Anda di halaman 1dari 46

BIOSINTESIS PROTEIN

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Malikussaleh
ASAM NUKLEAT

PENYIMPAN SIFAT KETURUNAN


PENYIMPAN ENERGI
BEKERJA SEBAGAI KO-ENZIM

ASAM NUKLEAT SUATU POLINUKLEOTIDA


DISUSUN OLEH MONONUKLEOTIDA
RNA (RIBO NUCLEIC ACID)
DNA (DEOXY RIBO NUCLEIC ACID)
MONONUKLEOTIDA

I. BASA NITROGEN
PIRAMIDIN
URASIL
TIMIN
SITOSIN
PURIN
ADENIN
GUANIN
XANTIN
HIPOXANTIN

II. GULA DENGAN ATOM C SEBANYAK 5 BUAH


III. ASAM FOSFAT
HIDROLISA

ASAM
NUKLEOTIDA BASA NITROGEN
+
GULA FOSFAT
ALKALI
NUKLEOTIDA ASAM FOSFAT +
BASA GULA (=NUKLEOSIDA) :
RIBONUKLEOSIDA DEOKSIRIBONUKLEOSIDA
RNA
m-RNA (m = MESSENGER)
= PEMBAWA PESAN
r-RNA (r = RIBOSOMAL)
t-RNA (t = TRANSFER)
= MEMINDAHKAN

m-RNA : SEBAGAI PESURUH PEMBAWA INFORMASI DALAM GEN KETEMPAT


PEMBENTUKAN PROTEIN DI RIBOSOM
TERDAPAT SUATU KODE UNTUK ASAM AMINO

t-RNA : SEBAGAI ADAPTER SEBAGAI TRANSLASI DARI INFORMASI

r-RNA : ALAT SINTESA PROTEIN DARI CATATAN m-RNA

SINTESIS PROTEIN
TRANSKRIPSI TRANSLASI
DNA RNA PROTEIN
BASA PURIN SEBAGAI METIL XANTIN DALAM BAHAN MAKANAN :
KOPI MENGANDUNG KAFEIN (1,3,TRIMETIL XANTIN)
THE MENGANDUNG TEOFILIN (1,3,DIMETIL XANTIN)
KAKAO MENAGNDUNG TEOBRUMIN (3,7 DIMETIL XANTIN)

ADENOSIN
ADENOSIN
DEAMINASE
GUANOSIN
INOSIN
PURIN NUKLEOSIDA PURIN NUKLEOSIDA
FOSFOLIRASE FOSFOLIRASE
GUMNASE
HIPOXANTIN XANTIN
XANTIN GUANIN
OKSIDASE XANTIN
OKSIDASE

ASAM URAT
MANUSIA

ALANTOIN
A T S
S

P
P

S A T S

P P

S A T S

P
P

S A T S

Struktur DNA A=Adenine


(Asam Deoksi Rebo Nukleat) C= cytosine
Terutama dalam G = guanine
INTI SEL (NUKLEUS) T = thymine
MENGANDUNG INFORMASI GENETIK P = phosphate
S = Sugar
Pendahuluan

Asam nukleat ialah:


suatu polimer (polinukleotida) rantai lurus yang
mengandung unit-unit nukleotida.
contoh: DNA & RNA

Setiap nukleotida mengandung sebuah:


- basa nitrogen heterosiklik
- gula pentosa
- ester fosfat
Pendahuluan
Basa nitrogen terdiri dari:
- basa purin = adenin (A) & guanin (G)
- basa pirimidin = sitosin (C) & timin (T)

Timin pada RNA digantikan oleh urasil (U)

Gula pentosa terdiri dari:


- 2 deoxy D ribosa (terdapat pada DNA)
- D ribosa (terdapat pada RNA)
Polinukleotida

Unit-unit nukleotida disatukan oleh jembatan 3-


fosfodiester sampai 5-fosfodiester untuk
membentuk polinukleotida.

