Anda di halaman 1dari 10

HISTRIONIK

F60.4
Gangguan Kepribadian
Kelompok A (penyendiri, aneh, eksentrik) Gangguan
kepibadian paranoid, schizoid, dan skizotipal.
Kelompok B (dramatik, emosional, dan tidak menentu)
Gangguan kepribadian antisosial, ambang, histrionik,
dan narsistik.
Kelompok C (cemas, ketakutan) Gangguan kepribadian
menghindar, dependen, dan anankastik.
GANGGUAN KEPRIBADIAN HISTRIONIK

Gangguan kepribadian histrionik (Histrionic Personality


Disorder) adalah gangguan kepribadian dimana individu
yang terkena akan menampilkan pola mencari
perhatian dan perilaku berlebihan yang dramatis.
Individu dengan gangguan kepribadian histrionik sangat
emosional, menawan, energik, manipulatif, menggoda,
impulsif, tidak menentu, dan menuntut.
EPIDEMIOLOGI
Prevalensi pada populasi umum kira-kira mencapai 2-3%.
Lebih sering didiagnosis pada wanita dibandingkan pria.
Kriteria diagnostik DSM-IV TR

Pola pervasif emosionalitas yang berlebihan dan mencari


perhatian , dimulai pada masa dewasa awal dan muncul pada
berbagai konteks, seperti yang ditunjukkan dengan lima atau lebih
hal berikut :
Merasa tidak nyaman dalam situasi-situasi di mana orang itu tidak
menjadi pusat perhatian.
Interaksi dengan orang lain seringkali ditandai dengan perilaku yang
menggoda atau provokatif secara seksual, yang tidak pada
tempatnya.
Memperlihatkan ekspresi emosi yang berubah-ubah dengan cepat
dan dangkal.
Secara konsisten menggunakan penampilan fisik untuk
menarik perhatian.
Gaya berbicara yang terlalu impresionistik dan kurang
mengandung detail.
Menunjukkan dramatisasi diri, teatrikal, dan ekspresi emosi
yang berlebihan.
Mudah dipengaruhi oleh orang lain atau oleh keadaan.
Menggangap hubungannya lebih intim dibanding
kenyataan.
Kriteria Diagnostik untuk Gangguan
Kepribadian Histrionik berdasarkan PPDGJ-III
Gangguan kepribadian (c) Keadaan afektif yang
dengan ciri-ciri: dangkal dan labil
(a) Ekspresi emosi yang
dibuat-buat (self- (d) Terus-menerus mencari
dramatization) seperti kegairahan (excitement),
bersandiwara (theatrically),
yang dibesar-besarkan penghargaan
(exaggerated) (appreciation) dari orang
(b) Bersifat sugestif, mudah lain, dan aktivitas dimana
dipengaruhi oleh orang lain pasien menjadi pusat
atau oleh keadaan
perhatian
Kriteria Diagnostik untuk Gangguan
Kepribadian Histrionik berdasarkan PPDGJ-III
(e) Penampilan atau
perilaku merangsang
(seductive) yang tidak
memadai
(f) Terlalu peduli dengan
daya tarik fisik.
Untuk diagnosis dibutuhkan
paling sedikit 3 dari di atas.
Terapi
Psikoterapi berorientasi psikoanalisis
Pasien dengan kepribadian histrionik seringkali tidak
menyadari perasaan mereka sesungguhnya sehingga
diperlukan terapi untuk membantu individu mengenal dan
mengklarifikasi perasaannya.
Group therapy
Digunakan untuk membantu individu dengan gangguan
kepibadian histrionik agar dapat bekerja dalam hubungan
interpersonal.
Family therapy
Terapi keluarga melatih anggota keluarga menghargai
individu, meningkatkan komunikasi dan penyelesaian
masalah secara bersama-sama dan saling mendukung.
Farmakoterapi
bukan terapi pilihan untuk individu dengan gangguan
kepribadian histrionik, kecuali jika disertai dengan
gangguan lain, misalnya depresi maka antidepresan
diindikasikan.