Anda di halaman 1dari 83

Herkutanto

GURU BESAR FAKULTAS KEDOKTERAN UI

Pendidikan dibidang Kedokteran


Aktifitas dibidang Keprofesian
Doktor (S3), Dokter, Spesialis
Forensik - Universitas Indonesia Ketua Komite Nasional
Grad. Dip. Forens.Med. - Monash Keselamatan Pasien Rumah Sakit,
University, Australia Kementerian Kesehatan RI, 2012 -
Pendidikan dibidang Hukum 2015
Sarjana Hukum (SH) Universitas
Indonesia, Fakultas Hukum Ketua Konsil Kedokteran, Konsil
Master of Laws (LL.M) La Trobe Kedokteran Indonesia, 2014 - 2019
University, Australia School of Law

Clinical Risk Management Training Royal Children Hospital,


Melbourne, Australia

Root Cause Analysis Training Department of Health, Victoria, Australia


LATAR BELAKANG

Apakah RCA diwajibkan ...?


Bagaimana peran RCA dalam
keselamatan pasien dan manfaatnya bagi
rumah sakit?
Bagaimanakah RCA yang benar menurut
KARS....?
TUJUAN AKTIFITAS
Kesepakatan
tentang Root
Cause Analysis

Kesepakatan
tentang RCA
BAGIAN I

MANAJEMEN RISIKO UNTUK KESELAMATAN


PASIEN DAN
ROOT CAUSE ANALYSIS
REGULATORY FRAMEWORK

1. Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit


2. Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Undang-undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran
4. Peraturan Menteri Kesehatan No.
1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Keselamatan
DASAR HUKUM
Pasien Rumah Sakit
5. Peraturan Menteri Kesehatan No.
251/MENKES/SK/VII/2012 Tentang Komite
Keselamatan Pasien Rumah Sakit
ALASAN UTAMA MELAKUKAN
REGULASI

(Schellekens, W : Patient Safety Conference,


European Union Presidency Luxembourg, 4 5 April 2005)
SOURCE OF RISKS
KESELAMATAN PASIEN DALAM SUATU INSTITUSI KESEHATAN

KOMUNIKASI

Budaya

Keberhasilan
Dokter
Struktur KUALITAS Kolaborasi
Proses Keberhasilan Dr-RS
Institusi

Kepemimpinan

Medical staff bylaws

CLINICAL LEADERSHIP
TIGA TUNGKU SEJARANGAN
DAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN
TIGA TINGKAT DETERMINAN
KESELAMATAN PASIEN

SAFETY CULTURE
Perilaku manusia (Manajemen
& Klinisi): sebagai determinan
Keselamatan pasien
Governance (Corporate &
Clinical): determinan dalam
perilaku manusia
Governing Board: determinan
dalam menciptakan good
governance (corporate & clinical)
Standar PMKP.6.

RS menggunakan proses yang ditetapkan untuk melakukan identifikasi


dan pengelolaan kejadian sentinel.

Elemen Penilaian PMKP. 6.

1. Pimpinan RS menetapkan definisi kejadian sentinel yang meliputi


paling sedikit a) sampai d) yang dimuat di Maksud dan Tujuan
Definisi operasional sentinel

2. RS melakukan analisis akar masalah RCA terhadap semua kejadian


sentinel yang terjadi dalam batas waktu tertentu yang ditetapkan
pimpinan rumah sakit

3. Kejadian dianalisis bila terjadi

4. Pimpinan RS mengambil tindakan berdasarkan hasil RCA

luwi 1 sept 2014


Luwiharsih, 2016 11
ALUR MANAJEMEN RISIKO
Identifikasi risiko Incident / Accident / Screening

48 jam
Grading risiko

Investigasi & Analisis risiko


or

Evaluasi risiko
Tidak
Kelola risiko
Ya

Eliminasi Kontrol : Hindari Transfer


risiko Mitigasi / Reduksi risiko
risiko risiko DECISION ?
URUTAN AKTIFITAS Bahan dan Cara
PENYUSUNAN LAPORAN RCA
Identifikasi Insiden dan ruang lingkupnya Laporan Insiden, Risk Grading

