Anda di halaman 1dari 75

Bagian Kedokteran Forensik dan Mediko Legal

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia


Forensik
Berasal dari Forum, tempat, bermula
pada zaman Romawi Kuno, untuk
berbincang mengenai sesuatu hal/
masalah. Yang dengan perjalanan
sejarah, terdapat Forum yang khusus
membahas masalah penegakan hukum
dan penegakan keadilan.
Forensik hal yang berkaitan dengan
penegakan hukum dan keadilan
Ilmu Forensik
Ilmu/cabang ilmu yang mempelajari
pemanfaatan ilmu tersebut untuk tujuan
penegakan hukum dan keadilan
Terdapat banyak ilmu forensik;
Ilmu Kimia Forensik
Ilmu Fisika Forensik
Ilmu biologi Forensik
Ilmu Entomologi Forensik
Ilmu Akuntansi Forensik . dan lain lain
Ilmu Kedokteran Forensik
Pemanfaatan pengetahuan
kedokteran untuk membantu
proses peradilan dalam
rangka menegakkan hukum
dan keadilan
3 Bahasan
Ilmu Kedokteran Forensik
Mediko-Legal
Peraturan perundang-undangan
yang berkaitan dengan tugas,
kewajiban dan tata-cara dalam
melaksanakan profesi kedokteran
Kewajiban dan Hak dokter-pasien
Prosedur mediko-Legal
3 Bahasan
Ilmu Kedokteran Forensik
Forensik Klinik
Kedokteran Forensik pada kasus
korban hidup
Korban Perlukaan
Korban perkosaan
Kasus KDRT
Kasus terkait undang-undang
Perlindungan Anak
dll
3 Bahasan
Ilmu Kedokteran Forensik
Patologi Forensik
Kedokteran Forensik pada kasus korban
mati
Korban Pembunuhan
Korban Kecelakaan
Korban Bunuh Diri
Korban Mutilasi
Korban Mati Mendadak
dll
pp 16
pp 17
Xi Yuan Lu
(washing away wrongs)
The very first textbook in the World
(1247 AD)
on

Systematic Investigation of
Suspicious death
Penanganan kasus pidana
Penemuan
Pelaporan
penyelidikan
Penyidikan
Pemberkasan perkara
Penuntutan
Persidangan
Putusan pengadilan
Penentuan sebab mati yang PASTI
Kepala hancur dapat
merupakan SEBAB MATI
TETAPI, DAPATKAH
Jantung sebagai penyebab ?
Paru sebagai penyebab ?
Hati sebagai penyebab ?
Ginjal sebagai penyebab ?
Limpa sebagai penyebab ?
???? sebagai penyebab ?
AUTOPSI
Pembedahan terhadap jenazah
membuka semua rongga tubuh
Kepala,
Dada,
Perut dan Panggul

Memeriksa semua alat dalam tubuh


CARA KEMATIAN
Sebab Kematian dapat terjadi
dengan pelbagai cara;
Pembunuhan: Kematian diakibatkan
oleh orang lain
Bunuh Diri: Kematian terjadi
sebagai akibat tindakan korban
sendiri
Kecelakaan: Kematian timbul
semata-mata akibat kecelakaan
contoh

Sebab Mati Cara Mati


Tembakan senjata api Akibat ditembak
penjahat
Tembakan senjata api Akibat menembak
kepala sendiri
Tembakan senjata api Terkena peluru
nyasar
Topik dalam Patologi Forensik
Peraturan Perundang-undangan yang
terkait
Thanatologi Forensik
Traumatologi Forensik
Kematian akibat Asfiksia Mekanik dan
Tenggelam
Kematian Mendadak dan Tak Terduga
Toksikologi Forensik
Topik dalam Patologi Forensik
Kejahatan Seksual
Abortus Kriminal
Pembunuhan Anak Sendiri
Identifikasi Forensik
Biologi Molekuler Forensik
Pemeriksaan di TKP
Laboratorium Forensik Sederhana
Ekshumasi
KUHAP
KUHAP = Kitab Undang-undang Hukum
Acara Pidana

Memuat tatalaksana bagaimana suatu


perkara pidana harus ditangani
Penemuan dan Pelaporan
Dilakukan oleh warga masyarakat yang
melihat, mengetahui atau mengalami
suatu kejadian yang diduga merupakan
suatu tindak pidana
Pelaporan dilakukan ke pihak yang
berwajib, dalam hal ini Kepolisian RI dll
Penyelidikan

