko pd sumbernya;
Sebagai pertanggungjawaban thd risiko yg
diciptakann/ dihasilkan dari kegiatan perusahaan
oleh pemangku kepentingan (stakeholder);
Layaknya untuk mencapai hasil yang terbaik
dilakukan oleh multi-disciplinary team;
Merupakan proses perbaikan yang berkelanjutan
(continual improvement)
HUBUNGAN MANAJEMEN RISIKO dan SMK3

ASPEK MANUSIA SARANA/TEHNIS


Kepedulian HIRADC
Pelatihan SMK3 Engineering
Komunikasi Inspeksi
Konsultasi Kalibrasi
Kompetensi Pengendalian
Operasi
MANAJEMEN
RISIKO

SISTEM/ PROSES/OPERASI
PROSEDUR HIRADC
Dokumentasi Pengendalian
Data Kontrol OSHMS Operasi
Pengukuran Keselamatan
Audit Operasi
Tinjauan Ulang Manajemen Tanggap Darurat
MANAJEMEN RISIKO dalam SMK3

Untuk mengetahui dan memperoleh gambaran


yang jelas dan lengkap tentang :
status mutu pelaksanaan K3 dan
rekomendasi untuk perbaikan terus
menerus.
ELEMEN UTAMA
MANAJEMEN RISIKO
1. Tetapkan strategik, organisasi dan risk
management context. (Establish the
context)
2. Identify Risks;
3. Analyse Risks;
Assess Risks
4. Evaluate Risk;
5. Treat Risks;
6. Monitor and Review;
7. Communicate and Consult.
RISK MANAGEMENT
Memerlukan :
1. Penilaian RISIKO di setiap aktivitas kerja
(Risk Assessment);
2. Pengendalian dan pemantauan RISIKO
(Risk Control and Monitoring);
3. Mengkomunikasikan ad.1 dan ad.2 kepada
pekerja dan orang lain yang terlibat
(Risk Communication);
INTEGRATED RISK MANAGEMENT

OSH RISK

REGULATORY MARKET
RISK RISK
INTEGRATED
RISK
MANAGEMENT
FINANCIAL PROJECT
RISK RISK

OPERATION
RISK
Definition
HAZARD

HAZARD : something that has potential to


cause human injury, ill health and/or damage
to property (machinery or equipment) or to
environment.
(POTENSI BAHAYA : sesuatu yang memiliki
potensi yang dapat menyebabkan cidera,
sakit dan/atau kerusakan asset (mesin atau
peralatan) atau lingkungan).
Hazards can be classified
into five broad areas :
1. Physical; eg.: noise, radiation, light,
vibration, temperature
2. Chemical; eg.: poisons, dusts
3. Biological; eg.: viruses, plants, parasites
4. Mechanical/electrical; eg.: slips, trips &
falls, tools, electrical equipment
5. Psychological; eg.: fatigue, violence,
bullying
Hazards can arise from :
The workplace
environment;
The use of plant and
substances;
Poor work design or
practices;
Inappropriate
management system
and procedures;
Human behaviour.
Some Factors which determine
the scale of hazard are :

The inventory
The energy factor
The time factor
The intensity distance relations
The exposure factor.
Definition
RISK

RISK : the probability (likelihood) of harm or


damage occurring from exposure to a hazard,
and the likely consequences of that harm or
damage.
(RISIKO : probabilita (kemungkinan) kerugian
atau kerusakan yang terjadi dari paparan
bahaya, dan kemungkinan konsekuensi yang
ditimbulkan dari bahaya atau kerusakan)
What is a risk?

The probability of an event occurring and


the consequences if it does.

(Probabilitas terjadinya suatu kejadian dan


konsekuensi yang ditimbulkan jika itu terjadi)
Hazard Risk

Hazard unguarded Risk operator hand


rollers on the printing may be drawn in and
machine crushed

Hazard frayed wires Risk operator may


on electrical items be electrocuted

Contoh Lain ?
HAZARD - RISK

Hazard Risk Control


Noise Hearing Loss Reduce the noise
level (Hierarchy
Control)
STEPS IN CONDUCTING
RISK ASSESSMENT

1. Preparation
2. Hazards Identification
3. Risk Evaluation
4. Risk Control
5. Record Keeping
6. Implementation, Monitoring and
Review
1. Persiapan
PEMBENTUKAN TEAM
Risk assessment :