Tentukan Tim Penelaah SK Tim RCA, Top Mgt


Rumuskan Masalah Laporan Insiden
Kumpulkan Informasi Observasi, dokumen,
wawancara
Pilah dan Petakan Infomasi Time line, Time Person Grid

Identifikasi CMP / Critical Event Brain Storming, time line chart

Identifikasi Akar Masalah Apollo, 5 why, fish bone


Identifikasi Solusi & Rekomendasi Barier Analysis, Change
Analysis

LAPORAN HASIL RCA


What Is Root Cause Analysis?
root cause analysis: a process for identifying
the basic or causal factor(s)underlying
variation in performance, including the
occurrence or possible occurrence of a
sentinel event.
sentinel event: unexpected occurrence
involving death or serious physical or
psychological injury or the risk thereof.
Purpose

Untuk apa RCA ?

PROBLEM SOLVING .. !!
KAPAN MEMULAI RCA ?
Bila setelah dilakukan risk grading, suatu
laporan Insiden termasuk dalam kriteria
SENTINEL EVENT
Didasarkan pada laporan insiden
Didasarkan pada Risk Matrix Grading
DAMPAK KLINIS / CONSEQUENCES /
SEVERITY
Level DESKRIPSI CONTOH DESKRIPSI
1 Insignificant Tidak ada cedera
2 Minor Cedera ringan
Dapat diatasi dengan pertolongan pertama,

3 Moderate Cedera sedang


Berkurangnya fungsi motorik / sensorik /
psikologis atau intelektual secara reguler dan
tidak berhubungan dengan penyakit yang
mendasarinya
Setiap kasus yang memperpanjang perawatan
4 Major Cedera luas / berat
Kehilangan fungsi utama permanent (motorik,
sensorik, psikologis, intelektual) / irreguler, tidak
berhubungan dengan penyakit yang
mendasarinya
5 Cathastropic Kematian yang tidak berhubungan dengan
perjalanan penyakit yang mendasarinya
Risk Grading Matrix
Potential Concequences
Frekuensi/
Insignificant Minor Moderate Major Catastropic
Likelihood
1 2 3 4 5

Sangat Sering Terjadi


Moderate
(Tiap mgg /bln) Moderate High Extreme Extreme
5
Sering terjadi
(Bebrp x /thn) Moderate Moderate High Extreme Extreme
4
Mungkin terjadi
Moderate
(1-2 thn/x) Low High Extreme Extreme
3
Jarang terjadi
Moderate
(2-5 thn/x) Low Low High Extreme
2
Sangat jarang sekali
Moderate
(>5 thn/x) Low Low High Extreme
1

Dapat teratasi Manajer tingkat harus Review terinci dan & Review terinci dan &
dengan menilai konsekuensi tindakan segera harus tindakan segera
perbaikan perihal biaya untuk diambil oleh manajer perlu dilakukan
prosedur mengendalikan risiko senior pada tingkat Direksi
REFERENSI
BAGIAN II

TAHAPAN TEKNIS
ROOT CAUSE ANALYSIS
21 STEPS of RCA
1: Organize a Team 12: Explore and Identify Risk Reduction
2: Define the Problem Strategies
3: Study the Problem 13: Formulate Improvement Actions
4: Determine What Happened 14: Evaluate Proposed Improvement
5: Identify Contributing Process Actions
Factors 15: Design Improvements
6: Identify Other Contributing Factors
16: Ensure Acceptability of the Action
7: MeasureCollect and Assess Data
Plan
on
17: Implement the Improvement Plan
Proximate and Underlying Causes
8: Design and Implement Immediate 18: Develop Measures of Effectiveness
Changes and
9: Identify Which Systems Are Ensure Their Success
InvolvedThe Root Causes 19: Evaluate Implementation of
10: Prune the List of Root Causes Improvement Efforts
11: Confirm Root Causes and Consider
Joint Commission International, Root Cause Analysis in 20: Take Additional Action
HealthTheir Interrelationships
Care: Tools and Techniques, 4th Edition, Illinois, 2010
Penyederhanaan Pengelompokan Langkah2 RCA sesuai JCI
21 LANGKAH JCI Edisi 4 7 KELOMPOK LANGKAH JCI Edisi 4

