Anda di halaman 1dari 91

GANGGUAN

KEPRIBADIAN (F60)
PERIODE 21 NOVEMBER 2016 17 DESEMBER 2016
DEFINISI

Kepribadian Gangguan Kepribadian

Totalitas dari ciri perilaku dan Ciri kepribadian yang bersifat


emosi yang merupakan tidak stabil dan maladaptif
karakter atau ciri seseorang yang menyebabkan disfungsi
dalam kehidupan sehari-hari, yang bermakna atau
bersifat stabil dan dapat penderitaan subjektif /
diramalkan. (Buku ajar FKUI) Pengalaman dan perilaku
Deskriptif global dapat diamati subjektif yg berlangsung lama,
secara objektif, dan menyimpang standar budaya,
pengalaman interna yang stabil sepanjang waktu dan
dapat dilaporkan. menimbulakan
(kaplan&chadok) ketidakbahagiaan serta
hendaya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN
KEPRIBADIAN

Konstitusi Faktor
(genetik) Biologis

Pengalaman
hidup (ling.
keluarga, ling.
budaya)
KLASIFIKASI MENURUT DSM

Paranoid Sering dianggap


A Skizoid
Skizotipal
orang aneh dan
eksentrik

Antisosial
Tampak dramatik,
B Ambang
Narsisistik
emosional, tidak
menentu
Histrionik

Menghindar
C
Tampak cemas dan
Obsesif takut
Depedent
GANGGUAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU
MASA DEWASA PPDGJ III

F60 : Gangguan kepribadian khas


F61 : Gangguan Kepribadian Campuran dan Lainnya
F62 : Perubahan Kepribadian yang Berlangsung Lama yang Tidak
Diakibatkan oleh Kerusakan atau Penyakit Otak
F63 : Gangguan Kebiasaan dan Impuls
F64 : Gangguan Identitas dan Jenis Kelamin
F65 : Gangguan Preferensi Seksual
F66 : Gangguan Psikologis dan Perilaku yang Berhubungan
dengan Perkembangan dan Orientasi Seksual
F68 : Gangguan Kepribadian dan Perilaku Dewasa Lainnya
F69 : Gangguan Kepribadian dan Perilaku Dewasa YTT
F60. GANGGUAN KEPRIBADIAN KHAS
Diagnostik : d. Selalu muncul pd masa
1. Tidak berkaitan langsung dg kanak2/remaja dan berlanjut s/d
kerusakan/penyakit otak usia dewasa.
berat/gangguan jiwa lain e. Menyebabkan personal distress
2. Memenuhi kriteria berikut : yg cukup berarti
a. Disharmoni sikap dan perilaku f. Biasanya, tdk selalu, berkaitan
yg cukup berat secara bermakna dg masalah2
dlm pekerjaan dan kinerja sosial.
b. Pola perilaku abnormal
berlangsung lama, berjangka 3. Utk budaya berbeda, penting utk
panjang, tdk terbatas pd mengembangkan seperangkat
episode gangguan jiwa kriteria khas yg berhubungan dg
norma sosial, peraturan dan
c. Pola perilaku abnormalnya
kewajiban
bersifat pervasif dan maladaptif
F60. GANGGUAN KEPRIBADIAN KHAS

F60.0 Gangguan Kepribadian Paranoid


F60.1 Gangguan Kepribadian Skizoid
F60.2 Gangguan Kepribadian Dissosial
F60.3 Gangguan Kepribadian Emosional Tak Stabil
F60.4 Gangguan Kepribadian Histrionik
F60.5 Gangguan Kepribadian Anankastik
F60.6 Gangguan Kepribadian Cemas (Menghindar)
F60.7 Gangguan Kepribadian Dependen
F60.8 Gangguan Kepribadian Khas Lainnya
F60.9 Gangguan Kepribadian YTT
KELOMPOK A
ANEH DAN EKSENTRIK
1. GANGGUAN KEPRIBADIAN PARANOID

Ciri utama: perasaan curiga yang berulang-


cenderung untuk menginterpretasi perilaku
orang lain sebagai hal yang mengancam atau
merendahkan.
Sangat tidak percaya pada orang lain

Hubungan sosialnya buruk

Masih bisa bekerja

Terlalu sensitif terhadap kritikan nyata atau


yang dibayangkan
LANJUTAN (1)

Mudah marah jika merasa diperlakukan dengan


tidak baik
Tidak mempercayakan rahasia pribadinya pada
orang lain
Mempertanyakan ketulusan dalam persahabatan

Mencurigai kesetiaan dalam hubungan erat

Cenderung hypervigilant (sangat hati-hati) dan


selalu waspada terhadap sesuatu yang mengancam
Menolak untuk disalahkan walau ada bukti
LANJUTAN (2)

Terlihat dingin, menjaga jarak, licik, pembohong dan


tidak punya rasa humor
Cenderung argumentatif

Cenderung tidak mencari penanganan

Memandang orang lain sebgai penyebab dari masalah


mereka
Laki-laki > perempuan
KRITERIA DIAGNOSTIK PARANOID DALAM DSM
IV

A. Ketidakpercayaan dan kecurigaan yang pervasif (menyebar)


kepada orang lain sehingga motif mereka dianggap sebagai
berhati dengki, dimulai pada masa dewasa awal dan tampak
dalam konteks, seperti yang ditunjukkan empat (atau lebih)
berikut:
(1). menduga tanpa dasar yang cukup, bahwa orang lain
memanfaatkan, membahayakan atau mengkhianati dirinya.
(2). preokupasi dengan keraguan yang tidak pada tempatnya
tentang loyalitas atau kejujuran teman atau rekan kerja.
(3). enggan untuk menceritakan rahasia orang lain karena takut
yang tidak perlu bahwa informasi akan digunakan secara
jahat melawan dirinya.
LANJUTAN (1)

