Anda di halaman 1dari 13

GEOLOGI DAERAH BALIKPAPAN

Risky Hutama (410014156)


Alfado Kusuma B. (410014166)
Fadhil Azwin (410014213)

Dosen Pengampu Mata Kuliah Geologi Indonesia


Dr. Ir. EV. Budiadi, M.Sc.

GEOLOGI INDONESIA
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA
Outline

STRUKTUR
SUMBERDAYA
FISIOGRAFI STRATIGRAFI & ALAM
TEKTONIK
FISIOGRAFI KALIMANTAN

Secara umum fisiografi Pulau Kalimantan


telah dibagi oleh van Bemmelen (1949),
Wilayah Balikpapan termasuk kedalam
zona fisiografi Tinggian Kuching (sumber
pengendapan ke arah Barat laut dan
Tenggara cekungan Kalimantan).

Gambar Fisiografi Kalimantan


(Bachtiar, A., 2006)
FISIOGRAFI BALIKPAPAN

Wilayah Balikpapan termasuk kedalam


Cekungan Kutai

Dibagian utara cekungan, dibatasi oleh


daerah tinggian batuan dasar, yaitu tinggian
Mangkalihat dan sesar Sangkulirang yang
memisahkannya dengan cekungan Tarakan.
Dibagian timur cekungan, terdapat Delta
Mahakam yang terbuka ke selatan Makasar.
Dibagian barat cekungan, dibatasi oleh
daerah tinggian Kuching yang berumur
kapur.
Dibagian tenggara cekungan, terdapat
paparan paternosfer yang dipisahkan oleh
gugusan pegunungan meratus.
Dibagian selatan cekungan, dijumpai
cekungan barito yang dipisahkan oleh Sesar
Adang.
Gambar Sketsa Fisiografi Regional
Cekungan Kutai (peterson dkk., 1997
dalam mora dkk., 2001)
PETA GEOLOGI LEMBAR BALIKPAPAN
STRATIGRAFI REGIONAL
MUDA
1. Aluvial (Qa): kerakal, kerikil, pasir, lempung dan lumpur.
2. Formasi Kampungbaru (Tpkb): batulempung pasiran, pasir kuarsa,
batulanau, sisipan batubara, napal, batugamping dan lignit.
3. Formasi Balikpapan (Tmbp): perselingan batupasir kuarsa, batulempung
lanauan dan serpih dengan sisipan napal, batugamping dan batubara.
4. Formasi Pulaubalang (Tmpb): perselingan batupasir kuarsa, batupasir dan
batulempung dengan sisipan batubara.
5. Formasi Warukin (Tmw): perselingan batupasir dan batulempung dengan
sisipan batubara.
6. Formasi Bebulu (Tmbl): batugamping dengan sisipan batulempung lanauan
dan sedikit napal.
7. Formasi Pamaluan (Tomp): batulempung dan serpih dengan sisipan napal,
batupasir dan batugamping.
8. Formasi Berai (Tomb): batugamping, napal dan serpih.
9. Formasi Tuyu (Toty): perselingan batupasir, greywacke, serpih dan
batulempung.
10. Formasi Telakai (Tetk): batulempung, batupasir lempungan dan serpih
dengan sisipan batugamping dan napal.
11. Formasi Kuaro (Tek): batupasir dan konglomerat dengan sisipan batubara,
napal, batugamping dan serpih lempungan.
12. Formasi Tanjung (Tet): perselingan batupasir, batulempung, konglomerat,
batugamping dan napal dengan sisipan tipis batubara.
13. Formasi Haruyan (Kvh): lava, breksi dan tufa.
14. Olistolit Kintap (Kok): batugamping, padat, tidak berlapis
15. Formasi Pintap (Ksp): perselingan batupasir, greywacke, batulempung dan
konglomerat.
16. BatuanTerobosan
Granit dan Diorit (Kdi): granit berwarna kelabu muda, mengandung muskovit
dan sedikit hornblende.
17. Batuan Tektonit
Kompleks Ultramafik (Ju): Serpentinit dan harzburgit.
TUA
TEKTONIK CEKUNGAN KUTAI