1: Organize a Team
2: Define the Problem 1 INISIASI & RUMUSKAN MASALAH
3: Study the Problem
4: Determine What Happened
5: Identify Contributing Process Factors 2 TETAPKAN PERISTIWA SENTINEL
6: Identify Other Contributing Factors
7: Measure, Collect, Assess Data on Proximate and Underlying Causes
3 TETAPKAN CRITICAL EVENT / CMP
8: Design and Implement Immediate Changes
9: Identify Which Systems Are InvolvedThe Root Causes
10: Prune the List of Root Causes 4 TETAPKAN AKAR MASALAH
11: Confirm Root Causes and Consider Their Interrelationships
12: Explore and Identify Risk Reduction Strategies
TETAPKAN UPAYA
13: Formulate Improvement Actions 5
14: Evaluate Proposed Improvement Actions PENANGGULANGAN RISIKO
15: Design Improvements UJI COBA UPAYA
16: Ensure Acceptability of the Action Plan 6
PENANGGULANGAN RISIKO
17: Implement the Improvement Plan
18: Develop Measures of Effectiveness and Ensure Their Success
UJI COBA UPAYA IMPLEMENTASI
19: Evaluate Implementation of Improvement Efforts 7
20: Take Additional Action UPAYA PENANGGULANGAN RISIKO
21: Communicate the Results

Tetap menggunakan rincian komponen yang sama


INISIASI DAN
RUMUSKAN MASALAH

1 TETAPKAN PERISTIWA
SENTINEL
TETAPKAN CRITICAL
EVENT / CMP
TETAPKAN AKAR
INISIASI DAN RUMUSKAN MASALAH

MASALAH TETAPKAN UPAYA


PENANGGULANGAN
RISIKO
1: Organize a Team

2: Define the Problem UJI COBA UPAYA


PENANGGULANGAN
RISIKO

UJI COBA UPAYA


IMPLEMENTASI UPAYA
PENANGGULANGAN
RISIKO
TUJUAN & HASIL
Tersusunnya Tim RCA
Terrumuskannya masalah sesuai laporan
insiden
Pemahaman awal atas masalah untuk
persiapan pencarian fakta dilapangan
Team Composition
Telah memahami teknik RCA
Memiliki cara pandang yang luas dan kredibel
Berjumlah Tidak lebih dari sembilan orang
Ekspert / ahli .... Dapat diminta bantuannya
kemudian
JANGAN AMBIL JALAN PINTAS !!
1. JANGAN MENGAMBIL ASUMSI APAPUN

2. DEFINISIKAN MASALAH & SIGNIFIKANSI

3. APA YANG TERJADI . ?

4. BILAMANA .. ?
Perumusan masalah yang lengkap
1. WHAT
what dari setiap masalah adalah akibat dari
konsekwensi
merupakan suatu efek yang tidak diharapkan
terulang ( primary effect )
primary effect adalah permulaan dari pertanyaan
dari mengapa
dirumuskan dalam pernyataan kata benda + kata
kerja ( jam berhenti,lengan patah, sistem gagal )
Cont..
Perumusan masalah yang lengkap
2. WHEN
merupakan waktu relatif dari primary effect
dapat merupakan waktu dalam suatu hari atau
suatu titik dari sebuah rentetan penyebab (
misalnya setelah jam dinding jatuh )
3. WHERE
lokasi relatif dari primary effect
dapat merupakan koordinat dalam sebuah peta
atau posisi relatif terhadap suatu hal yang lain
(kolam renang disamping lapangan tenis )