Berbeda dengan nukleosida yang hanya


mengandung sebuah:
- basa nitrogen heterosiklik
- gula pentosa
STRUKTUR PRIMER DNA
STRUKTUR PRIMER RNA
Nukleosida

BASA NUKLEOSIDA
Adenin (A) Adenosin
Guanin (G) Guanosin
Sitosin (C) Sitidin
Timin (T) Timidin
Urasil (U) Uridin
Hipoxantin Inosin
DNA
(deoxyribonucleic acid)
Adalah bahan genetik untuk sel.
Semua sel dari individu yang sama punya jumlah
dan penataan nukleotida yang sama dalam DNA
tiap sel.
Terdapat dalam:
- inti sel-sel eukariotik
- mitokondria
- kloroplas tumbuhan
DNA

Sel-sel kelamin mempunyai jumlah DNA setengah


dari sel-sel somatik.
Sel eritrosit matang tidak mengandung DNA.
Sistem immun matang mempunyai jumlah DNA
yang sama dgn sel-sel lain, tetapi penataan yang
berbeda.
Plasmid ialah molekul DNA sirkular yg dapat
masuk ke dalam bakteri untuk melakukan replikasi
autonom (tidak menular).
DNA

Virus juga mengandung DNA sebagai bahan


genetik.
Tetapi tidak mempunyai sistem replikasi,
transkripsi, & translasi.
Virus harus masuk ke dalam sel lain untuk menyita
perangkat sintesis DNA.
Bakteriofag ialah virus yang menginfeksi bakteri.
Pasangan-Basa

Watson & Crick berpendapat:


Setiap molekul DNA terdiri dari 2 rantai
polinukleotida yang disatukan oleh ikatan Hidrogen
antar Basa.
Pasangan-basa ini bersifat saling melengkapi
(komplementer).
Kedua untai tsb berjalan dalam arah yang
berlawanan (antiparalel).
Pasangan Basa
Heliks Ganda

Kedua utas rantai DNA tsb membentuk heliks


ganda.
Gugus fosfat terletak di sebelah luar heliks.
Setiap heliks DNA bermuatan negatif.
Heliks mengandung alur mayor & minor.
Basa dalam kedua alur tsb terpapar, sehingga dapat
berinteraksi dengan protein atau molekul lain.
DNA-B adalah helik yang predominan.
Heliks Ganda DNA
Heliks Ganda DNA
Struktur Ruang DNA
Karakteristik DNA

Denaturasi menyebabkan kedua untai DNA


terpisah.
Hal tsb dapat dilakukan oleh:
- alkali
- panas
Proses penyatuan kembali kedua untai disebut
Renaturasi (annealing).
Hibridisasi ialah penyatuan DNA untai-tunggal
dengan RNA dgn urutan yg sesuai.
Kode Genetik

Ada 20 macam kodon yg menyusun kode


genetik,
Tetapi hanya ada 4 macam nukleotida
Jadi kodon yang tersusun atas 3 buah
nukleotida menghasilkan 64 (43) kodon
spesifik.
Kode Genetik
Ciri-Ciri Kode Genetik

1. Berdegenerasi
2. Tidak ambigu
3. Tidak tumpang tindih
4. Tanpa pungtuasi
5. universal
Ciri-ciri Kode Genetik

1. Berdegenerasi;
beberapa kodon mengkodekan asam amino
yang sama.

2. Tidak ambigu;
sebuah kodon spesifik hanya menunjuk
satu asam amino tunggal.
Ciri-ciri Kode Genetik

3. Tidak tumpang tindih;


kodon yg tumpang tindih tidak ikut serta
dalam sintesis protein.

4. Tanpa pungtuasi;
begitu pembacaan dimulai, maka tidak akan
terputus sampai tercapai kodon stop.
Ciri-ciri Kode Genetik
5. Universal;
sampai sekarang, semua organisme
menggunakan kode genetik yg sama.
Kecuali pada mitokondria manusia, karena:
- UGA = Trp, bukan sbg kodon-stop
- AUA = Met, bukan Ile
- CUA = Thr, bukan Leu
RNA
(ribonucleic acid)
RNA merupakan untai-tunggal nukleotida yg
dihubungkan oleh ikatan fosfodiester-3 ke 5
Timin digantikan oleh urasil.
Untai RNA dapat melengkung terhadap diri-
sendiri, sehingga basa-basa yang berjalan dalam
arah berlawanan dapat membentuk pasangan (G -
C & A - U).
Dapat dihidrolisis oleh alkali.
RNA utama adalah: mRNA. tRNA, & rRNA
mRNA
Membawa informasi genetik dari DNA.
Urutan nukleotida pd mRNA menentukan urutan
asam amino dalam protein yang akan disintesis.
mRNA ditranskripsi (disalin) sbg transkrip primer
panjang dari regio DNA.
mRNA yg terbentuk berpindah melalui pori-pori
inti ke sitoplasma.
Selanjutnya mRNA menyisipkan urutan asam
amino ke dalam polipeptida.
mRNA

