Anda di halaman 1dari 31

Ria Maria Theresa

Psikiater
PSIKOPATOLOGI
DEFINISI
Ilmu yang mempelajari kelainan atau gangguan
dibidang kejiwaan.
Ditinjau dari pengertian tersebut diatas batasannya
sangat luas.
Kelainan atau/gangguan dibidang kejiwaan pada
dasarnya merupakan gangguan dari berbagai aspek
kepribadian seperti aspek kesadaran, tingkah
laku/perbuatan, kehidupan afektif, proses pikir,dsb.
Memahami psikopatologi dari berbagai aspek tsb sangat
penting untuk memahami keadaan gangguan jiwa.
Gejala Perilaku Emosional
Tanda (sign) adalah temuan objektif yang diobservasi
oleh dokter (mis. Afek dan retardasi psikomotor)
Gejala (symptom) adalah pengalaman subjektif yang
digambarkan oleh pasien (mood).
Suatu sindroma adalah kelompok tanda dan gejala
yang terjadi bersama-sama sebagai suatu kondisi yang
dapat dikenali yang mungkin kurang spesifik
dibandingkan gangguan atau penyakit yang jelas.
KESADARAN
Tingkat kesadaran :
1. Persepsi : persepsi yang dimodifikasi oleh emosi dan
pikiran diri seseorang.
2. Sensorium : keadaan fungsi kognitif tentang
perasaan khusus (sinonim kesadaran)
3. Gangguan kesadaran paling sering berhubungan
dengan asal patologis
GANGGUAN KESADARAN
1. Disorientasi : gangguan orientasi waktu, tempat dan
orang.
2. Stupor : hilangnya reaksi dan ketidaksadaran
terhadap lingkungan sekeliling.
3. Delirium : kebingungan, gelisah, konfius, reaksi
disorientasi yang disertai dengan rasa takut dan
halusinasi.
4. Koma : derajat ketidak sadaran yang berat.
5. Koma vigil : koma dimana pasien tampak
tertidur tetapi segera dapat dibangunkan.
6. Keadaan temaram (twilight state):
gangguan kesadaran dengan halusinasi.
7. Dreamlike state (keadaan seperti
mimpi): seringkali digunakan secara
sinonim dengan kejang partial kompleks
atau epilepsi psikomotor.
8. Somnolen : ngantuk yang abnormal,
sering pada proses organik.
GANGGUAN ATENSI
Adalah jumlah usaha yang dilakukan untuk memusatkan
pada bagian tertentu dari pengalaman, kemampuan untuk
mempertahankan perhatian pada satu aktivitas,
kemampuan untuk berkonsentrasi.
1. Distraktibilitas : ketidakmampuan untuk memusatkan
atensi.
2. Inatensi selektif : hambatan hanya pada hal-hal yang
menimbulkan kecemasan.
3. Hipervigilensi : atensi dan pemusatan yang berlebihan
pada semua stimuli internal dan eksternal, biasanya
sekunder dari keadaan delusional atau paranoid.
4. Trance (keadaan tak sadarkan diri) : atensi yang
terpusat dan kesadaran yang berubah.
Gangguan Sugestibilitas
Kepatuhan dan respon yang tidak kritis terhadap
gagasan atau pengaruh :
1. Folie a deux /a trois : penyakit emosional yang
berhubungan antara dua atau tiga orang.
2. Hipnosis : modifikasi kesadaran yang diinduksi
secara buatan yang ditandai dengan peningkatan
sugestibilitas.
EMOSI
Suatu kompleks keadaan perasaan dengan komponen
psikis, somatik, dan perilaku yang berhubungan
dengan afek dan mood
AFEK
Ekspresi emosi yang terlihat, mungkin tidak konsisten
dengan emosi yang dikatakan oleh pasien.
1. Afek yang sesuai/appropriate : kondisi dimana irama
emosional adalah harmonis dengan gagasan, pikiran atau
pembicaraan yang menyertai.
2. Afek yang tidak sesuai/inappropriate :
ketidakharmonisan antara irama perasaan emosional
dengan gagasan, pikiran atau pembicaraan yang
menyertai.