Cont
Perumusan masalah yang lengkap
4.SIGNIFICANCE
nilai relative dari primary effect yang menimpa pada organisasi
jawaban atas pertanyaan : mengapa kita melakukan penyelesaian
masalah
Dapat untuk menentukan prioritas kasus yang akan diselesaikan
melalui RCA, bila dalam incident report terdapat beberapa sentinel
event, dengan memilih kasus mana yang memiliki dampak terbesar
pada organisasi / RS.
Praktek Problem solving
yang sering dilakukan
1. Terlalu cepat berhenti berproses karena
membutuhkan solusi segera
2. Kebutuhan untuk memblame
3. Mitos keliru tentang akar masalah
4. Ilusi common sense ( akal sehat ) dan
realitas yang seragam

Cont..
KAJI MASALAH
Pengumpulan Data
Fokus pada upaya pengumpulan data
Mengkaji Rumusan Masalah
Kumpulkan data sepanjang hal2 terkait dengan apa yang tengah
dicari (sesuai rumusan masalah)

Tiga Jenis Informasi Utama


1. Pernyataan saksi dan pengamatan pada mereka yang
dekat dengan peristiwa KTD, langsung maupun tak
langsung
2. Bukti-bukti fisik yang terkair dg KTD atau Nyaris Cedera
3. Dokumentasikan bukti2
Kasus 1:
Pasien terbakar ditempat tidur
Seorang pasien akan melakukan medical check up. Sementara menunggu
dokter, demi kenyamanan, pasien ditawari untuk berbaring diatas kasur udara
yang harus digelembungkan dengan cara memompa.
Untuk memompa kasur udara tersebut, perawat menghubungkan kasur
tersebut dengan keran oksigen yang ada pada dinding ruang rumah sakit.
Setelah siap, pasien dipersilakan berbaring diatas kasur tersebut.
Ternyata pasien ingin merokok, dan tanpa sepengetahuan siapapun pasien
menyulut sebatang rokok. Ketika pasien memantik korek api, kasur meledak dan
terjadi kebakaran.
Api berhasil dipadamkan, namun pasien menderita luka bakar derajat 1 dan
derajat 2 pada wajah, lengan atas kiri dan kanan, dada kiri, dan tungkai kiri.
Pasien dirawat 10 hari dirumah sakit untuk luka bakar tersebut.
INISIASI DAN RUMUSKAN
MASALAH

2 TETAPKAN PERISTIWA
SENTINEL
TETAPKAN CRITICAL
EVENT / CMP
TETAPKAN AKAR
TETAPKAN PERISTIWA MASALAH

SENTINEL TETAPKAN UPAYA


PENANGGULANGAN
RISIKO
3: Study the Problem
4: Determine What Happened UJI COBA UPAYA
5: Identify Contributing Process Factors PENANGGULANGAN
RISIKO

UJI COBA UPAYA


IMPLEMENTASI UPAYA
PENANGGULANGAN
RISIKO
TUJUAN & HASIL
Memperoleh fakta2 dilapangan melalui
wawancara, pengamatan, telaah dokumen
Memperoleh peta kronologi peristiwa
berdasarkan rumusan masalah dan fakta2
dilapangan
KONSEP PERISTIWA / EVENT
TEMPORO SPATIAL PROPERTIES
Unsur waktu
Unsur tempat
KUMPULKAN DATA YANG RELEVAN
Proses Identifikasi Pasien Ketersediaan Informasi
Jenjeang para Staf RS Kecukupan dukungan
Orientasi dan pelatihan staf teknologi
Penilaian Kemampuan / Pengelolaan /
Pelatihan pemeliharaan peralatan
Supervisi Staf Lingkungan Fisik
Komunikasi antrar staf
Pengendalian Farmasi:
penyimpanan & akses
Pelabelan Obat2 pasien
STRATEGY OF PROBING

