Anda di halaman 1dari 20

Iwan Priyoga, S.T., M.T.

ARSITEK PERLU TAHU STRUKTUR???

Arsitek memerlukan pengetahuan struktur semata-


mata untuk :

Supaya rancangan arsitekturnya lebih rasional dan


lebih efisien (hubungannya dengan penggunaan
bahan);

Supaya penerapan system struktur menghasilkan


bangunan yang rasional dan ekonomis
(berhubungan dengan RAB);

Ekspresi arsitektur mencerminkan dari struktur


dan materialnya.
Vitruvius
Firmitas
Venustas
Utilitas

Menurut Vitruvius di dalam


bukunya De Architectura (yang
merupakan sumber tertulis paling
tua yang masih ada hingga
sekarang), bangunan yang baik
haruslah memilik Keindahan /
Estetika (Venustas), Kekuatan
(Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi
(Utilitas); arsitektur dapat dikatakan
sebagai keseimbangan dan
koordinasi antara ketiga unsur
tersebut, dan tidak ada satu unsur
yang melebihi unsur lainnya.

Sumber Gambar:http://en.wikipedia.org/wiki/Vitruvius
Arsitekt tetap dibutuhkan untuk beraudiensi
dengan struktur engineer untuk menentukan
keputusan :

Sistem struktur yang paling tepat dari


berbagai alternative system yang telah
dieksploitasi secara arsitektural.
Ukuran dimensi elemen-elemen
structural yang tidak merusak ekspresi
arsitektural.
Hal-hal pemikiran struktur lain yang
diluar lingkup pemikiran arsitek.
Arsitek yang tidak cakap pengetahuan
strukturnya akan membawa ide
arsitekturnya ke struktur engineer tanpa
pemikiran yang baik, tanpa feeling
arsitektural sehingga akan didekte oleh
struktur engineer. Sehingga akibatnya
ide-ide structural akan memecahkan ide-
ide arsitektur.
Akibatnya di sisi struktur engineer yang
keluar dan penjelasannya akan berkisar pada :

Aspek ekonomi;
Kemudahan perhitungan struktur;
Kemudahan pelaksanaan.
Struktur dan Konstruksi ??
Struktur
Struktur merupakan sarana untuk menyalurkan beban dan
akibat penggunaan dan atau kehadiran bangunan ke dalam
tanah.
Struktur juga dapat didefinisikan sebagai suatu entitas fisik yang
memiliki sifat keseluruhan yang dapat dipahami sebagai suatu
organisasi unsur-unsur pokok yang ditempatkan dalam suatu
ruang yang didalamnya karakter keseluruhan itu mendominasi
interelasi bagian-bagiannya (Shodek, 1998:3).
Struktur merupakan bagian bangunan yang menyalurkan
beban-beban (Macdonald, 2001:1).
Struktur dianggap sebagai alat untuk mewujudkan gaya-gaya
ekstern menjadi mekanisme pemikulan beban intern untuk
menopang dan memperkuat suatu konsep arsitektural
(Snyder&Catanese,1989:359).
Konstruksi
Konstruksi merupakan suatu kegiatan mengolah sumber daya
proyek menjadi suatu hasil kegiatan yang berupa bangunan
(Ervianto, 2002: 9).
Struktur adalah susunannya dan konstruksi adalah penyusunan
dari susunan-susunan, sehingga dari pengertian tersebut dapat
diambil sustu kesimpulan bahwa konsruksi mencakup secara
keseluruhan bangunan dan bagian terkecil atau detail dari
tersebut adalah struktur.
Struktur adalah yang didalamnya alat-alat penopang dan
metode-metode konstruksi dianggap sebagai faktor intrinsik dan
penentu bentuk dalam proses perancangan bangunan.
(Snyder&Catanese,1989:359).
Struktur dan konstruksi dibedakan
berdasarkan fungsinya sebagai berikut:

Fungsi konstruksi: mendayagunakan


konstruksi dalam hubungannya dengan daya
tahan, masa pakai terhadap gaya-gaya dan
tuntutan fisik lainnya.
Struktur: Menentukan aturan yang
mendayagunakan hubungan antara
konstruksi dan bentuk.
Struktur berpengaruh pada
teknik dan estetika
Pada teknik, struktur berpengaruh pada
kekukuhan gedung terhadap pengaruh
luar maupun bebannya sendiri yang
dapat mengakibatkan perubahan
bentuk atau robohnya bnagunan.
Sedangkan estetika dilihat dari segi
keindahan gedung secara intergral dan
kualitas arsitektural.
SISTEM STRUKTUR DAN KONSTRUKSI
PADA BANGUNAN BERTINGKAT

Pengertian

Bangunan bertingkat adalah suatu sistim struktur


yang mempunyai lapis lantai (floor plat) lebih dari
satu.

Disebut bertingkat penuh, bila luas lantai atas =


luas lantai dasar.

Disebut bertingkat sebagian, bila luas lantai atas <


luas lantai dasar.
SISTEM STRUKTUR DAN KONSTRUKSI
PADA BANGUAN BERTINGKAT RENDAH

Alat penghubung lantai

Untuk menghubungkan masing-masing


lantai dapat di gunakan : tangga,
escalator dan lift.
Diagram keterkaitan antar komponen
ELEMEN

KOMPONEN

SISTIM

BANGUNAN
Elemen-elemen yang dimaksud dalam suatu
bangunan mencakup elemen bagian luar dan elemen
bagian dalam bangunan.

Komponen yang dimaksud berupa bahan bangunan,


mesin/peralatan, modul, utilitas dan metode.

Sistim yang dimaksud adalah metode konstruksi atau


proses kerja.

Hasil akhir berupa perwujudan Bangunan Fisik


Bangunan Gedung Dibagi Menjadi
Upper dan Sub Structure
Sub Structure yaitu bagian pondasi dari
bangunan :
Pondasi Batu Kali
Pondasi Beton
Pondasi Bor Pile
Pondasi Tiang Pancang
Pondasi rakit
Upper Structure : komponen-komponen
yg menghasilkan suatu wujud bangunan.
Elemen bagian luar bangunan fasade/entrance

- Wujud setengah lingkaran dgn atap space frame,


policarbo-nat transparent, kubah plat beton atau
metal sheet.
- Datar dengan atap beton dan listplank profil.
- Canopy dengan setengah kuda-kuda exposed.
- Pilar dengan bentuk gotik atau romania.
- Listplank profil dari kayu atau beton.
Terima Kasih
Dan
Semoga Bermanfaat