Tidak pernah dilakukan oleh satu orang;


Dilakukan oleh multi disciplinary team yang
memiliki pengetahuan dan pengalaman
terhadap pekerjaan yang dilakukan;
PEMBENTUKAN TEAM
Anggota team termasuk :
Management staff,
Process atau facility engineers,
Technical personnel,
Supervisors,
Production operator,
Maintenance staff,
Safety personnel

Team termasuk juga


contractors/suppliers jika diperlukan.
PREPARATION
Mengumpulkan INFORMASI
Plant layout plan; Details of existing risk control;
Process flow chart; OSH audit reports;
List of work activities; Feedback from staff, clients,
List of chemical used; suppliers or other stakeholders;
List of machinery and tools used; Safe work procedures;
Records of past incident and Minutes of OSH Committee
accident; Meeting
Relevant legislation Other information such as
Relevant codes of practice; MSDS, manufacturers
instruction manual;
Inspection records;
Copies of any relevant previous
Maintenance Record risk assessments;
CLASSIFY WORK
ACTIVITY
A work process broken down into n work
Activities
Work Activity Work Activity Work Activity Work Activity
1 2 3 n
Apa yang harus diketahui di
tempat kerja sebelum melakukan
Risk Assessment ?
Lokasi dimana pekerjaan dilakukan
Siapa pekerja yang akan melakukan
pekerjaan
Peralatan apa yang digunakan
Bahan kimia apa yang digunakan
Langkah pekerjaan yang akan dilakukan
Persyaratan pengendalian yang dilakukan
saat ini
Peraturan dan standar K3 yang terkait.
2. Hazard Identification
3 prinsip dasar
RISK ASSESSMENT PROCESS

Terdiri dari 3 langkah proses :

1. Hazard Identification;
2. Risk Evaluation;
3. Risk Control.
TUJUAN PENERAPAN PRINSIP DASAR
RISK ASSESSMENT PROSES

Penerapan Prinsip Dasar akan membantu :


a) Mencapai pemenuhan penerapan syarat-
syarat K3;
b) Dapat digunakan utk meningkatkan level of
protection thd risiko yg ada diperusahaan.
IDENTIFIKASI BAHAYA
(hazard identification)

- Proses yang digunakan untuk


menentukan semua kemungkinan
situasi apa yang dapat terjadi, kenapa
dan bagaimana proses kejadiannya.
IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA
(Hazard Identification)

Untuk MEMPEROLEH INFORMASI sbb. :


1. Jenis potensi bahaya yang ada;
2. Mode kejadian kecelakaan dan lingkup
penyebarannya;
3. Kemungkinan kejadian kecelakaan;
4. Tingkat pemenuhan syarat-syarat
K3/standar K3;
IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA
(Hazard Identification)

Untuk MEMPEROLEH INFORMASI sbb. :

5. Perkiraan dampak dan situasi akibat


kecelakaan;
6. Tingkat penerapan K3;
7. Perkiraan kesiapan dalam situasi
keadaan darurat;
Hazard
versus
Risk
HAZARDS MANAGEMENT PROCESS

Identify the hazards


Assess the risk
Evaluate the risk
Control the risk
Monitor and
Review
HAZARDS IDENTIFICATION

Identifikasi potensi bahaya terkait aktivitas kerja;


Langkah yang paling menentukan;
Berkaitan dengan aktivitas dari setiap proses;
Dilakukan melalui spot hazards, brain storming
dan konsekuensi yg ditimbulkannya.
IDENTIFIKASI DAN
MENCARI POTENSI BAHAYA

KENAL DAN AMATI SEKELILING TEMPAT


KERJA, PERHATIKAN PERUBAHAN YANG
TERJADI
CARI INFORMASI MENGENAI KONDISI
TEMPAT KERJA
PERIKSA CATATAN KASUS KECELAKAAN
KERJA
PERIKSA SOP DAN MSDS
HAZARDS IDENTIFICATION
Identifikasi potensi bahaya terkait
aktivitas kerja
Dgn mempertimbangkan :
1. Method of work;
2. Electrical and mechanical hazards;
3. Manual material handling;
4. Chemical hazards;
5. Machinery or plant (unguarded machine);
6. Temporary structure (scaffolds)
7. Environmental Conditions;
8. Layout and location equipment etc
HAZARD IDENTIFICATION
TECHNIQUE
Increasing Level of Effort Required
Incident Data
Checklist Analysis
Brainstorming
Job Safety Analysis
What if
Guideword Analysis
Hazard and Operability Study
Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
Task Analysis
Event Tree
Fault Tree
etc
HAZID TECHNIQUE
Group Type Technique
Comparative Document review
Methods Accident Records
Hazard Checklists
Safety Reviews
Hazard Indices
Fundamental HAZOPS
Methods What if
FMEA
Task Analysis
Logic Methods Fault Tree Analysis (FTA)
Event Tree Analysis (ETA)
Human Error Analysis
3. PENILAIAN RISIKO
(RISK ASSESSMENT)
What is Risk Assessment ?

