Anda di halaman 1dari 32

Pembimbing:

dr. Sumono Handoyo, SpOT, FICS

Stase Bedah RSIJ Pondok Kopi


DEFINISI

Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya


kontinuitas jaringan tulang dan atau tulang rawan
yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa.
KLASIFIKASI
Menurut ada tidaknya hubungan antara patahan tulang dengan
dunia luar, antara lain:
Klasifikasi Fraktur terbuka menurut
Gustillo dan Anderson (1976)
Tipe Batasan

I Robekan kulit dengan kerusakan kulit otot, luka bersih, kurang dari 1 cm
panjangnya
II Panjang luka > 1 cm tanpa kerusakan jaringan lunak yang berat. Seperti
grade I namun disertai memar kulit dan otot, luka lebih luas tanpa kerusakan
jaringan lunak yang ekstensif.
III Kerusakan jaringan lunak yang berat dan luas, fraktur segmental terbuka,
trauma amputasi, luka tembak dengan kecepatan tinggi, fraktur terbuka di
pertanian, fraktur yang perlu repair vaskuler dan fraktur yang lebih dari 8
jam setelah kejadian.
KLASIFIKASI (Contd)
Menurut garis frakturnya, patah tulang dibagi menjadi 2
yaitu:

Patah Tulang Lengkap


(Complete Fracture)

Patah Tulang Tidak Lengkap


(Incomplete Fracture)
KLASIFIKASI (Contd)

Menurut bentuk garis patah dan hubungannya dengan


mekanisme trauma ada 5 yaitu:

Fraktur
Fraktur Oblik Fraktur Spiral
Transversal

Fraktur Kompresi Fraktur Afulsi


Menurut jumlah garis patahan ada 3 antara lain:

Fraktur Komunitif : fraktur dimana garis patah lebih dari satu dan
saling berhubungan.
Fraktur Segmental : fraktur dimana garis patah lebih dari satu
tapi tidak berhubungan.
Fraktur Multiple : fraktur dimana garis patah lebih dari satu tapi
tidak pada tulang yang sama
Fraktur komplete : Fraktur inkomplete :
(a) Transversal (d, e) Buckle/torus/melengkung
(b) Segmental (f) greenstick
(c) Spiral
ETIOLOGI

Patologis

Traumatik

Tekanan yang berulang


GAMBARAN KLINIS
NYERI, BENGKAK

GANGGUAN FUNGSI

DEFORMITAS

PEMENDEKAN

KREPITASI
DIAGNOSIS
Anamnesis
Riwayat trauma
Trauma dapat terjadi karena kecelakaan lalu lintas, jatuh dari
ketinggian, atau jatuh di kamar mandi pada orang tua,
penganiayaan,
tertimpa benda berat,
kecelakaan pada pekerja oleh karena mesin atau
trauma olah raga.
Nyeri
Pembengkakan
Gangguan fungsi anggota gerak atau kelainan gerak
Deformitas atau kelainan bentuk
Pemeriksaan fisik
Look
Bandingkan dengan bagian yang sehat
Perhatikan posisi anggota gerak secara keseluruhan
Ekspresi wajah karena nyeri
Adanya tanda-tanda anemia karena perdarahan
Perlukaan
Ekstravasasi darah subkutan dalam beberapa jam sampai
beberapa hari
Perhatikan adanya deformitas berupa angulasi, rotasi dan
kependekan
Keadaan vaskularisasi
Pemeriksaan Klinis

Feel

Temperatur setempat yang meningkat


Nyeri tekan
Pemeriksaan vaskuler pada daerah distal trauma
Pengukuran tungkai untuk mengetahui adanya
perbedaan panjang tungkai
Awasi tanda-tanda Compartement sindrome
Pemeriksaan Klinis
Movement
Periksa pergerakan dengan mengajak penderita untuk
menggerakkan secara aktif dan pasif sendi proksimal dan distal
dari daerah yang mengalami trauma.