(4).membaca arti merendahkan atau mengancam yang


tersembunyi dari ucapan atau kejadian yang biasa.
(5).secara persisten menanggung dendam yaitu tidak memaafkan
kerugian, cedera atau kelalaian.
(6).merasakan serangan terhadap karakter atau reputasinya
yang tidak tampak bagi orang lain dan dengan cepat bereaksi
secara marah atau balas menyerang.
(7).memiliki kecurigaan yang berulang, tanpa pertimbangan,
tentang kesetiaan atau mitra seksual.
LANJUTAN (2)

B. Tidak terjadi semata-mata selama perjalanan


skozfrenia, suatu gangguan mood dengan ciri psikotik,
atau gangguan psikotik lain dan bukan karena efek
fisiologis langsung dari kondisi medis umum.
Catatan: jika kriteria terpenuhi sebelum onset
skizoffrenia, tambahkan pramorbid, misalnya
gangguan kepribadian paranoid (pramorbid).
PPDGJ
F60.0 GANGGUAN KEPRIBADIAN PARANOID III
paling sedikit 3 dari ciri-ciri :
Kepekaan berlebihan terhadap kegagalan dan penolakan

Kecenderungan untuk menyimpan dendam

Kecurigaan dan kecenderungan yang mendalam untuk mendistorsikan


pengalaman dengan menyalah-artikan tindakan orang lain
Perasaan bermusuhan dan ngotot tentang hak pribadi tanpa
memperhatikan situasi yang ada
Kecurigaan yang berulang, tanpa dasar tentang kesetiaan seksual dari
pasangannya
Kecenderungan untuk merasa dirinya penting secara berlebihan

Preokupasi dengan penjelasan-penjelasan yang bersekongkol dan tidak


substantif dari suatu peristiwa
PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS

Pada beberapa orang gangguan kepribadian paranoid


terjadi seumur hidup
Seringkali menjadi tanda munculnya skizofrenia

Pada sebagian orang, pasien memiliki masalah


seumur hidup dan memiliki masalah perkawinan
serta pekerjaan
GANGGUAN KEPRIBADIAN SKIZOID
2. GANGGUAN KEPRIBADIAN SKIZOID
Ciri utama : kurangnya minat sosial, social withdrawal dan
extreme loner.
Emosinya tampak dangkal atau tumpul (dingin), dalam kadar
yang lebih rendah dari skizofrenia
Mereka jarang marah, bahagia atau sedih dalam taraf yang kuat
Mereka tampak menjaga jarak
Wajahnya jarang menampilkan ekspresi emosional, jarang
tersenyum atau salam kepada orang lain
Tidak terpengaruh dengan kritik atau pujian
Kontak dengan realitas mereka lebih baik dibanding skizofrenia
LANJUTAN (2)

Ada kesenjangan antara penampilan luar dengan inner life,


misalnya terlihat tidak minat secara seksual tapi menjadi
voyeuristik dan tertarik dengan pornografi
Tampaknya mereka juga memiliki sensitivitas yang kuat, rasa
ingin tahu yang mendalam akan orang lain dan harapan akan
cinta yang tidak dapat diekspresikan
Beberapa mengalihkan sensitivitas diekspresikan dengan rasa
mendalam thd hewan (pendekatan dinamik)
KRITERIA DIAGNOSTIK SKIZOID DALAM DSM IV
A. Pola pervasif dari hubungan sosial dan rentang pengalaman
emosi yang terbatas dalam lingkungan interpersonal,
dimulai pada masa dewasa awal dan ditemukan dalam
berbagai konteks, seperti yang dinyatakan oleh empat (atau
lebih) berikut:
(1).tidak memiliki minat ataupun menikmati hubungan
dekat, termasuk menjadi bagian dari keluarga
(2).hampir selalu memilih aktivitas seorang diri
(3).memiliki sedikit, jika ada, minat mengalami pengalaman
seksual dengan orang lain
(4).merasakan kesenangan dalam sedikit, jika ada, aktivitas
(5).tidak memiliki teman dekat atau orang yang dipercaya
selain sanak saudara derajat pertama
LANJUTAN
(6).tampak tidak acuh terhadap pujian atau kritik orang lain
(7).menunjukkan kedinginan emosi, pelepasan atau
pendataran afektivitas
B. Tidak terjadi semata-mata selama perjalanan skizofrenia, suatu
gangguan mood dengan ciri psikotik, atau gangguan psikotik lain
atau suatu gangguan perkembangan pervasif dan bukan karena
efek fisiologis langsung dari kondisi medis umum.
Catatan: jika kriteria terpenuhi sebelum onset skizoffrenia,
tambahkan pramorbid, misalnya gangguan kepribadian
skizoid (pramorbid).
F60.1 GANGGUAN KEPRIBADIAN SKIZOID PPDGJ
III
Gangguan kepribadian memenhi paling sedikit 3 dari ciri-ciri :
Sedikit aktivitas yang memberikan kesenangan

Emosi dingin, afek mendatar atau tak peduli

Kurang mampu untuk mengekspresikan kehangatan, kelembutan atau


kemarahan terhadap orang lain
Tampak nyata tidak-pedulian baik terhadap pujian maupun kecaman

Kurang tertarik untuk mengalami pengalaman seksual dengan orang


lain
Hampir selalu memilih aktivitas yang dilakukan sendiri

Preokupasi dengan fantasi dan introspeksi yang berlebihan

Tidak mempunyai teman dekat atau hubungan pribadi yang akrab

Sangat tidak sensitif terhadap norma dan kebiasaan sosial yang berlaku
PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS
Onset biasanya pada masa anak-anak awal
Gangguan berlangsung lama tapi tidak selalu seumur hidup
3. GANGGUAN KEPRIBADIAN SKIZOTIPAL