process of evaluating risk(s) arising from a


hazard taking into account the adequacy of
any existing controls and deciding whether or
not the risk(s) is acceptable
(Proses penilaian risiko yg diakibatkan oleh potensi
bahaya dgn mempertimbangkan kesesuaian dan
kecukupan dari setiap pengendalian yg ada dan
memutuskan diterima atau tidak diterima)
Risk Assessment
Adalah penilaian yang dilakukan secara sistematis
dgn menggunakan data/informasi tersedia untuk :
a) Mengidentifikasi potensi bahaya;
b) Mengidentifikasi risiko thd K3;
c) Mengidentifikasi risiko thd asset persh dan
lingkungan kerja;
d) Menetapkan tingkat risiko yang dapat diterima
(acceptable risk);
e) Menentukan persyaratan untuk mengendalikan
risiko.
ALASAN KENAPA DILAKUKAN
RISK ASSESSMENT?
Human Factors : menyelamatkan kehidupan,
menghentikan cidera dan sakit akibat pekerjaan,
meningkatan disiplin, moral, partisipasi dan keterlibatan
pekerja

Legal Factors : memenuhi dan mentaati peraturan


perundangan yg berlaku.

Financial Factors : mengendalikan biaya, mutu,


meningkatkan produktivitas, delivery on time, menurunkan
tk absensi, meningkatkan nilai saham.
TUJUAN
PENILAIAN RISIKO
1. Untuk mengetahui, memahami dan
mengukur risiko yang terdapat di
tempat kerja;
2. Untuk melakukan penilaian finansil dan
risiko;
3. Untuk mengendalikan risiko;
TETAPKAN KONSEKUENSI DAN
KEMUNGKINAN KEJADIAN

Tetapkan siapa yang akan cidera


Pekerja baru/magang/hamil/wanita
Petugas kebersihan/tamu/ kontraktor/
tehnisi/pekerja musiman
Masyarakat lainnya

Bagaimana proses kejadiannya


ELEMEN
PENILAIAN RISIKO

R = f (C, F)

R = Risk
C = Consequently
F = Frequency
Components of Risk

Risk analysis

Consequences Likelihood

Source of Vulnerable
Risk Barriers People/structures Exposure Probability

Development
And Outcome Susceptibility Resilience Causes
ACTION TO
REDUCE OR CONTROL LIKELIHOOD

1. Audit and compliance 5. Preventive maintenance


program 6. Structured training and
2. Contract conditions other programms
3. Formal review of 7. Supervision
requirements, 8. Testing
specifications, design, 9. Technical control
engineering and
10. Research and
operations
development, technological
4. Inspection and process development
control
PROCEDURE TO
REDUCE OR CONTROL CONSEQUENCES

1. Contingency plan 5. Disaster recovery plan


2. Contractual 6. Engineering and
arrangement Structural barrier
3. Contract condition 7. Minimizing exposure to
4. Design features sources of risk
8. Separation or
relocation of an activity
and resources
RISK

PROBABILITY/
SEVERITY LIKELIHOOD
Catastrophic Prequent
Critical Probable
Marginal Occasional
Negligible Remote
Improbable
HAZARD SEVERITY
CLASSIFICATION
DESCRIPTION CATEGORY MISHAP DEFINITION

Catastrophic I Death or System Loss

Critical II Severe Injury, severe


occ. illness or major
system damage
Marginal III Minor injury, minor occ.
Illness or minor system
damage
Negligible IV Less than minor
injury,occ.illness or
system damage
HAZARD PROBABILITY
CLASSIFICATION
DESCRIPTION LEVEL SPECIFIC INDIVIDUAL
ITEM
PREQUENT A Likely to occur
frequent
PROBABLE B Will occur several
times
OCCASIONAL C Likely to occur
sometime
REMOTE D Unlikely but possible
to occur
IMPROBABLE E So unlikely
MATRIX LEVEL
PR O BAB I LITY
E D C B A

