Anda di halaman 1dari 22

Laporan Kasus

FISTEL PERIANAL
Pembimbing : dr.RIZAL TJ, Sp.B.
ANUGRAH AZ-ZAHRA
10542 0273 11
PENDAHULUAN

Fistula adalah hubungan abnormal antara dua tempat yang


berepitel. Fistula ani adalah fistula yang menghubungkan antara
kanalis anal ke kulit di sekitar anus.
Terdapat berbagai jenis fistula, mulai dari yang simple hingga
fistula kompleks yang bercabang cabang dan melibatkan otot
sphincter ani.
Fistula ani sering terjadi pada laki laki berumur 20 40 tahun,
berkisar 1-3 kasus tiap 10.000 orang. Sebagian besar fistula
terbentuk dari sebuah abses (tapi tidak semua abses menjadi
fistula). Sekitar 40% pasien dengan abses akan terbentuk fistula.
LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. H
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat dan tanggal lahir : 11 Mei 1968
Alamat : Bajeng
Umur : 49 tahun
Agama : Islam
Ruangan : Perawatan V, IA
No RM : 35 38 02
ANAMNESIS

Keluhan Utama : Benjolan di sekitar anus


Riwayat Penyakit Sekarang : Benjolan di sekitar anus dirasakan muncul
sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu.
Awalnya benjolan kecil namun lama
kelamaan ukuran bertambah sebesar biji
jagung. Benjolan tersebut dirasakan nyeri
terlebih saat kulit bergesekan. Kadang dari
benjolan tersebut keluar nanah. Selain itu
juga ada benjolan yang dirasa keluar dari
anus yang mengganggu BAB. Nyeri saat
duduk lama dan terkadang keluar darah
segar saat BAB.
Riwayat Penyakit Dahulu : Menyangkal adanya riwayat DM, hipertensi,
asma, dan penyakit jantung.
PEMERIKSAAN FISIK

Status Present
K.U : Sakit Sedang/Gizi Baik/Composmentis
Tanda Vital
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 80x/menit
Pernapasan : 20x/menit
Suhu : 36,60C
Status General
Dalam batas Normal
Status Lokalis

Regio : Anus dan perianal


Inspeksi :
Terdapat
benjolan di sekitar anus, (sebelah kiri)
dengan diameter 1 cm.
Tampakprolapsus hemoroid dengan ukuran
diameter 2 cm.
Palpasi : benjolan lunak (+), permukaan licin, nyeri (+)
PEMERIKSAAN PENUNJANG

WBC : 9100 u/L Dalam Batas Normal


Laboratorium
Hb : 12,9 g/dl
HCT : 39,6 %
PLT : 340.000

EKG
GDS : 109 mg/dl
Kolesterol total : 343 mg/dl
Trigliserida : 131 mg/dl
SGOT : 22 U/L
SGPT : 22 U/L
Ureum : 12 mg/dl
Kreatinin : 1,4 mg/dl
HbsAg : Non
Reaktif
DIAGNOSA KERJA

Berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisis, pasien


mengalami :
Fistel Perianal + Hemoroid grade II-III
Penatalaksanaan

Tindakan operasi fistelektomi


Terapi pasca operasi :
IVFD RL 20 tpm
Injeksi Viccicllin /12 jam /iv
Injeksi Ranitidine /12 jam /iv
Injeksi Ketorolac /12 jam /iv
RESUME MEDIS

Pasien perempuan berusia 49 tahun MRS pada tanggal 22 Agustus 2017 dengan
keluhan adanya benjolan di sekitar anus. Benjolan tersebut dirasakan muncul sejak
kurang lebih 2 tahun yang lalu. Awalnya benjolan kecil namun lama kelamaan ukuran
bertambah sebesar biji jagung. Benjolan tersebut dirasakan nyeri terlebih saat kulit
bergesekan, mengganggu aktifitas seperti saat shalat. Kadang dari benjolan tersebut
keluar nanah. Selain itu juga ada benjolan yang dirasa keluar dari anus yang
mengganggu saat BAB. Nyeri saat duduk lama dan terkadang keluar darah segar saat
BAB. Saat masuk di ruang perawatan, dilakukan pemeriksaan laboratorium dan EKG
pada pasien dan dijadwalkan untuk dilakukan tindakan operasi. Dari hasil pemeriksaan
laboratorium lengkap semua hasil dalam batas normal, begitu pula dengan hasil EKG.
Pada hari perawatan ke 2, dilakukan operasi pada pasien yaitu fistelektomi. Pasien
diberikan terapi post op berupa infus RL, injeksi antibiotik Viccilin per 12 jam, injeksi
ranitidine per 12 jam, dan injeksi analgetik ketorolac per 8 jam intravena selama 2 hari,
lalu dilanjut dengan obat oral. Pasien pulang setelah tidak ada keluhan pada tanggal
25 Agustus 2017 dengan obat pulang Cefixime tablet 2x1, Ranitidine tablet 2x1, Asam
mefenamat 3x1, dan Neurodex 1x1.
PEMBAHASAN..
FISTEL PERIANAL ???

Fistel perianal didefenisikan sebagai saluran berasal dari jaringan


granulasi yang menghubungkan saluran anal / rectum ke
permukaan kulit disekitar anus.
ANATOMI ANUS
ETIOLOGI

Mayoritas penyakit supuratif anorektal terjadi karena infeksi dari


kelenjar anus (cyptoglandular).
Fistula ani juga dapat terjadi pada pasien dengan kondisi inflamasi
berkepanjangan pada usus, seperti pada Irritable Bowel Syndrome
(diverticulitis, colitis ulseratif, penyakit crohn, kanker rectum,
tuberculosis usus, HIV-AIDS, dan infeksi lain pada daerah ano-rektal.
KLASIFIKASI
Klasifikasi Parks
PATOGENESIS
Infeksi Abses tidak bisa
cryptoglandular keluar dari kelenjar

Terbentuk abses Proses purulent


kecil meluas sampai
perineum, anus,
dan sekitarnya

Abses membengkak
dan fibrosis
Abses perianal Fistula
PENEGAKAN DIAGNOSIS

ANAMNESIS
Nyeri, yang bertambah pada saat bergerak, defekasi, dan batuk.
Keluar darah atau nanah dari lubang fistula.
Iritasi atau ulkus di kulit di sekitar lubang fistula.
Gatal sekitar anus dan lubang fistula.
Benjolan (Massa fluktuan) bila masih berbentuk abses.
Demam, dan tanda tanda umum infeksi
PEMERIKSAAN FISIK
Pada pemeriksaan fisik pada daerah anus, dapat ditemukan satu atau lebih
external opening atau teraba fistula di bawah permukaan. Pada colok dubur
terkadang dapat diraba indurasi fistula dan internal opening.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Fistulografi

Ultrasound endoanal / endorektal


MRI

CT- Scan
Barium Enema
Anal Manometri
DIAGNOSIS BANDING

Hidradenitis Sinus Fistel


supuratif pilonidalis proktitis
PENATALAKSANAAN

Terapi Konservatif Medikamentosa :


Pemberian analgetik, antipiretik serta profilaksis antibiotik
jangka panjang untuk mencegah fistula rekuren.

Teerapi operatif :
Fistulektomi : Jaringan granulasi harus di eksisi
keseluruhannya untuk menyembuhkan fistula. Terapi
terbaik pada fistula ani adalah membiarkannya terbuka.
KOMPLIKASI

Impaksi Fecal
Inkontinensia
Rekurens
Stenosis kanalis
TERIMA KASIH