Dilakukan oleh penyelidik


Menindak-lanjuti suatu pelaporan, untuk
mengetahui apakah benar ada kejadian
sperti yang dilaporkan
Penyidikan
Dilakukan oleh penyidik
Tindak lanjut setelah diketahui benar-
benar telah terjadi suatu kejadian
Penyidik dapat meminta bantuan seorang
Ahli untuk membuat terang suatu perkara
Dalam hal kejadian mengenai tubuh
manusia, maka penyidik dapat meminta
bantuan dokter untuk dilakukan penanganan
secara kedokteran forensik
Kewajiban dokter
Melakukan pemeriksaan kedokteran
forensik atas korban apabila diminta
secara resmi oleh penyidik
Menolak melakukan pemeriksaan
kedokteran forensik tersebut di atas
dapat dikenai pidana penjara, selama-
lamanya 9 bulan
Pemberkasan perkara
Dilakukan oleh penyidik, menghimpun
semua hasil penyidikannya, termasuk
hasil pemeriksaan kedokteran forensik
yang dimintakan kepada dokter
Hasil berkas perkara ini diteruskan ke
penuntut umum
Penuntutan
Dilakukan oleh penuntut umum di
sidang pengadilan setelah berkas
perkara yang lengkap diajukan ke
pengadilan
Persidangan
Persidangan pengadilan dipimpin oleh
hakim atau majelis hakim
Dilakukan pemeriksaan terhadap terdakwa,
para saksi dan juga para ahli

Dokter dapat dihadirkan di sidang


pengadilan untuk bertindak selaku
saksi ahli atau selaku dokter pemeriksa
Vonis
Vonis dijatuhkan oleh hakim dengan
ketentuan
Keyakinan pada diri hakim bahwa memang telah
terjadi suatu tindak pidana dan bahwa terdakwa
memang bersalah melakukan tindak pidana
tersebut
Keyakinan hakim harus ditunjang oleh sekurang-
kurangnya 2 alat bukti yang sah
Bantuan dokter untuk proses peradilan

Melakukan pemeriksaan kedokteran forensik


bila diminta secara resmi oleh penyidik
Membuat Visum et Repertum setelah
melaksanakan pemeriksaan forensik
Menghadiri sidang pengadilan bila diminta
untuk memberikan kesaksian atau keterangan
ahli
DOKTER yang DAPAT DIMINTA
MELAKUKAN PEMERIKSAAN FORENSIK

DOKTER AHLI KEDOKTERAN


KEHAKIMAN (DOKTER SPESIALIS
KEDOKTERAN FORENSIK)
DOKTER
dan atau AHLI LAINNYA (DOKTER
SPESIALIS LAINNYA: SPESIALIS
BEDAH, KANDUNGAN, SYARAF
DAN LAIN-LAIN.)
SURAT PERMINTAAN
PEMERIKSAAN KED. FORENSIK

HARUS TERTULIS, DIAJUKAN OLEH


PENYIDIK/PENYIDIK PEMBANTU
JELAS MENCANTUMKAN JENIS
PEMERIKSAAN YANG DIMINTA
(PEMERIKSAAN LUKA/MAYAT DAN ATAU
BEDAH MAYAT)
Penyidik dari POLRI
Dalam menangani suatu perkara .. Maka dia
dapat mendatangkan seorang ahli untuk
membuat terang perkara tersebut ..
Penyidik : serendah-rendahnya berpangkat
pembantu letnan dua (Ajun Inspektur Polisi dua)
Penyidik pembantu: serendah-rendahnya
berpangkat sersan dua (Brigadir Polisi dua)
Penyidik karena jabatan, sebagai kepala satuan
polisi setempat, dengan pangkat serendah-
rendahnya Brigadir Polisi dua
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)

Pegawai negeri sipil yang diangkat oleh


suatu Departemen untuk berfungsi
sebagai penyidik dalam perkara yang
diatur dalam undang-undang terkait
dengan fungsi Departemen ybs
PPNS Kesehatan dari DepKes, Undang-
undang tentang Kesehatan
3 PRINSIP DASAR
PEMERIKSAAN KEDOKTERAN FORENSIK