Struktur mRNA mempunyai cap pada ujung-5.


Cap terdiri dari GTP termetilasi yang melekat ke
hidroksil-5 pada ribosa.
Pada ujung-3 terdapat sebuah ekor poli(A).
Ekor ini terdiri dari rangkaian nukleotida adenosin
yg disatukan oleh ik. Fosfodiester-3 ke 5.
Juga terdapat residu adenin pada ekor tsb.
Struktur mRNA
tRNA
Membawa asam amino ke ribosom.
Memastikan asam amino tsb bergabung pada rantai
polipeptida yg tepat.
Sel paling sedikit memiliki 20 macam tRNA.
tRNA memiliki 4 lengkung sehingga mirip daun
semanggi.
Salah satu lengkung mengandung antikodon yang
akan membentuk pasangan-basa dg kodon mRNA.
Struktur tRNA
rRNA

Ribosom adalah tempat berlangsungnya sintesis


protein.
Terdapat 4 jenis molekul rRNA yg dibedakan atas
koefisien sedimentasi (S = Svedberg):
18S, 28S, 5S & 5.8S
18S + protein = subunit 40S
28S + 5S + 5.8S + protein = subunit 60S
Subunit 40S + 60S = ribosom 80S
RNA Lain

Dalam inti sel eukariotik juga terdapat:


1. hnRNA (heterogenous nuclear RNA)

Berfungsi sebagai zat awal mRNA


2. snRNA (small nuclear RNA)
Terlibat dalam reaksi penyambungan dan
modifikasi yg terjadi selama pematangan
prekursor RNA

RNA juga sbg retrovirus HIV (penyebab AIDS)


Tahap-Tahap Sintesis Protein
1. Replikasi DNA

2. Transkripsi (mRNA)

3. Translasi (tRNA)

4. Sintesis (Ribosom)
Mutation
1. Point = perubahan satu basa.
2. Silent = perubahan kodon, tetapi masih
menentukan jenis asam amino yang sama.
3. Missense = perubahan asam amino.
4. Nonsense = perubahan yang menghasilkan
kodon-stop.
5. Insersion = penambahan satu/lebih basa.
6. Deletion = hilangnya satu/lebih basa.
7. Frameshift = insersi/delesi bukan kelipatan tiga,
akibatnya kerangka baca bergeser.
Polymerase Chain Reaction
Kepustakaan
Marks, DB., Marks, AD., Smith CM. 1996. Basic medical biochemistry: a
clinical approach. Dalam: B.U. Pendit, penerjemah. Biokimia
Kedokteran dasar: Sebuah Pendekatan Klinis. Eds. J. Suyono., V.
Sadikin., L.I. Mandera. Jakarta: EGC, 2000: 60-85, 145-200.
Rodwell,V W. 2006. Nucleotides. Dalam Harpers Illustrated
Biochemistry. 27th ed. Eds. R.K. Murray, D.K. Granner, P.A. Mayes,
V.W. Rodwell. McGraw-Hill Companies, New York: 311- 77.
Schumm, DE. 1992. Essentials of biochemistry. Dalam: Moch. Sadikin,
penerjemah. Intisari Biokimia. Jakarta:Binarupa Aksara, 1993: 23-95.
Stryer, L. 1995. Biochemistry. Dalam: Moch. Sadikin dkk, penerjemah.
Biokimia. Jakarta: EGC,1996: 788- 91.
Woski, SA., Schmidt, FJ. 2002. DNA and RNA: composition and
structure. Dalam Biochemistry with clinical correlations. 5th ed. Eds. T.M.
Devlin. Wiley-Liss, New York: 29-32.