Struktur Geologi Cekungan Kutai (Allen dan


Chambers, 1998)
PEMBENTUKAN BATUAN BASEMENT KALIMANTAN

1. Kegiatan tektonik daerah ini berlangsung semenjak Jura.


Batuan ultrabasa (berumur pra-jura) mengalami alih tempat,
perlipatan dan pensesaran.
2. Terjadi pengendapan sedimen klastik dan vulkanik yang
menyusun formasi Pitap dan formasi Haruyan sebagai
batuan tetap asal pada Kapur Akhir
3. Kegiatan tektonik pada Kapur Akhir bagian bawah
menghasilkan pengalihan tempat batuan ultrabasa oleh
sesar naik.
4. Kegiatan magma yang menghasilkan terobosan granit,
granodiorit dan diorit pada Kapur Akhir.
TEKTONIK CEKUNGAN KUTAI

1. Paleosen Awal sampai Eosen Awal terjadi


pengangkatan, erosi dan pedataran
menghasilkan sedimen darat (Formasi
Tanjung dan Formasi Kuaro).
2. Berdasarkan cekungan Tersier di Kalimantan
Tenggara dibeberapa tempat terendapkan
karbonat membentuk formasi Tanjung.
TEKTONIK CEKUNGAN KUTAI

1. Kala Oligosen hingga Awal Miosen


terjadi penurunan terus menerus
yang berlangsung sampai Miosen
Awal. Bahan yang terendapkan
berasal dari bagian selatan, barat
dan utara cekungan
(perkembangan fasies karbonat
pada Formasi Berai dan
perkembangan sedimen klastika
pada Formasi Pamaluan).
2. Miosen Tengah terjadi susut laut
dan terbentuknya endapan darat
(Formasi Warukin, Pulaubalang dan
Balikpapan).
3. Miosen Akhir terjadi pengangkatan
dan terbentuknya sesar bongkah
(muncul batuan tua termasuk
Gambar : Cekungan Kutai dari Oligosen replacement) dan terbentuk
sekarang. (Beicip, 1992, op.cit. Allen dan
Chambers, 1998.) Tinggian Meratus.
4. Terbentuklah cekungan Barito,
Kutai dan anak cekungan Pasir
yang disertai pengendapan.
TEKTONIK CEKUNGAN KUTAI

1. Gerak tektonik kuat ini mengangkat tepi


cekungan sebelah barat menghasilkan
pengendapan sedimen klastik ke arah timur.
2. Kegiatan vulkanik berupa penerobosan di
Purukcahu dan pelelehan lava serta
pengendapan tufa di daerah Lembak.
3. Pengendapan sedimen klastika di lembar
Balikpapan menghasilkan endapan delta dari
formasi Kampungbaru di cekungan Kutai.
4. Batuan di daerah ini hampir semuanya
mengalami deformasi, mulai dari yang pra-
Tersier sampai Tersier Akhir.

Akibat proses itu terbentuk antiklin, sinklin


Gambar : Cekungan Kutai dari dan sesar.
Oligosen Akhir (Beicip, 1992, Perlipatan membentuk kemiringan antara 10-
op.cit. Allen dan Chambers,
60 derajat.
1998.)
Arah sumbu lipatannya mulai utara-selatan
sampai timurlaut-baratdaya.
Struktur sesar : sesar turun, sesar naik dan
sesar geser jurus.
GEOLOGI LINGKUNGAN
Sumberdaya Mineral dan Energi Lembar Balikpapan

FORMASI BERAI
BATUGAMPING FORMASI BEBULU
BATULEMPUNG FORMASI KAMPUNG BARU
SUMBERDAYA FORMASI BALIKPAPAN
BATUPASIR KUARSA
FORMASI PULAUBALANG
MINERAL FORMASI WARUKIN
EMAS PLASER
SUNGAI KUARO
SUNGAI PANJANG
ENERGI TAK TERBARUKAN
(UNRENEWABLE ENERGY)
FORMASI TANJUNG
FORMASI KUARO
FORMASI BALIKPAPAN
BATUBARA FORMASI WARUKIN

SUMBERDAYA FORMASI KAMPUNG BARU


GAS BUMI
ENERGI FORMASI BALIKPAPAN
FORMASI PULAUBALANG
MINYAK BUMI FORMASI WARUKIN

GAS METANA BATUBARA


TENAGA AIR
ENERGI TERBARUKAN BIOMASA
(RENEWABLE ENERGY)
TENAGA SURYA