S IV 1 1 2 2 2
E
V III 1 2 3 3 3
E
R
I
II 2 2 3 4 4
T
Y I 3 3 4 4 5
MATRIX LEVEL OF RISK

1 : NEGLIGIBLE DANGER Corrective action optional

2 : MINOR DANGER Safety devices or


Procedural controls required

3 : MODERATE DANGER Engineering or Safety devices or


Procedural controls required

4 : SERIOUS DANGER Engineering&Safety devices required

5 : IMMINENT DANGER Immediate engineering corrective


action required.
Risk Assessment Matrix
Consequence
Potential consequence of an
incident/injury given current
level of controls.

Likelihood
What is the potential of an
incident or injury occurring
given the current level of
controls.

The intersection of the chosen


column with the chosen row is
the risk classification.

Key

LOW - tolerable but


monitor and manage

MEDIUM - monitor &


maintain strict control
measures

HIGH - review &


introduce additional
controls

EXTREME - stop work


immediately &
introduce further control
measures
BASIC STEPS
IN RISK ASSESSMENT
1. CLASSIFY WORK ACTIVITIES

2. IDENTIFY HAZARDS

3. DETERMINE RISK

4. DECIDE RISK (ACCEPTABLE OR NOT ACCEPTABLE)

5. PREPARE RISK ELIMINATION OR CONTROL


SYSTEM
PREDICTIVE
DESCRIPTION
HAZARD
EVALUATION
HAZARD
IDENTIFICATION

ACCIDENT ACCIDENT
PROBABILITIES CONSEQUENCES
ESTIMATION ESTIMATION

RISK
DETERMINATION

NO
RISK MODIFY
ACCEPTANCES SYSTEM
YES

OPERATE
SYSTEM
ACCEPTABLE RISK

Risk that has been reduced to a level that


can be tolerated by the organization having
regard to its legal obligations and own OSH
policy
(Risiko yang telah dikurangi ke tingkat yang dapat
ditoleransi oleh perusahaan dengan
mempertimbangkan kewajiban hukum/peraturan
peruu dan kebijakan K3 di perusahaan ybs)
4. Risk Control
RISK CONTROL
Bagian dari risk management yang
melibatkan penerapan kebijakan,
standard, prosedur dan perubahan-
perubahan fisik untuk mengeliminasi
atau meminimumkan gangguan risiko.
Risk Control

Reasonably practicable measures


to eliminate or reduce risk.
(Persyaratan yang arif/bijak/layak/wajar
yang dapat dilaksanakan atau diterapkan
untuk mengeliminasi atau mengurangi
risiko)
Reasonably Practicable
Yang harus dipertimbangkan :
Keparahan yang ditimbulkan (severity of hazard)
Informasi sumber bahaya yang akan dikendalikan
(knowledge of hazard)
Ketersediaan tindakan pengendalian yang layak
(availability of suitable control measures)
Biaya tindakan pengendalian (cost of control
measures)
Determining as ALARP
(As Low As Reasonably Practicable)

Benefit versus Cost Who gains the benefit and


who wears the cost ?
Is it technically possible to reduce the risk further ?
Ethical issues come in the risk may be low but is
it right ?
Do we have enough information to make the
decision ? the precautionary principle.
What happens if we do nothing to reduce the risk ?
What happens if we do not proceed ?
RISK CONTROL

Extreme risk : immediate action required;


High risk : senior management attention
needed;
Moderate risk : management responsibility
must be specified;
Low risk : manage by routine procedures
HIERARCHY OF RISK
CONTROL
Diterapkan dgn mempertimbangkan :
Efektivitas pengendalian;
Kehandalan dalam pengendalian
(reliability);
Tingkat proteksi (level of protection);
Jangka waktu (long term or short term);
Prioritas pengendalian (risk or people);
Sumber bahaya yang dikendalikan.
HIERARCHY OF
EXAMPLES
RISK CONTROL
Good engineering design
Pneumatic mechanical lifting
1. ELIMINATION Supplier handling
Housekeeping

Different form (liquid, powder etc)


