Anda di halaman 1dari 12

LOADING....

KELOMPOK 6 4ID01 TEKNIK INDUSTRI 2014 Copyright 2017


ETIKA PROFESI
ANALISIS PEMENUHAN PERSYARATAN FOOD SAFETY SYSTEM
CERTIFICATION 22000 DI INDUSTRI KEMASAN PANGAN

Afdhal Dinil Haq Dhia Lulu Sumbada Sonya Nabila


30414375 32414929 3A414414

Arif Budiyanto Safira Puspita


31414584 39414922

KELOMPOK 6 4ID01 TEKNIK INDUSTRI 2014 Copyright 2017


PENDAHULUAN

Suatu perusahan yang bergerak


dibidang industri kemasan pangan
Bahaya keamanan pangan : dalam kegiatan produksinya tentu
Bahaya biologi: Terkontaminasi sangat memperhatikan
mikrobologi. kesterilisasiannya untuk tetap
Bahaya fisik: Bagian mesin, dan menjaga keamanan produknya.
bahan baku kemasan.
Bahaya kimia: Pengunaan zat
aditif seperti pewarna dan
pemlastis dan migrasi polimer
kemasan.

Meimplementasikan sistem
manajemen keamanan pangan
salah satunya yaitu Food Safety
System Certification 22000 (FSSC
22000).
Harapannya rekomendasi
pemenuhan persyaratan FSSC
22000 dapat digunakn PT XYZ
dalam memenuhi persyaratan FSSC
22000
IDENTIFIKASI REGULASI
Penelitian mencakup identifikasi
ASESMEN DAN GAP ANALYSIS
Asesmen dilakukan
regulasi terkait persyaratan
dengan metode diskusi
FSSC 22000 untuk kemasan
tim manajer dan
pangan yang berlaku di
supervisor perusahaan
Indonesia dan internasional.
PT XYZ, wawancara,
peninjauan dokumen
hingga observasi
lapangan yang berupa hasil
kuantitatif. Total sub-klausul
sebanyak 99 dengan rincian, 29
subklausul ISO 22000, 65
subklausul PAS 223:2011 dan 5
subklausul FSSC 22000

PENGEMBANGAN MODEL
METOD
STRATEGI SEDERHANA E
Pengembangan model srategi sedehana dalam
pemenuhan persyaratan FSSC 22000 LOKASI PENELITIAN
dilakukan dalam 3 tahap yaitu perumusan Lokasi penelitian di PT XYZ, produsen kemasan pangan
model strategi sederhana dengan diskusi, uji yang memproduksi tutup kemasan (closures) dengan
coba model strategi sederhana yang dilakukan bahan dasar plastic HDPE (high density polyethylene)
PT XYZ, serta evaluasi hasil uji coba model dan pewarna (colorant) untuk produk minuman air
strategi sederhana dengan audit eksternal mineral dalam kemasan, minuman dengan proses
oleh adan sertifikasi independen yang ditunjuk pengisian panas, dan minuman berkarbonasi.
PT XYZ.
REGULASI TERKAIT PERSYARATAN FSSC 22000
Regulasi dalam keamanan pangan dan kemasan diatur salah dan migrasi, pembersihan, pengendalian hama,
satunya dalam UU No 18/2012 tentang pangan pasal 82 dan 83 hygiene personal dan fasilitas, pengerjaan ulang,
mengenai kewajiban menggunakan bahan kemasan pangan prosedur penarikan produk, penyimpanan dan
yang tidak membahayakan kesehatan manusia dan larangan transportasi, informasi kemasan pangan dan
menggunakan bahan apapun sebagai kemasan pangan yang kesadaraan konsumen pertahanan pangan dan
dapat melepaskan pencemaran yang membahayakan kesehatan bioterorisme, desain dan pengembangan keamanan
manusia. pangan.