ILMIAH

Berdasarkan kaidah-kaidah ilmu
OBJEKTIF
Mengemukakan fakta
IMPARSIAL
Tidak memihak
Keterangan tertulis yang dibuat oleh
dokter atas permintaan penyidik, memuat
hasil pemeriksaan kedokteran forensik
yang dilakukannya terhadap korban
hidup, korban mati, benda tubuh atau
yang berasal dari tubuh.
KETENTUAN DALAM Undang Undang
KUHAP ps 1 butir 28
Keterangan Ahli adalah keterangan yang
diberikan seseorang dengan keahlian
khusus untuk membuat terang suatu
perkara pidana
KUHAP ps 186
. yang diberikan secara lisan di depan
sidang
KUHAP ps 187
. dapat diberikan secara tertulis dalam
bentuk SURAT
KETENTUAN DALAM UU
KUHAP ps 133
... Ia berwenang mengajukan permintaan
keterangan ahli kepada dokter ahli kedokteran
kehakiman, dokter dan atau ahli lainnya

KUHAP ps 179
. yang diminta pendapatnya sebagai ahli, wajib
memberikan keterangan ahli demi keadilan.

Staatsblad 350 tahun 1937


Visa Reperta yang dibuat oleh dokter-dokter
KETENTUAN dalam UU
KUHAP ps 184
Alat bukti yang sah adalah
Keterangan Saksi
Keterangan Ahli
Surat
Petunjuk
Keterangan terdakwa
Visum et Repertum
Visum = melihat
Repertum = menemukan

Visum et Repertum adalah Laporan


tertulis yang dibuat oleh dokter setelah
melakukan pemeriksaan Kedokteran
Forensik, yang dimintakan secara sah
oleh penyidik, memuat fakta hasil
pemeriksaan dan kesimpulan yang
ditarik dari hasil pemeriksaan tersebut
FORMAT Visum et Repertum

Pembukaan
Pendahuluan
Pemberitaan
Kesimpulan
Penutup
Format Visum et Repertum
Bagian PEMBUKAAN
berisikan kata-kata

PRO JUSTITIA
UNTUK MENANDAKAN BAHWA DOKUMEN
INI ADALAH KHUSUS DIBUAT UNTUK
KEPENTINGAN PERADILAN
Format Visum et Repertum

Bagian PENDAHULUAN
Memuat identitas
Dokter pemeriksa
Institusi tempat dokter bertugas
Tanggal dan Tempat pemeriksaan
Institusi Peminta pemeriksaan
Objek (korban) pemeriksaan, sesuai
uraian identitas dalam Surat
Permintaan Pemeriksaan dari Penyidik
Format Visum et Repertum

Bagian PEMBERITAAN

MEMUAT HASIL PEMERIKSAAN MEDIK


TENTANG KELAINAN YANG BERKAITAN
DENGAN PERKARA, DIURAIKAN SECARA
RINCI DAN OBJEKTIF
Format Visum et Repertum
Bagian KESIMPULAN
MEMUAT KESIMPULAN DOKTER PEMERIKSA
(BERDASARKAN KEILMUANNYA) TENTANG
TEMUANNYA PADA PEMERIKSAAN.
SELALU KAITKAN DENGAN PASAL YANG
TERDAPAT DALAM KUHP
Format Visum et Repertum

Bagian PENUTUP
MEMUAT PENEGASAN BAHWA VISUM ET
REPERTUM INI DIBUAT DENGAN SEJUJUR-
JUJURNYA BERDASARKAN KEILMUAN YANG
DIMILIKI OLEH DOKTER TERSEBUT DI BAWAH
SUMPAH, SESUAI KETENTUAN PERUNDANG-
UNDANGAN YANG BERLAKU
JENIS V et R
V et R korban Hidup
V et R Perlukaan
V et R Kejahatan Susila
V et R Peracunan
V et R Jenazah
V et R Psikiatrik
Yang perlu diperhatikan dalam
pembuatan V et R
Lengkap dan Jelas
Tidak menggunakan istilah/bahasa
yang hanya lazim bagi kalangan
kedokteran
Mengacu pada pasal yang terkait
dalam undang-undang
V et R perlukaan
Memuat gambaran luka yang ditemukan pada
pemeriksaan
Menyimpulkan derajat/kualifikasi luka yang
dialami
pasal 352 KUHP (Penganiayaan ringan)

pasal 90 KUHP (luka berat), akibat tindak


pidana ~ ps. 351, 353 dan 354
V et R kejahatan susila
Pemeriksaan terhadap dugaan korban
perkosaan
persetubuhan terhadap wanita tak berdaya
persetubuhan terhadap wanita belum cukup
umur
Yang dapat ditentukan oleh dokter:
ada tidaknya persetubuhan (kapan?)
ada tidaknya tanda kekerasan
keadaan korban (tidak berdaya?)
perkiraan umur
V et R peracunan
Pembuktian adanya racun dalam tubuh
yang telah bekerja secara sistemik