Lower concentration
2. SUBSTITUTION Divide load
Substitute with less hazardous
operation / chemical
HIERARCHY OF
EXAMPLES
RISK CONTROL
Good engineering design
Pneumatic mechanical lifting
Supplier handling
Housekeeping
LEV (Local Exhaust Ventilation)
3. ENGINEERING Dilution ventilation
Automatic feed of waste
Automatic dosing of chemical
Online sensors
Process re-design and re-engineering
HIERARCHY OF
EXAMPLES
RISK CONTROL
Housekeeping ( 5S/5R )
Maintenance
Job design
Job rotation/ Shift work
Training
4. ADMINISTRATIVE Safety sign
SOP/ Safe Work Procedures
Working Instruction
Hazard Communication
Permit-to-Work System
Barrier and Warning System
HIERARCHY OF
EXAMPLES
RISK CONTROL
Eye protection (goggles, glasses)
Hearing protection (ear plugs, ear muffs)
Respiratory protection (respirators, face
5. PPE mask, cartridge filters)
(Personal Protective Foot protection (safety boots, safety shoes)
Equipment) Head protection (hard hats, safety helm)
Body protection (aprons)
Fall protection (safety harnesses)
HIERARCHY OF
RISK CONTROL
Highest Most
SAFE DESIGN
ELIMINATION

SUBSTITUTION
Level of Protection

ENGINEERING

Reliability
CONTROL

SAFE WORKER
ADMINISTRATIVE
CONTROL

PPE
Lowest Least
HIERARCHY OF RISK CONTROL
Long Most
Term ELIMINATION Preferred

SUBSTITUTION

ENGINEERING
CONTROL
ADMINISTRATIVE
CONTROL

PPE
Short Least
Term Preferred
HIERARCHY OF RISK CONTROL
Consider First

Elimination
Manages the Risk Substitution
Engineering

Administration
Manages the People
PPE
Consider Last
HIERARCHY OF RISK CONTROL

Most ELIMINATION
Effective
If not possible
SUBSTITUTION

If not possible

ENGINEERING

If not possible

ADMINISTRATION
If not possible
Least
Effective PERSONAL PROTECTION
IMPLEMENTING
THE HIERARCHY OF CONTROL
Process Example
Person

Hazard
(Energy Source)
Energy Path

Control at Source Control on Path Control by Person

Design Separation Administration


Eliminate Engineering Personal
Substitution Isolation Protective
Redesign Equipment

Example : Noise
Use bolts instead of rivets Acoustic hood Job Rotation
Or buy a quieter machine Vibration isolators Earplugs
Distance Earmuffs
PREVENTION FRAMEWORKS
EFFECTIVENESS PREVENTION PREVENTION HIERARCHY OF
LEVEL TARGET CONTROL
Most Effective Primary Control at Source Elimination/ Substitution/
of Hazard Use Reduction

Primary Controlling Engineering Control/


Dispersion Exposure Assessment/
Administrative Controls
Primary Control at Safe Work Practices/ PPE/
Biological Monitoring for
the Worker
absorption of a toxicant
Secondary Control at Pre-clinical medical
exams/screening
the Worker
Biological monitoring for
effects of absorbed toxicants
Secondary Control at Diagnosis/ Therapy/
Least Effective the Worker
Rehabilitation/ Compensation
COST OF
RISK REDUCTION MEASURES
Level of Risk (Risk Value)

Implement
Reduction
Measures

Use
Judgement
Uneconomic

Cost of Reducing Risk ( $ )


TOLERABILITY LEVELS
Cost of Risk Reduction

Risk
Level
Not acceptable

ALARA As Low As Reasonably Achievable (Practicable)


ALARP
Best Practicable Technology
Best Available Technology
Negligible

Risk never zero


Time
Money $
Effort
Investment
5. Record Keeping
MEMBUAT CATATAN
TEMUAN
CATATAN TEMUAN MENCAKUP :
Unit kerja/Tanggal/MSDS/Label/Tindakan Pengendalian
Nama/Posisi/Komposisi Team
Daftar Bahan Berbahaya/Informasi Bahaya
Identifikasi Risiko/Kesimpulan Risiko
Rekomendasi/Tanda tangan penilai
Posisi dan tanda tangan penerima (manajemen)
TEMUAN DI INFORMASIKAN :
Termasuk pengendalian dan pencegahan
RISK REGISTER
Risk register mencatat :
1. Sumber (Source);
2. Sifat (Nature);
3. Pengendalian yang ada saat ini
(Existing control);
4. Konsekuensi dan kemungkinan kejadian
(Consequences and likelihood);
5. Peringkat risiko (Initial risk rating);
6. Kerentanan thd faktor-faktor eksternal/internal
(Vulnerability to external/internal factors).
RISK TREATMENT SCHEDULE AND
ACTION PLAN