Ditandai dengan keeksentrikan dalam berpikir dan


berperilaku, namun tanpa ciri psikotik yang jelas.
Bisa menjadi sangat cemas dalam situasi sosial, bahkan
saat sedang berinteraksi dengan orang yang dikenalnya.
Kecemasan sosialnya tampaknya berkaitan dengan pikiran
paranoid (takut akan disakiti orang lain)
Keeksentrikannya meliputi perilaku, persepsi dan
keyakinan yang ganjil.
LANJUTAN (1)

Mengembangkan ideas of reference: sebuah bentuk


pikiran delusional dimana seseorang membaca makna
pribadi dari perilaku orang lain atau peristiwa
eksternal, seperti keyakinan bahwa orang lain sedang
membicarakan mereka.
Mereka bisa terlibat dalam pikiran magis, seperti
keyakinan bahwa mereka memiliki indera keenam
atau bahwa orang lain dapat merasakan perasaan
mereka.
Pembicaraan mereka sering tidak jelas atau abstrak
dalam artian yang tidak biasa, sehingga sulit
dipahami
LANJUTAN(2)
Penampilan mereka berantakan, menunjukkan sikap dan
perilaku yang tidak umum seperti berbicara sendiri saat bersama
orang lain
Wajah mereka hanya menunjukkan sedikit emosi
Cenderung menarik diri secara sosial dan menjaga jarak
Mereka tampak cemas berada di sekitar orang-orang yang tidak
dikenal
Laki-laki > perempuan
Tidak termasuk pada perilaku yang berkaitan dengan budaya
atau ritual agama seperti voodoo dan keyakinan magis lainnya
KRITERIA DIAGNOSTIK SKIZOTIPAL DALAM
DSM IV
A. Pola pervasif defisit sosial dan interpersonal yang ditandai oleh
ketidaksenangan akut dengan, dan penurunan kapasitas untuk,
hubungan erat dan juga oleh penyimpangan kognitif atau
persepsi dan perilaku eksentrik, dimulai pada masa dewasa
awal dan tampak dalam berbagai konteks, seperti yang
ditunjukkan oleh lima (atau lebih) berikut:
(1).gagasan yang menyangkut diri sendiri (ideas of reference)
(kecuali waham yang menyangkut diri sendiri)
(2).keyakinan aneh atau pikiran magis yang mempengaruhi
perilaku dan tidak konsisten dengan norma kultural
(misalnya, percaya takhyul, percaya dapat melihat apa yang
akan terjadi, telepati, indera keenam, pada anak-anak dan
remaja, khayalan atau preokupasi yang kacau)
LANJUTAN (1)

(3).pengalaman persepsi yang tidak lazim, termasuk ilusi tubuh


(4).pikiran dan bicara yang aneh (misalnya samar-samar,
sirkumstansialitas, metaforik, terlalu berbelit-belit atau
stereotipik)
(5).kecurigaan atau ide paranoid
(6).afek yang tidak sesuai atau terbatas
(7).perilaku atau penampilan yang aneh, eksentrik atau janggal
(8).tidak memiliki teman akrab atu orang yang dipercaya selain
sanak saudara derajat pertama
(9).kecemasan sosial yang berlebihan yang tidak menghilang
dengan keakraban dan cenderung disertai dengan ketakutan
paranoid ketimbang pertimbangan negatif tentang diri
sendiri
LANJUTAN(2)

B. Tidak terjadi semata-mata selama perjalanan skozfrenia, suatu


gangguan mood dengan ciri psikotik, atau gangguan psikotik lain
atau suatu gangguan perkembangan pervasif.
Catatan: jika kriteria terpenuhi sebelum onset skizofrenia,
tambahkan pramorbid, misalnya gangguan kepribadian
skizotipal (pramorbid).
PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS

10% pasien skizotipal melakukan bunuh diri


Pasien skizotipal sebagian besar dilaporkan memiliki gangguan
skizofrenia
Skizotipal merupakan kepribadian premorbid dari skizofrenia
Banyak pasien yang mempertahankan kepribadian skizotipalnya
seumur hidup, menikah dan bekerja dengan tetap
mempertahankan keanehannya
KELOMPOK B
dramatis, emosional atau eratik (tidak menentu)
1. GANGGUAN KEPRIBADIAN
ANTISOSIAL/DISSOSIAL

Ditandai dengan perilaku antisosial dan tidak


bertanggung jawab serta kurangnya penyesalan untuk
kesalahan mereka
Secara berulang melakukan pelanggaran terhadap hak
orang lain dan sering melanggar hukum
Mengabaikan norma dan konvensi sosial, impulsif dan
gagal membina komitmen interpersonal dan pekerjaan
LANJUTAN(1)

Sering pula menunjukkan kharisma dalam penampilan mereka


IQ minimal rata-rata
Ciri yang menonjol : kurangnya kecemasan saat berhadapan
dengan situasi yang mengancam, kurang rasa bersalah dan
penyesalan atas kesalahan mereka
Sebelumnya disebut PSIKOPAT -> patologis pada fungsi psikis
Lalu SOSIOPAT -> patologis pada fungsi sosial
LANJUTAN(2)

Terdapat 2 dimensi psikopati yaitu:


DIMENSI KEPRIBADIAN

Ciri kepribadian: kharisma di luar, egois, self


centeredness, kurang empati, keji, tidak
menyesal atas kesalahan, tidak menghargai
perasaan dan kesejahteraan orang lain, tidak
bertanggung jawab, tidak peka dengan
kebutuhan orang lain
LANJUTAN(2)
DIMENSI PERILAKU
Gaya hidup tidak stabil dan antisosial, sering berhadapan
dengan hukum, riwayat kerja yang minim dan hubungan
tidak stabil, impulsif, memiliki masalah perkawinan, tidak
memiliki rencana jangka panjang, melakukan kekerasan,
penyalahgunaan obat dan alkohol
KRITERIA DIAGNOSTIK GANGG.KEPRIBADIAN
ANTISOSIAL DALAM DSM IV