Perkiraan telah berapa lama terjadi


V et R Jenazah
Menentukan sebab mati korban tindak
pidana melalui autopsi forensik
Kadangkala memerlukan pemeriksaan
tambahan/laboratorium
Bila permintaan pemeriksaan dari
penyidik tidak berupa permintaan
autopsi, sebab mati korban TIDAK
DAPAT DITENTUKAN
V et R Psikiatrik

Dibuat dalam rangka mengevaluasi


keadaan kejiwaan/kesehatan mental
seorang tersangka/tertuduh
Evaluasi dilakukan oleh dokter spesialis
psikiatri melalui observasi yang meliputi
jangka waktu tertentu
Surat Keterangan Medik
Surat keterangan yang dibuat oleh dokter
tentang keadaan medik pasiennya, untuk
keperluan pihak ke-3
Harus dibuat dengan sejujur-jujurnya tentang
keadaan sebenarnya yang ada pada diri
pasien

Bila tidak memenuhi ketentuan di atas,


dapat dituntut dikenai pasal membuat
surat palsu
Guna SKM
Surat Keterangan Sehat untuk sekolah,
pencarian pekerjaan, asuransi dll
Surat Keterangan Sakit untuk tempat
kerja, sekolahan dll
Rekam Medik
Catatan medik tentang diri seorang
pasien
Memuat segala sesuatu tentang pasien
tersebut;
Pemeriksaan medik yang dilakukan
Tindakan dan pengobatan yang diberikan
Rekam Medik
Wajib untuk dibuat oleh dokter/lainnya
yang menangani pasien
Wajib disimpan dengan sebaik-baiknya
(ingat masalah wajib simpan rahasia
kedokteran)

Terdapat ketentuan dalam Permenkes


tentang Rekam Medik
Untuk pengobatan yang berhasil baik
diperlukan kerjasama yang baik antara
dokter dan pasien
Dokter perlu mengetahui segala sesuatu
tentang pasien dan pasien wajib
menceriterakan segala sesuatu tentang
dirinya terkait dengan penyakit yang
dideritanya
perlu ada saling percaya antara dokter dan
pasien
Karenanya, pasien perlu mendapat jaminan
bahwa dokter tidak akan menceriterakan
tentang dirinya kepada orang lain
Ada rahasia yang perlu disimpan baik-
baik oleh dokter
Rahasia Kedokteran
Segala sesuatu yang diketahui oleh
dokter tentang diri pasiennya, dalam
hubungan dokter-pasien
Hipokratus
Telah disadari tentang rahasia
kedokteran diri seorang pasien yang
harus disimpan oleh dokter
Sumpah Hipokratus:
Saya akan merahasiakan segala
sesuatu yang saya ketahui
tentang diri pasien saya
Kewajiban menyimpan
Rahasia Kedokteran
KUHP menetapkan bahwa seseorang ...
yang karena harkat, martabat dan
jabatannya wajib menyimpan rahasia jabatan

dokter, apoteker, pengacara dll

Bila pasien mengadukan, dokter dapat dapat


dipidana dengan pidana penjara selama-
lamanya 9 bulan
Peraturan Pemerintah No. 10 tahun
1966
Definisi Rahasia Kedokteran
Wajib simpan rahasia kedokteran juga
bagi mereka yang tidak dapat dikenai
pasal dalam KUHP tentang rahasia
jabatan
Sanksi ditetapkan oleh menteri
kesehatan
Membocorkan rahasia
kedokteran
bagi dokter: terkena pidana (KUHP)
bagi yang lain: dapat dikenai sanksi oleh
menteri kesehatan

Jangan lupakan kewajiban perdata


.. Mereka yang karena salahnya menimbul-
kan kerugian bagi orang lain, wajib mengganti
kerugian tersebut
Berapa lama
rahasia kedokteran
harus disimpan?
Selama-lamanya, sekalipun pasien telah
meninggal, kewajiban menyimpan
rahasianya masih berlaku.
Ahliwaris pasien dapat mengadukan
dokter!
Pengecualian
Ada izin pasien
Menjalankan undang-undang
Ada perintah atasan yang berwenang
Ada keadaan berat-lawan (tiadanya
jalan lain, kecuali melakukan hal
tersebut, secara terpaksa)
BILA TIDAK DILAKUKAN BEDAH
JENAZAH, MAKA DALAM
KESIMPULAN PEMERIKSAAN
FORENSIK KORBAN MATI, DOKTER
AKAN SELALU MENULISKAN:
Sebab mati tidak dapat ditentukan
karena tidak dilakukan bedah jenazah