Anda di halaman 1dari 54

Nurlita Hadiani

20120310146
Nama : Nn. ARMD
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 17 tahun
Alamat : Banguntapan, Bantul
Status : belum menikah
Pekerjaan : pelajar
Tanggal pemeriksaan : 9 September 2017
Keluhan Utama
Pandangan terasa kabur sudah sekitar 2 bulan terakhir.

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke poli mata dengan keluhan pandangan
terasa kabur. Keluhan sudah dirasakan sejak kurang lebih 2
bulan yang lalu. Keluhan dirasa semakin lama semakin parah.
Pasien sudah sekitar 2 tahun menggunakan kaca mata minus
dan silinder. Keluhan lain seperti mata merah dan nyeri pada
mata disangkal.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat pandangan kabur sejak 2 tahun yang lalu
Riwayat sakit mata lain (-)
Riwayat alergi (-)
Riwayat memakai kacamata (+)
Riwayat penyakit sistemik (DM, Hipertensi) (-)

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat penyakit serupa (-)
Riwayat penyakit sistemik (DM, Hipertensi) (-)
Riwayat Personal Sosial
Pasien merupakan pelajar SMA yang sering membaca buku
dan menonton televisi. Pasien sehari-hari beraktivitas di
sekolah dan rumah. Pasien adalah pengguna kaca mata
sekitar 2 tahun terakhir. Pasien sering memicingkan mata
jika kesulitan saat melihat. Pasien kontrol kaca mata
terakhir 1 tahun yang lalu.
Pemeriksaan Umum
Pemeriksaan Oculli dextra (OD) Oculli sinistra (OS)
Visus Tanpa kacamata : 20/50 Tanpa kacamata : 20/70
Setelah pinhole : 20/20 Setelah pinhole : 20/25
Proyeksi Normal Normal
Sinar

Proyeksi Normal Normal


Warna
Pemeriksaan OD OS Penilaian
1. Sekitar mata Kedudukan Kedudukan Simetris, scar (-)
(supersilia) alis baik, scar alis baik, scar
(-) (-)
- Gerakan bola N N Baik ke segala arah
mata

2. Palpebra Superior dan Inferior


- Pasangan N N Simetris
- Gerakan N N Ptosis (-), spasme (-)
- Kulit N N Blefaritis (-)
- Tepi kelopak N N Trikiasis (-), entropion (-),
ekstropion (-)
3. Konjungtiva Palpebra Superior dan Inferior
- Hiperemis Tidak ada Tidak ada
- Folikel Tidak ada Tidak ada Dalam batas
- Papil Tidak ada Tidak ada normal. Tak
- Sikatriks Tidak ada Tidak ada nampak adanya
kelainan.

4. Konjungtiva Bulbi
- Injeksi Konjungtiva Tidak ada Tidak ada
- Injeksi Siliar Tidak ada Tidak ada
- Injeksi Pericorneal Tidak ada Tidak ada
- Perdarahan Tidak ada Tidak ada
Subkonjungtiva
- Pterigium Tidak ada Tidak ada
5. Kornea
- Kejernihan Jernih Jernih
- Edema Tidak ada Tidak ada
- Uji Flurosensi - - Tak dilakukan
- Placido - - Tak dilakukan

6. Camera oculi anterior


- Kedalaman normal normal
- Isi Jernih Jernih
7. Iris
- Warna Coklat Coklat Coklat
- Pasangan Simetris Simetris Simetris
- Bentuk Bulat Bulat Bulat, reguler
- Nodul Iris Tidak ada Tidak ada
- Sinekia Posterior Tidak Ada Tidak ada
8. Pupil
- Ukuran 3 mm 3 mm Pada ruangan
dengan cahaya
cukup, N= 3-5 mm
- Bentuk Bulat Bulat Isokor
- Tempat Sentral Sentral Sentral
- Tepi Reguler Reguler Dbn
- Reflek direct + + Dbn
- Reflek indirect + + Dbn
9. Lensa
- Ada/tidaknya Ada Ada Afakia (-)
lensa
- Kejernihan Jernih Jenih Dbn
- Letak Sentral, belakang Sentral, belakang Dbn
iris iris
- Shadow Test (-) (-)
10. Fundus Oculi
- Refleks Fundus Tidak dilakukan Tidak dilakukan
- Papil Tidak dilakukan Tidak dilakukan
- C/D Ratio Tidak dilakukan Tidak dilakukan
11. Palpasi
- Nyeri tekan Tidak ada Tidak ada
- TIO (digital) Tidak dilakukan Tidak dilakukan
12. Kampus Visi
- Tes konfrontasi Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Pemeriksaan penunjang yang sudah dilakukan:

Autorefraktokeratometer

R : SPH 0.87, CYL -0.50, AX 103

L: SPH 1.45

PD: 57
Diagnosis Banding:
Kelainan refraksi
Glaukoma Kronik
Katarak Juvenile

Diagnosis Kerja berdasarkan koreksi:


OD Astigmat Myop Compositus
OS Myop Simplex
Koreksi Kaca Mata

OD: S -0.75, C -0.25, AX 105 6/6 E

OS: S -1.00 6/6 E

PD 57
Non Medikamentosa
1. Edukasi kepada pasien tentang penggunaan kaca
mata
2. Edukasi tentang pentingnya membaca dalam cahaya
yang cukup dan tidak jarak dekat.
3. Kontrol untuk pemeriksaan visus bila ada keluhan.
Quo ad visam : dubia
Quo ad sanam : dubia
Quo ad vitam : bonam
Quo ad kosmetikam : dubia
TINJAUAN PUSTAKA
Kelainan refraksi adalah keadaan dimana bayangan tegas
tidak dibentuk pada retina tetapi di bagian depan atau
belakang bintik kuning dan tidak terletak pada satu titik yang
tajam. Kelainan refraksi dikenal dalam bentuk miopia,
hipermetropia dan astigmatisma (Ilyas, 2006).
Kornea
Humor Akuosus
Lensa kristalina
Vitreus
EMETROPIA: Normal
AMETROPIA: Anomali Refraksi atau kelainan refraksi
MIOPIA
HIPERMETROPIA
ASTIGMATISMA
Kabur melihat jauh
Kabur melihat dekat
Ametropia Aksis : Sumbu anteroposterior bola mata terlalu
pendek atau panjang

Ametropia Kurvatura : kurvatura lebih melengkung atau


kurang melengkung

Ametropia Indeks Bias : naik turunnya indeks bias

Ametropia Posisi: posisi media refrakta


Kelainan refraksi dimana sinar sejajr yang datang dari jarak
tak terhingga difokuskan di depan retina oleh mata dalam
keadaan tanpa akomodasi sehingga pada retina di
dapatkan lingkaran difus dan bayangan kabur.
Miopia Aksialis: Sumbu anteroposterior bols mata terllau
panjang.
Miopia Kurvatura: bila terdapat kelainan pada kornea dan
juga lensa.
Miopia Ringan ( 1-3 dioptri)

Miopia Sedang ( 3-6 dioptri)

Miopia Berat / Tinggi (>6


Dioptri)
Sering menggosok (Mengucek) mata
Sering menyempitkan celah mata.
Berusaha membaca di tempat yang sangat terang.
Mendekati objek yang letaknya jauh.
Kekaburan saat melihat jauh.
Tidak mengeluh saat membaca dekat
Menggunakan mata secara bergantian.
multifaktorial
Congenital
Lingkungan
Koreksi kaca mata dengan
menggunakan lensa sferis
negatif (lensa cekung)
Sinar sejajar tanpa akomodasi akan difokuskan di belakang
bola mata.
Hal ini disebabkan oleh oleh pemendekan aksis
anteroposterior bola mata (hipermetropia aksis).
Hipermetropia