What else
WHAT What if

Why not
WHY What if

WHEN Why that time


Who can proof

WHO Why him


How could he .
HOW
How much
How long
STORYTELLING 1
Bentuk utama komunikasi kita adalah melalui
laporan kronologis kejadian (storytelling)
laporan kronologis terdiri dari 4 elemen yang
berhubungan dengan
Manusia (who)
Benda (what)
Kerangka waktu linier (when)
Tempat (where)
Contoh: Incident report
STORYTELLING 2
Hakekat suatu laporan kronologis kejadian
adalah suatu
urutan kejadian
dimulai dari suatu titik tertentu di masa lampau
Titik tertentu tersebut disepakati (arbitrer) dan
belum tentu benar
Dapat mengarahkan pembaca laporan pada
suatu konsekensi tertentu (dengan statement2
yang tersirat)
Bahasa Linier Cara Berpikir Linier
Laporan Kronologis TIDAK menggambarkan
hubungan sebab-akibat

Laporan Kronologis Sebab - Akibat

Mulai dari waktu lampau Mulai dari masa kini (critical


event)
Alurnya Berjalan Linier Alurnya Berjalan mengikuti
cabang sebab akibat
Menggunakan inferensi Masalah dapat diketahui dari
untuk mengkomunikasikan hubungan kausal yang
suatu interpretasi dirasakan
PEMETAAN KEJADIAN

Incident
KTD

Setiap kotak kejadian diisi ungkapan 1 subyek dan 1 predikat dan obyek:

Contoh:

1. Perawat memasang pengaman tempat tidur pasien


2. Monitor tidak berfungsi
INISIASI DAN
RUMUSKAN MASALAH

3 TETAPKAN PERISTIWA
SENTINEL
TETAPKAN CRITICAL
EVENT / CMP
TETAPKAN AKAR
TETAPKAN CRITICAL EVENT / MASALAH

CARE MANAGEMENT PROBLEM TETAPKAN UPAYA


PENANGGULANGAN
RISIKO
7: MeasureCollect and Assess Data on Proximate
and Underlying Causes UJI COBA UPAYA
PENANGGULANGAN
8: Design and Implement Immediate Changes RISIKO

UJI COBA UPAYA


IMPLEMENTASI UPAYA
PENANGGULANGAN
RISIKO
TUJUAN & HASIL
Memperoleh kejadian yang dianggap kritis
(critical evfent)
PRIMARY EFFECT / CRITICAL EVENT /
CARE MANAGEMENT PROBLEMS

PRIMARY
EFFECT
Primary Effect (PE) 1

PE adalah setiap akibat yang ingin kita cegah


terjadinya
Penting untuk menentukan arah investigasi
Bukan suatu hal yang bersifat universal (dapat
berbeda untuk setiap orang)
Merupakan titik awal untuk bertanya why
Untuk satu peristiwa bisa terdapat lebih dari satu PE
Primary Effect (PE) 2
Dalam setting RCA:
PE disebut sebagai Critical Event
Lambang:
CRITICAL

EVENT

Dalam setting klinis:


PE dsebut sebagai CARE MANAGEMENT PROBLEM (CPM)
MENENTUKAN PRIMARY EFFECT

Incident
KENYATAANNYA KTD

PERBEDAAN PE
GAP

SEHARUSNYA
ANALISIS PERUBAHAN / CHANGE ANALYSIS

Dikembangkan oleh Kepnev Treque (1976)


Digunakan untuk menganalisa proses yang tidak bekerja
sesuai rencana (Apa dan mengapa berubah ?)
Metode sederhana yg dapat membantu membandingkan
proses yg berjalan efektif atau gagal.