A. Terdapat pola pervasif tidak menghargai dan melanggar hak


orang lain yang terjadi sejak usia 15 tahun,seperti yang
ditunjukkan oleh tiga (atau lebih) berikut:
(1).gagal untuk mematuhi norma sosial dengna menghormati
perilaku sesuai hukum seperti yang ditunjukkan dengan
berulang kali melakukan tindakan yang menjadi dasar
penahanan
(2).ketidakjujuran, seperti yang ditunjukkan oleh berulang kali
berbohong, menggunakan nama samaran, atau menipu orang
lain untuk mendapatkan keuntungan atau kesenangan
pribadi
LANJUTAN (1)
(3).impulsivitas atau tidak dapat merencanakan masa depan
(4).iritabilitas dan agresivitas, seperti yang ditunjukkan oleh
perkelahian fisik atau penyerangan yang berulang
(5).secara sembrono mengabaikan keselamatan diri sendiri
atau orang lain
(6).terus menerus tidak bertanggung jawab, seperti
ditunjukkan oleh kegagalan berulang kali untuk
mempertahankan perilaku kerja atau menghormati
kewajiban finansial
(7).tidak adanya penyesalan, seperti yang ditunjukkan oleh
acuh tak acuh terhadap atau mencari-cari alasan telah
disakiti, dianiaya atau dicuri oleh orang lain
B. Individu sekurang-kurangnya berusia 18 tahun
LANJUTAN (2)

C. Terdapat tanda-tanda gangguan konduksi dengan onset sebelum


usia 15 tahun
D. Terjadinya perilaku antisosial tidak semata-mata selama
perjalanan skizofrenia atau suatu episode manik
PPDGJ
III
F60.2 GANGGUAN KEPRIBADIAN DISSOSIAL
paling sedikit 3 dari ciri-ciri :
Bersikap tidak peduli dengan perasaan orang lain

Sikap yang amat tidak bertanggung jawab dan berlangsung terus


menerus, serta tidak peduli terhadap norma, peraturan dan
kewajiban sosial
Tidak mampu memelihara suatu hubungan agar berlangsung
lama
Mudah menjadi frustasi dan bertindak agresif termasuk
kekerasan
Tidak mampu menerima kesalahan dan belajar dari
pengalaman
Sangat cenderung menyalahkan orang lain
DIAGNOSIS BANDING

Perilaku ilegal -> gangg.kepr.antisosial melibatkan


banyak bidang dalam kehidupan seseorang.
Penyalahgunaan zat dan gangg.kepr.antisosial-> jk
dimulai pada masa anak-anak dan terus memasuki
kehidupan dewasa, kedua diagnosis harus
didiagnosis.
Diagnosis gangg.kepr.antisosial tidak diperlukan jika
terdapat diagnosis MR, skizofrenia atau mania
PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS

Puncak perilaku antisosial biasanya terjadi pada masa remaja


akhir
Biasanya gejala akan menurun seiring dengan bertambahnya
usia
Banyak pasien yang mengalami gejala somatisasi dan keluhan
fisik
Seringkali disertai dengan gangguan depresif, penyalahgunaan
zat dan alkohol
GANGGUAN KEPRIBADIAN
BORDERLINE (AMBANG)
2. GANGGUAN KEPRIBADIAN BORDERLINE (AMBANG)

Ditandai dengan ketidakstabilan dalam hubungan, citra diri


dan mood serta kurangnya kontrol atas impuls
Perilakunya berada pada batas(ambang) antara NEUROSIS
dan PSIKOSIS
Hampir selalu berada dalam keadaan krisis
Pergeseran mood sangat sering. Pasien dapat bersifat
argumentatif di satu waktu dan depresif di lain waktu serta
selanjutanya mengeluh tidak memiliki perasaan pada waktu
lainnya
Mood berkisar dari kemarahan dan iritabilitas sampai pada
depresi dan kecemasan yang masing-masing berlangsung dari
beberapa jam hingga beberapa hari
LANJUTAN (1)

Ketidakstabilan dalam citra diri membuat mereka berada


dalam perasaan kosong dan kebosanan terus menerus
Perilakunya sangat tidak dapat diramalkan
Mereka kesulitan dalam mengendalikan kemarahan dan
rentan terhadap perkelahian
Perilakunya seringkali impulsif, misalnya kawin lari dengan
orang yang baru dikenal, aktivitas seksual sembarangan,
penyalahgunaan obat, konsumtif dalam belanja, berjudi, dsb
Perilaku impulsif ini seringkali bersifat self destructive
seperti self mutilation, isyarat-isyarat bunuh diri serta
percobaan bunuh diri yang aktual misalnya berusaha
mengiris pergelangan tangan atau menyundut tubuhnya
dengan rokok
LANJUTAN (2)

Mereka sangat takut akan sendirian dan akan melakukan


usaha-usaha nekat untuk menghindari perasaan ditinggalkan
Ketakutan akan ditinggalkan membuat mereka menjadi
pribadi yang menuntut secara sosial
Penolakan sosial membuatnya sangat marah dan
mengakibatkan kerenggangan hubungan sosial
Perasaan mereka terhadap orang lain sangat mendalam dan
berubah-ubah
Mereka silih berganti antara melakukan pemujaan yang
ekstrem (saat kebutuhan mereka terpenuhi) dan memendam
kebencian (saat mereka merasa terabaikan)
Seringkali berpindah-pindah pasangan secara cepat dan
menggebu-gebu
LANJUTAN (3)