3. Afek yang tumpul/blunted affect : gangguan pada afek
yang dimanifestasikan oleh penurunan berat pada
intensitas irama perasaan yang diungkapkan keluar.
4. Afek terbatas /restricted: penurunan intensitas irama
perasaan yang kurang parah dari pada afek yang
tumpul tetapi jelas menurun.
5. Afek datar / flat: tidak adanya atau hampir tidak
adanya tanda ekspresi afek, suara yang monoton,
wajah yang tidak bergerak.
6. Afek labil : perubahan irama perasaan yang cepat dan
tiba-tiba, yang tidak berhubungan dengan stimuli
eksternal.
MOOD
Suatu emosi yang meresap dan dipertahankan, yang
dialami secara subjektif dan dilaporkan oleh pasien
dan terlihat oleh orang lain, contohnya depresi, elasi,
marah.
1. Mood disforik: mood yang tidak menyenangkan.
2. Mood eutimik : dalam rentang normal
3. Mood yang meluap-luap: meluap-luap, ekspresi
perasaan tanpa pembatasan seringkali dengan
penilaian yang berlebihan terhadap kepentingan
atau makna seseorang.
4. Mood iritabel : mudah marah atau tersinggung.
5. Pergeseran mood/mood labil : mood naik turun
antara euforia, depresi dan kecemasan.
6. Mood yang meninggi/elevated : suasana
keyakinan dan kesenangan, suatu mood yang
lebih ceria dari biasanya.
7. Euforia : elasi yang kuat dengan perasaan
kebesaran.
8. Ekstasi : kegembiraan yang luar biasa, perasaan
kegairahan yang kuat
9. Depresi : perasaan sedih
10. Anhedonia : hilangnya minat dan menarik diri
dari semua aktifitas rutin dan menyenangkan
seringkali disertai dengan depresi.
11. Duka cita/berkabung : kesedihan yang sesuai
dengan kehilangan yang nyata.
EMOSI YANG LAIN
1. Kecemasan : perasaan ketakutan yang disebabkan
oleh dugaan bahaya, yang mungkin berasal dari
dalam atau dari luar.
2. Free floating anxiety : rasa takut yang meresap dan
tidak terpusatkan yang tidak berhubungan dengan
suatu gagasan.
3. Agitasi : kecemasan berat yang disertai dengan
kegelisahan motorik.
4. Ketegangan : peningkatan aktivitas motorik dan
psikologis yang tidak menyenangkan
5. Panik : serangan kecemasan akut, episodik, dan kuat
yang disertai dengan perasaan ketakutan dan
pelepasan otonomik.
6. Apati : irama emosi yang tumpul yang disertai dengan
pelepasan atau ketidakacuhan
7. Ambivalensi : dua impuls yang terdapat bersama-
sama, yang berlawanan terhadap hal yang sama pada
satu orang yang sama pada waktu yang sama.
8. Abreaksional : pelepasan atau pelimpahan emosional
setelah mengingat pengalaman yang menakutkan.
9. Malu : kegagalan membangun pengharapan diri.
10. Rasa bersalah : emosi sekunder karena melakukan
sesuatu yang dianggap salah.
Gangguan Psikologis yang
berhubungan dengan mood
Tanda disfungsi somatik pada seseorang, paling sering
berhubungan dengan depresi (tanda vegetatif) :
1. Anoreksia : hilangnya atau menurunnya nafsu
makan.
2. Hiperfagia : meningkatnya nafsu makan.
3. Insomnia : hilangnya atau menurunnya kemampuan
untuk tidur (awal, pertengahan, akhir)
4. Hipersomnia : tidur yang berlebihan
5. Variasi diurnal : mood yang secara teratur terburuk
pada pagi hari.
6. Penurunan libido : penurunan minat, dorongan, dan
daya seksual, pada manik kebalikannya.
7. Konstipasi : kesulitan defekasi.
8. Lelah
PERILAKU MOTORIK
Aspek jiwa yang termasuk impuls, motivasi, harapan,
dorongan, instink, dan idaman seperti yang
diekspresikan oleh perilaku atau aktivitas motorik
seseorang.