Analisis komparatif
Apa yang berubah sehingga menimbulkan kejadian /
event
Mencari dampak dari perubahan (potential dan aktual)
Kasus 1:
Pasien terbakar ditempat tidur
Seorang pasien akan melakukan medical check up. Sementara menunggu
dokter, demi kenyamanan, pasien ditawari untuk berbaring diatas kasur udara
yang harus digelembungkan dengan cara memompa.
Untuk memompa kasur udara tersebut, perawat menghubungkan kasur
tersebut dengan keran oksigen yang ada pada dinding ruang rumah sakit.
Setelah siap, pasien dipersilakan berbaring diatas kasur tersebut.
Ternyata pasien ingin merokok, dan tanpa sepengetahuan siapapun pasien
menyulut sebatang rokok. Ketika pasien memantik korek api, kasur meledak dan
terjadi kebakaran.
Api berhasil dipadamkan, namun pasien menderita luka bakar derajat 1 dan
derajat 2 pada wajah, lengan atas kiri dan kanan, dada kiri, dan tungkai kiri.
Pasien dirawat 10 hari dirumah sakit untuk luka bakar tersebut.
INISIASI DAN
RUMUSKAN MASALAH

4 TETAPKAN PERISTIWA
SENTINEL
TETAPKAN CRITICAL
EVENT / CMP
TETAPKAN AKAR
TETAPKAN AKAR MASALAH

MASALAH TETAPKAN UPAYA


PENANGGULANGAN
RISIKO

9: Identify Which Systems Are InvolvedThe Root Causes


UJI COBA UPAYA
10: Prune the List of Root Causes
PENANGGULANGAN
11: Confirm Root Causes and Consider Their Interrelationships RISIKO

UJI COBA UPAYA


IMPLEMENTASI UPAYA
PENANGGULANGAN
RISIKO
TUJUAN & HASIL
Memperoleh akar penyebab timbulnya
masalah
Pasangan dalam sebab-akibat

AKSI

AKIBAT

KONDISI
Tiap akibat mempunyai minimal 2 (dua) penyebab
dalam bentuk Aksi dan Kondisi

Hubungan sebab akibat fundamental :


a. Primary effect
b. Aksi :
penyebab sementara yang membawa kondisi secara bersama
sama untuk menimbulkan suatu akibat (action causes )
suatu gerakan atau sesuatu yang aktif

c. Kondisi :
penyebab yang terdapat sebelum suatu aksi dilakukan
sesuatu dalam keadaan pasif
Kondisi Majemuk

Aksi :
penyebab yang mudah dilihat karena adanya
gerakan
Kondisi :
penyebab yang diluar pengetahuan kita
dapat dijumpai beberapa kondisi untuk satu akibat (
lihat gambar )
Sering dibanjiri oleh informasi yang terlalu banyak
sehingga tidak sesuai dengan realita
Tidak semua kondisi patut ditindak lanjuti, oleh
karena harus sesuai dengan interest investigator
4 LANGKAH MENYUSUN BAGAN SEBAB - AKIBAT

1. Tanyakan MENGAPA (why) untuk setiap


Primary effect
2. Rumuskan setiap penyebab kedalam kategori
Aksi dan Kondisi
3. Hubungkan setiap penyebab dengan kata2
disebabkan oleh
4. Dukung setiap penyebab dengan bukti2
(evidences)
bukti2

Waktu & tempat Penyebab yang bersifat


AKSI

PRIMARY Disebabkan
EFFECT oleh

Waktu & tempat


Penyebab yang bersifat
KONDISI

bukti2
Penyebab Ganda

Korek api
Dipantik AKSI

KASUR Disebab
Sumber
kan oleh Letikan Api KONDISI
TERBAKAR

Bahan
Mudah KONDISI
Terbakar
Oksigen
Di Udara KONDISI
RANGKAIAN PENYEBAB TEORITIS
Sebab / Disebab
Akibat kan oleh

Sebab / Disebab
Akibat kan oleh Sebab / Disebab
Akibat kan oleh

Sebab / Disebab Sebab / Disebab


Akibat kan oleh Akibat kan oleh
Sebab / Disebab
Akibat kan oleh
PRIMARY Sebab / Disebab
Disebab Akibat kan oleh
EFFECT kan oleh
Sebab / Disebab
Akibat kan oleh
Sebab / Disebab
Akibat kan oleh Sebab / Disebab
Sebab / Disebab Akibat kan oleh
kan oleh
Akibat
Sebab / Disebab
Sebab / Akibat kan oleh
Disebab
Akibat kan oleh
Sebab / Disebab
Akibat kan oleh
Contributory Factors to Suicide
What could happen?