Orang yang dipuja akan diperlakukan dengan penuh


kebencian saat hubungan berakhir atau saat mereka merasa
orang tersebut gagal dalam memenuhi kebutuhan mereka
Mereka memiliki hubungan yang sangat bermasalah dengan
keluarga dan memiliki riwayat traumatis saat anak-anak
seperti kehilangan atau perpisahan dengan orang tua,
penganiayaan, kekerasan atau pengabaian
Sulit bekerjasama saat psikoterapi. Menuntut dukungan
yang besar pada terapis, menelepon terus menerus atau pura-
pura bunuh diri untuk mendapat dukungan atau
meninggalkan terapis secara dini.
KRITERIA DIAGNOSTIK GANGG.KEPR.BORDERLINE
DALAM DSM IV
Pola pervasif ketidakstabilan hubungan interpersonal, citra diri
dan afek dan impulsivitas yang jelas pada masa dewasa awal dan
ditemukan dalam berbagai konteks, seperti yang ditunjukkan
oleh lima (atau lebih) berikut:
(1).usaha mati-matian untuk menghindari ketinggalan yang
nyata atau khayalan.Catatan:tidak termasuk perilaku bunuh
diri atau mutilasi diri yang ditemukan dalam kriteria 5
(2).pola hubungan interpersonal yang tidak stabil dan kuat yang
ditandai oleh perubahan antara ekstrim-ekstrim idealisasi dan
devaluasi
(3).gangguan identitas:citra diri atau perasaan diri sendiri yang
tidak stabil secara jelas dan persisten
LANJUTAN (1)
(4).impulsivitas pada sekurangnya dua bidang yang
membahayakan diri sendiri (misalnya
berbelanja,seks,penyalahgunaan zat,ngebut gila-
gilaan,pesta makan).Catatan:tidak termasuk perilaku
bunuh diri atau mutilasi diri yang ditemukan dalam
kriteria 5
(5).perilaku,isyarat atau ancaman bunuh diri yang
berulangkali, atau perilaku mutilasi diri
(6).ketidakstabilan afektif karena reaktivitas mood yang jelas
(misalnya disforia episodik kuat,iritabilitas,atau kecemasan
biasanya berlangsung beberapa jam dan jarang lebih dari
beberapa hari)
(7).perasaan kosong yang kronis
(8).kemarahan yang kuat dan tidak pada tempatnya atau
kesulitan dalam mengendalikan kemarahan(misalnya
sering menunjukkan temper,marah terus
menerus,perkelahian fisik berulangkali)
LANJUTAN (2)

(9).ide paranoid yang transien dan berhubungan


dengan stres, atau gejala disosiatif yang parah
DIAGNOSIS BANDING

Skizofrenia -> BPD tidak ada episode psikotik,


gangguan pikiran dan tanda skizofrenik lain yang
berkepanjangan
Skizotipal -> BPD tidak menunjukkan gagasan yang
aneh, dan pikiran yang sangat aneh
PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS
Gangguan ini cukup stabil dan pasien
menunjukkan perubahan seiring dengan
perubahan waktu
Penelitian longitudinal menunjukkan gangguan
ini tidak mengarah ke skizofrenia
Namun, rentan untuk mengalami episode
gangguan depresi berat
Diagnosis biasanya dibuat sebelum usia 40
tahun
GANGGUAN KEPRIBADIAN
HISTRIONIK
3. GANGGUAN KEPRIBADIAN HISTRIONIK
Ditandai oleh kebutuhan yang berlebihan akan perhatian,
pujian, dukungan berulang dan persetujuan
Melibatkan emosi yang berlebihan dan kebutuhan yang
besar untuk menjadi pusat perhatian
Cenderung dramatis dan emosional namun emosi mereka
tampak dangkal, dibesar-besarkan dan mudah berubah
Mereka dapat menunjukkan keriangan yang berlebihan saat
bertemu dengan seseorang atau menjadi sangat marah saat
seseorang tidak menyadari gaya rambut mereka yang baru
Mereka cenderung menuntut agar orang lain memenuhi
kebutuhan mereka dan berperan sebagai korban saat orang
lain mengecewakan mereka
LANJUTAN (2)

Bila mereka merasa demam, mereka akan mendesak agar orang


lain meninggalkan aktivitasnya dan segera membawanya ke
dokter
Mereka cenderung self centered dan tidak toleran terhadap
penundaan kesenangan, mereka ingin apa yang mereka
inginkan saat mereka menginginkannya
Mereka sangat tertarik pada mode, dan menjadikan penampilan
fisik sebagai daya tarik bagi orang lain
Pria -> berpakaian macho untuk menarik perhatian
Perempuan -> berpakaian feminin disertai banyak aksesoris
Bila mereka tidak diperhatikan, mereka akan sedih, kecewa dan
marah.
Banyak terjadi pada wanita
KRITERIA DIAGNOSTIK GANGG.KEPR.HISTRIONIK
DALAM DSM IV
Pola pervasif emosionalitas dan mencari perhatian yang
berlebihan, dimulai pada masa dewasa awal dan tampak
dalam berbagai konteks, seperti yang ditunjukkan pada lima
(atau lebih) berikut:
(1).tidak merasa nyaman dalam situasi dimana ia tidak
merupakan pusat perhatian
(2).interaksi dengan orang lain seringkali ditandai oleh
godaan seksual yang tidak pada tempatnya atau
perilaku provokatif
(3).menunjukkan pergeseran emosi yang cepat dan ekspresi
emosi yang dangkal
(4).secara terus menerus menggunakan penampilan fisik
untuk menarik perhatian kepada dirinya
LANJUTAN (1)

(5).memiliki gaya bicara yang sangat impresionistik dan tidak


memiliki perincian
(6).menunjukkan dramatisasi diri, teatrikal dan ekspresi emosi
yang berlebihan
(7).mudah disugesti yaitu mudah dipengaruhi oleh orang lain dan
situasi
(8).menganggap hubungan menjadi lebih intim ketimbang keadaan
sebenarnya
PPDGJ
III
F60.4 GANGGUAN KEPRIBADIAN HISTRIONIK
paling sedikit 3 dari ciri-ciri :
Ekpresi emosi yang dibuat-buat