Ekopraksia : peniruan gerakan yang patologis
seseorang pada orang lain.
Katatonia : kelainan motorik dalam gangguan non
organik.
Furor katatonik : motorik yang teragitasi.
Stupor katatonik : penurunan aktivitas motorik.
Posturing katatonik : posisi yang tidak disadari /aneh
dan dipertahankan.
Cerea flexibilitas : posisi yang dapat diatur , seperti
lilin
Negativisme : tahanan tanpa motivasi terhadap semua
usaha untuk digerakkan atau terhadap semua
instruksi.
Stereotipik : pola fisik atau bicara yang terfiksasi atau
berulang.
Mannerisme : pergerakkan yang tidak disadari yang
mendarah daging dan menjadi kebiasaan.
Mutisme : tidak bersuara tanpa kelainan struktural.
Proses Pikir
Asosiasi longgar : aliran pikiran dimana gagasan
berpindah dari satu subyek ke subyek lain, tidak
berhubungan.
Inkoherensia : assosiasi longgar yang berat.
Sirkumstansial : bicara tidak langsung dalam
mencapai tujuan tapi akhirnya mencapai tujuan.
Tangensial : ketidak mampuan mempunyai asosiasi
pikiran yang bertujuan, tidak pernah berangkat dari
awal menuju tujuan yang diinginkan.
Word salad : campuran kata-kata atau frasa yang
kacau.
Verbigerasi : pengulangan kata atau frasa spesifik yang
tidak mempunyai arti.
Ekolalia : pengulangan kata atau frasa seseorang oleh
orang lain, berulang dan menetap.
Flight of ideas : verbalisasi yang cepat dan terus
menerus, pergeseran dari satu ide ke ide yang lain.
Clang assosiation : kata-kata yang mirip bunyinya
tetapi berbeda arti, tidak berhubungan.
Blocking : terputusnya aliran berpikir secara tiba-tiba
sebelum suatu pikiran diselesaikan
Isi Pikir
Kemiskinan isi pikir : informasi sedikit.
Waham : keyakinan yang salah yang dipertahankan,
tidak sesuai dengan pendidikan, latar belakang
budaya, tidak dapat dikoreksi.
1. Waham aneh : keyakinan yang mustahil, tidak
masuk akal.
2. Waham tersistematis : dihubungankan dengan
tema atau peristiwa.
3. Waham somatik (ada penyakit pada dirinya) :
otaknya meleleh, heparnya bolong
4. Waham kejar : keyakinan akan dianiaya, disiksa dll
5. Waham kebesaran : keyakinan akan kekuatan,
kelebihan dll.
6. Waham rujukan : semua peristiwa merujuk kepada
dirinya.
7. Thought withdrawal, insertion, broadcasting,
control
Gangguan Persepsi
Halusinasi gangguan persepsi panca indera tanpa
adanya stimulus dari luar.
1. Halusinasi auditorik : berkomentar, perintah
2. Halusinasi visual
3. Halusinasi olfaktorius
4. Halusinasi taktil
Memori
Adalah fungsi dimana informasi disimpan dan
selanjutnya dapar di recall kembali ke kesadaran
1. Jangka panjang
2. Jangka sedang
3. Jangka pendek
4. segera
Intelegensia
Retardasi mental : kurangnya intelegensia sampai
derajat terdapat gangguan pada kinerja sosial dan
pekerjaan.
1. ringan (50/55-70)
2. Sedang (35/40-50/55)
3. berat 20/25-30/35)
4. Sangat berat (<20).
Demensia : diskalkulia, disgrafia, disleksia
Berpikir abstrak : kemampuan untuk mengerti nuansa
arti, menggunakan kiasan.
Tilikan
Kemampuan untuk mengerti penyebab sebenarnya
dan arti dari suatu situasi, pengertian pasien tentang
penyakitnya.
1. Menyangkal sakit
2. Sadar sakit dan butuh bantuan tapi juga menyangkal
3. Sadar sakit tapi menyalahkan orang lain atau organik
4. Sadar sakit disebabkan oleh sesuatu yang tidak
diketahui dalam dirinya
5. Intelektual
6. Emosional
SELAMAT BELAJAR