Manifes Total Laten

Fakultatif Absolut
Kabur saat melihat jauh
Gangguan saat melihat dekat --> rasa sakit pada mata,
kekaburan, sakit kepala (Astenobia Akomodativa)
Strabismus Konvergen
Pada hipermetropia derajat rendah, pasien masih muda,
dan tidak ada keluhan tak perlu koreksi kaca mata
Hanya keluhan melihat dekat pada orang muda koreksi
lensa cembung saat melihat dekat / membaca.
Pada pasien dg usia tua perlu koreksi untuk melihat jauh
dan penambahan lensa baca (Addisi) kaca mata bifokus
Status refraksi mata yang berbeda pada berbagai meridian.
Penyebab utamanya adalah karena kurvatura kornea yang
tidak benar-benar sferis, tetapi agak lonjong menyerupai
sendok. Maka dari itu ada dua meridian itu, yaitu meridian
dengan kekuatan refraksi terbesar dan juga kekuatan
refraksi terkecil.
Pada astigmatisma fokus tidak berbentuk titik, tetapi
bentuk garis.
Setiap meridian
mata mempunyai
Reguler titik fokus
tersendiir yang
letaknya teratur
Astigmatisma

Perbedaan refraksi
yang tidak teratur
Irreguler
pada setiap
meridian
Astigmat Miop Simplek : Apabila meridian utama yg satu
emetrop dan yg lain miop fokusnya satu di retina, dan
satunya di depan retina.
Astigmat Miop Kompositus: Apabila kedua meridian utama
adalah miop tetapi derajat yang berbeda, sehingga kedua
fokus berada di depan retina, tetapi dengan jarak yang
berbeda.
Astigmat hipermetrop Simplek: Apabila meridian
utama yang satu emetrop dan satu lagi
hipermetrop fokusnya yang 1di Retina, dan yg
lain di belakang retina.
Astigmat hipermetrop kompositus: Apabila
kedua meridian utama adalah hipermetrop,
tetapi dengan jarak yang berbeda.
Astigmat Mikstus: Apabila meridian utama yang
1 miop yang lain hipermetrop, sehingga satu
fokus di depan retina dan yang lain di belakang
retina.
Kabur saat melihat jauh maupun dekat dan huruf-huruf
tampak membayang.
Astigmat yang tinggi mata bekerja keras sakit kepala
Lelah mata akibat usaha akomodasi.
Astigma Miop Simplek : Koreksi dengan lensa silinder
negatif untuk memundurkan 1 fokus ke retina.

Astigma Miop Kompositus: Koreksi dengan gabungan


lensa sferis negatif dan silinder negatif atau sferis negatif
dengan silinder positif dengan ukuran silinder lebih kecil
untuk memundurkan kedua fokus ke retina.
Astigma Hipermetrop Simplek : Koreksi dengan
lensa silinder positif untuk memajukan 1 fokus ke
retina.

Astigma Hipermetrop Kompositus: Koreksi dengan


gabungan lensa sferis positif dan silinder positif atau
silinder positif dengan silinder negatif dengan
ukuran silinder lebih kecil untuk memajukan kedua
fokus ke retina.

Astigma Mikstus : dengan gabungan lensa sferis


negatif dan silinder positif dengan catatan lensa
silinder lebih besar daripada sferis. Atau gabungan
lensa sferis positif dan silinder negatif dengan
kekuatan lensa silinder lebih besar daripada sferis.
Kemampuan lensa untuk mencembung yang terjadi akibat
kontraksi siliar.
Kekuatan akomodasi diatur oleh reflek akomodasi yang
akan bekerja saat melihat kabur, dan pada waktu
konvergensi atau melihat dekat.
Dimana Zonula Zinn kendor akibat kontraksi otot siliar
sirkuler, emngakibatkan lensa yang elastis menjadi
cembung dan diameter menjadi kecil.
Gangguan akomodasi pada usia lanjut yang dapat terjadi
akibat:
Kelemahan otot akomodasi.
Kurangnya elasitisitas lensa mata.

Mata lelah, berair, dan sering terasa pedas.


Koreksi lensa mata positif dengan penyesuaian usia:
Usia 40 tahun +1.0 D
Usia 45 tahun +1.5 D
Usia 50 tahun +2.0 D
Usia 55 tahun +2.5 D
Usia 60 tahun +3.0 D
Suhardjo, Hartono. 2007. Ilmu Kesehatan Mata Edisi Kedua. Bagian Ilmu
Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada.
Ilyas, S., Yulianti SR. 2010. Ilmu Penyakit Mata Edisi Kelima. Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia.
Permenkes RI No. 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.