61
DIAGRAM TULANG IKAN
Tidak menunjukkan hubungan kausal yang
sebenarnya
Hubungan kausal tidak linier
Tidak menggabungkan cara berpikir aksi + kondisi
Hanya sebagai panduan untuk melakukan
root cause dalam mengidentifikasi faktor2
yang perlu dipikirkan
INISIASI DAN
RUMUSKAN MASALAH

5 TETAPKAN PERISTIWA
SENTINEL
TETAPKAN CRITICAL
EVENT / CMP
TETAPKAN AKAR
TETAPKAN UPAYA MASALAH

PENANGGULANGAN RISIKO TETAPKAN UPAYA


PENANGGULANGAN
RISIKO

12: Explore and Identify Risk Reduction Strategies


UJI COBA UPAYA
13: Formulate Improvement Actions PENANGGULANGAN
RISIKO
14: Evaluate Proposed Improvement Actions

UJI COBA UPAYA


IMPLEMENTASI UPAYA
PENANGGULANGAN
RISIKO
TUJUAN & HASIL
Memperoleh upaya2 untuk mencegah agar
masalah tidak terjadi
Hazard, Barrier, Target Analysis

Hazard Barrier Target

High
Dog Fence Child
BARRIER
Barrier: penghalang agar adverse event tidak
terjadi

Instrumen untuk mengidentifikasi barier


keselamatan untuk mencegah kejadian yg tak
diharapkan
ANALISIS PENGHALANG/

Penghalang atau kontrol untuk mencegah terjadinya bahaya


Analisa penghalang didesain untuk mengidentifikasi :
1. Penghalang mana yang seharusnya ada untuk mencegah insiden
2. Mengapa penghalang gagal ?
3. Penghalang apa yang dapat digunakan untuk mencegah insiden terulang
kembali ?

Ada 4 tipe penghalang:


1. Penghalang Fisik
2. Penghalang Natural
3. Penghalang Tindakan manusia
4. Penghalang Administrasi
KAPAN DIGUNAKAN
BARRIER ANALYSIS
STAND ALONE
SETELAH SEMUA CAUSA / AKAR MASALAH
DITEMUKAN DARI HASIL INVESTIGASI RCA
Akar penyebab = HAZARD
SKALA EFEKTIFITAS (1 6)
Skala 1: paling tidak efektif
Skala 6: paling efektif
IDENTIFIKASIKAN BARRIER YANG MUNGKIN
DIPASANG

Hazard Barrier Target

1.
2.
Dog Child
3.
ACCIDENT

BARRIER

Makin keatas (mendekati accident), barrier semakin kecil


Hazard Barrier Target

1.
2.
Dog 3. Child

ROOT USULAN UPAYA CRITICAL EVENT


CAUSE PENCEGAHAN PRIMARY EFFECT

LAPORAN RCA PADA DIREKSI


KASUS

PERUMUSAN MASALAH

Diagram Sebab-Akibat Diagram Kronologi

Hazard Barrier
Target

1.
2. Child
Dog
3.

USULAN UPAYA CRITICAL EVENT


ROOT CAUSE PENCEGAHAN PRIMARY EFFECT

LAPORAN RCA PADA DIREKSI


APA YANG HARUS DILAKUKAN AGAR ANAK
TIDAK DIGIGIT ANJING
Hazard: Anjing Galak (ROOT CAUSE)
Target: Anak Kecil

No. BARRIER RATING


(penghalang agar risiko tidak terjadi) (1-6)
1 Anjing diikat 2-3
2 Anjing di berangus 1
3 Dibuat pagar setinggi 3 meter 2
4 Anak dididik agar tidak mendekati anjing 3
5 Rumah dikunci agar anak tidak keluar 1