Berisikan informasi sbb. :


Siapa yg bertanggung jawab utk
menerapkan rencana aksi;
Sumber daya yang akan digunakan;
Alokasi budget;
Timetable utk penerapan rencana aksi;
Rincian mekanisme dan frekuensi review
pemenuhan rencana pengendalian risiko
DOKUMENTASI;
alasan diadakan untuk :
Menunjukkan proses Menyediakan sebagai
dilakukan dengan layak mekanisme dan alat
Menyediakan bukti bhw pertanggungjawaban
tlh dilakukan pendekatan Memfasilitasi monitoring
sistematis dlm identifikasi dan review yang
dan analisis risiko berkelanjutan
Menyediakan pengambil Menyediakan bukti audit
keputusan dalam Memberikan dan
merencanakan dan mengkomunikasikan
tindaklanjut pengendalian informasi
risiko
6. Monitoring dan Review
RISK MONITORING (I)
Monitoring Risiko bertujuan untuk :
mengetahui dan
memastikan apakah terjadi perubahan
atau penyimpangan dari pengendalian
yang direncanakan
Melalui kegiatan :
pemeriksaan,
supervisi,
observasi berkala terhadap status
pengendalian yang dilakukan
RISK MONITORING (II)

Monitoring dapat dilaksanakan terhadap :


kerangka kerja manajemen risiko,
proses manajemen risiko dan
pengendalian risiko itu sendiri.
RISK REVIEW

Kegiatan yang dilakukan untuk


menentukan kelayakan, kesesuaian,
kecocokan, kecukupan dan efektivitas
suatu sistem dalam mencapai sasaran
yang telah ditetapkan
REVIEW DAN REVISI

DILAKUKAN APABILA TERJADI :


Perubahan volume produksi, perlengkapan
instalasi, bahan, proses, tindakan pencegahan
Kecelakaan kerja, gangguan kesehatan dan
penyimpangan
Diperoleh informasi tentang potensi bahaya

Penggunaan tindakan pengendalian dan


tehnologi baru atau disempurnakan
MONITORING AND REVIEW
DOCUMENT
Rincian mekanisme dan frekuensi :
Tinjauan ulang risiko (Review of risk)
Proses manajemen risiko secara keseluruhan

Hasil tinjauan ulang (review) dan prosedur


monitoring lainnya
Rincian bagaimana rekomendasi tinjauan
ulang (review) ditindak lanjuti dan
diterapkan.
CONSULTATION
KONSULTASI diharuskan jika dilakukan :
Identifikasi potensi bahaya;
Penilaian risiko;
Penetapan tindakan pengendalian;
Tinjauan ulang dan monitoring efektivitas
tindakan pengendalian yang dilakukan;
Rencana perubahan/modifikasi
(lingkungan kerja, plant, equipment,
proses kerja, organisasi kerja, system
kerja, penggunaan bahan dll
KESIMPULAN
Risk Management = Proactive Management
Tujuan Risk Management mengurangi
kemungkinan dan dampak/konsekuensi dari
semua bencana yang berpotensi Major
Accident
Risk Assessment : tahapan dari Risk
Management untuk menganalisis dan
mengevaluasi risiko pd peralatan, sistem
proses/plant, tugas/pekerjaan dan prosedur
(SOP)
KESIMPULAN

Risk Assessment bertujuan membantu


efektivitas pelaksanaan Risk Management :
Mengidentifikasi risiko yang sangat perlu
dikurangi dan dikendalikan;
Mengidentifikasi risiko yang perlu dicermati dan
diberikan perhatian
PERAN K3
DALAM PERUSAHAAN
Sebagai LOSS CONTROL untuk mengendalikan
kerugian atau inefisiensi
Sebagai COMPLIANCE AGENT untuk meyakinkan
terpenuhinya norma-norma dan peraturan K3
Sebagai ADVISORY BODY terhadap unit
usaha/karyawan dalam penerapan K3
Sebagai MANAGEMENT TOOLS dalam
menjalankan fungsi kontrolnya dalam aspek K3
Nothing is difficult if you love what you do
SEKIAN