Bersifat sugestif, mudah dipengaruhi oleh orang lain atau oleh


keadaan
Keadaan afektif yang dangkal dan labil

Terus menerus mencari kegairahan, penghargaan dari orang lain


dan aktivitas dimana menjadi pusat perhatian
Penampilan atau prilaku merangsang

Terlalu peduli dengan daya tarik fisik


DIAGNOSIS BANDING

BPD -> sulit dibedakan dengan histrionik, cuma pada


BPD lebih sering ditemukan usaha bunuh diri, difusi
identitas dan episode psikotik singkat
Somatisasi -> bisa terjadi bersama-sama dengan
histrionik
Gangg.Psikotik singkat dan disosiatif -> mungkin
perlu mendapatkan diagnosis penyerta
gangg.kepr.histrionik
PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS

Dengan bertambahnya usia, pasien cenderung


menunjukkan gejala yang lebih sedikit
Mereka adalah pencari sensasi dan mungkin
terlibat masalah hukum, penyalahgunaan obat
dan zat terlarang
4. GANGGUAN KEPRIBADIAN NARSISISTIK
LANJUTAN (1)

Memiliki rasa bangga atau keyakinan yang


berlebihan terhadap diri mereka sendiri dan
kebutuhan yang ekstrem akan pemujaan
Mereka membesar-besarkan prestasi mereka dan
berharap orang lain menghujaninya dengan pujian
Mereka berharap orang lain akan melihat kualitas
khusus mereka, meskipun prestasinya biasa saja
Mereka tetap dapat mengorganisasi pikiran dan
perilaku mereka serta cenderung bisa berhasil
dalam karir
Mereka sangat peka terhadap kritik. Cenderung
marah jika dikritik
LANJUTAN

Mereka asyik dengan dirinya dan kurang empati


dengan orang lain dan berpura-pura simpati hanya
untuk mencapai kepentingan dirinya
Mereka juga seringkali memanfaatkan orang lain

Memiliki harga diri yang rapuh dan rentan terhadap


depresi
KRITERIA DIAGNOSTIK GANGG.KEPR.NARSISISTIK
DALAM DSM IV
Pola pervasif kebesaran (dalam khayalan atau perilaku),
membutuhkan kebanggan, dan tidak ada empati, dimulai
pada dewasa awal dan tampak dalam berbagai konteks,
seperti yang ditunjukkan oleh lima (atau lebih) berikut:
(1).memiliki rasa kepentingan diri yang besar (misalnya
pencapaian dan bakat yang dilebih-lebihkan, berharap
terkenal sebagai superior tanpa usaha yang sepadan)
(2).preokupasi dengan khayalan akan keberhasilan,
kekuatan, kecerdasan, kecantiakn atau cinta ideal
yang tidak terbatas
(3).yakin bahwa ia adalah khusus dan unik dan dapat
dimengerti hanya oleh atua harus berhubungan
dengan orang lain (atau insitusi) yang khusus atau
memiliki status tinggi
LANJUTAN

(4).membutuhkan kebanggaan yang berlebihan


(5).memiliki perasaan bernama besar yaitu harapan
yang tidak beralasan akan perlakuan khusus atau
kepatuhan otomatis sesuai harapannya
(6).eksploitatif secara interpersonal yaitu mengambil
keuntungan dari orang lain untuk mencapai
tujuannya sendiri
(7).tidak memiliki empati:tidak mau mengenali atau
mengetahui perasaan dan kebutuhan orang lain
(8).sering merasa iri dengan orang lain atau yakin
bahwa orang lain iri kepada dirinya
(9).menunjukkan perilaku yang congkak atau sombong
PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS
Narsisistik termasuk bersifat kronis dan sukar
disembuhkan
Ketuaan merupakan hal yang menakutkan,
karena atribut kecantikan, kekuatan dan
kemudaan adalah hal yang sangat penting bagi
mereka
Menjadi lebih rentan terhadap krisis kehidupan
di usia pertengahan dibandingkan kelompok lain
KELOMPOK C -> CEMAS & TAKUT
1. GANGGUAN KEPRIBADIAN AVOIDANT
(MENGHINDAR/CEMAS)

Penghindaran terhadap hubungan sosial karena


takut akan penolakan dan kritik -> tetap memiliki
minat sosial
Mereka tidak memasuki hubungan tanpa ada
jaminan penerimaan
Mereka menghindari percakapan dengan orang lain,
dan menyendiri
Mereka takut dipermalukan di depan publik,
berpikiran bahwa orang lain akan melihat mereka
merona, menangis atau bertindak gugup
Cenderung terikat pada rutinitas dan melebih-
lebihkan resiko atau usaha dalam mencoba hal baru
Mereka mudah keliru mengartikan komentar orang
lain sebagai penghinaan atau ejekan
LANJUTAN

Penolakan suatu permohonan menyebabkan mereka


menarik diri dari orang lain dan merasa terluka
Teman mereka cenderung sedikit

Sifat dasarnya adalah malu-malu


KRITERIA DIAGNOSTIK GANGG.KEPR.AVOIDANT
DALAM DSM IV
Pola pervasif hambatan sosial, perasaan tidak cakap
dan kepekaan berlebihan terhadap penilaian negatif
dimulai pada masa dewasa awal dan tampak dalam
berbagai konteks seperti yang ditunjukkan oleh empat
(atau lebih) berikut:
(1).menghindari aktivitas pekerjaan yang memerlukan
kontak interpersonal yang bermakna, karena takut
akan kritik, celaan atau penolakan
(2).tidak mau terlibat dengan orang lain kecuali merasa
yakin akan disenangi
(3).menunjukkan keterbatasan dalam hubungan intim
karena rasa takut dipermalukan atau ditertawakan
(4).preokupasi dengan sedang dikritik atau ditolak
dalam situasi sosial
LANJUTAN
(5).terhambat dalam situasi interpersonal yang
baru karena perasaan tidak adekuat
(6).memandang diri sendiri sebagai janggal secara
sosial, tidak menarik secara pribadi atau lebih
rendah dari orang lain
(7).tidak biasanya enggan untuk mengambil resiko
pribadi atau melakukan aktivitas baru karena
dapat membuktikan penghinaan
F60.6 GANGGUAN KEPRIBADIAN CEMAS PPDGJ
III
(MENGHINDAR)
paling sedikit 3 dari ciri-ciri :
Perasaan yang tegang dan takut yang menetap dan pervasif