Rating: angka 1 Paling tidak efektif


angka 6 Paling efektif
Kasus 1:
Pasien terbakar ditempat tidur
Seorang pasien akan melakukan medical check up. Sementara menunggu
dokter, demi kenyamanan, pasien ditawari untuk berbaring diatas kasur udara
yang harus digelembungkan dengan cara memompa.
Untuk memompa kasur udara tersebut, perawat menghubungkan kasur
tersebut dengan keran oksigen yang ada pada dinding ruang rumah sakit.
Setelah siap, pasien dipersilakan berbaring diatas kasur tersebut.
Ternyata pasien ingin merokok, dan tanpa sepengetahuan siapapun pasien
menyulut sebatang rokok. Ketika pasien memantik korek api, kasur meledak dan
terjadi kebakaran.
Api berhasil dipadamkan, namun pasien menderita luka bakar derajat 1 dan
derajat 2 pada wajah, lengan atas kiri dan kanan, dada kiri, dan tungkai kiri.
Pasien dirawat 10 hari dirumah sakit untuk luka bakar tersebut.
INISIASI DAN
RUMUSKAN MASALAH

6 TETAPKAN PERISTIWA
SENTINEL
TETAPKAN CRITICAL
EVENT / CMP
TETAPKAN AKAR
UJI COBA UPAYA MASALAH

PENANGGULANGAN RISIKO TETAPKAN UPAYA


PENANGGULANGAN
RISIKO

15: Design Improvements


UJI COBA UPAYA
16: Ensure Acceptability of the Action Plan
PENANGGULANGAN
RISIKO

UJI COBA UPAYA


IMPLEMENTASI UPAYA
PENANGGULANGAN
RISIKO
TUJUAN & HASIL
Memilih upaya yang paling tepat dan mampu
laksana untuk menanggulangi risiko
Kasus 1:
Pasien terbakar ditempat tidur
Seorang pasien akan melakukan medical check up. Sementara menunggu
dokter, demi kenyamanan, pasien ditawari untuk berbaring diatas kasur udara
yang harus digelembungkan dengan cara memompa.
Untuk memompa kasur udara tersebut, perawat menghubungkan kasur
tersebut dengan keran oksigen yang ada pada dinding ruang rumah sakit.
Setelah siap, pasien dipersilakan berbaring diatas kasur tersebut.
Ternyata pasien ingin merokok, dan tanpa sepengetahuan siapapun pasien
menyulut sebatang rokok. Ketika pasien memantik korek api, kasur meledak dan
terjadi kebakaran.
Api berhasil dipadamkan, namun pasien menderita luka bakar derajat 1 dan
derajat 2 pada wajah, lengan atas kiri dan kanan, dada kiri, dan tungkai kiri.
Pasien dirawat 10 hari dirumah sakit untuk luka bakar tersebut.
INISIASI DAN
RUMUSKAN MASALAH

7 TETAPKAN PERISTIWA
SENTINEL
TETAPKAN CRITICAL
EVENT / CMP
TETAPKAN AKAR
IMPLEMENTASI UPAYA MASALAH

PENANGGULANGAN RISIKO TETAPKAN UPAYA


PENANGGULANGAN
RISIKO
17: Implement the Improvement Plan
18: Develop Measures of Effectiveness and Ensure Their Success
UJI COBA UPAYA
19: Evaluate Implementation of Improvement Efforts PENANGGULANGAN
20: Take Additional Action RISIKO

21: Communicate the Results UJI COBA UPAYA


IMPLEMENTASI UPAYA
PENANGGULANGAN
RISIKO
TUJUAN & HASIL
Penerapan hasil uji coba lapangan
Monitor dan evaluasi
KESIMPULAN
RCA wajib dilakukan rumah sakit dan
merupakan bagian dari Reporting and
Learning System
Hasil akhir kegiatan adalah Laporan RCA
kepada Direksi RS dengan komponen
tertentu
Penyusunan diagram kausalitas BUKAN
linier, tetapi mengikuti logika sehat
HERKUTANTO 83