Pergerakan tidak boleh dilakukan secara kasar


Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium : darah rutin, faktor pembekuan
darah, golongan darah, cross-test, dan
urinalisa.

Radiologi
Pemeriksaan Radiologis
Dua posisi proyeksi: dilakukan sekurang-kurangnya yaitu pada antero-
posterior dan lateral

Dua sendi pada anggota gerak dan tungkai harus difoto, di atas dan di bawah
sendi yang mengalami fraktur

Dua anggota gerak. Pada anak-anak sebaiknya dilakukan foto pada ke dua
anggota gerak terutama pada fraktur epifisis

Dua trauma, pada trauma yang hebat sering menyebabkan fraktur pada dua
daerah tulang. Misalnya pada fraktur kalkaneus atau femur, maka perlu
dilakukan foto pada panggul dan tulang belakang
Dua kali dilakukan foto. Pada fraktur tertentu musalnya fraktur tulang skafoid
foto pertama biasanya tidak jelas sehingga biasanya diperlukan foto
berikutnya 10-14 hari kemudian
Penatalaksanaan Fraktur
Emergency
Primary survey
(A.B,C)

Imobilisasi
Penatalaksanaan Fraktur
Reposisi

Imobilisasi

Rehabilitasi
Terapi definitif
Reposisi
Mengembalikan posisi patahan fraktur ke
tempat semula

Reposisi Tertutup : Teknik Manipulasi,


Traksi, dan operasi terbuka
Reposisi Terbuka
Traksi
Traksi Kulit (Skin Traction)
Traksi Skeletal (Sceletal Traction)
Imobilisasi
Mempertahankan posisi selama masa penyembuhan patah
tulang

Fiksasi luar : Bidai, Gips, External Fixator

Fiksasi dalam : Implant (Splinting, adaptasi atau


netralisasi, Stabilisasi dengan atau
tanpa kompresi, Tension Band)
PROSES PENYEMBUHAN

Fase hematoma

Radang dan proliferasi seluler

Fase pembentukan kalus

Fase konsolidasi

Fase remodeling
KOMPLIKASI

Komplikasi Dini Komplikasi Lanjut


Syok Delayed union
Emboli lemak.
Nonunion
Trauma Pembuluh darah.
Malunion
Trauma Saraf.
Kaku sendi lutut
Trombo-emboli.
Infeksi. Refraktur
REHABILITASI
Menggerakan
Persendian
tangan / kaki

Mobilisasi
jalan Rehabilitasi Mobilisasi
duduk

Mobilisasi
berdiri
REHABILITASI
Daftar Pustaka
Richard, Buckley. (2012). General Principles of Fracture Care. Diakses dari
http://emedicine.medscape.com/article/1270717-overview
Sjamsuhidajat R, De Jong Wim. (2011). Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-2. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
Rasjad, Chairuddin. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Jakarta : PT. Yarsif Watampone. 2007
Apley, A.Graham. (2010). Apleys System of Orthopaedics and Fractures Ed 9. UK : Hodder Arnold.
Ekayuda, Iwan. (2011). Trauma Skelet. Radiologi Diagnostik. Jakarta : FK UI. 31-61
American Orthopedic classification. (2010). Diakses dari http://www.aona.com
Benvie. (2009). Fraktur. Diakses dari http://doctorology.net
Mansjoer A et al (editor) 2001. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1, Edisi III,Media Esculapius. FKUI : Jakarta
Arif, Muttaqin, Skep. (2008). Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem Muskuloskeletal.Jakarta: EGC
diakses dari http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/2d3keperawatan/206301014/daftarpustaka.pdf
Brunner and Suddart. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Editor: Suzanne C. Smeltzer,
Brenda G. Bare. Jakarta: EGC. 2001 diakses dari http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/108/jtptunimus-gdl-
sitifatima-5395-2-07.bab-r.pdf

Anda mungkin juga menyukai