Merasa dirinya tak mampu, tidak menarik atau lebih rendah


dari orang lain
Preokupasi yang berlebihan terhadap kritik dan penolakan
dalam situasi sosial
Keengganan untuk terlibat dangen orang kecuali merasa yakin
akan disukai
Pembatasan dalam gaya hidup karena alasan keamanan fisik

Menghindari aktivitas sosial atau pekerjaan yang banyak


melibatkan kontak interpersonal karena takut dikritik, tidak
didukung atau ditolak
DIAGNOSIS BANDING
Skizoid -> pasien gangg.kepr.avoidance tetap
memiliki minat sosial
Borderline & Histrionik -> pasien avoidance
tidak menuntut, tidak mudah marah
Dependen -> secara klinis dianggap serupa
dengan avoidance, cuma pasien
gangg.kepr.dependen dianggap memiliki
ketakutan yang lebih tinggi akan penelantaran
atau tidak dicintai
PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS
Banyak pasien mampu untuk berfungsi, asalkan
mereka berada dalam lingkungan yang
terlindung
Mereka juga menikah dan memiliki keluarga

Namun jika sistem pendukung mereka gagal,


mereka cenderung menjadi depresi, cemas dan
marah
Ditemukan penghindaran fobik. Mereka juga
memiliki riwayat fobia sosial atau berkembang
menjadi fobia sosial dalam perjalanan
penyakitnya
GANGGUAN KEPRIBADIAN
DEPENDENT
2. GANGGUAN KEPRIBADIAN DEPENDENT
Ditandai oleh kesulitan dalam membuat keputusan yang
mandiri dan perilaku bergantung pada orang lain yang
berlebihan, pesimis, peragu, pasif dan tidak teguh hati
Menjadi sangat patuh dan melekat dalam hubungan
mereka serta sangat takut akan perpisahan
Merasa sangat sulit melakukan segala sesuatu sendiri
tanpa bantuan orang lain
Mereka mencari saran dalam membuat keputusan kecil
sekalipun
Anak-anak atau remaja dengan gangguan ini meminta
orang tuanya untuk memilihkan pakaian, makanan,
sekolah bahkan teman-teman mereka
Orang dewasa dengan gangguan ini membiarkan orang
lain memutuskan hal penting bagi dirinya seperti
pernikahan
LANJUTAN
Setelah menikah, mereka bergantung pada
pasangannya untuk memilihkan dimana mereka
tinggal, jenis pekerjaan apa yang cocok baginya,
tetangga mana yang boleh diajak bergaul, anggaran
rumah tangga, pola asuh anak, dsb
Mereka menolak tantangan dan promosi serta bekerja
di bawah kemampuan mereka
Mereka cenderung menjadi peka terhadap kritik serta
terpaku pada rasa takut akan penolakan dan
pencampakan
Mereka dapat merasa hancur karena berakhirnya
suatu hubungan dekat atau karena ada kemungkinan
menjalani kehidupan sendiri
Mereka sering mengesampingkan kebutuhannya demi
orang lain
Mereka rela dihina demi menyenangkan orang lain
KRITERIA DIAGNOSTIK
GANGG.KEPR.DEPENDEN DALAM DSM IV
Kebutuhan yang pervasif dan berlebihan untuk diasuh
yang menyebabkan perilaku tunduk dan menggantung
dan rasa takut akan perpisahan, dimulai pada masa
dewasa awal dan tampak dalam berbagai konteks,
seperti yang ditunjukkan oleh lima (atau lebih) berikut:
(1).mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan
setiap hari tanpa sejumlah besar nasehat dan
penenteraman dari orang lain
(2).membutuhkan orang lain untuk menerima
tanggung jawab dalam sebagian besar bidang
utama kehidupannya
(3).memiliki kesulitan dalam mengekspresikan
ketidaksetujuan pada orang lain. Catatan:tidak
termasuk rasa takut yang realistik akan ganti rugi
LANJUTAN

(4).memiliki kesulitan dalam memulai proyek atau


melakukan hal dengan diri sendiri (karena tidak
memiliki keyakinan diri dalam pertimbangan atau
kemampuan ketimbang tidak memiliki motivasi atau
energi)
(5).berusaha berlebihan untuk mendapatkan asuhan dan
dukungan dari orang lain, sampai pada titik secara
sukarela melakukan hal yang tidak menyenangkan
(6).merasa tidak nyaman atau tidak berdaya jika sendirian
karena timbulnya rasa takut tidak mampu merawat
diri sendiri
(7).segera mencari hubungan dengan orang lain sebagai
sumber pengasuhan dan dukungan jika hubungan
dekatnya berakhir.
(8).secara tidak realistik terpreokupasi dengan rasa takut
ditinggal untuk merawat dirinya sendiri
PPDGJ
F60.7 GANGGUAN KEPRIBADIAN DEPENDEN III

paling sedikit 3 dari ciri-ciri :


Mendorong atau membiarkan orang lain untuk mengambil sebagian
besar keputusan penting untuk dirinya
Meletakkan kebutuhan sendiri lebih rendah dari orang lain kepada
siapa ia bergantung dan kepatuhan yang tidak semestinya terhadap
mereka
Keengganan untuk mengajukan permintaan yang layak kepada orang
dimana tempat ia bergantung
Perasaan tidak enak atau tidak berdaya apabila sendirian

Preokupasi dengan ketakutan akan ditinggalkan oleh orang yang


dekat dengan dirinya
Terbatas kemampuan untuk membuat keputusan sehari-hari
DIAGNOSIS BANDING