Persyaratan tambahan klausul 1-5 yaitu


Persyaratan FSSC 22000 untuk ISO 22000:2005 klausul 4-8
pengendalian vendor jasa, supervisi personil dalam
yaitu sistem manajemen keamanan pangan, tanggung jawab
aplikasi keamanan pangan, pemenuhan regulasi
manajemen, manajemen sumber daya, perencanaan dan
spesifik yang berlaku, program berbasis resiko
realisasi produk yang aman, dan validasi, verifikasi,
berupa audit badan sertifikasi yang diumumkan
peningkatan sistem manajemen. Persyaratan PAS 223:2011
namun tidak dijadwalkan dan analisis keamanan
klausul 4-18 yaitu bangunan, layout ruang kerja, utilitas,
pangan yang mengacu pada persyaratan ISO 17025.
pengelolaan limbah, kesesuaian dan pemeliharaan peralatan,
pembelian material dan jasa, kontaminasi
IMPLEMENTASI PEMENUHAN IMPLEMENTASI PEMENUHAN
PERSYARATAN ISO 22000 PERSYARATAN PAS 223:2011
Hasil asesmen pemenuhan persyaratan Hasil asesmen pemenuhan persyaratan PAS
ISO 22000 di PT XYZ sebesar 55% terhadap 223:2011 di PT XYZ menunjukkan bahwa
persyaratan. Hal ini karena PT XYZ sebelumnya pengimplementasian sebesar 70% dari
telah menerapkan sistem manajemen mutu ISO persyaratan PAS 223:2011. Gap persyaratan
9001:2008 sehingga membantu dalam terletak pada infrastruktur gudang yang belum
pemenuhan persyaratan ISO 22000. sesuai persyaratan yaitu masih bercampurnya
Ketidaksesuaian dengan ISO 22000 yaitu penyimpanan bahan baku, bahan kemas dan
belum adanya kebijakan dan sasaran eksternal produk jadi, pertahanan terhadap bioterorisme
keamanan pangan, belum ada pengaturan (food defense) belum diimplementasikan, belum
komunikasi eksternal tim tanggap darurat yang mengendalikan potensi bahaya keamanan pangan
belum sesuai dengan ISO 22000, belum ada dan belum adanya penetapan spesifikasi
dokumen dan implementasi dari program keamanan pangan untuk vendor jasa dan
persyaratan dasar dan HCCP. deskripsi tanggung jawab setiap personil terkait
keamanan pangan.
IMPLEMENTASI PEMENUHAN
PERSYARATAN TAMBAHAN
Hasil asesmen terhadap pemenuhan persyaratan tambahan FSSC 22000 di
PT XYZ menunjukkan bahwa sudah diterapkan 20% dari persyaratan tambahan
ini. Beberapa gap antara lain belum adanya penetapan spesifikasi keamanan
pangan untuk vendor jasa dan deskripsi tanggung jawab (job description) setiap
personil terkait keamanan pangan. Pemenuhan persyaratan regulasi spesifik di
PT XYZ belum mengacu ke regulasi yang terbaru. Regulasi dalam pengujian
migrasi kemasan masih mengacu pada Peraturan Kepala BPOM RI No. HK
00.05.55.6497 Tahun 2007 tentang Bahan Kemasan Pangan. Padahal melalui
peraturan yang baru, Peraturan Kepala BPOM RI No. HK.03.1.23.07.11.6664
Tahun 2011 tentang Pengawasan Kemasan Pangan, disebutkan bahwa
Peraturan Kepala BPOM RI tahun 2007 tersebut dicabut dan dinyatakan tidak
berlaku (BPOM, 2011).
GAP DALAM PEMENUHAN PERSYARATAN ISO
22000
REKOMENDASI PEMENUHAN PERSYARATAN ISO
22000
MODEL STRATEGI SEDERHANA
Perumusan menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Action atau PDCA (perencanaan,
pelaksanaan, pemeriksaan, dan ksi), seperti disebutkan oleh Foster et al (2011), Loke taf
(2014), dan Bernardo (2014), dapat menjadi model manajemen dalam peningkatan
berkesinambungan. Plan mencakup penyusunan kebijakan dan tujuan, do mencakup
implementasi dari perencanaan, check mencakup lnspeksi hasil implementasi dengan
target, dan action mencakup perbaikan implementasi dan penyelesaian masalah dengan
siklus PDCA berikutnya (BaoQuan et of.,2011). Pada siklus PDCA, tahapan perencanaan
terdiri atas analisis gap kondisi aktual, menentukan faktor utama penyebab gap, dan
menyusun rencana aksi (Sun, 2013). satu tahapan dalam model yang disusun adalah
pelatihan. Mercan dan Bucak (2013) menyebutkan bahwa latihan menjadi persyaratan
yang harus dilakukan,oIeh perusahaan dalam implementasi sistem manajemen .keamanan
pangan. Mercan dan Bucak (2013) dalam kajiannya juga mengusulkan model dalam
implementasi ISO 22000 antara lain instalasi infrastruktur sesuai peryaratan, pelatihan
kepada karyawan, dan penyusunan dokumentasi.
KESIMPULAN
Hasil asesmen di PT XYZ menunjukkan bahwa pemenuhan persyaratan adalah 63% dari
seluruh persyaratan FSSC 22000 dengan detil pemenuhan ISO 22000, PAS 223:2011, dan
persyaratan tambahan secara berurutan adalah 55%, 70%, dan 20%. Rekomendasi dalam
pemenuhan gap persyaratan FSSC 22000 mencakup pengembangan sistem komunikasi
dengan pihak eksternal, pengembangan sistem tanggap darurat, perbaikan infrastruktur
gudang, pengendalian bahaya kontaminasi, manajemen gudang, pengembangan sistemfood
defense, penetapan spesifikasi keamanan pangan untuk vendor jasa, serta supervisi yang
memadai ke setiap personil.

Model strategi sederhana dalam pemenuhan persyaratan FSSC 22000 yang dikembangkan
terdiri atas langkah rencana aksi, pelatihan karyawan, perbaikan infrastruktur, peninjauan dan
revisi dokumen terkait, pelatihan kepada supplier mengenai keamanan pangan, audit internal,
dan audit eksternal. Audit eksternal sebagai langkah untuk memverifikasi efektivitas model
strategi, menunjukkan bahwa model strategi ini efektif dalam membantu PT XYZ untuk
memenuhi persyaratan FSSC 22000. Kajian di masa yang akan datang disarankan untuk
mengembangkan model strategi menjadi lebih komprehensif mempertimbangkan kompleksitas
perusahaan dan dapat diterapkan di jenis perusabaan kemasan pangan atau produk pangan
lainnya.