Histrionik & Ambang -> sama-sama tergantung orang


lain, cuma pasien dependen biasanya memiliki
hubungan jangka panjang dengan orang pada siapa
mereka tergantung, bukannya pada sejumlah orang
dan mereka tidak manipulatif
Agorafobia -> juga tergantung, cuma agorafobia
memiliki tingkat kecemasan yang jelas atau bahkan
panik
PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS
Terdapat kecenderungan untuk mengganggu
fungsi pekerjaan karena pasien memiliki
ketidakmampuan untuk bertindak mandiri dan
tanpa pengawasan dari dekat
Hubungan sosialnya terbatas hanya pada orang
tempat mereka bergantung
Beresiko mengalami depresi berat jika mereka
kehilangan orang tempat mereka bergantung
GANGGUAN KEPRIBADIAN OBSESIF
KOMPULSIF (ANANKASTIK)
3. GANGGUAN KEPRIBADIAN OBSESIF
KOMPULSIF
Ditandai oleh cara berhubungan dengan orang lain
yang kaku, kecenderungan perfeksionis, kurangnya
spontanitas dan perhatian yang berlebihan pada
detail, sangat teratur dan sulit mengekspresikan
perasaan
Karena mereka sangat terpaku dengan kebutuhan
akan kesempurnaan, mereka tidak dapat
menyelesaikan segala sesuatunya tepat waktu
Apa yang mereka lakukan selalu gagal memenuhi
harapan mereka dan mereka selalu memaksa diri
untuk mengerjakan ulang pekerjaan mereka
Mereka dapat merenungkan bagaimana menyusun
prioritas tugas-tugas mereka namun mereka tidak
pernah tampak mulai bekerja
LANJUTAN

Mereka berfokus pada detail yang orang lain anggap tidak


penting
Kekakuannya mengganggu hubungan sosial
Mereka memaksa melakukan hal-hal sesuai dengan
caranya sendiri, tanpa mau kompromi
Antusiasme yang besar pada pekerjaan membuat mereka
gagal untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan
aktivitas waktu luang
Mereka cenderung sangat perhitungan dengan uang
Mereka merasa sulit untuk membuat keputusan dan
menunda atau menghindarinya karena takut membuat
keputusan yang salah
Mereka cenderung terlalu kaku dalam masalah moralitas
dan etika karena kekakuan kepribadian bukan karena
teguh keyakinan
LANJUTAN

Cenderung sangat formal dalam suatu hubungan dan


merasa sulit untuk mengekspresikan perasaan
Mereka sulit menikmati waktu rekreasi karena
memikirkan biaya dari aktivitas senggang tersebut
Cenderung tidak memiliki rasa humor
KRITERIA DIAGNOSTIK OC DALAM DSM IV
Pola pervasif dengan urutan, perfeksionisme dan
pengendalian mental dan interpersonal, dengan
mengorbankan fleksibilitas, keterbukaan dan efisiensi,
dimulai pada masa dewasa awal dan tampak dalam
berbagai konteks, seperti yang ditunjukkan oleh empat
(atau lebih)berikut:
(1).terpreokupasi dengan perincian, aturan, daftar, urutan,
susunan atau jadwal sampai tingkat di mana aktivitas
utama hilang
(2).menunjukkan perfeksionisme yang mengganggu
penyelesaian tugas (misalnya tidak mampu
menyelesaikan suatu proyek karena tidak memenuhi
standarnya sendiri yang terlalu ketat)
(3).secara berlebihan setia pada pekerjaan dan produktivitas
sampai mengabaikan aktivitas waktu luang dan
persahabatan(tdk disebabkan oleh kebut.ekon yg besar)
F60.5 GANGGUAN KEPRIBADIAN PPDGJ
III
ANANKASTIK/OC
paling sedikit 3 dari ciri-ciri :
Perasaan ragu-ragu dan hati-hati yang berlebihan
Preokupasi dalam hal-hal yang rinci, peraturan, daftar, urutan, organisasi
atau jadwal
Perfeksionisme
Ketelitian yang berlebihan, terlalu hati-hati dan keterikatan yang tidak
semestinya pada produksivitas sampai mengabaikan kepuasan dan
hubungan interpersonal
Keterpakuan dan keterikatan yang berlebihan pada kebiasaan sosial
Kaku dan keras kepala
Pemaksaan yang tak beralasan agar orang lain mengikuti persis caranya
mengerjakan sesuatu
Mencampur-adukan pikiran atau dorongan yang memaksa dan yang
enggan
LANJUTAN

(4).terlalu berhati-hati, teliti dan tidak fleksibel tentang


masalah moralitas, etika atau nilai-nilai (tidak
disebabkan oleh identifikasi kultural atau religius)
(5).tidak mampu membuang benda-benda yang usang
atau tidak berguna walaupun tidak memiliki nilai
sentimentil
(6).enggan untuk mendelegasikan tugas atau untuk
bekerja dengan orang lain kecuali mereka tunduk
dengan tepat caranya mengerjakan hal itu.
(7).memiliki gaya belanja yang kikir baik untuk dirinya
sendiri maupun orang lain;uang dipandang sebagai
sesuatu yang harus ditimbun untuk bencana masa
depan
(8).menunjukkan kekakuan dan keras kepala
PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS
Perjalanan penyakitnya bervariasi dan tidak
dapat diramalkan
Beberapa remaja dengan OCPD saat dewasa
menjadi orang yang hangat, terbuka dan ramah
Namun pada orang lain, OCPD dapat mengawali
skizofrenia dan depresi berat, dengan onset
lambat
Pasien dapat bekerja dengan baik pada
pekerjaan yang membutuhkan pekerjaan
metodologis, deduktif atau rinci tapi mereka
rentan terhadap perubahan
RETARDASI MENTAL
TERIMA
KASIH